Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Nasib Guru Honorer Yang Semakin Horor

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Leni Irna Chintya Batubara, S.Pd
Aktivis dakwah, guru

Semakin lama nasib honorer semakin memprihatinkan. Bagaimana tidak, banyak permasalahan yang dihadapi oleh seorang guru yang masih berstatus honorer. Dengan gaji yang tidak wajar atau tidak sesuai dengan pengabdian yang mereka telah lakukan hingga kesejahteraan para guru honorer tidak jelas.

Kisah mendapatkan gaji 250 ribu perbulan dan dirapel pertiga bulan sudah amat sering kita dengar. Ada yang menyiasati hal itu dengan melakoni banyak pekerjaan tambahan.

Alhasil, guru honorer kehilangan fokus dalam mendidik. Implikasinya tentu saja pada kualitas iuran pendidikan kita. Ini seperti jebakan lingkaran setan yang tidak pernah dituntaskan. Apalagi kebijakan aturan yang ada di tanah air ini tentang pengangkatan CPNS bagi guru honorer ditiadakan. Dan diganti dengan program P3K.

Seperti dilansir dari kedcom.id “Persoalan guru honorer adalah ketidakjelasan status guru honorer, disebut PNS belum, disebut PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) juga belum,” ujar Pengurus Bidang Hukum dan Advokasi ISPI, Cecep Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI secara daring, Rabu, 16 Juni 2021.

Ia mengatakan, sulit menentukan posisi para guru honorer. Sebab, Undang-Undang (UU) tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) juga menerapkan syarat pendidikan profesi guru (PPG) untuk bisa disebut sebagai pendidik. “Jadi betapa status guru honorer itu semacam dilema, digantung,” jelas dia.

Betapa dilema dengan status honor sekarang, adapun penghapusan ASN menjadi PPPK juga tidak memberikan solusi kepada para guru honorer. Dilansir dari jppn.com “Baru tahap pendaftaran saja sudah banyak masalah di lapangan. Mulai formasinya sangat sedikit hingga yang tidak ada formasi dan harus mendaftar di daerah lain. Belum lagi daerah-daerah yang tidak membuka CPNS dan PPPK,” kata Sigid Purwo Nugroho, Ketua Guru Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori usia 35 Tahun ke Atas (GTKHNK 35+) Provinsi Jawa Barat, kepada JPNN.com, Senin (12/7).

Disamping itu guru yang bisa mendaftar seleksi PPPK hanyalah guru guru yang terdaftar di Dapodik. Jadi untuk guru yang mengabdi di bagian Kemenag tidak memiliki peluang untuk ikut seleksi PPPK. Pengkategorian khusus bagi pelamar yang berumur 35 tahun ke atas akan mendapatkan poin lebih dari yang pelamar usianya 35 tahun ke bawah, mengakibatkan banyak guru honorer non kategori usia 35 tahun ke atas yang mengabdi di sekolah negeri jadi korban. Lain lagi pelamar umum termasuk dengan eks tenaga honorer K2 yang ikut bersaing untuk mengikuti seleksi PPPK tersebut.

Berdasar uraian di atas, semoga nasib honorer tidak semakin horor.

Semua kebijakan yang mereka tawarkan tidak benar benar memberikan solusi terhadap permasalahan ini. Berbeda jauh sekali nasib guru saat adanya daulah islam yaitu saat islam berjaya, salah satunya pada masa Khalifah Umar r.a, seorang guru akan diupah sebesar 15 dinar. Karena yang menjadi alat tukar pada saat itu adalah dinar dan dirham (emas dan perak). 

Lalu berapa rupiah kah jika 15 dinar itu kita rupiah kan?

1 dinar = 4,25 gram emas 24 karat.
1 gram emas = Rp 500 ribuan. Kita ambil saja pas Rp 500.000. Jadi, 4,25 gram emas X Rp 500.000 = Rp 2.125.000. Kemudian 15 dinar X Rp 2.125.000 = Rp 31.875.000.

