Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Perjuangan Panjang Rakyat Batahan, Entahlah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 10 Sep 2012
  • print Cetak

Catatan: Dahlan Batubara

Pansus palmaris 100912Sudah lama masyarakat Batahan menuntut pengembalian tanah yang diserobot oleh PT. Palmaris, sudah lama masyarakat Batahan berjuang, sudah lama masyarakat merasa dizolimi, sudah lama masyarakat Batahan menuntut keadilan, ternyata sudah lama pula pemerintah daerah lemah tak bertindak, bahkan sejak pemerintahan bupati Amru Daulay.

Hingga pemerintahan daerah dipimpin Pl. Bupati Aspan Sopyan Batubara sampai era bupati Hidayat Batubara, perjuangan rakyat Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini belum juga membuahkan hasil.

Pada April 2012, ratusan warga Batahan mengadu ke DPRD Madina, anak-anak hingga ibu rumah tangga berjibun dan menginap di halaman gedung wakil rakyat memohon agar tanah warga yang diserobot PT. Palmaris dikembalikan kepada mereka.

Izin Lokasi Yang Ngawur

Amrun, salah seorang penggerak perjuangan Batahan dalam kesempatan bicara di DPRD Madina, Maret lalu, membeberkan bahwa kehadiran PT Palmaris yang berinvestasi di sektor perkebunan sawit itu dari tahun ketahun makin menjadi persoalan.

Pemicunya izin lokasi yang ngawur. Ada dua izin lokasi yang dimiliki Palmaris, yakni tahun 2006-2007, keduanya terindikasi tumpang tindih dengan lahan masyarakat. Apa yang termuat dalam izin lokasi tidak pernah dipenuhi, dijadikan seolah surat sakti yang tak terbantahkan.

Selain itu, lahan plasma sawit yang ditetapkan, juga menjadi tanda tanya oleh warga Batahan, sebab hingga sejauh ini plasma tersebut belum juga jelas dimana rimbanya. Meski pihak Palmaris mengaku sudah 90 persen realisasi pembagian plasma untuk warga peserta, toh para tokoh masyarakat Batahan justru menuduh Palmaris berbohong.

“Lahan garapan masyarakat diserobot sekitar 1.000 Ha, ditambah lahan Batahan III bersertifikat 400 Ha serta lahan garapan 267 Ha merupakan luas lahan yang dipersoalakan, totalnya 2.467 Ha,” ungkap Amrun.

Dan masyarakat menuntut agar lahan yang sudah bersertifikat di Batahan III dikembalikan, dan lahan yang diklaim KUD Pasar Baru Batahan yang ditanami Palmaris lebih kurang 800 Ha juga harus dikembalikan.

Sikap warga jelas, bahwa sejak awal masyarakat tetap pada tuntutan agar PT Palmaris mengembalikan tanah-tanah yang telah ditanami sawit itu, supaya masyarakat bisa kembali mengusahainya untuk menopang kehidupan keluarga mereka.

Pansus Palmaris

Terkait itu, Pemkab Madina dan Komisi B DPRD Sumatera Utara membentuk tim penyelesaian polemik warga Kecamatan Batahan dengan PT.Palmaris. Tim ini gabungan Pemkab Madina, DPRD SU, DPRD Madina, BPN dan warga Kecamatan Batahan.

Pihak Komisi B DPRD Sumut saaat itu hadir Ketuanya Dirkhansyah, H.M.Nuh, Tiaisah Ritonga, Ristiwati, Aduhot Simamora, Ir.Washington Pane. Dari Madina ada Ketua DPRD Madina As.Imran Khaitamy Daulay SHm dan anggota Komisi 2 DPRD Madina Ir.Ali Mutiara Rangkuti.

Hanya saja, hingga di bulan September ini, tim tersebut tak pernah terdengar lagi gerakannya, dan apakah upaya mereka sudah berhasil atau tidak, tak diketahui.

Pada Mei 2012, DPRD Madina membentuk pansus, bernama Pansus Palmaris. Pansus ini dibentuk dalam rangka menuntaskan persoalan warga batahan versus PT.Palmaris ini. Juga untuk merealisasikan janji DPRD Madina kepada rakyat Batahan yang berbunyi memperjuangkan hak-hak rakyat. Pansus ini mulai bekerja sejak tanggal 9 Mei 2012. Sementara itu, aktivitas Palmaris saat itu pada posisi stanvas yang ditetapkan bupati Hidayat Batubara pasca unjuk rasa warga Batahan.

Selanjuntya, pansus yang diketuai Bakhri Efendi Hasibuan ini bekerja: memanggil pihak-pihak terkait untuk mengumpul data dan fakta. Pihak yang dipanggil mulai dari instansi terkait di pemkab Madina, Badan Pertanahan Nasional, manajemen Palmaris hingga tokoh dan camat Kecamatan Batahan. Bahkan Pansus juga melakukan investigasi administratif ke gubernur Sumut hingga ke departemen terkait di Jakarta.

