Kamis, 21 Mei 2026
light_mode

Dilema Lagu Mandailing ( Lagu Daerah Tabagsel)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 9 Jul 2011
  • print Cetak


Sebelumnya ditulisan ini perlu di tegaskan bahwa saya nggak bermaksud menghina atau memperolok-olok budaya kita Mandailing, secara saya lahir di Mandailing, besar di Mandailing, dan sekarang juga tinggal di Mandailing. Namun ada sedikit rasa kecewa yang mengganjal di hati ini tentang lagu lagu daerah yang beredar dipasaran. Timbul kekhawatiran bagi saya kalu nantinya kita mendapat julukan bangsa plagiat atau tukang contek dan sejenisnya.

Jujur saja saya sangat respect terhadap musisi yang menghasilkan lagu Mandailing yang murni karya mereka sendiri, mereka mampu berkreasi mencurahkan isi hati dalam sebuah lagu berbahasa daerah, tapi … saya sangat muak dengan lagu lagu yang katanya hasil ciptaannya tapi nyatanya hasil jiplakan dari musik lain entah itu dangdut yang sedang populer atau lagu india ( lirik nai maia boto koum naia mambaenna anggo musiknai lagu india do sanga lagu dangdut tai sada do roa nia mambaen goar nia penciptana). Orang orang inilah yang membuat musik kita jalan di tempat, mereka nggak bisa mengerti atau pura pura nggak mengerti kalau karya itu ibarat anak kandung, yang perlu di jaga dan dipertahankan . mereka dengan seenak perutnya merusak sebuah karya tanpa seizin penciptanya.

Sedikit saran buat koum koum yang berkeinginan musik di daerah kita maju atau berprofesi dalam seni tarik suara di Tabagsel tercinta ini Stop menjiplak, ayo ciptakan karya sendiri dengan mencoba berbagai genre musik, alatnya juga di perkaya jangan hanya monoton di dangdut yang mengandalkan keyboard, daerah kita kaya dan memiliki banyak alat musik tradisional yang bisa di eksplor sehingga mengasilkan musik musik yang bermutu dan dapat bersaing dengan musik daerah lain. Disamping itu dalam pembuatan video klip kita kayaknya masih membutuhkan sutradara yang mengatur adegan sehingga tidak terlihat kaku seperti yang kemarin kemarin.

Alhamdulillah, plong rasanya otak ini. Unek unek yang mengganjal akhirnya keluar juga ….
salut buat Pencipta pencipta Kreatif Tabagsel semoga makin jaya….. Sebaliknya buat penjiplak semoga Cepat kualat Aminnn.
Penulis :oisiparju

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Penganiayaan di Hutabaringin Julu Niat Damai, Keluarga Korban Belum Buka Pintu

    Pelaku Penganiayaan di Hutabaringin Julu Niat Damai, Keluarga Korban Belum Buka Pintu

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Kasus penganiayaan oleh Oloan Rangkuti warga desan Hutabaringin Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) yang saat ini kasusnya sedang bergulir di Polres Madina ternyata sudah berupaya damai dengan korban. Terlapor Oloan Rangkuti mengaku telah mengutus sejumlah tokoh masyarakat desa ke rumah korban Sahirbani Rangkuti di Desa Parbangunan, […]

  • Model Syur Majalah Playboy Masuk Islam dan Berhijab

    Model Syur Majalah Playboy Masuk Islam dan Berhijab

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Di bulan suci penuh berkah ini seorang mantan model majalah pria dewasa, Playboy, mendapat hidayah untuk memeluk agama Islam, Kamis malam (3/7). Felixia Yeap, model asal Malaysia yang pernah berpose bugil di Majalah Playboy Filipina menggambarkan transisi perubahan dalam hidupnya sebagai seorang yang "lahir kembali". Dalam pesan yang diposting pada halaman facebook-nya, Yeap mengatakan kepada […]

  • Bupati Madina Gotong Royong Bersama Warga Bangun Rambin

    Bupati Madina Gotong Royong Bersama Warga Bangun Rambin

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan bersama warga melakukan gotong royong pengambilan material batu pembangunan jembatan gantung di Sungai Muara Parlampungan, Sulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis. Gotong royong yang juga diikuti sejumlah anggota DPRD, para pejabat SKPD ini berlangung hari Minggu (25/10). Anggota DPRD Madina yang ikut adalah M […]

  • Hasil Perhitungan KPU Madina : Hidayat-Dahlan Raih 72 Persen Suara

    Hasil Perhitungan KPU Madina : Hidayat-Dahlan Raih 72 Persen Suara

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal yang dilaksanakan, Kamis (28/4) memperlihatkan pasangan Hidayat-Dahlan memperoleh suara sebanyak 115.564 suara atau 72 persen disusul pasangan Indra Porkas-Firdaus dengan perolehan 12.458 suara atau 8 persen, pasangan Arsyad-Azwar dengan perolehan suara 10.883 suara atau 7 persen. Kemudian disusul pasangan Irwan – Samad dengan perolehan 8.329 suara […]

  • Komisi III DPRD Madina Diminta Awasi 4 Proyek di Panyabungan Timur

    Komisi III DPRD Madina Diminta Awasi 4 Proyek di Panyabungan Timur

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Komisi III DPRD Mandailing Natal (Madina) diminta segera meninjau beberapa proyek fisik tahun 2015 ini di Kecamatan Panyabungan Timur bersumber dana dari APBD Madina. Tinjauan Komisi III itu sangat diperlukan agar ada pengawasan sejak dini terhadap pelaksanaan pekerjaan proyek. Sejumlah warga menduga pihak pemborong dan pejabat pemerintah bersekongkol merendahkan mutu […]

  • Desa Kumpulan Setia Hutabargot Masih Jalan Tanah

    Desa Kumpulan Setia Hutabargot Masih Jalan Tanah

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTA BARGOT (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing sudah berusia 15 tahun lebih, namun masih banyak desa-desa yang masih minim infrastruktur jalan, termasuk Desa Kumpulan Setia Kecamatan Huta Bargot yang hanya berjarak beberapa kilo meter dari ibukota kabupaten, Panyabungan. Desa ini juga berada di kecamatan yang terkenal dengan tambang batuan emasnya. ”Jalan masih tanah, apabila dalam […]

expand_less