Kamis, 17 Sep 2026
light_mode

Rayhan 2 Tahun Tak Berobat Karena Ketiadaan Biaya

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Sabtu, 24 Sep 2022
  • print Cetak

Gustina Siregar Ketika Ditemui Presiden IPM Tan Gozali dan Diwawancarai Reporter Mandailing Online/Roy Adam.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam 2 (dua) tahun terakhir Muhammad Rayhan Lubis tak pernah lagi berobat akibat ketiadaan biaya orang tuanya. Kini, Rayhan hanya berharap kemurahan hati dermawan dan perhatian pemerintah.

Rayhan (9 tahun), warga Desa Sigalapang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini terpaksa menunda keinginannya untuk bersekolah karena penyakit kulit yang dideritanya.

Penyakit langka ini telah diderita Rayhan sejak balita. Menurut, Gustina Siregar anaknya lahir dalam keadaan sehat dan tak kurang satu apa pun. Penyakit yang sampai saat ini belum diketahui penyebabnya itu bermula saat anaknya berusia 4 hari.

“Awalnya kami bawa ke rumah sakit. Waktu itu, pihak rumah sakit (RSUD Panyabungan) mendiagnosis anak kami kurang gizi, tapi setelah sekitar satu minggu dirawat diagnosa itu gugur,” ujarnya yang ditemui di kediamannya, Sabtu (24/9).

Gustina memaparkan, anaknya mendapat perhatian dari beberapa pihak, tapi sampai hari ini belum ada perubahan. “Kemarin dibawa ke Rumah Sakit Inanta di Padangsidimpuan. Biayanya dari pihak kepolisian. Di sana kami seminggu lebih dan disarankan berobat ke Medan,” terangnya.

Istri dari Sabaruddin Lubis ini mengungkapkan, keluarganya berniat membawa sang anak ke Medan untuk berobat, tapi terkendala biaya. “Kami disuruh Pak Camat dan kepala desa berangkat ke Medan, katanya pakai uang sendiri dulu, tapi kami tak punya. Untuk makan saja masih susah,” sebutnya.

Saat ini Gustina hanya mengandalkan obat gatal dan vitamin yang diberikan pihak Puskesmas. “Untuk obat gatal saja dan vitamin. Kalau obat penyakitnya belum ada, obat itu (obat gatal dan vitamin) kami terima per minggu,” tambahnya.

Terkait BPJS, Gustina mengaku telah mengurus sejak anaknya berusia 9 bulan. “BPJS ada, tapi kan kalau misalnya kami berobat ke luar daerah tetap butuh biaya. Apalagi sekali berobat tidak bisa satu dua hari,” jelasnya.

Gustina mengungkapkan, penyakit yang diderita anak ketiganya itu awalnya berupa ruam yang kemudian menimbulkan luka seperti luka bakar. “Itu menjalar, tapi tidak menular kepada orang lain,” lanjutnya.

Gustina berharap pemerintah baik di tingkat daerah maupun di tingkat provinsi dan pusat memberi perhatian terhadap anaknya sehingga bisa berobat sebagaimana seharusnya. “Kalau uangnya ada ke manapun akan kami bawa berobat sebagai ikhtiar agar anak kami ini sembuh dan bisa sekolah sebagaimana anak seusianya,” tutup ibu 4 orang anak ini.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • 21 Desember, Bupati Terima Penghargaan Citra Pelayanan Publik 2010

    21 Desember, Bupati Terima Penghargaan Citra Pelayanan Publik 2010

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL- Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu direncanakan akan menerima penghargaan Citra Pelayanan Publik Tahun 2010 dari Gubernur Sumut di aula Martabe Kantor Gubsu, Medan, Selasa (21/12). Ini berdasarkan Keputusan Gubsu No. 188.44/310/KPTS/2010 tentang penetapan unit kerja atau Kantor Pelayanan Publik sebagai calon penerima piala citra pelayanan publik dan penerima penghargaan citra pelayanan publik tingkat […]

  • Bintang porno AS Janji Cium Andik Jika Jebol Gawang Malaysia

    Bintang porno AS Janji Cium Andik Jika Jebol Gawang Malaysia

    • calendar_month Sabtu, 1 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Bintang porno Amerika Serikat Vicky Vette terus memberikan dukungannya pada Tim Nasional Sepakbola Indonesia. Bahkan bintang porno kategori hot mom ini berjanji memberikan sebuah ciuman panas untuk penyerang Indonesia Andik Vermansyah jika bisa membuat gol di gawang Malaysia. “If @andik_vermansah scores again for #Indonesia vs. #Malaysia I will give him a #kiss,” […]

  • Atika dan Harapan New Normal Daerah

    Atika dan Harapan New Normal Daerah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Akhirnya semua segmen kelelahan di dalam kungkungan Covid-19. Persoalan virus Corona menimbulkan malapetaka ekonomi dan sosial. Kevakuman ekonomi, kemandegan distribusi, industri melambat, PHK, pengagguran massal, daya beli merosot menjadi hantu nyata di tiap kawasan. Kelelahan itu memunculkan kesadaran baru untuk mensiasati tatanan dunia baru atau lebih populer New Normal. New Normal […]

  • 357 Pajabat Dilantik

    357 Pajabat Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) melalui Sekretaris Daerah melantik sebanyak 357 pejabat struktural eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madina. Pelantikan ini digelar di Gedung Serba Guna sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (15/4). Pj Bupati Madina Ir Aspan Sofian Batubara MM yang dibacakan Sekdakab Madina, H Gozali SH MM mengatakan, pelantikan ini […]

  • Pengadaan Lahan Stadion Madina Diduga Mark Up

    Pengadaan Lahan Stadion Madina Diduga Mark Up

    • calendar_month Rabu, 24 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pengadaan lahan untuk pembangunan stadion milik Pemkab mandailing Natal (Madina) di Desa Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan yang luasnya sekitar 5 hektar pada Tahun 2003 lalu dipertanyakan. Diduga pembelian lahan dimark up. Informasi diterima, Selasa (23/08/2011), pembelian lahan tersebut dilakukan oleh tim dengan harga senilai Rp200 juta per hektar namun harga tanah ketika Tahun 2003 […]

  • Siswa Berkeliaran di Luar Sekolah

    Siswa Berkeliaran di Luar Sekolah

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak menentunya pelaksanaan Proses Belajar mengajar pada SMA 1 Panyabungan Timur membuat sejumlah siswa memilih berkeliaran diluar arena sekolah.(MO)

expand_less