Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Guru di Kota Berlebih, di Desa Terpencil Kekurangan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyebaran tenaga pendidik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tidak  proporsional. Guru menumpuk di sekolah-sekolah daerah perkotaan, sementara di  daerah pinggiran dan pedalaman banyak sekolah yang kekurangan guru, bahkan  banyak sekolah dasar yang hanya dididik oleh 2 atau 3 orang guru saja.

“Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Dan pemerintah terkesan mengabaikan hak-hak warga pinggiran dan pedalaman. Padahal sesuai dengan amanat  undang-undang warga mempunyai hak yang sama dalam pelayanan pendidikan,” kata  Ketua DPP Himpunan Pemuda Mandailing (HIPMA), M. Suhayri Lubis, S.Fil kepada wartawan, Senin (25/5) di Panyabungan.

Dikatakannya, saat ini banyak sekolah di daerah pedalaman yang kekurangan guru. Contohnya kata Suhairy, di desa Batahan Kecamatan Kotanopan. Saat ini sekolah dasar  tersebut hanya dua orang PNS. Anehnya, beberapa bulan lalu ada penempatan PNS dan guru TKS ke sekolah itu, namun baru sekali datang sudah dipindahkan.

“Bayangkan saja, dua atau tiga guru mengajar di enam kelas sekaligus. Itu sudah tidak  proporsional, dan tentu saja merugikan siswa karena tidak terlayani dengan baik.  Sementara di sekolah-sekolah perkotaan, guru malah berlebih. Ketimpangan ini  harus segera dicari solusinya oleh Pemkab Madina,” harapnya.

Dia berharap, guru sertifikasi yang menumpuk di kota supaya dipindahkan kedesa-desa terpencil yang kekurangan guru.

Menurutnya, kesenjangan pelayanan  pendidikan karena tidak ada motivasi terhadap guru untuk ditugaskan  di daerah terpencil. Selain itu, pemerintah juga terkesan tidak mau tahu  terhadap kehadiran guru yang ditempatkan di daerah terpencil.

“Bayangkan saja, tidak semua guru di desa terpencil dapat tunjangan, padahal tunjangan ini ada dianggarkan pemerintah. Sebaliknya, ada guru yang mengajar di desa yang belum termasuk kategori desa terpencil, namun mendapat tunjangan honor desa terpencil,” ungkapnya.

Peliput  : Lokot Husda Lubis
Editor    : Dahlan Batubara
  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walbup: Membaca Al-Qur’an Mampu Merubah Diri

    Walbup: Membaca Al-Qur’an Mampu Merubah Diri

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Al-Qur’an berlaku sepanjang zaman dan dijamin oleh Allah SWT atas kesucian serta keasliannya. Untuk itu setiap mukmin yakin bahwa membaca Al-Qur’an adalah termasuk amal yang sangat mulia dan akan mendapat pahala apabila mengerti makna serta mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya. Demikian disampaikan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution […]

  • DPRD : Yang Disahkan DPRD Madina Pustu Pastab Julu, Bukan Pustu Pastab Jae

    DPRD : Yang Disahkan DPRD Madina Pustu Pastab Julu, Bukan Pustu Pastab Jae

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Mandailing Natal menyatakan bahwa Pustu yang seharusnya direhab adalah Pustu Desa Pastab Julu, bukan Pustu Desa Pastab Jae. Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Komisi I, As Imran Khaitamy Daulay menjawab Mandailing Online, Sabtu (26/6) menyatakan proyek rehabilitasi Puskesmas Pembantu Desa Pastab Jae Kecamatan Tambangan tidak sesuai dengan […]

  • Jakfar Sukhairi : Jujur Ikhlas Kunci Utama Memimpin Madina

    Jakfar Sukhairi : Jujur Ikhlas Kunci Utama Memimpin Madina

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal calon bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution menyatakan kunci kepemimpinan di Madina adalah jujur dan ikhlas. Pemimpin yang nihil kejujuran dan keikhlasan tidak akan melahirkan kemakmuran bagi rakyat. Itu diungkapkannya menjawab wartawan usai menyampaikan visi misi di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di aula hotel Rindang, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Selasa […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 46)

    MARSIDAO-DAO (episode 46)

    • calendar_month Jumat, 9 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Songon namargunom doma alai i tano i namangaluk pompar Si Siti i. Martangisan matunguk-nguk marsidokonon sidokononna, paluas lungun ni rohana. Marbolas taon painte-inte boruna, sanga na ijia ngada binoto. On, madung do ro pomparna maroban tompa ni inangna dohot tompa ni amangna. “Mana ibumu, Nak,” ning ompungna. “Ibu kami […]

  • BPK Temukan Ketidakpatuhan Senilai Rp40,55 T

    BPK Temukan Ketidakpatuhan Senilai Rp40,55 T

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Harry Azhar Azis melaporan, pada semester II tahun 2014 lembaganya menemukan sebanyak 7.950 kasus yang di dalamnya terdapat 7.789 masalah ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan senilai Rp40,55 triliun dan 2.482 masalah kelemahan sistem pengendalian intern (SPI). Dari masalah ketidakpatuhan tersebut, sebanyak 3.292 masalah berdampak pada pemulihan keuangan negara/daerah/perusahaan […]

  • Kejari Madina Bidik Pelaksanaan Bimtek Desa. Kasi Pidsus : Pemanggilan Camat Tahap Klarifikasi

    Kejari Madina Bidik Pelaksanaan Bimtek Desa. Kasi Pidsus : Pemanggilan Camat Tahap Klarifikasi

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Kejaksaan Negeri Mandailing Natal ( Kejari Madina ) tidak main main dengan pemanggilan sejumlah camat kemaren. Ada 6 camat yang dipanggil jaksa untuk memberi klarifikasi terkait pelaksanaan Bimbingan Teknis ( Bimtek ) Desa tahun 2023. Kasi Pidsus Kejari Madina Raskita Jhon Pesco Surbakti pada Mandailing Online Selasa 10/10/2023 mengatakan, para […]

expand_less