Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Guru di Kota Berlebih, di Desa Terpencil Kekurangan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyebaran tenaga pendidik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tidak  proporsional. Guru menumpuk di sekolah-sekolah daerah perkotaan, sementara di  daerah pinggiran dan pedalaman banyak sekolah yang kekurangan guru, bahkan  banyak sekolah dasar yang hanya dididik oleh 2 atau 3 orang guru saja.

“Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Dan pemerintah terkesan mengabaikan hak-hak warga pinggiran dan pedalaman. Padahal sesuai dengan amanat  undang-undang warga mempunyai hak yang sama dalam pelayanan pendidikan,” kata  Ketua DPP Himpunan Pemuda Mandailing (HIPMA), M. Suhayri Lubis, S.Fil kepada wartawan, Senin (25/5) di Panyabungan.

Dikatakannya, saat ini banyak sekolah di daerah pedalaman yang kekurangan guru. Contohnya kata Suhairy, di desa Batahan Kecamatan Kotanopan. Saat ini sekolah dasar  tersebut hanya dua orang PNS. Anehnya, beberapa bulan lalu ada penempatan PNS dan guru TKS ke sekolah itu, namun baru sekali datang sudah dipindahkan.

“Bayangkan saja, dua atau tiga guru mengajar di enam kelas sekaligus. Itu sudah tidak  proporsional, dan tentu saja merugikan siswa karena tidak terlayani dengan baik.  Sementara di sekolah-sekolah perkotaan, guru malah berlebih. Ketimpangan ini  harus segera dicari solusinya oleh Pemkab Madina,” harapnya.

Dia berharap, guru sertifikasi yang menumpuk di kota supaya dipindahkan kedesa-desa terpencil yang kekurangan guru.

Menurutnya, kesenjangan pelayanan  pendidikan karena tidak ada motivasi terhadap guru untuk ditugaskan  di daerah terpencil. Selain itu, pemerintah juga terkesan tidak mau tahu  terhadap kehadiran guru yang ditempatkan di daerah terpencil.

“Bayangkan saja, tidak semua guru di desa terpencil dapat tunjangan, padahal tunjangan ini ada dianggarkan pemerintah. Sebaliknya, ada guru yang mengajar di desa yang belum termasuk kategori desa terpencil, namun mendapat tunjangan honor desa terpencil,” ungkapnya.

Peliput  : Lokot Husda Lubis
Editor    : Dahlan Batubara
  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Harus Punya Ruang untuk Kelola Tambang Rakyat

    Masyarakat Harus Punya Ruang untuk Kelola Tambang Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 1 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai harus punya ruang lebih untuk mengelola tambang rakyat sehingga perlu sikap serius pemerintah dalam melahirkan solusi terkait pertambangan rakyat. Hal itu disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Akhmad Arjun Nasution di Panyabungan, Sabtu (1/12). Arjun mengatakan, sesuai tagline pemerintah H. M. Ja’far Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi […]

  • Megaproyek Tol Trans Sumatera Diluncurkan Pekan Depan

    Megaproyek Tol Trans Sumatera Diluncurkan Pekan Depan

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Chairul Tanjung menyatakan dua rute jalur tol Trans Sumatera akan diluncurkan pada Jumat 10 Oktober 2014 (minggu depan). “Insya Allah, (dilakukan) di Medan, mereka sedang bekerja superkeras,” ujarnya di kantornya, di Jakarta, kemarin. Berdasarkan uji kelayakan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara, pemerintah […]

  • 15 Persen Guru Sumut Lulus Sertifikasi Portopolio

    15 Persen Guru Sumut Lulus Sertifikasi Portopolio

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, 13/10 Guru yang lulus sertifikasi melalui penilaian portopolio jumlahnya masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan guru yang lulus melalui Pendidikan Latihan Profesi Guru. Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Selamet Triono Ahmad di Medan, Rabu, mengatakan, berdasarkan pengalaman selama tiga tahun belakangan ini, sedikit sekali guru yang lulus sertifikasi murni melalui penilaian […]

  • SOBIR LUBIS DAN GAGASAN EKONOMI

    SOBIR LUBIS DAN GAGASAN EKONOMI

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mandailing Natal itu membutuhkah gagasan-gagasan tentang ekonomi. Kebijakan-kebijakan yang tajam di sektor ekonomi. Jumlah pengamat ekonomi serta jumlah pelaku ekonomi di Madina relatif minim. Akibatnya wacana ekonomi sepi di Madina yang bermuara pada kurang tajamnya kebijakan pemerintah daerah di dalam merangsang pertumbuhan ekonomi. Salah satu sektor penting di Madina adalah sektor ekonomi. Tingkat pengagguran yang […]

  • Pilkada Serentak Sumut Diikuti 810 Pasangan

    Pilkada Serentak Sumut Diikuti 810 Pasangan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SUMUT – Pilkada Serentak di Sumatera Utara, diikuti 810 Pasangan, 156 Diantaranya Lewat Jalur Perseorangan Pendaftaran pasangan calon pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di 9 provinsi, 34 kota dan 224 kabupaten telah dilaksanakan serentak oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota tanggal 26-28 Juli 2015. Para calon pemimpin daerah itu meliputi pasangan calon yang diajukan […]

  • Pemberantasan Kekerasan Terhadap Perempuan Butuh Sulusi Tuntas

    Pemberantasan Kekerasan Terhadap Perempuan Butuh Sulusi Tuntas

    • calendar_month Rabu, 7 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Rahma Ibu Peduli Generasi Setiap bulan November digelar peringatan kampanye 16 hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan atau yang disingkat 16HKtP, yakni mulai tanggal 25 November hingga 10 Desember. Kampanye di Indonesia pun sudah berlangsung sejak 2001, namun nyatanya, kekerasan terhadap perempuan terus saja terjadi, bahkan ketika UU TPKS sudah disahkan baru-baru ini. Maraknya kekerasan […]

expand_less