Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Langkah Pass Manida Lestarikan Kreativitas Perajin di Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Okt 2010
  • print Cetak

Ubah Bambu Jadi ‘Emas’ dan Siap Promosikan Hasil Karya

Memang menjadikan sesuatu itu berharga bukan hal yang mudah. Namun, pasti bisa terwujud bila disertai upaya sistematis dan terdidik. Semisal, melakukan berbagai kreativitas atau dengan mengekspresikan kemampuan serta keahlian yang ada. Misalnya dengan sepotong bambu apabila dikerjakan dan diolah sedemikian rupa akan terjual dengan harga tinggi dan bisa menyerupai harga emas bahkan lebih dari itu.

Kata-kata kreatif ini dilontarkan salah seorang alumni Jakarta yang juga tergabung dalam Pasar Seni Mandailing Indonesia (Pass Manida) Kabupaten Madina, Muhammad Lutfan Nasution SSos, saat dijumpai METRO di lapangan Pass Manida, Jalan Lingkar Timur Kecamatan Panyabungan.

Menurut Lutfan, untuk mendulang meningkatnya perekonomian masyarakat salah satu upaya yang ampuh adalah dengan melakukan usaha-usaha yang realistis. Artinya, di samping usaha dasar yang digeluti masyarakat, mereka juga harus memikirkan bagaimana untuk menggemari keahlian yang dimilikinya sendiri. Pasalnya, selama ini masyarakat hanya terfokus kepada usaha dasarnya dan melupakan skill yang dimiliki. Padahal terkadang keahlian yang dimiliki itu sangat berpengaruh untuk mendulang meningkatnya ekonomi rumah tangganya.

“Logikanya, masyarakat semestinya memunculkan kembali keahlian-keahlian yang dimilikinya semisal perajin-perajin diharapkan untuk memulai kembali bakatnya,” ucapnya Rabu (13/10).

Maka dalam hal ini, Pass Manida, sambung Lutfan siap membantu masyarakat yang memiliki keahlian untuk bisa dibangkitkan kembali untuk dilakukan pembinaan melalui Pass Manida yang dalam hal ini sudah melakukan terobosan-terobosan untuk mewujudkan itu.

“Bagi para perajin daerah terutama yang menyangkut karakter budaya Mandailing untuk memulau kembali bakat-bakat yang dimilikinya. Dan dalam hal ini Pass Manida siap untuk membantu masyarakat untuk memasarkan kerajinan-kerajinan tersebut karena perlu disampaikan bahwa Pass Manida juga telah mulai membuka pasar seni dan budaya khas Mandailing hanya saja untuk saat ini Pass Manida masih mengalami kendala, yakni belum maksimalnya pembangunan pasar tersebut dan pertokoannya juga belum memadai,” terangnya.

Adapun perajin yang telah dibina Pass Manida saat ini, yakni perajin bambu sebanyak 2 orang. Para perajin ini sudah mulai melakukan praktik mulai dengan membuat bambu dengan motif rumah adat Mandailing yang sudah dipromosikan di Pasar Pass Manida, membuat miniatur Gordang Sambilan sebagai lambang Kabupaten Madina.

“Banyak sekali hasil-hasil yang bisa dibuat dari bambu meskipun kita menilai bahwa bambu itu merupakan bahan yang sangat murah dan sederhana. Namun, ketika sudah dimotif sedemikian rupa maka hasilnya bisa saja harganya sama dengan harga emas bahkan melebihi,” ungkapnya.

Dijelaskannya lagi, dalam hal ini Pass Manida juga telah mempersiapkan suatu lembaga pendidikan bagi para perajin-perajin Madina. Hasil dari produksi nantinya akan dipasarkan di Madina dan Nusantara.

“Kami berkeyakinan dengan kesungguhan dan keinginan para perajin maka budaya dan kerajinan khas Madina akan dikenal oleh masyarakat nusantara. Sebab, seni dan budaya Mandailing sebenarnya sangat diminati oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (*)

RIDWAN LUBIS-MADINA
sumber: metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pabrik Vaksin China di Indonesia, Perbaikan Iklim Investasi Bidang Kesehatan?

    Pabrik Vaksin China di Indonesia, Perbaikan Iklim Investasi Bidang Kesehatan?

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik   Pendemi jadi ladang surga bisnis bagi sebagian pengusaha. Khususnya para kapitalis global termasuk China. Di tengah kondisi ekonomi global yang terus kacau, hanya negeri tirai bambu tersebut yang mampu bertahan secara ekonomi juga mengalami indeks kemajuan yang tidak dimiliki negara-negara lain bahkan AS sendiri. China tidak […]

  • Desa Kumpulan Setia Hutabargot Masih Jalan Tanah

    Desa Kumpulan Setia Hutabargot Masih Jalan Tanah

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTA BARGOT (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing sudah berusia 15 tahun lebih, namun masih banyak desa-desa yang masih minim infrastruktur jalan, termasuk Desa Kumpulan Setia Kecamatan Huta Bargot yang hanya berjarak beberapa kilo meter dari ibukota kabupaten, Panyabungan. Desa ini juga berada di kecamatan yang terkenal dengan tambang batuan emasnya. ”Jalan masih tanah, apabila dalam […]

  • Pastikan tak Ada Rekrutmen CPNS, Ini Alasannya

    Pastikan tak Ada Rekrutmen CPNS, Ini Alasannya

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bukan sekadar wacana lagi, tahun ini dipastikan tidak ada rekrutmen CPNS. Kepastian ini menyusul terbitnya Surat Edaran (SE) dari MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi nomor B/2163/M.PAN-RB/06/2015  yang ditujukan kepada para kepala daerah dan pejabat pembina kepegawaian di pusat. Dalam Surat Edaran tertanggal 30 Juni 2015 itu disebutkan alasan tidak adanya rekrutmen CPNS tahun ini, dan […]

  • Didemo Ibu-ibu, Zainuddin Mars Lari dari Pintu Belakang

    Didemo Ibu-ibu, Zainuddin Mars Lari dari Pintu Belakang

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DPRD Janji Bentuk Pansus InvesTigasi Dugaan Korupsi Amri Tambunan LUBUK PAKAM- Ratusan massa yang tergabung dalam Barisan Rakyat Anti Korupsi melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang kantor DPRD Deli Serdang, Kamis (26/5) pukul 11.30 WIB. Massa mendesak anggota DPRD menggunakan hak politiknya mempercepat pengungkapan kasus dugaan korupsi Bupati Deliserdang Amri Tambunan serta wakilnya Zainuddin […]

  • Rekreasi Sambil Menjala Ikan di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Rekreasi Sambil Menjala Ikan di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • KMP Demo ke Kementerian ESDM, Pertanyakan Akuisisi Saham PT SMGP

    KMP Demo ke Kementerian ESDM, Pertanyakan Akuisisi Saham PT SMGP

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Komunitas Mandailing Perantauan (KMP), Rabu (18/5/2016) berunjuk rasa ke Kementerian ESDM, mempertanyakan akuisisi 100 persen PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) kepada KS Orka Renewables Pte Ltd Singapura (KS Orka) April 2016. PT. SMGP selama ini melakukan eksplorasi pertambangan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Kabuapten Mandailing Natal (Madina). Membawa […]

expand_less