Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Heboh Dugaan Suap KUD Seret Nama Bupati Madina Viral di Tiktok. KUD Kuala Tunak Buka Suara : Itu 100 % Hoax dan Fitnah

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month 9 menit yang lalu
  • print Cetak

Tangkapan layar tiktok@GABUSRVIRAL27 ( IST )

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Video viral di TikTok dari akun @GABUSVIRAL27 yang menyebut adanya dugaan suap dari KUD Tabuyung / KUD Kuala Tunak kepada Bupati Mandailing Natal dan pengakuan ajudan Bupati, akhirnya dibantah keras.

Pengurus KUD Kuala Tunak akhirnya angkat bicara dan mengeluarkan Pernyataan Klarifikasi dan Bantahan Hoax resmi, Rabu (22/10/2026).

Dalam pernyataan itu, H.Wardan Batubara selaku Ketua KUD Kuala Tunak menegaskan 4 poin penting untuk meluruskan isu yang sudah terlanjur liar di grup-grup WhatsApp warga Madina.

1. Tegas itu 100% hoak dan fitnah

“Kami tidak pernah, tidak ada, dan tidak akan pernah memberikan uang, setoran, suap, gratifikasi dalam bentuk apapun kepada Bupati Mandailing Natal, ajudan Bupati, maupun pejabat di lingkungan Pemkab Madina. Tuduhan itu adalah fitnah keji yang merusak nama baik koperasi dan anggota kami,” tulis pengurus KUD dalam pernyataan tersebut.

2. Uang KUD adalah uang petani, bukan uang pejabat.

Pihak KUD Kuala Tunak menegaskan bahwa seluruh dana koperasi adalah dana anggota petani. Penggunaannya jelas, tercatat dalam RAT (Rapat Anggota Tahunan), diaudit, dan dipertanggungjawabkan kepada seluruh anggota.

“Tidak ada satu rupiah pun yang mengalir untuk kepentingan suap,” tegasnya.

3. Bantahan diperiksa KPK

Isu yang menyebut Ketua KUD Kuala Tunak dan Bupati Madina akan diperiksa KPK juga dibantah.

“Kami sudah cek. Hingga hari ini, tidak ada panggilan, surat, atau pemeriksaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Informasi itu adalah karangan bebas pembuat konten untuk mencari viewers,” ujarnya.

4. Akun tiktok tidak pernah konfirmasi

Poin paling krusial, pihak KUD menyebut akun @GABUSVIRAL27 tidak pernah melakukan konfirmasi atau klarifikasi kepada pengurus KUD.

Ini, menurut mereka, adalah pelanggaran etik jurnalistik dan pelanggaran UU ITE Pasal 27A tentang penyebaran berita bohong.

Tidak main-main, H.Wardan selaku Ketua KUD Kuala Tunak memberikan ultimatum keras meminta pembuat akun TikTok @GABUSVIRAL27 segera menghapus konten hoax tersebut dan meminta maaf secara terbuka dalam 1×24 jam.

Jika tidak dihapus, mereka akan menempuh jalur hukum dan melaporkan akun tersebut ke Polres Mandailing Natal atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran hoax dengan ancaman Pasal 27A UU ITE.

Selain itu,  Meminta masyarakat Madina untuk tidak mudah percaya dengan konten TikTok tanpa sumber yang jelas.

Hingga berita ini diturunkan, akun TikTok @GABUSVIRAL27 belum menghapus videonya.

Sementara, Edy Hamzah Putra Kepala Dinas Koperasi Madina pada Mandailing Online menyampaikan pihaknya belum mendapat dari pihak informasi tersebut dari pihak manapun. Ia menyampaikan memang ada koperasi KUD Kuala Tunak yang bermitra dengan PT S3 (Sawit Sukses Sejati) di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis.

Terkait legalitas KUD Kuala Tunak, koperasi tersebut telah terdaftar dan memiliki badan hukum resmi sejak sekitar 2012 lalu. Legalitas itu menjadi salah satu persyaratan agar koperasi dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan.

Menurut Edy, terkait dugaan penyerahan uang yang diakui ajudan disebut dalam informasi tersebut perlu diklarifikasi lebih lanjut pihak terkait. Adapun Dinas Koperasi mempunyai kewenangan yang terbatas.

“Bagaimana Kebenaran nya kami belum dapat informasi, dan terkait penyelidikan itu bukan kapasitas kami, karena ada yang lebih berwenang,” Ucap Edy melalui sambungan Telepon Pada Wartawan Mandailing Online. Kamis, (22/10/26).

