Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Insiden Madina ke Komnas HAM

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 1 Jun 2011
  • print Cetak


MEDAN –
Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Azasi Manusia) diminta untuk melakukan penyelidikan insiden penembakan warga Huta Godang Muda Mandailing Natal, Sholat Boru Batubara, yang terjadi pada Minggu (29/5) kemarin. Peristiwa itu terjadi aksi demo di lokasi tambang PT Sorik Mas Mining (SMM) di Mandailing Natal.

Hal tersebut ditegaskan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan LSM Bitra Indonesia. Menurut Direktur LBH Medan, Nuryono, pihaknya masih melakukan investigasi terkait insiden penembakan tersebut. “Kejadian ini ada latar belakangnya pemicunya yaitu PT SMM, jadi kami minta Polda dapat mengedepankan rasa keadilan dan penegakkan hukum yang benar,” ujarnya, pagi ini.

Dia mengatakan, pihkanya meminta Komnas HAM bersama Polda Sumut untuk membentuk tim pencari fakta. “Kami meminta kepolisian dan Komnasham untuk memback up tim pencari fakta,” ujarnya.

Sementara itu, orang tua korban penembakan, Sholat Batubara, Hasanuddin Batubara saat ditemui Waspada Online mengatakan kasus penembakan anaknya dapat dipertanggung jawabkan secara hukum oleh pihak yang melakukan.

Sementara itu, Polda Sumut terus mengusut aksi bentrok antara warga dengan Brimob dikawasan Base Camp Sihayo II PT Sorikmas Mining (SMM) di Desa Huta Godang Muda Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kemarin.

Polisi telah memeriksa 16 saksi dan masih mencarai provokator dalam dalam hal ini. Kabid Humas Poldasu AKBP R Heru Prakoso, menyebutkan dari 16 saksi tersebut diantaranya, dua orang dari petugas polisi setempat, dua orang dari pihak PT SMM, empat orang dari masyarakat setempat dan delapan orang dari massa tersebut.

“Kita sudah memeriksa 16 saksi untuk dimintai keterangannya guna mendalami motif dari amuk massa tersebut,” ungkap Heru, tadi malam.

Selanjutnya Heru mengatakan, saat ini polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut untuk mengetahui lebih jauh apa penyebab hal itu bisa terjadi. “Polisi akan terus selidiki kasus ini untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi,” ucapnya.

Para korban yang terluka akibat peristiwa tersebut, menurut Heru berjumlah dua orang yakni Kapolsek Siabu AKP Syahril Daulay dan Solatiah yang merupakan salah satu dari massa yang menderita luka diketiak. “Kapolsek mengalami luka dibagian bibir karena terkena pukulan. Kemudian kedua lengan mengalami luka memar dan terkena senjata tajam serta punggung dan kepala hingga benjol,” jelas Heru.

Heru juga menjelaskan belum ada yang dijadikan tersangka dalam hal ini dan polisi terus menyelidiki dalang (provokator) yang menyulut kemarahan warga yang berujung bentrok tersebut.
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa yang tak Terlibat Injak Alquran, Diminta Tetap Tenang

    Siswa yang tak Terlibat Injak Alquran, Diminta Tetap Tenang

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SELUMA, – Siang kemarin Wakil Bupati Seluma, Mufran Imron, SE langsung turun ke lapangan dengan mendatangi SMAN 6 Seluma, yang heboh karena kasus sejumlah siswa menginjaak Alquran saat disumpah oknum gurunya. Dia datang menggunakan mobil Daihatsu APV Nopol B 1509 ZFI. Setibanya di SMAN 6 Seluma, Mufran langsung melihat-lihat ke dalam ruangan kelas siswa setelah […]

  • LARAS Sumut Bakal Gelar Seminar

    LARAS Sumut Bakal Gelar Seminar

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait Bahaya Narkoba MADINA-METRO; Laskar Anak Bangsa (Laras) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan menggelar seminar tentang pencegahan dan pemberantasan narkoba, di Mandailing Natal (Madina), pada 22-27 Oktober mendatang, di Pondok Pesantren (Pontren) Subulussalam, Kotanopan. Ketua LARAS Sumut, M Suhery Lubis SF Fil, didampingi Sekretaris, Nopri Diansyah saat kunjungannya ke Panyabungan, mengatakan, sasaran seminar tersebut adalah […]

  • ATAS NAMA GALUNDUNG

    ATAS NAMA GALUNDUNG

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ada banyak kata ternyata yang mati, zaman melupakannya. Tapi ada juga banyak kata yang kembali terpilih, karena zaman tak melupakannya. Sebutlah “galundung” sebuah idiom yang tiba-tiba meneror pola perhatian kita. Ia bukan sekedar alat pemecah batu. Kalau hanya itu, ia tidak akan lebih hebat dari palu, martil, “indalu” atau “batu panggilingan”, meskipun dalam konteks fungsi […]

  • 30% rakyat Indonesia tanpa listrik

    30% rakyat Indonesia tanpa listrik

    • calendar_month Minggu, 5 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Indonesia masih kekurangan listrik. Sedikitnya 30 persen rakyat Indonesia saat ini belum menikmati listrik. Hal itu ditegaskan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Unsur Pemangku Kepentingan, Tumiran. Meski menolak dikatakan krisis, namun dia mengakui masih banyak daerah di Indonesia yang kekurangan energi. “Banyak daerah yang dipotret betul oleh DEN, masih banyak kekurangan,” katanya. […]

  • Warga Batubara Datangi Poldasu

    Warga Batubara Datangi Poldasu

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Puluhan masyarakat dan mahasiswa dari Kabupaten Batubara yang tergabung dalam Lex Natural Elektra, berunjukrasa di Poldasu, Kamis (22/1). Kedatangan massa ini sehari setelah Kapolres Batubara AKBP JP Sinaga menjalani pemeriksaan di Bid Propam Poldasu, Rabu (21/1). Efendi, selaku koordinator massa mengatakan, kedatangan mereka membawa beberapa tuntutan. Antara lain, meminta Kapoldasu Irjen Pol Eko […]

  • Kursi Kosong DPRD Madina Akan Diisi Ludfan Nasution

    Kursi Kosong DPRD Madina Akan Diisi Ludfan Nasution

    • calendar_month Kamis, 19 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu kursi DPRD Mandailing Natal (Madina) akan diisi oleh Ludfan Nasution,S.Sos. Kursi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu kosong setelah ditinggalkan Muhammad Jafar Sukhairi Nasution yang mengundurkan diri karena mencalon sebagai calon wakil bupati Madina pada Pilkada Madina 2015. Kepastian Ludfan Nasution yang akan mengisi kursi kosong itu berdasarkan surat Ketua DPRD […]

expand_less