Selasa, 15 Sep 2026
light_mode

Insiden Madina ke Komnas HAM

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 1 Jun 2011
  • print Cetak


MEDAN –
Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Azasi Manusia) diminta untuk melakukan penyelidikan insiden penembakan warga Huta Godang Muda Mandailing Natal, Sholat Boru Batubara, yang terjadi pada Minggu (29/5) kemarin. Peristiwa itu terjadi aksi demo di lokasi tambang PT Sorik Mas Mining (SMM) di Mandailing Natal.

Hal tersebut ditegaskan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan LSM Bitra Indonesia. Menurut Direktur LBH Medan, Nuryono, pihaknya masih melakukan investigasi terkait insiden penembakan tersebut. “Kejadian ini ada latar belakangnya pemicunya yaitu PT SMM, jadi kami minta Polda dapat mengedepankan rasa keadilan dan penegakkan hukum yang benar,” ujarnya, pagi ini.

Dia mengatakan, pihkanya meminta Komnas HAM bersama Polda Sumut untuk membentuk tim pencari fakta. “Kami meminta kepolisian dan Komnasham untuk memback up tim pencari fakta,” ujarnya.

Sementara itu, orang tua korban penembakan, Sholat Batubara, Hasanuddin Batubara saat ditemui Waspada Online mengatakan kasus penembakan anaknya dapat dipertanggung jawabkan secara hukum oleh pihak yang melakukan.

Sementara itu, Polda Sumut terus mengusut aksi bentrok antara warga dengan Brimob dikawasan Base Camp Sihayo II PT Sorikmas Mining (SMM) di Desa Huta Godang Muda Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kemarin.

Polisi telah memeriksa 16 saksi dan masih mencarai provokator dalam dalam hal ini. Kabid Humas Poldasu AKBP R Heru Prakoso, menyebutkan dari 16 saksi tersebut diantaranya, dua orang dari petugas polisi setempat, dua orang dari pihak PT SMM, empat orang dari masyarakat setempat dan delapan orang dari massa tersebut.

“Kita sudah memeriksa 16 saksi untuk dimintai keterangannya guna mendalami motif dari amuk massa tersebut,” ungkap Heru, tadi malam.

Selanjutnya Heru mengatakan, saat ini polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut untuk mengetahui lebih jauh apa penyebab hal itu bisa terjadi. “Polisi akan terus selidiki kasus ini untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi,” ucapnya.

Para korban yang terluka akibat peristiwa tersebut, menurut Heru berjumlah dua orang yakni Kapolsek Siabu AKP Syahril Daulay dan Solatiah yang merupakan salah satu dari massa yang menderita luka diketiak. “Kapolsek mengalami luka dibagian bibir karena terkena pukulan. Kemudian kedua lengan mengalami luka memar dan terkena senjata tajam serta punggung dan kepala hingga benjol,” jelas Heru.

Heru juga menjelaskan belum ada yang dijadikan tersangka dalam hal ini dan polisi terus menyelidiki dalang (provokator) yang menyulut kemarahan warga yang berujung bentrok tersebut.
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal 64 Guru di Kabupaten Simalungun Tak Terima Tunjangan Sertifikasi

    Soal 64 Guru di Kabupaten Simalungun Tak Terima Tunjangan Sertifikasi

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DPRD Segera Panggil Disdik SIMALUNGUN- Masalah gagalnya 64 guru sertifikasi di Kabupaten Simalungun menerima tambahan gaji 100 persen tahun 2010, belum diketahui DPRD Simalungun. Guru yang merupakan bagian dari 1.158 yang telah lulus sertifikasi serta berhak mendapat tunjangan sebesar 100 persen gaji yang diterima setiap bulannya, tidak dibayar pemerintah pusat. Itu dikarenakan kesalahan penyampaian data […]

  • Kepdes Mompang Julu Mundur

    Kepdes Mompang Julu Mundur

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Hendri Hasibuan akhirnya mengundurkan diri dari jabatan Kepala Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal. Surat pengunduran diri itu dibacakan Camat Panyabungan Utara, Ridho Fahlevi Senin malam (29/6/2020) di masjid Riyadus Solihin disaksikan ratusan warga yang memenuhi ruangan hingga halaman masjid. Sejumlah unsur Muspika Panyabungan Utara hadir […]

  • Musim Badai, Harga Ikan Laut Melonjak

    Musim Badai, Harga Ikan Laut Melonjak

    • calendar_month Minggu, 2 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Dalam dua pekan terekhir harga ikan laut di pasar-pasar tradisional Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melonjak luar biasa. Di akhir Ramadan harga masih di kisaran Rp.18.000 per Kg menjadi Rp.35.000 per Kg. Para pedagang menjelaskan, lonjakan harga ikan laut tersebut akibat menurunnya jumlah tangkapan ikan oleh nelayan pengaruh musim badai dan terang bulan, […]

  • DCS Dapil 1 Nasdem Madina

    DCS Dapil 1 Nasdem Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Nasional Demokrat ( NasDem ) Dapil 1 Madina

  • Pembanguanan Di Madina Timpang Antar Desa

    Pembanguanan Di Madina Timpang Antar Desa

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Masyarakat menilai pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) selama ini tidak merata. Antara satu desa dengan desa lain seperti anak tiri dan anak kandung. Itu terungkap di acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Siabu, Senin (20/2). Kepincangan ini dinilai masyarakat akibat pola pengambilan keputusan di instansi tingkat kabupaten lebih pada pendekatan […]

  • Harapan Baru di Selatan Sumut: IKANAS Madina dan Jalan Panjang Nasution untuk Nusantara

    Harapan Baru di Selatan Sumut: IKANAS Madina dan Jalan Panjang Nasution untuk Nusantara

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ada yang perlahan bergerak dari selatan Sumatera Utara. Bukan suara ledakan politik. Bukan pula gegap-gempita proyek negara. Tetapi denyut lama yang seperti hendak dibangunkan kembali: kesadaran tentang persaudaraan, kehormatan sosial, dan tanggung jawab antargenerasi di tengah dunia yang semakin individualistik. Di Mandailing Natal, geliat itu mulai terasa melalui bangkitnya […]

expand_less