Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Tak Berkategori

Harga Kakao Naik, Produksi Turun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Mei 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga biji kakao di tingkat petani mengalami kenaiakan dalam seminggu terakhir. Tetapi produksi justru menurun akibat curah hujan yang tinggi.

Saat ini harganya sudah di level 17.500 hingga 18.000 rupiah per kilo gram. Pekan lalu sempat di kisaran 15.000 per kilo gram.

Tingginya curah hujan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa minggu terakhir, bukan saja mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor, tetapi juga berdampak terhadap produksi kakao.

Hasan Basri, seorang petani kakao di Desa Batang Gadis, Panyabungan Barat menjawab wartawan, Selasa (7/5) penuruhan produksi kakao terjadi di musim penghujan seperti sekarang ini.

“Penurunan bisa mencapai 50 persen. Terutama karena terjadi busuk buah akibat tingginga kelembaban tanah bekas guyuran hujan,” katanya.

Meski demikian, penurunan produksi tidak serta merta membuat para petani tenggelam dalam duka. Sebab, saat ini justru terjadi tren kenaikan harga biji kako.

“Ada tren naik. Saat ini sudah di level 17.500 hingga 18.000 rupiah per kilo (gram). Kalau harga sekitar dua minggu kemarin sempat di kisaran 15.000 per kilo,” ujarnya.

Pengakuan senada juga disampaikan Basrah, petani di Desa Hutagodang Muda Kecamatan Siabu bahwa ada perbaikan harga dari sebelumnya. Untuk kakao kualitas jemur dijual petani seharga 18.000 rupiah dari sebelumnya 15.000 rupiah per kilo gram.

“Tetapi, harga biji kakao dengan kualiatas hasil proses permentasi mencapai 20.000 hingga 21.000 rupiah per kilo,” imbuhnya.

“Kalau produksi memang turun akibat cuaca hujan,” lanjut Basrah.

Selain penurunan produksi, curah hujan yang tinggi juga menyulitkan petani untuk melakukan penjemuran biji. Namun, beberapa petani mensiasatinya melalui permentasi yang justru lebih mendongkrak harga. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 38 Desa, 2 Kelurahan di Madina Tidak Terdaftar di Mendagri

    38 Desa, 2 Kelurahan di Madina Tidak Terdaftar di Mendagri

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 38 desa dan 2 kelurahan pada 14 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum terdaftar di Mendagri. Itu diketahui setelah keluarnya Keputusan KPU Nomor 630/Kpts/KPU/2013 dimana jumlah tertera hanya 364 desa/kelurahan di Madina yang seharusnya 404 desa/kelurahan. Ini bisa menganggu proses Pemilu 2014 mendatang, terutama bagi penyelengara pemilu. Keputusan KPU […]

  • Basmi korupsi, ketegasan Istana penting

    Basmi korupsi, ketegasan Istana penting

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Negara dan masyarakat di era Presiden SBY harus berperang melawan korupsi secara tegas dan tandas. Karena itu, genderang perang terhadap tindak pidana korupsi yang telah ditabuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Istana) sejak lama, harus digelorakan. Cinta Indonesia Cinta Anti Korupsi (CICAK), misalnya, menegaskan, belakangan ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai tidak […]

  • LPG 3 Kg Langka Di Panyabungan

    LPG 3 Kg Langka Di Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Gas tabung LPG ukuran 3 Kg dalam 2 minggu terakhir ini mengalami kelangkaan di  Kota Panyabungan, Mandailing Natal. Tanjung salah satu pengecer gas LPG ukuran  3 Kg di Kelurahan Kayujati , Rabu, (9/3)  kepada Mandailing Online mengatakan kelangkaan ini sudah berlangsung selama 2 minggu. “Biasanya saya mendapatkan jatah 30 tabung […]

  • MARJAGO TARUTUNG

    MARJAGO TARUTUNG

    • calendar_month Rabu, 31 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Trimanto B. Ngaderi*) Musim durian telah tiba. Sudah menjadi kebiasaan penduduk huta, mereka marjago tarutung, siang dan malam. Mereka berlindung dari hujan dan angin malam di sopo, dangau atau biasa disebut bandar. Sebuah balai-balai terbuat dari bambu yang dibelah dan kayu diletakkan di dangau itu. Mereka tidur atau duduk santai di atas balai […]

  • Pengungsi Rohingya di India Kondisinya Memprihatinkan

    Pengungsi Rohingya di India Kondisinya Memprihatinkan

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    HYDERABAD – Hampir setahun mengungsi di tanah Hyderabad, India, 1.500-an kaum minoritas Muslim Myanmar dari etnis Rohingnya menghadapi situasi serba kekurangan. Kaum Muslim Rohingya tiba di India setelah terusir dari tanah airnya, Myanmar, pascaserangan sektarian bertubi-tubi yang dilakukan terhadap mereka oleh etnis mayoritas Rakhine yang beragama Budha. Sebagaimana dilansir Al Jazeera, kondisi para pengungsi Rohingnya […]

  • Polisi Temukan Ladang Ganja dari Helikopter

    Polisi Temukan Ladang Ganja dari Helikopter

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    10 Ribu Batang Ganja Dicabut dari Tor Sihite MADINA- Sedikitnya sepuluh ribu batang ganja dengan variasi usia dicabut dari tiga hektare lahan yang tersebar di pegunungan Tor Sihite, Madina, kemarin (12/1). Penemuan ini merupakan kali pertama sekaligus terbesar di awal Januari. Rencananya, polisi akan memberangus ladang ganja lainnya secara rutin selama dua bulan sekali. Sekitar […]

expand_less