Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

Jangan Marah Kepada Tirta Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
  • print Cetak

Warga perumahan Cemara harus marah sejak pukul 5 pagi sampai jam 2 siang.

Lalu, sejak pukul 2 siang hingga pukul 4 pagi giliran penduduk Desa Parbangunan yang harus marah-marah.

Marah-marah itu gara-gara Tirta Madina menetapkan pembagian waktu aliran air kepada dua wilayah bertetangga itu.

Parbangunan dan perumahan Cemara berada di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Parbangunan dapat jatah aliran air sejak pukul 5 pagi hingga pukul 2 siang.

Cemara sejak pukul 2 siang hingga pukul 4 pagi.

Main gilir itu sudah terjadi selama 6 bulan ini.

Gilir-giliran ini terpaksa diterapkan Tirta Madina. Karena 4 unit pompa air di Danau Siombun sudah tua.

Dua dari 4 unit itu pun sudah rusak. Praktis hanya 2 pompa yang bisa beroperasi.

“Pompa tersebut sudah tidak bisa diperbaiki,” kata Direktur Tirta Madina, Monang Hasibuan, Selasa (19/7/2022) yang dikutip media Mohga News.

Danau Siombun berada di Kelurahan Dalan Lidang.

Danau inilah pemasok air bersih ke Kelurahan Dalan Lidang, perumahan Cemara dan Parbangunan.

Air danau relatif stabil. Dua unit mesin pompa tua itu yang justru mengulah. Karena sudah berumur 15 tahun.

Marah warga tidak bisa dialamatkan kepada mesin pompa.

Apakah marah bisa dialamatkan kepada Tirta Madina, selaku perusahaan daerah yang bertanggungjawab menyalurkan air bersih?

Bisa! Jika Tirta Madina punya dana dan tak mau membeli pompa baru.

Atau Tirta Madina tak punya dana namun tak mau mengajukan dana ke APBD melalui bupati atau wakil bupati Madina.

Apakah marah-marah warga bisa diarahkan kepada bupati atau wakil bupati Madina?

Bisa! Jika bupati atau wakil bupati tidak mau meloloskan anggaran membeli pompa baru.

Yang jelas saat ini tak ada pompa baru. Dan main gilir air pun harus terjadi.

Apakah pagu APBD 2022 tahun anggaran 2022 tak mampu beli 2 unit pompa air?

Mampu. Kan 1.588.622.282.881 rupiah. Nyaris 1,6 triliun rupiah. Kemana saja alokasi dana itu? Silahkan pelototi buku APBD.

Karena APBD bisa menjawab tentang Madina era terkini. Priode pemerintahan SUKA. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Ulu Pungkut Harapkan Prioritas Perawatan Jalan

    Masyarakat Ulu Pungkut Harapkan Prioritas Perawatan Jalan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan : Masayarakat kecamatan Ulu pungkut Kabupaten Mandailing Natal minta kepada Dinas PU Bina Marga Kotanopan agar jalan sepanjang kotanopan dan Ulu pungkut agar dirawat sekalian membersihkan pinggiran jalan (dibabat) dan membersihkan parit, karena sepanjang jalan kotanopan-ulupungkut parit-parit masih bayak yang tersumbat akibat longsor. Sepanjang jalan Kotanopan –Ulu pungkut sangat mengganggu keberadaan jalan yang masih […]

  • Oknum Brimob Letuskan Tembakan

    Oknum Brimob Letuskan Tembakan

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Sedikitnya 6 anggota Brimob yang ditugaskan di PTPN 3 Kebun Sei Putih, meletuskan senjata ke arah penggarap di Dusun 4 Desa Galang Barat Kecamatan Galang, Selasa (8/3) sekitar pukul 12.00 WIB. Insiden itu terjadi saat warga menanam ubi di lahan sengketa seluas 345,56 hektar di lahan PTPN 3 tersebut. Pendi, warga penggarap mengutarakan […]

  • PN Panyabungan Jangan Main-main

    PN Panyabungan Jangan Main-main

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pengadilan Negeri Panyabungan diminta tidak main-main dalam menyidangkan kasus pengisap ganja dengan terdakwa Heriansyah Hanzali Dalimunte (PNS), Dedek Ispansyah Siregar (PNS), Edi Syahputra (wiraswasta) dan Samsuddin Batubara (wiraswasta). Hal itu disampaikan Anggota DPRD Mandailing Natal Binsar Nasution di Gedung DPRD Madina, Rabu (24/11/2010). Dia meminta PN Panyabungan tidak main-main menyidangkan kasus ini karena kasus […]

  • Ratu Safiatuddin dalam Catatan Sejarah Aceh

    Ratu Safiatuddin dalam Catatan Sejarah Aceh

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penobatan Ratu Safituddin sebagai Sultanah Kerajaan Aceh menuai polemik, tetapi putri Sultan Iskandar Muda ini bisa melaluinya dengan baik, hingga 35 tahun pemerintahannya ia berhasil membangun Aceh dari berbagai sisi. PJ Veth, profesor etnografi dan geografi, Leiden University, Belanda, sangat tertarik dengan kepemimpinan perempuan di Aceh, terutama pemerintahan Ratu Safiatuddin. Ia menyebutnya sebagai pemerintahan yang […]

  • Wantimpres: Pelayanan Jamksemas Harus Tetap Berjalan

    Wantimpres: Pelayanan Jamksemas Harus Tetap Berjalan

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang mengurusi masalah kesehatan, Siti Fadillah Supari, mengatakan, tugas terdepannya ialah mengkritisi kebijakan eksekutif, agar lebih merakyat dan masyarakat di Indonesia dapat selalu sehat. Meskipun sebagai mantan Menteri Kesehatan lanjutnya, tidak melulu kinerjanya hanya fokus kepada kesehatan saja, akan tetapi memang harus lebih besar lagi porsinya. “Jadi, pengawasan saya […]

  • 20 Tahun Madina : Arah Kebijakan Pembangunan Tak Jelas

    20 Tahun Madina : Arah Kebijakan Pembangunan Tak Jelas

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Madailing Online) : Kebijakan arah pembangunan Kabupaten Mandailing Natal dewasa ini tak jelas kemana arahnya. Itu diungkap Anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH saat menjadi pemateri di Talkshow “Refleksi Dan Rekomendasi 20 Tahun Kabupaten Mandailing Natal” di Abara Hotel, Panyabungan, Minggu (10/3/2019). Dalam dua tahun terakhir saja, dimana anggaran APBD Mandailing Natal […]

expand_less