Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Rayhan 2 Tahun Tak Berobat Karena Ketiadaan Biaya

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Sabtu, 24 Sep 2022
  • print Cetak

Gustina Siregar Ketika Ditemui Presiden IPM Tan Gozali dan Diwawancarai Reporter Mandailing Online/Roy Adam.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam 2 (dua) tahun terakhir Muhammad Rayhan Lubis tak pernah lagi berobat akibat ketiadaan biaya orang tuanya. Kini, Rayhan hanya berharap kemurahan hati dermawan dan perhatian pemerintah.

Rayhan (9 tahun), warga Desa Sigalapang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini terpaksa menunda keinginannya untuk bersekolah karena penyakit kulit yang dideritanya.

Penyakit langka ini telah diderita Rayhan sejak balita. Menurut, Gustina Siregar anaknya lahir dalam keadaan sehat dan tak kurang satu apa pun. Penyakit yang sampai saat ini belum diketahui penyebabnya itu bermula saat anaknya berusia 4 hari.

“Awalnya kami bawa ke rumah sakit. Waktu itu, pihak rumah sakit (RSUD Panyabungan) mendiagnosis anak kami kurang gizi, tapi setelah sekitar satu minggu dirawat diagnosa itu gugur,” ujarnya yang ditemui di kediamannya, Sabtu (24/9).

Gustina memaparkan, anaknya mendapat perhatian dari beberapa pihak, tapi sampai hari ini belum ada perubahan. “Kemarin dibawa ke Rumah Sakit Inanta di Padangsidimpuan. Biayanya dari pihak kepolisian. Di sana kami seminggu lebih dan disarankan berobat ke Medan,” terangnya.

Istri dari Sabaruddin Lubis ini mengungkapkan, keluarganya berniat membawa sang anak ke Medan untuk berobat, tapi terkendala biaya. “Kami disuruh Pak Camat dan kepala desa berangkat ke Medan, katanya pakai uang sendiri dulu, tapi kami tak punya. Untuk makan saja masih susah,” sebutnya.

Saat ini Gustina hanya mengandalkan obat gatal dan vitamin yang diberikan pihak Puskesmas. “Untuk obat gatal saja dan vitamin. Kalau obat penyakitnya belum ada, obat itu (obat gatal dan vitamin) kami terima per minggu,” tambahnya.

Terkait BPJS, Gustina mengaku telah mengurus sejak anaknya berusia 9 bulan. “BPJS ada, tapi kan kalau misalnya kami berobat ke luar daerah tetap butuh biaya. Apalagi sekali berobat tidak bisa satu dua hari,” jelasnya.

Gustina mengungkapkan, penyakit yang diderita anak ketiganya itu awalnya berupa ruam yang kemudian menimbulkan luka seperti luka bakar. “Itu menjalar, tapi tidak menular kepada orang lain,” lanjutnya.

Gustina berharap pemerintah baik di tingkat daerah maupun di tingkat provinsi dan pusat memberi perhatian terhadap anaknya sehingga bisa berobat sebagaimana seharusnya. “Kalau uangnya ada ke manapun akan kami bawa berobat sebagai ikhtiar agar anak kami ini sembuh dan bisa sekolah sebagaimana anak seusianya,” tutup ibu 4 orang anak ini.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Bahan Pokok Melonjak

    Harga Bahan Pokok Melonjak

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pasca Natal dan menjelang Tahun Baru 2011, sebagian harga bahan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Mandailing Natal, melonjak. Antara lain cabai yang saat sekarang ini harganya mencapai Rp 40-50 ribu perkilogramnya. Pantauan wartawan di Pasar Baru Panyabungan, Selasa (28/12/2010), salah seorang pedagang bernama Ucok Nasution (35) menjual cabai merah Rp 50 ribu per […]

  • Bocoran Timur Pradopo Soal Penggantinya

    Bocoran Timur Pradopo Soal Penggantinya

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    JAKARTA, – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Timur Pradopo segera lengser dari jabatannya pada Agustus 2013 mendatang. Orang nomor satu di korps berbaju cokelat itu hanya menjawab diplomatis ketika ditanya siapa kandidat kuat penggantinya. Ia mengisyarakatkan bahwa calon Kapolri harus berpangkat Komisaris Jenderal. “Semua yang berkaitan dengan jabatan Kapolri kan sudah disiapkan, tentunya yang punya […]

  • Cacar Monyet Masuk Indonesia, Bagaimana Sistem Mencegahnya?

    Cacar Monyet Masuk Indonesia, Bagaimana Sistem Mencegahnya?

    • calendar_month Senin, 29 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Penulis, tinggal di Padangsidimpuan Indonesia telah mengkonfirmasi kasus monkeypox atau cacar monyet pertama pada Jumat (19/8/2022). Indonesia menjadi negara ke-98 yang melaporkan kasus penyakit yang ditetapkan sebagai darurat global pada akhir Juli lalu. (Tribunnews, 26/08/2022) Penyakit cacar monyet ditemukan di Indonesia. Wabah yang awal mula teridentifikasi di benua Afrika itu dikabarkan […]

  • Senin Besok, PUPR Madina Tangani Darurat Irigasi Batang Gadis

    Senin Besok, PUPR Madina Tangani Darurat Irigasi Batang Gadis

    • calendar_month Sabtu, 5 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Petani di seberbagai Desa di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina), Sumatera Utara ( Sumut ) yang 2 tahun terakhir tidak bisa menanam padi akibat irigasi untuk mengairi sawah mereka tak mengalir mulai bernafas lega. Pemkab Mandailing Natal melalui Dinas PUPR beberapa hari ini akan menangani masalah darurat irigasi batang gadis […]

  • Hari Ini, Pemkab Madina Dihantam 2 Gelombang Unjukrasa Mahasiswa

    Hari Ini, Pemkab Madina Dihantam 2 Gelombang Unjukrasa Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintahan di Mandailing Natal makin rapuh, tak mampu memberikan keyakinan kepada elemen-elemen masyarakat bahwa pemerintahan Madina bersih dari pejabat-pejabat koruptor. Hari ini, Rabu (30/3/2016), Pemkab Madina didatangi dua gelombang unjukrasa dari tiga organisasi mahasiswa yang belainan. Tetapi, tuntutannya sama, yakni meminta pembersihan Pemkab Madina dari pejabat-pejabat korup. Unjukrasa gelombang pertama adalah […]

  • Seputar Penumbangan Pohon Pelindung Jl. Jend. Haris Nasution Panyabungan, Pemprov Sumut Harus Bertanggungjawab

    Seputar Penumbangan Pohon Pelindung Jl. Jend. Haris Nasution Panyabungan, Pemprov Sumut Harus Bertanggungjawab

    • calendar_month Kamis, 18 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput  : Dahlan Batubara / Maradotang Pulungan PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Dinas Sumbar Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara harus bertanggungjawab terhadap penumbangan sejumlah pohon pelindung di Jl. Jend. Haris Nasution, Panyabungan. “Pohon pelindung jalan raya itu ditanam dan dipelihara selama belasan tahun dengan dana APBD Kabupaten Mandailing Natal, […]

expand_less