Toh, hingga bulan September 1012, gerakan Pansus Palmaris ini pun mulai “nyaris tak terdengar”. Kondisi ini membuat rakyat Batahan mulai rada-rada curiga terhadap komitmen DPRD Madina. Akibatnya, pada Senin, 3 September lalu, warga Batahan menuduh DPRD Madina penghianat.

“Pimpinan dewan kami minta mendesak pertanggungjawaban ketua Pansus sudah sejauh mana hasilnya agar pengaduan warga terkait sengketa antara PT.Palmaris dan masyarakat Batahan dapat terjawab, kalau persoalan itu dibiarkan maka wajarlah warga menuding DPRD penghianat,” ungkap Sugianto, mewakili warga Batahan yang datang ke Gedung DPRD Madina, Senin (3/9) untuk menjumpai pimpinan dewan.

Tuduhan penghianat ini tak diterima kalangan DPRD Madina, Sekretaris Komisis I DPRD Madina, Iskandar Hasibuan, Selasa (4/9) menyatakan tak tepat DPRD Madina disebut penghianat. Sebab, Panitia Khusus (Pansus) Palmaris telah merumuskan hasil kerjanya dan menunggu untuk diparipurnakan.

Pernyataan Iskandar Hasibuan ini, selain meluruskan prasangka warga Batahan, juga mencuatkan satu hal, bahwa Pansus Palmaris ternyata sudah bekerja yang hasilnya masih menunggu masa sidang paripurna DPRD Madina. Tapi, apakah benar Pansus bekerja maksimal? Kapan dibawa ke rapat paripurna? Dan apakah hasil Pansus akan mengembalikan tanah rakyat seperti harapan rakyat Batahan? Entahlah, kita tunggu saja.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Hari Terlantar di Jakarta, 15 Mahasiswa Sumut Tiba

    Dua Hari Terlantar di Jakarta, 15 Mahasiswa Sumut Tiba

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah beberapa hari tidak bisa berkomunikasi akibat krisis politik di Mesir, akhirnya Hafizah Siregar berhasil dievakuasi pemerintah dan dikembalikan ke Medan, Jumat (4/2). Setelah diwawancarai wartawan, mahasiswi fakultas Agama Islam itu langsung pulang keluarganya pulang ke rumah di Jalan Genteng Ujung Gang Keluarga No 9 Delitua, Deli Serdang. Diapari Siregar (46) orangtua dari Hafizah Siregar […]

  • Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    57 Pemekaran tak Ada Masuk Kategori Baik JAKARTA-Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, grand design penataan daerah yang akan dijadikan acuan pemekaran daerah, telah dimasukkan dalam draf rancangan revisi UU Nomor 32 Tahun 2004. Hal ini dianggap penting agar ada payung hukum bagi grand design sebagai acuan pemekaran. “Karena ketika grand design akan diaplikasikan, maka harus ada […]

  • Titik Api Kebakaran Hutan di Madina Berkurang

    Titik Api Kebakaran Hutan di Madina Berkurang

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Titik api akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), berkurang drastis akibat daerah itu diguyur hujan sejak Minggu (24/10) malam hingga Senin (25/10) dini hari. Sebelumnya, dalam beberapa minggu terakhir, pembukaan lahan dengan cara membakar marak di daerah ini menimbulkan belasan titik api, namun pada Senin jauh berkurang. Hujan deras pada […]

  • Ketua TP PKK Madina Tinjau Kesiapan Calon Desa Binaan di Panyabungan Barat

    Ketua TP PKK Madina Tinjau Kesiapan Calon Desa Binaan di Panyabungan Barat

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BATANG GADIS JAE (Mandailing Online) – Ketua TP PKK Madina Hj. Eli Mahrani M. Ja’far Sukhairi Nasution dan rombongan meninjau kesiapan calon desa binaan, Desa Batang Gadis Jae, Panyabungan Barat pada Rabu (6/10). Kedatangan rombongan TP PKK Madina disambut Gordang Sambilan dan dijamu masakan khas kampung seperti kacang rebus, jagung rebus, ubi ungu rebus dan […]

  • Bintara Polri butuh pendidikan

    Bintara Polri butuh pendidikan

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Intimidasi atau teror yang kerap dilakukan oleh anggota kepolisian ditengarai karena kurangnya pendidikan terhadap para bintara Polri. “Padahal para bintara inilah yang berhubungan langsung dengan masyarakat, bukan para perwira,” terang Koordinator KontraS Sumut, Diah Susilowati, kepada Waspada Online, hari ini. Untuk itu, lanjutnya pihak Polri harus memberikan ilmu yang cukup kepada para bintaranya. […]

  • MUI Madina Terbitkan Fatwa

    MUI Madina Terbitkan Fatwa

    • calendar_month Kamis, 3 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Mandailing Natal (Madina) menerbitkan fatwa terkait penistaan Al-Qur’an dan aksi unjukrasa 4 November. Pernyataan MUI Madina itu tertian dalam Nomor: Kep – 52/DP-K II.07/XI/2016 Tentang Pernyataan Sikap Keagamaan MUI Kabupaten Mandailing Natal Mengenai Penistaan Agama Dan Pelecehan Ulama Serta Umat Islam tertanggal 02 Shafar 1438 H/02 […]

expand_less