Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak di Siabu Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Sejak sepekan terakhir, ratusan ekor ayam di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mati mendadak.

Mendengar laporan kejadian ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Madina, Sabtu (07/05/2011) langsung melakukan penyemprotan untuk menghindari penyakit ganas ini dan mengantisipasi bertambahnya ayam yang mati mendadak.

Kejadian ini terungkap akibat keresahan masyarakat terhadap ayam mereka mati secara mendadak. Informasi yang diperoleh wartawan dari masyarakat, sore harinya ayam masih dalam keadaan sehat saat masuk kandang, tetapi paginya sudah terlihat mati mendadak dan jumlahnya tidak sedikit.

Seperti dikatakan Arifin (34) salah seorang warga yang juga peternak ayam, sekitar sepekan lalu dia yang memiliki hampir seratus ekor ayam dan hanya beberapa malam saja ayamnya tinggal 30 ekor. ”Tak sempat sepekan ayam saya hanya tinggal beberapa ekor dan sisanya mati mendadak. Kami sebelumnya sudah menduga bahwa ini mungkin penyakit flu burung,” ujar Arifin.

Peternak ayam lainnya, Jamal (38) mengaku mengalami kejadian serupa. Jamal juga mengaku ayamnya banyak yang mati mendadak dan dalam kurun satu minggu terkhir ini sudah lebih dari 60 ekor ayamnya mati mendadak. “Sore harinya saya mengandangkan ayam dengan baik, namun pagi harinya saya lihat banyak ayam saya yang sudah mati. Karena itu bersama warga yang mengalami hal serupa melaporkan kejadian ini kepada aparat desa, karena kita khawatir penyebab matinya ayam kita tersebut adalah akibat flu burung yang sekarang ini sedang mewabah,” katanya.

Hal yang sama disampaikan warga lainnya, Derfi (57). Dikatakannya, dalam kurun waktu satu malam saja sebanyak 40 ekor ayamnya mati mendadak tanpa diketahui penyebab kematiannya, padahal sorenya waktu dimasukkan ke kandang masih dalam keadaan sehat-sehat.

“Kita merasa curiga kematian ayam kita yang mendadak dan dalam jumlah yang banyak pula, sehingga kita melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa kemudian Kepala Desa melaporkannya kepada Camat seterusya Camat melaporkannya kepada instansi terkait,” ujarnya.

Akibat keresahan itu, warga melaporkan kejadian ini kepada Kepala Desa Bonandolok. Mendapat laporan tersebut Kepala Desa kemudian melaporkannya kepada Camat Siabu. Oleh Camat melaporkannya ke Dinas Pertanian dan Peternakan Pemkab Madina.

Tepatnya Sabtu (07/05/2011) pagi, Dinas pertanian dan Peternakan melakukan penyemprotan atas penyakit yang menyerang ternak ayam milik masyarakat desa dan mengambil sampel ayam yang mati dan dipastikan bahwa penyakit yang dialami ayam warga bukanlah flu burung tetapi penyakit ende.

”Kita telah mengambil sampel ayam dan hasilnya penyakit yang menyerang ayam sehingga mati seperti itu bukan flu burung tetapi penyakit ende,” sebut Kadis Pertanian dan Peternakan Taufik Zulhandra Ritonga SP MM.

Kepala Desa Bonan Dolok Arham Rangkuti yang dihubungi wartawan membenarkan bahwa sejumlah warganya melaporkan bahwa dalam waktu sepekan terakhir banyak ternak ayam warga yang mati mendadak. “Setelah kita menerima laporan dari masyarakat bahwa ratusan ayam mati mendadak kita langsung melaporkannya kepada pihak kecamatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, kemudian setelah didata untuk sementara jumlah ayam yang mati mendadak semuanya ada 470 ekor,” sebutnya.

Camat Siabu Muklis MSi yang dihubungi membenarkan kejadian tersebut. Katanya, pada Jumat (06/05/2011) malam dia mendapa laporan bahwa ratusan ayam mati mendadak di Desa Bonan Dolok.

Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Madina dari Daerah Pemilihan IV termasuk Kecamatan Siabu, Iskandar Hasibuan, mengimbau kepada Pemkab Madina dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan supaya melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap ternak ayam di desa yang lain, karena dikabarkan kejadian serupa juga dialami warga Desa Tanggabosi

“Kita mengimbau Dinas Pertanianan dan Peternakan untuk melakukan pencegahan dengan cara penyemprotan di desa yang lain jangan di daerah yang terinfeksi saja, mengingat kejadian ini sudah dalam kurun waktu satu minggu terjadi sehingga kita menduga bahwa virus tersebut sudah menyebar ke daerah lain,” ucap Iskandar. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS Dapil 1 Nasdem Madina

    DCS Dapil 1 Nasdem Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Nasional Demokrat ( NasDem ) Dapil 1 Madina

  • Dugaan Selewengkan Dana Desa dan Perusakan Aset Daerah. SMSI Madina Laporkan Kades Jambur Baru ke Inspektorat

    Dugaan Selewengkan Dana Desa dan Perusakan Aset Daerah. SMSI Madina Laporkan Kades Jambur Baru ke Inspektorat

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA || Mandailing Online– Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melaporkan Kepala Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal, Madina, RH ke Inspektorat, Rabu (01/04/2026). Laporan ini disampaikan sebagai peran kontrol sosial SMSI Madina. Dan Laporan ini langsung diantar ke Kantor Inspektorat Madina. Ketua SMSI Madina, Jeffry Barata Lubis menegaskan laporan yang disampaikan […]

  • Pemkab Madina Kerahkan Alat Berat Perbaiki Dua Tanggul Jebol di Kecamatan Siabu

    Pemkab Madina Kerahkan Alat Berat Perbaiki Dua Tanggul Jebol di Kecamatan Siabu

    • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Pemkab Madina, Sumut mengerahkan alat berat untuk memperbaiki tanggul di Sungai Muara Sada dan tanggul Aek Sibontar di Kecamatan Siabu. Perbaikan tanggul ini menjadi prioritas Pemkab Mandailing Natal (Madina) dalam upaya mengatasi dampak kerusakan tanggul pada lahan persawahan. Sebelumnya, Bupati Madina Ja’far Sukhairi Nasution telah memerintahkan agar perbaikan tanggul disegerakan dengan […]

  • Tarif CPNS Langkat Rp160 Juta

    Tarif CPNS Langkat Rp160 Juta

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Di Tebing Tinggi, 15 Formasi Masih Kosong LANGKAT-Jumlah pelamar CPNS tahun 2010 baru mencapai 5.210, menurun hingga 50 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai angka 12.089 orang. Beredar isu, hal ini dikarenakan pelamar banyak yang kurang percaya dengan panitia seleksi CPNS Pemkab Langkat. Kabarnya, kuota CPBS tahun ini sudah diisi anak-anak pejabat dan ’orang kaya’ […]

  • SMSI Madina Rayakan Maulid Nabi Dengan Cara Bagikan 1 Ton Beras dan Al’quran

    SMSI Madina Rayakan Maulid Nabi Dengan Cara Bagikan 1 Ton Beras dan Al’quran

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online )- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyalurkan 1 ton beras untuk kaum dhuafa dan masyarakat miskin di sekitaran Panyabungan. Kegiatan ini terlaksana berkat bantuan dari dermawan dan rekan-rekan wartawan SMSI Madina. Pelaksanaan penyaluran beras ini, dilaksanakan usai Sholat Jum’at, (29/9/2023). Ketua SMSI Madina, Jeffry Barata Lubis menjelaskan, kegiatan […]

  • Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 4)

    Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 4)

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Sebelum Ki Hadjar Dewantara, Mandailing Sudah Bicara Pendidikan Tulisan ini bukan untuk membandingkan apalagi mengecilkan Ki Hadjar Dewantara. Tetapi, sejarah tetap perlu dibaca secara utuh. Sebab jauh sebelum Ki Hadjar mendirikan Taman Siswa tahun 1922, Willem Iskander sudah mendirikan sekolah guru bumiputera di Tanobato pada tahun 1862.[1] Sekolah untuk […]

expand_less