Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

785 Guru Pontren & 1.308 Guru MDA Terima Insentif

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 3 Jan 2013
  • print Cetak

MADINA, (MO) – Bersyukur bagi para guru-guru pondok pesantren dan Madrasah Diniyah Awaliah (MDA). Sebab Pemkab Mandailing Natal (Madina) menyerahkan dana insentif atau bantuan bagi guru Pontren sebanyak 785 orang dan guru MDA sebanyak 1.308 orang. Besaran dana yang mereka terima Rp100 ribu per bulan.

Bupati Madina HM Hidayat Batubara melalui Kepala Bagian Kesra M Taufik Lubis SH kepada wartawan kemarin mengatakan, dana bantuan atau insentif ini dibagikan untuk satu tahun yang ditampung pada APBD tahun 2012.

Dan insentif ini diberikan bagi guru-guru yang non-PNS, non-sertfikasi, dan juga tidak diizinkan menerima dua kali di sekolah yang berbeda. Artinya seorang guru yang mengajar di dua sekolah, dia hanya berhak menerima insentif dari satu sekolah saja.

”Ini adalah prioritas dari Pemkab Madina dalam menunjang peningkatan mutu pendidikan, meski bantuan ini belum berjalan maksimal karena masih pertama kali dilakukan. Tetapi untuk tahun 2013 akan dioptimalkan lagi,” kata Taufik.

Dikatakannya, untuk guru-guru Pontren yang menerima dana ini sebanyak 785 orang dan setiap orang dibayarkan sebesar Rp1.200.000 per orang, dengan rincian Rp100 ribu per bulan. Sedangkan untuk guru-guru MDA sebanyak 1.308 orang dan dibayarkan sebesar Rp 400 ribu per orang untuk insentif empat bulan.

”Khusus untuk guru-guru MDA sebelumnya sudah kita berikan, tinggal empat bulan yang belum dicairkan. Sedangkan guru-guru Pontren baru sekarang bisa dicairkan,” bebernya.

Ditambahkannya, untuk tahun 2013 Pemkab Madina juga memprogramkan dana insentif untuk Pontren dan MDA sebesar Rp2,5 miliar juga akan membantu fasilitas di pontren-pontren secara bertahap.

”Sekarang masih pada tahap pembahasan di DPRD Madina untuk APBD tahun 2013, sudah direncanakan juga membantu fasilitas air bersih dan sumur bor di Pontren Darul Ikhlas, mungkin secara bertahap ke Pontren yang lain,” pungkasnya.

Meski program bantuan ini sangat didukung masyarakat, khususnya para pengasuh Pontren se-Madina, sejumlah guru Pontren berharap agar Pemerintah lebih teliti dalam proses pencairannya.

”Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan ini, namun harapan kami dalam proses pencairannya agar lebih teliti. Karena masih ada beberapa guru yang sudah bersertifikasi masih tercatat sebagai penerima dan saya sendiri masih memeroleh undangan pencairan, tetapi tidak diberikan karena saya guru sertifikasi.

Apabila hal ini terus dibiarkan bisa saja, guru bersertifikasi yang lain akan menuntut,” kata seorang ustad di Pontren Musthafawiyah yang tak mau namanya dikorankan. (metr/wan)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR jangan cuma retorika soal pemberantasan korupsi

    DPR jangan cuma retorika soal pemberantasan korupsi

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat bersikap tegas dalam melihat kewenangan institusi yang diketuai Abraham Samad tersebut. Juru bicara KPK, Johan Budi, mendesak para anggota dewan agar tidak munafik. Pasalnya banyak anggota dewan yang di depan mendukung pemberantasan korupsi, namun di belakang justru menikam. “Teman-teman mari kita hentikan retorika, […]

  • Bupati Madina Serahkan Urusan Penonaktifan ke Menteri

    Bupati Madina Serahkan Urusan Penonaktifan ke Menteri

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, – Bupati Mandailing Natal Muhammad Hidayat Batubara menyerahkan urusan penonaktifannya sebagai kepala daerah pada pemerintah pusat. Pernyataan ini disampaikan Hidayat usai menjadi saksi kasus suap dengan terdakwa PT Bumi Lestari Surung Panjaitan di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (25/9/2013). Selama kurang lebih tiga jam. Namun ia tetap kukuh menyatakan, uang Rp 1 miliar dari Surung […]

  • Hasil Perhitungan KPU Madina : Hidayat-Dahlan Raih 72 Persen Suara

    Hasil Perhitungan KPU Madina : Hidayat-Dahlan Raih 72 Persen Suara

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal yang dilaksanakan, Kamis (28/4) memperlihatkan pasangan Hidayat-Dahlan memperoleh suara sebanyak 115.564 suara atau 72 persen disusul pasangan Indra Porkas-Firdaus dengan perolehan 12.458 suara atau 8 persen, pasangan Arsyad-Azwar dengan perolehan suara 10.883 suara atau 7 persen. Kemudian disusul pasangan Irwan – Samad dengan perolehan 8.329 suara […]

  • Pelantikan bupati terpilih Padang Lawas segera

    Pelantikan bupati terpilih Padang Lawas segera

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara, mengirimkan berkas hasil pemilihan kepala daerah setempat ke legislatif untuk proses pelantikan pasangan bupati dan wakil bupati terpilih. “Berkasnya sudah dikirim agar segera diproses,” kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang Lawas Rahmat Efendi Siregar di Medan, hari ini. Menurut Rahmat, pengiriman […]

  • Praktek Tambang Emas Ilegal Kotanopan Beroperasi. Polisi: Sudah Dicek Nihil

    Praktek Tambang Emas Ilegal Kotanopan Beroperasi. Polisi: Sudah Dicek Nihil

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kotanopan ( Mandailing Online ): Reklamasi menjadi alat bagi para pelaku praktek  tambang emas ilegal di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Polisi seolah tidak bernyali menangkap para pelaku yang bermain tambang seara terbuka itu. ” trimakasih informasi nya. Sudah dicek kelokasi nihil,” kata Kanit Reskrim Polsek Kota Nopan seperti dikutip dari Metro7News.com edisi selasa 13/5. […]

  • Stadion Sahala Muda Pakpahan Telantar

    Stadion Sahala Muda Pakpahan Telantar

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Stadion Sahala Muda Pakpahan di Dusun Tanjung Medan, Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terkesan ditelantarkan. Padahal, stadion ini yang merupakan satu-satunya yang memiliki lapangan berstandart nasional di Kecamatan Sipirok. Beberapa warga sekitar menyebutkan, sejak tahun 2008 lalu, kondisinya terkesan tanpa perawatan. Rumput yang tumbuh di sekeliling stadion menambah kesemrawutan […]

expand_less