Jadi, gaji seorang guru di masa Khalifah Umar adalah berkisaran Rp 31.875.000.

Begitulah islam mensejahterakan guru ketika islam diterapkan. Nasib guru akan sejahtera karena darinya terlahir anak bangsa dan cendekiawan yang akan membangun negara.

Wallahu’alam Bishawaab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Visi-Misi SAHATA Sejalan dengan Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

    Visi-Misi SAHATA Sejalan dengan Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan visi-misi pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA). H. Saipullah Nasution menegaskan hal itu usai menghadiri pelantikan DPD Tani Merdeka Indonesia se-Tapanuli bagian selatan […]

  • Tertib Administrasi! PKB Madina Serahkan SK Kepengurusan Baru ke KPU

    Tertib Administrasi! PKB Madina Serahkan SK Kepengurusan Baru ke KPU

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan || Mandailing Online- Mesin organisasi langsung jalan. Sehari setelah rapat perdana, DPC PKB Mandailing Natal langsung tancap gas urus administrasi. Selasa (11/8/2026), jajaran DPC PKB Madina mendatangi Kantor KPU Madina. Tujuannya satu menyerahkan SK Kepengurusan baru periode 2026-2031. “Ini sesuai arahan DPP PKB dan aturan KPU. Setelah terbentuk kepengurusan baru, wajib kita laporkan. Biar […]

  • Wakil Bupati Madina Jakfar Sukahiri Kecam Aksi Bom di Gereja Katedral Makasar

    Wakil Bupati Madina Jakfar Sukahiri Kecam Aksi Bom di Gereja Katedral Makasar

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution mengutuk keras aksi teror bom bunuh diri di depan gereja Katedral Makassar, hari Minggu lalu. Sukhairi yang juga calon Bupati Madina nomor 01 ini menyatakan bom Makassar merupakan kejahatan terhadap toleransi antar umat beragama yang sudah tumbuh dengan baik di Indonesia. “Terorisme adalah kejahatan terhadap […]

  • Saatnya Golkar Sikapi Mosi Tidak Percaya

    Saatnya Golkar Sikapi Mosi Tidak Percaya

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Sudah waktunya DPD Partai Golkar Sumut, Golkar Kabupaten Madina mengeluarkan sikap sekaligus memberikan klarifikasi atas mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh mayoritas anggota dewan terhadap ketua DPRD Madina AS Imran Khaitami Daulay SH. Sekretaris Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Cabang Kabupaten Madina, Muhammad Ridwan Lubis, SPd.I kepada MO, Sabtu sore, (11/2) di […]

  • Diperkuat Hanura, Pengusung Saifullah-Atika Total 7 Parpol

    Diperkuat Hanura, Pengusung Saifullah-Atika Total 7 Parpol

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyusul penyerahan rekom dari Partai Hanura, kini jumlah partai politik yang mengusung pasangan Saifullah Nasution- Atika Azmi Utammi Nasution bertotal 7 partai politik. Penyerahan dokumen Model B Persetujuan KWK dari Hanura diserahkan langsung oleh pasangan bakal calon bupati Madina/bakal calon wakil bupati Madina Saifullah Nasution- Atika Azmi Utammi Nasution dan Ketua […]

  • Wakil Bupati Madina Tinjau Pembangunan Drenase di Jalan Willem Iskandar

    Wakil Bupati Madina Tinjau Pembangunan Drenase di Jalan Willem Iskandar

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution, tinjau pembangunan di bidang Infrastruktur jalan dan Drenase di jalan Willem Iskandar Pidoli Kecamatan Panyabungan, (31/08/2023). Tujuan kelapangan untuk memastikan proyek pembangunan jalan dan Drenase tersebut berjalan dengan lancar dan sesuai dengan kegunaannya. Wakil Bupati Madina Meminta pada pihak kontraktor agar […]

expand_less