Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Jalur Medan-Berastagi Kembali Normal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
  • print Cetak

Pemilik Bus Rugi Puluhan Juta

Pemilik Bus Rugi Puluhan Juta

BERASTAGI, (MO)-
Jalan Negara jalur Medan-Tanahkaro-Kutacane yang sempat mengalami lumpuh total Jumat ( 15/2), berangsur normal pada Sabtu (16/2). Kerja keras petugas menggunakan alat berat sejak Jumat malam, berhasil membuka jalur utama yang menghubungkan 2 propinsi dan 12 kabupaten ini.

Setelah berfungsi normal sekira pukul 16.00 WIB, lalulintas kembali dapat dilalui walaupun masih pada kondisi padat merayap. Sistem buka tutup di areal utama tebing longsor sejak Sabtu pagi, tetap diberlakukan. Laju kenderaan terpaksa perlahan, karena di sana-sini tumpukan tanah belum terbuang semuanya ke dalam jurang. Situasi padat merayap tetap terlihat hingga tikungan Amoy, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sinolangit Deli Serdang, sementara yang mengarah ke Berastagi sudah lengang ketika langkah menjejak di depan Taman Hutan Raya Bukit Barisan Tongkoh, Dolat Rakyat.

“Di tengah cuaca yang sesekali hujan, seluruh kekuatan dikerahkan guna mengatasi akibat longsoran jalan ini, kini kita fokus terlebih dahulu pada tindakan pengamanan jalur lalu lintas,” ujar Pitoyo, Kapos Lantas Doulu Berastagi.

Sedangkan tiga kenderaan roda empat yang satu diantaranya masuk ke jurang sedalam 100 meter, belum dilakukan langkah lebih maju.

Menurut Pitoyo, pihaknya baru mengevakuasi sepeda motor yang juga tersapu tanah. Mobil yang menjadi korban baru akan dievakuasi dan diamankan dalam waktu dekat. “Prioritas tetap harus kita utamakan di sini. Usai memastikan jalanan bisa dilalui, baru nantinya mobil yang terseret dan kini masih berada di TKP, kita evakuasi dengan bantuan truk derek,” sambung Pitoyo.

Padatnya arus jalan diakibatkan enggannya pemilik kenderaan melintasi jalur alternatif yang menghubungkan Doulu ke Berastagi. Jalur itu melalui jalan tembus Sibayak II yang terdapat di antara dua Desa, Semangat Gunung dan Jaranguda Kecamatan Merdeka. Dari pantauan, jalur itu hanya dimanfaatkan pemilik kenderaan asal Berastagi sekitarnya.
Pengusaha Tranportasi Rugi Puluhan Juta

BERASTAGI- Musibah longsor yang terjadi di jalan lintas sumatera (Jalinsum) Medan-Berastagi di Km 59, Sabtu (16/2) mengakibatkan puluhan transportasi umum Medan-Kabanjahe dan arah sebaliknya berhenti beroperasi. Sejumlah bus dari arah Kabanjahe yang belum sempat terjebak memilih jalan alternatif dari Siantar menuju Medan. Alhasil para pengusaha transportasi mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Petugas loket di PO Borneo, Logos Sinuraya, mengatakan, longsor yang terjadi di Jalinsum Medan-Berastagi mengakibatkan sejumlah bus mereka tidak dioperasikan. Selain ratusan calon penumpang telantar, kerugian yang dialami perusahaan mencapai jutaan rupiah.

“Setiap hari ada empat trip bus dari Medan menuju Kabanjahe. Banyak calon penumpang yang terpaksa pulang karena bus tak diberangkatkan. Kami bilang ditunda samapi besok (hari ini, Red),” ujarnya.

Kerugian lain adalah para supir bus yang belum sempat terjebak memutar bus dari jalur alternatif Siantar menuju Medan. Akibatnya jarak tempuh Kabanjahe ke Medan yang cuma butuh waktu perjalanan dua jam membengkak menjadi delapan jam.

“Ada beberapa bus yang memutar dari Siantar lewat Seribudolok,” katanya. Dai mengakui supir meminta pengertian penumpang untuk menambah ongkos, namun itu dilakukan dengan negosiasi. ‘’Tak bisa menutup kerugian yang lain, itu sekadar membayar biaya tambahan bahan bakar,” katanya.
Hal senada dikeluhkan manajemen Sumatera Transport (Sutra). Menurut Popy, salah seorang staf, meskipun longsor bus Sutra tetap beroperasi. “Kami tetap jalan tapi jam keberangkatan ditunda. Kepada calon penumpang yang telanjur beli tiket kami informasikan jalur Medan-Berastagi macet parah,” ujarnya.

