Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Ini Penyebab Pindahnya Manuskrip Islam ke Tangan Barat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Sep 2017
  • print Cetak

Manuskrip Timbuktu, warisan peradaban Islam yang terancam punah (ilustrasi).

 

Ada berbagai aktor dan faktor yang menyebabkan perpindahan manuskrip-manuskrip Islam ke tangan Barat. Sebagian manuskrip diperoleh lewat perampokan dan penjarahan pada masa kolonialisme. Yang lain, melalui proses transaksi jual-beli. Tapi, ada pula yang sengaja dihadiahkan oleh penguasa Muslim.

Stefanie Brinkmann dari Institute of Oriental Studies, University of Leipzig, mengatakan, banyak koleksi naskah Islam berasal dari kontak dengan Kekaisaran Ottoman pada abad ke-17 hingga abad ke-19. Manuskrip-manuskrip itu dibawa oleh tentara, pedagang, misionaris, administrator, penulis, dan pelancong.

Interaksi pertama Barat dengan manuskrip Islam terjadi pada masa kekhalifahan Abbasiyah. Pada masa itu, banyak sarjana Barat belajar di pusat-pusat intelektual Islam, seperti Kordoba, Sevilla, Granada, Salamanca, dan Toledo.

Sebagian aktif menerjemahkan kitab-kitab tersebut ke dalam bahasa Inggris atau Latin. Adelard of Bath, Gerrad van Cremona, dan Petrus Alfonsi adalah beberapa tokoh besar Eropa yang menerjemahkan karya Muslim. Inggris, misalnya, catat Roman, hubungan negara ini dengan Islam berkaitan dengan Muslim Spanyol dan Perang Salib. Michael Scot (1175-1235), astrolog Inggris dan ahli kimia terkemuka, serta Adelard of Bath, guru Raja Henry II. Keduanya menghabiskan sebagian waktu di universitas Islam untuk mempelajari sains dan filsafat.

Sepulang ke negara asal, para sarjana ini membawa harta karun berupa manuskrip atau terjemahan manuskrip Islam. Termasuk, Canon of Medicine karya Ibnu Sina. Pekerjaan penerjemahan ini terus berlangsung hingga abad ke-13 dan 14. Karena itu, tidak mengherankan bila banyak karya Muslim yang kini hanya ditemukan terjemahannya di perpustakaan Eropa.

Proses ini juga terkait dengan perpindahan ilmu pengetahuan dari dunia Islam ke Barat. Mehdi Nakosteen dalam History of Islamic Origins of Western Education A.D. 800-1350 : With an Introduction to Medieval Muslim Education mengungkapkan, transformasi ilmu pengetahuan Islam ke Barat dibangun melalui dua cara. Pertama, melalui para mahasiswa dan cendekiawan Eropa yang menimba ilmu di sekolah-sekolah tinggi atau universitas Islam di Spanyol. Kedua, melalui hasil karya cendekiawan Muslim yang diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa mereka. (Republika Online)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • RSU Sidimpuan Belajar ke RSU dr FL Tobing

    RSU Sidimpuan Belajar ke RSU dr FL Tobing

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sibolga. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan dr Aminuddin bersama rombongan 5 kelompok kerja (Pokja) berkunjung ke RSU dr FL Tobing Sibolga, Jumat (27/1). Mereka studi banding terkait keberhasilan RSUD FL Tobing meraih akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lima pokja yang datang mendampingi Direktur RSU Padangsidimpuan itu adalah Pokja administrasi, pelayanan medis, rekam medik, […]

  • Guru Ngaji, Bilal Mait dan BKM di Bukit Malintang Terima Insentif

    Guru Ngaji, Bilal Mait dan BKM di Bukit Malintang Terima Insentif

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) setelah sempat tidak terima insentif / honor beberapa tahun karena Pemda kekurangan anggaran. Para guru mengaji, bilal mait dan BKM ( badan kenaziran masjid )  di Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) bernafas lega karena siang tadi, mereka telah menerima honor yang sumber dananya dari Dana Desa. Mereka […]

  • Saipullah-Atika Kian Kuat, Tim Pemenangan Gelar Rapat Akbar

    Saipullah-Atika Kian Kuat, Tim Pemenangan Gelar Rapat Akbar

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) menggelar rapat konsolidasi akbar di Aula Ladang Sari, Kecamatan Panyabungan, Madina, Kamis (24/10/2024). Rapat konsolidasi langsung dihadiri Saipullah dan Atika, para ketua Parpol dan anggota DPRD Madina pengusung […]

  • Pasar Lama Panyabungan Tak Lagi Banjir, Ke Depan Jangan Tersumbat Lagi

    Pasar Lama Panyabungan Tak Lagi Banjir, Ke Depan Jangan Tersumbat Lagi

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Menelusur Hasil Pengendalian Banjir Panyabungan (bagian 1)   Dalam beberapa pekan terakhir banjir di sepanjang Jl.Willem Iskander kota Panyabungan, Mandailing Natal tak lagi terjadi kala hujan mengguyur deras. Sejumlah warga dan para pemilik toko yang diwawancarai Mandailing Online di pasar lama Panyabungan, Kamis (30/9/2021) menyatakan banjir sudah relatif terkendali. Sejumlah penarik beca bermotor yang […]

  • Inspektorat : Kasus Gunungtua Jae Masih Tahap Analisa

    Inspektorat : Kasus Gunungtua Jae Masih Tahap Analisa

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus kepala desa Gunung Tua Jae Kecamatan Panyabungan masih tahap analisa oleh Inspektorat Mandailing Natal (Madina). Itu diungkapkan Ketua Tim Pemeriksa Inspektorat Madina, Rahmad Daulay menjawab Mandailing Online di ruang kerjanya, Rabu (19/2/2020). Pihaknya juga sudah memanggil berbagai pihak dari Gunung Tua Jae dan dimintai keterangan. Namun, masih beberapa lagi […]

  • Palas, Antara Sawit, Jalan, dan Politik Kekerabatan

    Palas, Antara Sawit, Jalan, dan Politik Kekerabatan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Secara ekonomi, Padang Lawas (Palas) masih sangat bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, dan turunannya. Data BPS menunjukkan lebih dari separuh struktur ekonomi Palas masih ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (54,63 persen). Pertumbuhan ekonominya masih positif, sekitar 4,19 persen pada 2025, tetapi melambat dibanding tahun sebelumnya. Artinya begini: uang […]

expand_less