Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Pemkab Madina Setengah Hati Benahi BBI. Kebutuhan Ikan Mas Didatangkan Dari Rao Sumbar

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
  • print Cetak

Balai Benih Ikan ( BBI) di Madina

MADINA- Mandailing Online : Keberadaan Balai Benih Ikan (BBI) di Kabupatrn Mandailing Natal (Madina) ternyata belum mampu menutupi kebutuhan konsumen di Kabupaten ini, pasalnya BBI yang ada tidak terlalu di urus meskipun BBI tersebut dibawah naungan Dinas Perikanan Pemkab Madina. Pemerintah Daerah terkesan setengah hati membenahi BBI tersebut.

Penelusuran Mandailing Online ke sejumlah pengusaha ikan mas di Panyabungan menyebut, mereka mendapatkan suplay ikan mas dari Rao Sumatera Barat ( sumbar)

Ahmad Rajab pengusaha ikan mas di Lintas Timur Panyabungan menyebut, dalam sehari sebanyak 150kg ia pesan dari pengusaha kolam ikan di Rao Sumbar.

“Kalau mengandalkan BBI yang ada atau pengusaha kolam ikan di Madina, tidak akan mencukupi kebutuhan konsumen. Sehingga kebanyakan penjual ikan di Panyabungan lebih memilih mengorder ke Rao Sumbar, ” Jelas Rajab senin 8/7/2024.

Ia mengaku, setiap hari uang yang di setor darinya ke pengusaha ikan di Rao senilai Rp. 4.500.000. Belum lagi dari penjual ikan lainnya yang ada di kota Panyabungan.

Untuk penjualan sendiri jelas Rajab, per kilogeramnya, ikan mas miliknya dijual Rp. 35.000. Kalau per ekor nya dengan ukuran setengah kilo dijual Rp. 18.000.

Sejatinya kata Rajab, Ikan yang di produksi lokal tak jauh beda dengan yang didatangkan dari Sumbar. “Kualitas dan harga sama,” jelasnya. Namun bekerja sama dengan pengusaha ternak ikan di Madina cenderung belum bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pemerintah Daerah juga terkesan setengah hati membenahi BBI yang ada.

“Kalo mengandalkan ikan dalam daerah masih jauh kurang, misal saya sering ngambil ikan di peternakan ikan yang di gunung barani tapi produksinya masih minim,” Katanya lagi.

Kondisi BBI tak terawat meski sudah ditangani UPTD ( unit pelayanan teknis dinas)

Dari data yang di dapat, ada dua BBI yang beroperasi di wilayaha Panyabungan yakni di Desa Saba Jambu Kecamatan Panyabungan dan BBI di Desa Tanjung Mompang Kecamatan Panyabungan Utara.

Investigasi ke lokasi, Kondisi ke dua BBI tersebut terlihat tak terawat meski ke dua BBI itu ditangani Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD). Parahnya BBI yang ada di Tanjung Mompang bahkan tak terlihat pekerja dilokasi, gedungbtak terawat demikian juga dengan kolam ikan nya.

Kepala Dinas Perikanan Syafrudin Nasution yang dikonfirmasi beberapa kali di Kantornya tak berhasil ditemui. Menurut Sekretarisnya, Kepala Dinas sedang tugas luar ke Medan selama seminggu.( fikri)

 

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Agung Nur Alannur, Kebanggaan Masyarakat Madina Diresmikan

    Masjid Agung Nur Alannur, Kebanggaan Masyarakat Madina Diresmikan

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Berbiaya Rp38 M, Bisa Tampung 2.250 Orang Setelah selama kurang lebih lima tahun masa pembangunan, Masjid Agung Nur Alannur Kabupaten Mandailing Natal akhirnya diresmikan Bupati H Amru Daulay SH didampingi seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Madina, Kamis (26/8) malam usai salat tarawih bersama. Peresmian masjid yang terletak di Desa Parbangunan Aek Godang, Kecamatan Panyabungan […]

  • Alumni Musthafawiyah Purba Baru Dukungan Paslon SAHATA

    Alumni Musthafawiyah Purba Baru Dukungan Paslon SAHATA

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Dukungan untuk kemenangan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) terus mengalir. Kali ini tekad memenangkan SAHATA ditegaskan oleh para alumni Ponpes Musthafawiyah Purba Baru yang berdomisi di Kecamatan Siabu dan Kecamatan Bukitmalintang. Mereka menyatakan […]

  • Harga Cabe Merah di Panyabungan Masih Bertahan

    Harga Cabe Merah di Panyabungan Masih Bertahan

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga cabe merah relatif bertahan di kisaran 45.000 hingga 46.000 rupiah per kilo gram setelah terjadi kenaikan sepekan lalu. Midah Nasution (42) pedagang di pasar pagi Gunung Tua, Panyabungan, Mandailing Natal menjawab wartawan, Minggu (14/7/2013) mangatakan harga cabe merah 46.000 rupiah per kilo gram. Menurutnya, harga di daerah ini masih lumayan […]

  • Anwar Sadat Dilantik Jadi Anggota DPRD Madina

    Anwar Sadat Dilantik Jadi Anggota DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anwar Sadat Nasution dilantik menjadi anggota DPRD mandailing Natal, Senin (23/7/2018). Dia menggantikan posisi Ir. H. Ali Makmur Nasution atau Oji Ganding dalam satu pergantian antar waktu (PAW) dari Partai Hanura. Pelantikan ini berlangsung dalam rapat paripurna istimewa di gedung DPRD Mandailing Natal (Madina). Anwar Sadat akan menduduki kursi DPRD Madina […]

  • Aek Sabut Meluap, 8 Hektar  Padi  Siap Panen Hanyut  dan Terendam

    Aek Sabut Meluap, 8 Hektar Padi Siap Panen Hanyut dan Terendam

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Gambar tanaman padi yang dilantak arus sungai Aek Sabut di Desa Simpang Duhu, Ulu Pungkut ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Sungai Aek Sabut meluap, Senin malam (18/11/2013) menyebabkan tanaman padi siap panen sekira 8 hektar hanyut dan terrendam di titik desa Simpang Duhu Lombang, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keterngan yang dihimpun di […]

  • Kementerian Luar Negeri Sudah Tahu Menteri Malaysia Perkosa TKI Tahun 2007

    Kementerian Luar Negeri Sudah Tahu Menteri Malaysia Perkosa TKI Tahun 2007

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Kasus dugaan TKI Robingah (46) diperkosa menteri Malaysia sebenarnya sudah diketahui Kementerian Luar Negeri sejak 2007. Namun, penanganan terhambat karena korban tidak ingin kasusnya dilanjutkan. “Saya mendengar, memperhatikan dan membaca laporan mengenai masalah ini. Namun berdasarkan keterangan anggota kami berdasarkan ingatan di tahun 2007, ketika masalah ini ditanyakan, (korban) memilih untuk tidak menindaklanjutinya […]

expand_less