Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode

Bobrok dari Zaman Dahlan sampai Saipullah, Skandal Pupuk Subsidi Madina Takpernah Tuntas

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kalau soal pupuk subsidi di Mandailing Natal, ceritanya tidak pernah berubah. Dari Bupati Dahlan Nasution, ke Jaffar Suhairi Nasution, sampai ke Saifullah Nasution hari ini, dramanya sama petani menjerit, pupuk hilang, data berantakan.

Polemik terbaru di Desa Roburan Lombang yang viral beberapa hari lalu hanyalah puncak gunung es dari bobroknya tata kelola pupuk subsidi di Bumi Gordang Sambilan.

Sulhan Nasution, Pemerhati pertanian di Madina yang sudah mengikuti persoalan ini dari tiga rezim bupati angkat bicara. Ia blak-blakan menyebut pemerintah tidak pernah belajar.

“Ini bukan barang baru. Dari zaman Dahlan, zaman Jaffar, sampai zaman Saifullah sekarang, penyakitnya itu-itu saja. Saya pernah teriak soal ini di zaman Jaffar, satu musim desa kami tidak dapat pupuk sama sekali gara-gara alasan peralihan sistem KTP ke online, ” tegasnya, Jum’at (23 /10/2026).

Kepada Mandailing Online, ia menegaskan akar masalah bukan sekadar soal stok.

“Ini bukan sekadar persoalan pupuk tersedia atau tidak. Kita perlu melihat apakah data petani sudah benar, pengusulan kebutuhan berjalan baik, dan distribusi benar-benar menjangkau petani yang berhak,” ujarnya.

Menurutnya, apabila persoalan serupa terus menjadi keluhan dari masa ke masa, pemerintah daerah perlu mengevaluasi sistem secara menyeluruh, bukan hanya menyelesaikan persoalan setelah polemik muncul.

Salah satu solusi yang diusulkannya ialah pendataan jemput bola secara serentak, dengan melibatkan penyuluh pertanian, pemerintah desa, kelompok tani, serta petugas yang berpengalaman dalam pendataan penduduk.

Selama ini, pendataan banyak dibebankan kepada kelompok tani. Padahal, kemampuan administrasi, kelengkapan dokumen, dan kekompakan setiap kelompok tidak selalu sama. Akibatnya, terdapat risiko data petani tidak lengkap atau terlambat diperbarui.

Melalui pendataan jemput bola, petugas dapat memverifikasi identitas petani, luas dan lokasi lahan, komoditas yang ditanam, serta kebutuhan pupuk berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Hasilnya kemudian dicocokkan dengan persyaratan RDKK dan sistem resmi pupuk bersubsidi.

Ia juga mendorong evaluasi terhadap kesesuaian alokasi, pengiriman distributor, penerimaan kios, dan penebusan pupuk oleh petani. Transparansi tersebut dinilai penting agar setiap kekurangan dapat ditelusuri dan diperbaiki berdasarkan bukti.

Menurutnya, penyelesaian melalui musyawarah di Roburan Lombang patut diapresiasi. Namun, perdamaian harus diikuti pembenahan sistem agar persoalan serupa tidak terus berulang.

“Jangan sampai setiap pergantian kepemimpinan membawa harapan baru, tetapi petani masih menghadapi persoalan yang sama. Pemerintah perlu hadir melalui pendataan yang tertib, distribusi yang transparan, dan pengawasan yang nyata,” tegasnya.

Ia menyatakan terbuka menjadi narasumber untuk menyampaikan pengalaman dan catatan pemantauannya mengenai penyaluran pupuk bersubsidi di Madina.

Baginya, ukuran keberhasilan kebijakan pupuk bersubsidi bukan sekadar laporan administrasi, melainkan apakah petani yang berhak benar-benar mendapatkan pupuk sesuai ketentuan dan pada saat dibutuhkan.(*)

 

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Karet Turun, Ini Penyebabnya

    Harga Karet Turun, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet mentah di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir. Pada perdagangan Kamis (8/9/2022) di Gunungtua Iparbondar, Panyabungan, harga tertinggi Rp8.200 per kilogram. Terrendah Rp6.500 per kilogram. Padahal Kamis pekan lalu, pengakuan para petani, harga masih berada di Rp9.000 per kilogram untuk harga tertinggi, dan Rp7.800 […]

  • Nasib Guru Honorer Yang Semakin Horor

    Nasib Guru Honorer Yang Semakin Horor

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Leni Irna Chintya Batubara, S.Pd Aktivis dakwah, guru Semakin lama nasib honorer semakin memprihatinkan. Bagaimana tidak, banyak permasalahan yang dihadapi oleh seorang guru yang masih berstatus honorer. Dengan gaji yang tidak wajar atau tidak sesuai dengan pengabdian yang mereka telah lakukan hingga kesejahteraan para guru honorer tidak jelas. Kisah mendapatkan gaji 250 ribu perbulan […]

  • Bupati Madina Akhirnya Umumkan Hasil CPNS 2013

    Bupati Madina Akhirnya Umumkan Hasil CPNS 2013

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution akhirnya mengumumkan penetapan nama-nama yang lolos seleksi CPNS formasi umum tahun 2013. Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor : 800/460/K/2014 tanggal 02 Juli 2014. Lembar pengumumnan dipampangkan di teras Badan Kepegawaian Dareah Madina, Senin (7/7/2014). Kepala BKD Madina, Syahdan […]

  • Kabut Asap Landa Madina

    Kabut Asap Landa Madina

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diselimuti kabut asap sejak Rabu pagi (26/6/2013). Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait tentang tingkat ketebalan kabut asap ini. Meski belum mengganggu arus lalu lintas karena jarak pandang masih normal, sejumlah warga kota Panyabungan mengaku sangat resah terhadap asap ini karena bisa berdampak […]

  • Raih Kemenangan, Cabup Saipullah Ziarahi Makam Keluarga

    Raih Kemenangan, Cabup Saipullah Ziarahi Makam Keluarga

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usai dinyatakan menang berdasarkan hitungan real internal, Calon Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution bersama keluarga ziarah ke makam keluarganya di Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, Kamis (28/11/2024). Saipullah terlihat menyiarahi sejumlah makam keluarga, termasuk makam almarhum orangtuanya, HM Alihanafiah Nasution bin Parhimpunan Ali. Dalam […]

  • Talenta Dari Seorang  Munir Lubis Memainkan Alat Musik Budaya Mandailing

    Talenta Dari Seorang Munir Lubis Memainkan Alat Musik Budaya Mandailing

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) : Mungkin  bagi anda  yang terbiasa melihat penampilan Gordang Sambilan, pesta adat  atau acara- acara penyambutan Pejabat dan  tamu-tamu penting yang  memakai Gordang Sambilan sebagai musik pengiring,  anda mungkin kenal dengan sosok yang satu ini. Betapa tidak, hampir di setiap acara-acara  seperti itu,  beliau tidak pernah absen mempersembahkan Tor-tor Sabe-sabe atau Gondang […]

expand_less