Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Penghentian Operasional Tambang Emas Martabe Perburuk Citra RI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
  • print Cetak

JAKARTA, (MO)-Penghentian sementara operasional tambang Martabe di Tapanuli Selatan, Sumut, merupakan sebuah kerugian besar bagi Indonesia. Terutama bagi citra Indonesia di mata dunia internasional. Bahwa ternyata iklim investasi di negara ini masih tidak kondusif, hanya karena tarik ulur antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, terkait masalah pemasangan pipa pembuangan sisa limbah ke Sungai Batangtoru.

Demikian dikemukakan anggota Komisi VI DPR, yang membidangi investasi, Sukur Nababan secara khusus kepada JPNN.

“Hal ini benar-benar berdampak buruk bagi Indonesia secara keseluruhan. Terutama terkait iklim berinvestasi. Karena kondisi ini memperlihatkan, tidak adanya jaminan dari pemerintah,” ungkapnya. Apalagi kondisi tersebut menurut anggota DPR yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, BUMN, koperasi dan usha kecil menengah ini, terjadi karena koordinasi yang buruk. Antara Pemprovsu dan Pemkab Tapanuli Selatan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Tapsel meminta Pemprovsu, untuk tidak ikut turun langsung dalam penanganan masalah tambang emas Martabe. Pasalnya, Pemkab Tapsel beserta FKPD Kabupaten Tapsel yakin, permasalahan masih bisa diatasi dengan pendekatan persuasif. Padahal sejatinya, masalah pemasangan pipa dan masalah lain di Tambang Emas Martabe sudah akan ditangani pihak Pemprovsu.

Kondisi ini secara langsung menurut Sukur, memperlihatkan kepada dunia internasional, bahwa terkait masalah perizinan dan berbagai kepengurusan lainnya di tanah air, masih sangat berbelit-belit. Karena harus melewati begitu banyak pintu. Padahal sudah seharusnya terkait masalah ini, cukup semuanya ditangani oleh satu pintu. Sehingga akan memudahkan para investor dalam berinvestasi.

“Jadi sudah saatnya semua kepengurusan harus lewat satu pintu. Di negara kita ini kan ada yang disebut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan itu setingkat kementerian. Mereka inilah yang bertugas memperkenalkan potensi-potensi yang ada di Indonesia kepada para investor. Tapi kalau bicara sebagus apapun, jika tidak didukung oleh daerah, akan percuma.”

Apalagi tambang emas Martabe, perusahaan tersebut juga sudah memenuhi semua perizinan yang ditetapkan. “Termasuk tentunya soal amdal, kan kalau izin operasi sudah diberikan, Kementerian Lingkungan Hidup tentunya telah meneliti masalah tersebut dengan seksama.”

Oleh sebab itu Sukur sangat berharap agar baik Pemprovsu maupun Pemkab, harus benar-benar melihat persoalan ini dengan jernih. Dan dapat segera menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya. “Karena ini menyangkut citra Indonesia dimata dunia internasional,”ungkap pria yang pada dasarnya lebih setuju jika terkait pertambangan, sepenuhnya dikelola oleh negara.

Namun karena perusahaan tersebut telah memenuhi semua izin dan itu diatur dalam undang-undang, ia menyatakan dengan tegas, bahwa hukum harus ditegakkan dan semua elemen tunduk pada peraturan yang berlaku.

“Tapi jika memang daerah tidak bisa menyelesaikan kondisi ini secepatnya, maka saya pikir sudah saatnya pemerintah pusat segera turun tangan mengambil-alih terkait masalah ini. Hanya saya juga tidak tahu, lembaga mana yang harus berperan. Mungkin BKPM harusnya yang punya tanggungjawab. Cuma memang kondisinya, di negara kita ini kewenangan itu masih tumpangtindih. Apalagi sejak otonomi daerah, itu masing-masing daerah merasa memiliki hak. Dan memang demikian, ini tidak lain akibat sistem pemerintahan yang ada.”

