Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Jeruk Keprok Maga Kembali Dikembangkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan, Setelah sepuluh tahun menghilang, Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali melakukan penanam ribuan batang Jeruk Keprok Maga di atas 50 hektare lahan di Desa Huta Tinggi dan Huta Namale, Kecamatan Puncak Sorik Merapi.

Kadis Pertanian Madina Taufik Zulhendra baru-baru ini mengatakan, Jeruk Keprok Maga yang harum wanginya dan manis rasanya, menghilang akibat diserang virus CVPD. Padahal buah jeruk sudah menjadi buah unggulan nasional sesuai Keputusan Menteri Pertanian Tahun 2003 yang kini hanya tinggal nama.

Melihat kondisi alam yang saat ini sudah mulai aman dari virus CVPD, Dinas Pertanian Madina kembali mengembangkan Jeruk Keprok Maga.

Dikatakannya, Jeruk Keprok Maga pernah menjadi sumber penghasilan warga Kecamatan Puncak Sorik Merapi puluhan tahun lalu. Berkat hasil buah tersebut banyak anak-anak warga pendidikannya sampai ke perguruan tinggi. Bahkan dari hasil panen Jeruk Keprok Maga, Kecamatan Puncak Sorik Merapi menjadi salah satu daerah penyumbang calon jamaah haji di masa jayanya Jeruk Keprok Maga.

“Dulu warga tidak membuat kebun khusus Jeruk Keprok Maga, melainkan hanya sebagai hiasan pemukinan yang berjumlah hitungan jari. Meski demikian pohon Jeruk Keprok yang rindang dan berumur 50 tahunan tersebut bisa menghasilkan 200 kg per batang dengan harga Rp25.000 per kilogramnya dalam satu kali panen pertahunnya,” sebut Taufik.

Menurut Taufik, dari sejarah dan wilayah Desa Huta Tinggi dan Huta Namale, tempat berbuahnya jeruk keprok secara normal yang di atas 700 meter di atas permukaan laut ini harus dikembangkan kembali agar tidak sampai menghilang karena prospeknya juga bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat dan meningkatkan taraf kehidupan.

“Program ini sudah berjalan Tahun 2011 mulai dari pembersihan lahan, pelobangan hingga penanaman karena menunggu proses pembibitan yang dimulai sembilan bulan yang lalu,” sebutnya.

Diharapkan, program pemerintah ini dapat kembangkan oleh dua kelompok tani di dua desa tersebut setelah merasakan manisnya pendapatan Jeruk Keprok dimasa jayanya pada Tahun 1980-an.

“Harapan kita juga kepada Pemerintah Pusat sebagai pemberi anggaran agar tidak hanya sampai di sini saja program tersebut mengingat masih ada tahapan masa perawatan hingga sampai pada masa panen, agar apa yang menjadi cita-cita Pemerintah Daerah dan Pusat bisa tercapai,” katanya.

Darmin Pulungan, salah seorang anggota Kelompok Tani Jeruk Keprok Maga mengatakan, kerinduan untuk menikmati kembali rasa dan hasil buah asli daerah tersebut bisa cepat tercapai, karena Jeruk Keprok punya banyak sejarah yang menjadikan taraf hidup masyarakat di daerah ini menjadi sejahtera bahkan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dari hasil jeruk tersebut sudah warga rasakan. Karena di masa itu banyak dari daerah ini yang menduduki perguruan tinggi.

“Kita berharap kepada pemerintah daerah agar tidak setengah hati untuk menjankan program yang membawa kesejahteraan bagi ratusan kepala keluarga di dua desa ini ditambah dengan wakil rakyat yang duduk di gedung yang terhormat agar bisa memberikan anggaran APBD Madina sebagai biaya perawatan lanjutan di tahun ini hingga masa panen karena Jeruk Keprok memasuki masa panen di tahun kelima,” katanya. (BS-026.beritasumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yusuf – Imron Ikuti Munas IKANAS

    Yusuf – Imron Ikuti Munas IKANAS

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pasangan calon Bupati/wakil bupati Mandailing Natal  Drs.H.M.Yusuf Nasution, M.Si-H.Imron Lubis, S.Pd, MM saat mengikuti acara Musyawarah Nasional IKANAS dan Silaturrahim Tahun 2015 warga IKANAS yang dilaksanakan DPP IKANAS (Ikatan Keluarga Nasution Dohot Anak Boruna), tanggal 5-6 September 2015 di Balroom Golden Boutique Hotel, Jl. Angkasa Raya No 1 Kemayoran-Jakarta Pusat.  

  • Mata Pribumi Garap Film “Balada Gordang Sambilan”

    Mata Pribumi Garap Film “Balada Gordang Sambilan”

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu lagi film mandailing akan beredar. Pihak Mata Pribumi saat ini sudah menyelesaikan kegiatan shoting yang dilakukan di berbagai lokasi di Mandailing Natal. Film garapan sutradara Ikhsan Lubis ini tengah memasuki tahapan penggarapan di studio, baik proses editing maupun pengisian suara. Film yang disponsori Kampoeng Kaos Madina ini dijadwal beredar pada […]

  • Pemkab Madina Jangan Membedakan Pendidikan Pesantren Dan Umum
    Tak Berkategori

    Pemkab Madina Jangan Membedakan Pendidikan Pesantren Dan Umum

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Pemerintah Kab. Mandailing Natal diharapkan jangan membedakan pendidikan Pesantren dan Umum. Sebab, Pesantren juga di akui sebagai pendidikan formal yang ijazahnya bisa dipergunakan untuk lapangan kerja di Indonesia. Hal itu dikatakan Kepala Aliyah Pondok Pesantren Subulussalam Kotanopan, Esmin Pulungan,S.Ag terkait tidak dapatnya Santri Pondok Pesantren jatah pendidikan gratis di Madina untuk tahun […]

  • Ini Penjelasan Terkait Biaya Penyelenggaraan Haji 2024

    Ini Penjelasan Terkait Biaya Penyelenggaraan Haji 2024

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta-Mandailing Online : Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) telah menyelesaikan tugasnya membahas biaya haji. Panja yang beranggotakan Tim Komisi VIII dan Kementeria Agama menyepakati BPIH 1445 H/2024 M sebesar Rp93,4 juta. “Setelah melalui serangkaian rapat pembahasan dan kajian atas usulan awal biaya haji, kami bersama anggota Komisi VIII yang tergabung dalam panitia […]

  • GETAH SULANG ALING

    GETAH SULANG ALING

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GETAH SULANG ALING – Seorang pekerja sedang membuka ikatan rangkaian pengikat karet alam di sisi luar lambung perahu robin di pelabuhan Desa Singkuang Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, pekan lalu. Karet alam atau bokar itu diangkut dari kawasan Sulang Aling menunju pantai laut Singkuang. Kawasan pedalaman Sulang Aling merupakan satu kawasan penghasil karet alam […]

  • KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

    KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Sibanggor Tak Lagi Tidur Nyenyak (Bagian 2)   Laporan : Dahlan Batubara dan Seri Aida Lubis   Hamparan sawah itu kini terbengkalai. Petaninya takut ke sawah itu. Bayangan meregang nyawa di sawah oleh sebaran racun senantiasa menghantui sanubari petani. Itu gambaran terkini di kalangan petani Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, […]

expand_less