Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

2 Diduga Pelaku Pembacokan Dibawa ke TKP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
  • print Cetak


POLRES- Hingga Jumat (15/4) Polres Madina belum menetapkan siapa pelaku di balik perampokan yang terjadi di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, pekan lalu hingga menewaskan Nurazmi (60). Namun, polisi telah mengamankan 2 orang yang diduga pelaku dari Pematangsiantar Kamis (14/4) dan langsung dibawa ke TKP.
Hal ini dibenarkan Kapolres Madina melalui Kasat Reskrim AKP SM Siregar SH saat dikonfirmasi METRO, Jumat (15/4).
Saat ditanya apakah kedua orang itu sudah menjadi tersangka atau belum, Kasat masih belum memberikan penjelasan. Sebab, pihaknya masih dalam proses lidik. “Dua orang yang dibawa dari Pematangsiantar langsung dibawa ke TKP untuk melakukan cross cek lapangan dan akan diminta keterangan,” sebut SM Siregar.
Sementara itu Kasubbag Humasy Polres Madina AKP E Banjarnahor saat dihubungi METRO menyebutkan, proses hukum atas kasus pembacokan dan perampokan di Tabuyung masih dalam proses penyelidikan. Untuk sementara Polres belum banyak memberikan keterangan seputar siapa pelaku di balik tragedi berdarah dini hari pekan lalu.
“Kasus sedang dalam lidik, untuk sementara belum banyak keterangan yang kita peroleh. Kita tunggu dulu informasi dari petugas yang saat ini masih di lapangan” kata AKP E Banjarnahor.
Sebelumnya diberitakan, satu keluarga di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Madina, diserang kawanan orang tak dikenal, Kamis (7/4) dini hari. Dalam peristiwa itu pasangan suami istri, seorang nenek, dan pemuda, ditendang, dipukul, dan dibacok.
Adalah Jarobatan (50) dan Nurazmi (60), pasangan suami istri yang menjadi korban. Lalu ibu Nurasmi, Musdalifah (80) dan Julham (25). Keesokan harinya, Nurazmi tewas usai dioperasi di bagian kepala. (wan)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10.649 Pelamar CPNS Tak Lulus

    10.649 Pelamar CPNS Tak Lulus

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Dari 14.679 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemko Medan, 3.707 pelamar ternyata tidak mengikuti ujian untuk memperebutkan 324 formasi. Dengan demikian, 10.649 pelamar CPNS Pemko Medan dinyatakan tidak lulus. Sebagian di antara mereka menjadi pengangguran. Informasi dihimpun wartawan dari salah seorang staf di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan, Rabu (22/12/2010), ada […]

  • Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, Secara empiris semua perusahaan tambang pasti akan merusak lingkungan, terutama tambang emas, batubara dan timah, karena bahan tambangnya ada di perut bumi yang harus dibor atau digali baik secara manual maupun secara modern. “ kibatnya kontruksi tanah pegunungan dan lingkungan hidup lainnya akan rusak baik hutan, batuan dan sumber daya alam hayati, flora dan […]

  • Adhyaksa pantas jadi ketum PSSI

    Adhyaksa pantas jadi ketum PSSI

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mantan pemain nasional, Rully Nere, menilai Adhyaksa Dault pantas menduduki kursi Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini dicalonkan klub ISP Purwokerto. “Saya sudah mendengar pak Adhyaksa mencalonkan diri dan menganggapnya figur yang tepat menggantikan Nurdin Halid,” kata Rully Nere di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, baru-baru ini. […]

  • Pondok Santri di Pesantrn Musthofawiyah Purba Baru

    Pondok Santri di Pesantrn Musthofawiyah Purba Baru

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pondok santri Musthofawiyah purba baru Kabupaten Mandailing Natal yang merupakan pondok yang mempunyai ciri khas sebdiri bila dibandingkan dengan pesantren-pesantren lain di Indonesia. Dipondok inilah para santri-santri tinggal untuk memperdalam ilmu agamanya di Pesantren Musthafawiyah yang didirikan oleh H. Musthafa Husein Nasution. (MOL/HOL)

  • Bupati Madina Ingatkan Pentingnya Peran Bidan

    Bupati Madina Ingatkan Pentingnya Peran Bidan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution megingatkan peran penting bidan dalam menurunkan angka tengkes (stunting) di daerah ini. “Bidan lansung bersentuhan dengan ibu hamil dan untuk menurunkan angka stunting salah satunya dengan melakukan penanganan terhadap ibu hamil,” kata Saipullah saat membuka Musyawarah Cabang IV (Muscab IV) Ikatan Bidan Indonesia […]

  • Warga Sikarakara Natal Yakin Harun-Ichwa Menangi Pilkada Madina

    Warga Sikarakara Natal Yakin Harun-Ichwa Menangi Pilkada Madina

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online ):  Aura kemenangan untuk paslon nomor urut 1 “ On Ma “ H Harun Mustafa Nasution-H Muhammad Ichwan Husein Nasution, SH semakin terasa dalam pilkada Mandailing Natal (Madina). Roadshow tim pemenangan Harun-Ichwan ke wilayah pantai barat yang dipimpin mudir Musthafawiyah purba baru H Mustafa Bakri Nasution benar-benar mendapat sambutan baik dari […]

expand_less