Popy mengaku tak ada kenaikan tarif. Ongkos dari Medan dengan tujuan Kabanjahe tetap dipatok Rp13 ribu, Berastagi Rp10 ribu, dan Sibolangit Rp8 ribu per orang. “Meskipun tadi malam macet, ongkos masih normal,” katanya.

Dia tak menyangkal pihaknya mengalami kerugian akibat banyaknya penumpang yang menunda keberangkatan karena tak mau terjebak macet. “Sepi penumpang karena banyak yang batal berangkat. Padahal kalau Jumat dan Sabtu, penumpang bus selalu penuh. Tadi malam sepi sekali,” katanya.
Seorang penumpang bermarga Silalahi yang ditanyai Sumut Pos di halte keberangkatan, Sabtu (17/2) malam, terpaksa batal mengunjungi kerabatnya di Berastagi. “Sebetulnya akan berangkat malam ini, tapi ada kabar longsor ya ditunda dululah. Kalau besok sudah bisa dilewati ya, berangkat besok saja,” katanya. (sp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Bulan, Polres Sidimpuan Ungkap 10 Kasus Narkoba

    Tiga Bulan, Polres Sidimpuan Ungkap 10 Kasus Narkoba

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Selama tiga bulan terakhir Polresta Padangsidimpuan mengungkap 10 kasus narkoba dan mengamankan 14 tersangka. Demikian Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syariful Taufik S.Ik melalui Kabag Ops Darfin Purba kepada Analisa di Mapolres setempat, Kamis (2/11). Dijelaskan, dari ke 14 tersangka yang rata-rata pemakai dan perantara narkoba itu diamankan ratusan gram ganja siap pakai. […]

  • Cabup Harun Mustafa Nasution Nilai Ada Oknum Tertentu yang Merusak Politik Riang Gembira di Pilkada Madina

    Cabup Harun Mustafa Nasution Nilai Ada Oknum Tertentu yang Merusak Politik Riang Gembira di Pilkada Madina

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online) : Calon Bupati Mandailing Natal Nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution menilai Pemilihan Kepala Daerah yang semestinya riang gembira ternyata ada hal hal yang membuatnya tidak riang gembira. Hal ini dikatakannya usai nonton bareng pelantikan Presiden Praboyo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Posko Partai Gerakan Indonesia Raya ( […]

  • April, Truk Melebihi Tonase Akan Ditindak

    April, Truk Melebihi Tonase Akan Ditindak

    • calendar_month Jumat, 17 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Pada April nanti pihak Perhubungan dan Inpormatika Madina akan menindak keras terhadap truk melebihi tonase yang melintas di jalan provinsi pada wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), terutama jalur Panyabungan-Natal dan kawasan Pantai Barat. Saat ini sosialisasi peraturan tentang pelarangan bagi setiap kenderaan yang melebihi tonase di jalan Propinsi antara Jembatan Merah menuju […]

  • Kampanye caleg mencapai Rp 20 M
    Tak Berkategori

    Kampanye caleg mencapai Rp 20 M

    • calendar_month Rabu, 1 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Mandailing online) – Politisi senior PDI Perjuangan Pramono Anung menilai biaya kampanye calon anggota legislatif (caleg) bervariasi mulai dari ratusan juta rupiah hingga mencapai Rp 20 miliar. “Ada caleg yang mengeluarkan biaya kampanye hingga Rp 20 miliar, pada pemilu 2009,” kata Pramono Anung pada diskusi peluncuran buku “Basa Basi Dana Kampanye” di Jakarta, tadi malam. […]

  • Dilema Lagu Mandailing ( Lagu Daerah Tabagsel)

    Dilema Lagu Mandailing ( Lagu Daerah Tabagsel)

    • calendar_month Sabtu, 9 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    Sebelumnya ditulisan ini perlu di tegaskan bahwa saya nggak bermaksud menghina atau memperolok-olok budaya kita Mandailing, secara saya lahir di Mandailing, besar di Mandailing, dan sekarang juga tinggal di Mandailing. Namun ada sedikit rasa kecewa yang mengganjal di hati ini tentang lagu lagu daerah yang beredar dipasaran. Timbul kekhawatiran bagi saya kalu nantinya kita mendapat […]

  • Soal 64 Guru di Kabupaten Simalungun Tak Terima Tunjangan Sertifikasi

    Soal 64 Guru di Kabupaten Simalungun Tak Terima Tunjangan Sertifikasi

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DPRD Segera Panggil Disdik SIMALUNGUN- Masalah gagalnya 64 guru sertifikasi di Kabupaten Simalungun menerima tambahan gaji 100 persen tahun 2010, belum diketahui DPRD Simalungun. Guru yang merupakan bagian dari 1.158 yang telah lulus sertifikasi serta berhak mendapat tunjangan sebesar 100 persen gaji yang diterima setiap bulannya, tidak dibayar pemerintah pusat. Itu dikarenakan kesalahan penyampaian data […]

expand_less