Selain itu, Sukur juga sangat berharap agar berhentinya operasional tambang tidak karena ulah segelintir oknum yang ada. Sebab jika sampai demikian, kondisi tersebut semakin memperlihatkan, bahwa sistem hukum yang ada juga sudah tidak jelas. Dimana pemerintah seakan tidak berdaya. Dan hal ini tentunya menjadi pertanyaan besar bagi para investor.

“Jadi sekali lagi, pada dasarnya saya lebih setuju untuk investasi tambang sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah dan tidak masuk ke swasta. Tapi khusus untuk Martabe, mereka sudah memenuhi semua prosedur dan itu diatur dalam undang-undang. Jadi saya hanya berpegang pada undang-undang, dan kita harus menghormati hal tersebut. Untuk itu sekali pagi, pemerintah pusat sudah waktunya menangani langsung persoalan yang ada. Kalau memang pemerintah provinsi Sumut dan pemerintah kabupaten Tapanuli Selatan tidak dapat menyelesaikannya dalam waktu dekat.” (gir/jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS dapil 2 GOLKAR

    DCS dapil 2 GOLKAR

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 GOLKAR

  • DPRD: Segera tetapkan jadwal pencoblosan

    DPRD: Segera tetapkan jadwal pencoblosan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Seluruh Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Mandailing Natal, untuk segera menetapkan jadwal serta dimulainya tahapan, lanjutan pelaksanaan Pencoblosan ulang Pemilukada di Kabupaten Mandailing Natal. Hal tersebut karena telah tercantumnya mata anggaran Pencoblosan ulang Pemilukada Madina pada APBD Madina tahun anggaran 2011. Hal tersebut disampaikan seluruh Fraksi di DPRD Madina […]

  • Ical: Golkar siap menang pemilu 2014

    Ical: Golkar siap menang pemilu 2014

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar menyatakan komitmennya bahwa akan mengantarkan Partai berlambang Beringin ini memenangi Pemilu 2014. Komitmen ini disampaikan Ical, saat menghadiri peringatan ulang tahun Partai Golkar di Lapangan Benteng, Medan. “Semangat kader Golkar yang telah memenangi wilayah Medan sebaiknya diikuti kader lain, sehingga dapat memenangi pilkada lainnya, lalu memenangi Pemilu […]

  • Bupati Ambil Sumpah ASN Formasi Tahun 2018

    Bupati Ambil Sumpah ASN Formasi Tahun 2018

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) mengambil sumpah 170 ASN yang lulus seleksi tahun 2018 di gedung serbaguna Desa Parbangunan, Panyabungan. Pengambilan sumpah tersebut berdasarkan keputusan Bupati Madina nomor: 821.12/0250/K/2022 dan nomor: 821.14/0251/K/2022 tanggal 25 Febuari 2022. Dari 170 ASN yang lulus tersebut, 136 orang merupakan golongan III dan 34 orang golongan II. […]

  • Dua Hari Pasca Camp PT Sorikmas

    Dua Hari Pasca Camp PT Sorikmas

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mining Dibakar Kapolsek Ngaku Dianiaya, Solatiyah Ngadu ke Medan MADINA- Pembakaran camp PT Sorikmas Mining, Minggu (29/5) lalu, menyisakan sejumlah cerita. Saat peristiwa itu, Kapolsek Siabu AKP S Daulay mengaku dipukul dan ditendang warga hingga babak-belur. Sedangkan korban penembakan, Solatiyah, kemarin mengadukan kasus penembakan itu ke Bitrah Indonesia di Medan. Kedatangan mereka ke Bitrah Indonesia […]

  • Dana APBD Binjai Diduga Bobol Rp8 Miliar Tiap Tahun

    Dana APBD Binjai Diduga Bobol Rp8 Miliar Tiap Tahun

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Ketua Komisi A DPRD Kota Binjai Muhammad Yusuf angkat bicara soal dugaan penyelewengan gaji 1.574 pegawai honor di lingkungan Pemko Binjai Tahun 2007-2009. Yusuf meminta honorer yang merasa dirugikan, segera melapor dan membuat pengaduan. Permintaan tersebut disampaikan M Yusuf saat dihubungi via telepon, Rabu (02/03/2011). “Alokasi Rp8 miliar yang diambil dari dana APBD Kota […]

expand_less