Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Nov 2016
  • print Cetak

massa muslim dalam kegiatan tausiah di Panyabungan 4 November 2016 berharap pemerintah RI serius mengadili Ahok

massa muslim dalam kegiatan tausiah di Panyabungan 4 November 2016 berharap pemerintah RI serius mengadili Ahok (foto: Latif Lubis)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 2.000 massa kaum muslim melakukan zikir akbar dan istighostah di lapangan Jl.Abri, Panyabungan, Mandailing Natal dalam mendukung aksi demo Bela Islam Jilid II hari ini 4 November 2016 di Jakarta.

Ummat Muslim berkumpul di lapangan itu usai solat Jum’at yang berdatangan dari berbagai penjuru Panyabungan serta luar Panyabungan.

Untuk menghindari kemacetan di kota Panyabungan, pihak keamanan mengalihkan arus lalulintas dari Jl. Willem Iskander ke Jalur Lingkar Timur Panyabungan. Pengalihan mulai dari titik persimpangan Ladang Sari hingga persimpangan Pasar Baru.

Selain pelaksanaan istoghostah dan zikir akbar, juga dilakukan tausiah oleh berbagai tokoh Islam dan tokoh pemuda.

Ustad Ridwan dari Pesantren Mustofawiyah Purba Baru dalam tausiahnya menyatakan bahwa Umat Islam tidak ingin akidah Islam diinjak-injak seorang pejabat.

“Kita duduk di sini bukan untuk politik, namun menuntut penista Al Qur’an supaya diproses sesuai hukum yang berlaku di negara ini. Kita juga seperjuangan dengan  ummat Islam yang ada di Jakarta. Kita datang ke sini untuk panggilan jihad. Untuk itu bagi pejabat, baik ia politikus maupun yang lainnya agar hati-hati dalam mengucap,” katanya.

Sementara Ustazd Martua Nasution mantan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) menyatakan massa Muslim  yang berkumpul itu bukan untuk kepentingan kelompok ataupun seseorang, namun murni untuk membela Agama islam karena sudah dilecehkan oleh Ahok.

“Ketika ummat Islam dinodai diinjak-injak maka kita akan bersatu untuk membelanya supaya penista agama tersebut diadili seadil-adilnya,” katanya.

Ketua Karang Taruna Madina Al Hasan Nasution dalam tausiahnya menyatakan bahwa  umat Muslim tidak memecah NKRI, hanya menuntut keadilan.

“Kita tidak mau agama kita dilecehkan. Kalau pemerintah diam tidak memproses Ahok, maka dikwatirkan kejadian yang besar akan terjadi. Ahok wajib diadili, kalau tidak diadili ummat Islam siap utk mengusir ahok dari negara ini. Kita khawatir orang luar mengobok-obok negara kita ini. indonesia akan menjadi bulan-bulanan,” ujarnya.

 Tokoh masyarakat H. Ismail Hakim Lubis atau Oji Atas juga turut memberikan tausiah. Dikatakannya, membela Al-Qur’an adalah jihad. Umat Islam siap berjuang untuk agama apabila ada yang menghina Islam. Apabila pemerintah tidak serius menegakkan hukum maka umat Islam siap untuk berjihad.

 

Peliput  : Maradotang Pulungan

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru di Kota Berlebih, di Desa Terpencil Kekurangan

    Guru di Kota Berlebih, di Desa Terpencil Kekurangan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyebaran tenaga pendidik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tidak  proporsional. Guru menumpuk di sekolah-sekolah daerah perkotaan, sementara di  daerah pinggiran dan pedalaman banyak sekolah yang kekurangan guru, bahkan  banyak sekolah dasar yang hanya dididik oleh 2 atau 3 orang guru saja. “Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Dan pemerintah terkesan mengabaikan […]

  • Warga Sidojadi Ditemukan Tewas Disungai Salambue, Sepeda Motor dan Harta Korban Raib

    Warga Sidojadi Ditemukan Tewas Disungai Salambue, Sepeda Motor dan Harta Korban Raib

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – ES ( 19 ) warga desa Sidojadi Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal ( Madina) ditemukan tidak bernyawa di tengah sungai di Desa Salambue. Dari keterangan kerabat korban, korban yang masih anak Gadis itu hilang kontak dengan keluarga sekitar pukul 19.00 Rabu malam 24/04/2024. “Setelah hilang kontak sejak pukul 19:00  tadi malam […]

  • Elpiji Mulai Langka

    Elpiji Mulai Langka

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    12 Kg Dijual Rp130 Ribu PALUTA- Dua pekan terakhir, warga Gunung Tua, Padang Bolak, Paluta mengeluhkan stok gas elpiji ukuran 12 kilogram (kg) yang mengalami kelangkaan. Jikapun ada, harganya mencapai Rp130.00 per kg. Biasanya gas elpiji tabung 12 kg dijual dengan harga Rp85.000, tapi karna keberadaannya langka, harganya mencapai Rp100.000 hingga Rp130.000 per tabung. Warga […]

  • Atika Hadiri Acara Peringatan Hari Lahir Jenderal AH Nasution

    Atika Hadiri Acara Peringatan Hari Lahir Jenderal AH Nasution

    • calendar_month Minggu, 4 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    HUTA PUNGKUT (Mandailing Online) – Dalam memperingati hari lahir 104 keluarga Besar Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (Pahlawan Nasional) melaksanakan zikir dan do’a di Desa kelahirannya Huta Pungkut Jae, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut) Minggu (4/12/2022). Cucu Alm Jenderal Besar Abdul Haris Nasution  Eka Trisny Edyanti Nurdin menyampaikan ucapan terimakasih atas […]

  • Rezeki di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Rezeki di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Tak Lulus Akreditasi, 483 Prodi Harus Dibubarkan

    Tak Lulus Akreditasi, 483 Prodi Harus Dibubarkan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) Muhammad Nasir merespon banyaknya program studi (prodi) kampus negeri yang tidak lulus akreditasi. Dia mengatakan, prodi-prodi itu dilarang menerima mahasiswa baru. Nasir menuturkan pengelola PTN harus fair terhadap penilaian dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ketika hasil penilaian BAN-PT menetapkan ada prodi yang tidak lulus […]

expand_less