Jika terdapat konflik kepengurusan koperasi, dinas dapat turun langsung untuk melihat dan menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai kewenangannya. Pembagian SHU (sisa hasil usaha) KUD Kuala Tunak dilakukan perusahaan melalui transfer ke rekening masing-masing anggota. Terkait angka Rp3,7 miliar yang beredar, sumber dan dasar perhitungannya juga masih bahan pertanyaan ujar Edi.

Hasil kebun sawit yang mulai ditanam sekitar 2012 dibagikan kepada anggota, sementara laporan hasil kebun, kondisi keuangan, dan utang koperasi dibahas dalam rapat tahunan yang biasa dijadwalkan pada Januari – Maret 2027.( timRedaksi)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempat Terjadi Tumpukan Sampah, Kabid Persampahan DLH Madina: Kita Terus Bekerja

    Sempat Terjadi Tumpukan Sampah, Kabid Persampahan DLH Madina: Kita Terus Bekerja

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penumpukan sampah dalam beberapa hari ke belakang kembali terjadi di beberapa tempat pembuangan sementara (TPS) di sekitar kota Panyabungan. Tumpukan sampah terjadi di TPS Lintas Timur dan Kayujati. Dari pantauan Mandailing Online di lokasi, Senin (8/11) pagi sekitar pukul 8.20 WIB tumpukan sampah tersebut sudah menimbulkan bau tak sedap. Warga di […]

  • Sidang Adat Raja-Raja Mandailing Berlangsung Sukses

    Sidang Adat Raja-Raja Mandailing Berlangsung Sukses

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sidang Adat oleh Raja-Raja Panusunan dari Mandailing Godang dan Mandailing Julu berlangsung hari Senin (21/2/2022). Lokasi sidang bertempat di komplek SMA Negeri Tambangan, Mandailing Natal (Madina). Sidang Adat ini menyangkut esensi nilai sastra yang terkandung dalam ansambel Gordang Sambilan. Gordang Sambilan merupakan kesenian etnis Mandailing di Sumatera, Indonesia yang membutuhkan pelestarian dan pelindungan. Oleh […]

  • BPN Madina Didemo Mahasiswa

    BPN Madina Didemo Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar tiga puluh mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pemuda Indonesia (IKAMPI) melakukan unjukrasa di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mandailing Natal (Madina), Selasa (27/10). Unjuk rasa mahasiswa ini merupakan kali ke 2 ke BPN Madina. Kali pertama dilakukan pada 21 Oktober lalu. Dalam orasi di halaman kantor Badan Pertanahan Nasional […]

  • POMPANISASI AIR KE SAWAH LUAS YANG MENGALAMI KEKERINGAN : STRATEGI KETAHANAN PANGAN MELALUI MEKANISASI IRIGASI

    POMPANISASI AIR KE SAWAH LUAS YANG MENGALAMI KEKERINGAN : STRATEGI KETAHANAN PANGAN MELALUI MEKANISASI IRIGASI

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay* PENDAHULUAN Kekeringan merupakan ancaman terbesar bagi sektor pertanian. Perubahan iklim global beberapa tahun terakhir menyebabkan pola curah hujan yang tidak menentu, musim kemarau yang lebih panjang serta menurunnya debit air di berbagai sumber air alami yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian, terutama pada tanaman padi yang sangat membutuhkan pasokan air dalam […]

  • Mencari Sosok Negarawan Untuk Masa Depan Madina

    Mencari Sosok Negarawan Untuk Masa Depan Madina

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution * Perbincangan tentang figur semakin mengemuka dikalangan masyarakat khususnya didaerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah tidak terkecuali di Mandailing Natal pasca revisi UU Pilkada. Dengan mudah kita bisa mengikuti perbincangan politik disemua tempat. Tidak hanya dikursi-kursi legislatif atau eksekutif namun juga yang tidak kalah menariknya hampir diseluruh “lopo” sudah mulai […]

  • Gaji 11 Bulan Tak Jelas, Guru TKS SMA/SMK Demo ke DPRD Madina

    Gaji 11 Bulan Tak Jelas, Guru TKS SMA/SMK Demo ke DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 200 guru TKS SMA dan SMK melakukan unjukrasa ke DPRD Madina mengadukan nasib soal gaji yang belum diterima selama 11 bulan. Mereka berjalan kaki dari lapangan Aek Godang menuju gedung DPRD Madina, Senin (27/11/2017). Sejumlah spanduk diusung. Salah satu bertulis “Gimana mau paten kalau gaji guru belum cair”. Bisri […]

expand_less