Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Nasib Guru Honorer Yang Semakin Horor

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Leni Irna Chintya Batubara, S.Pd
Aktivis dakwah, guru

Semakin lama nasib honorer semakin memprihatinkan. Bagaimana tidak, banyak permasalahan yang dihadapi oleh seorang guru yang masih berstatus honorer. Dengan gaji yang tidak wajar atau tidak sesuai dengan pengabdian yang mereka telah lakukan hingga kesejahteraan para guru honorer tidak jelas.

Kisah mendapatkan gaji 250 ribu perbulan dan dirapel pertiga bulan sudah amat sering kita dengar. Ada yang menyiasati hal itu dengan melakoni banyak pekerjaan tambahan.

Alhasil, guru honorer kehilangan fokus dalam mendidik. Implikasinya tentu saja pada kualitas iuran pendidikan kita. Ini seperti jebakan lingkaran setan yang tidak pernah dituntaskan. Apalagi kebijakan aturan yang ada di tanah air ini tentang pengangkatan CPNS bagi guru honorer ditiadakan. Dan diganti dengan program P3K.

Seperti dilansir dari kedcom.id “Persoalan guru honorer adalah ketidakjelasan status guru honorer, disebut PNS belum, disebut PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) juga belum,” ujar Pengurus Bidang Hukum dan Advokasi ISPI, Cecep Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI secara daring, Rabu, 16 Juni 2021.

Ia mengatakan, sulit menentukan posisi para guru honorer. Sebab, Undang-Undang (UU) tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) juga menerapkan syarat pendidikan profesi guru (PPG) untuk bisa disebut sebagai pendidik. “Jadi betapa status guru honorer itu semacam dilema, digantung,” jelas dia.

Betapa dilema dengan status honor sekarang, adapun penghapusan ASN menjadi PPPK juga tidak memberikan solusi kepada para guru honorer. Dilansir dari jppn.com “Baru tahap pendaftaran saja sudah banyak masalah di lapangan. Mulai formasinya sangat sedikit hingga yang tidak ada formasi dan harus mendaftar di daerah lain. Belum lagi daerah-daerah yang tidak membuka CPNS dan PPPK,” kata Sigid Purwo Nugroho, Ketua Guru Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori usia 35 Tahun ke Atas (GTKHNK 35+) Provinsi Jawa Barat, kepada JPNN.com, Senin (12/7).

Disamping itu guru yang bisa mendaftar seleksi PPPK hanyalah guru guru yang terdaftar di Dapodik. Jadi untuk guru yang mengabdi di bagian Kemenag tidak memiliki peluang untuk ikut seleksi PPPK. Pengkategorian khusus bagi pelamar yang berumur 35 tahun ke atas akan mendapatkan poin lebih dari yang pelamar usianya 35 tahun ke bawah, mengakibatkan banyak guru honorer non kategori usia 35 tahun ke atas yang mengabdi di sekolah negeri jadi korban. Lain lagi pelamar umum termasuk dengan eks tenaga honorer K2 yang ikut bersaing untuk mengikuti seleksi PPPK tersebut.

Berdasar uraian di atas, semoga nasib honorer tidak semakin horor.

Semua kebijakan yang mereka tawarkan tidak benar benar memberikan solusi terhadap permasalahan ini. Berbeda jauh sekali nasib guru saat adanya daulah islam yaitu saat islam berjaya, salah satunya pada masa Khalifah Umar r.a, seorang guru akan diupah sebesar 15 dinar. Karena yang menjadi alat tukar pada saat itu adalah dinar dan dirham (emas dan perak). 

Lalu berapa rupiah kah jika 15 dinar itu kita rupiah kan?

1 dinar = 4,25 gram emas 24 karat.
1 gram emas = Rp 500 ribuan. Kita ambil saja pas Rp 500.000. Jadi, 4,25 gram emas X Rp 500.000 = Rp 2.125.000. Kemudian 15 dinar X Rp 2.125.000 = Rp 31.875.000.

Jadi, gaji seorang guru di masa Khalifah Umar adalah berkisaran Rp 31.875.000.

Begitulah islam mensejahterakan guru ketika islam diterapkan. Nasib guru akan sejahtera karena darinya terlahir anak bangsa dan cendekiawan yang akan membangun negara.

Wallahu’alam Bishawaab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SK Penugasan Tengku Erry jadi Plt Gubernur Sudah Diteken Mendagri

    SK Penugasan Tengku Erry jadi Plt Gubernur Sudah Diteken Mendagri

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo telah menandatangani surat penugasan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, menjalankan tugas gubernur, pascapenahanan Gatot Pudjo Nugroho yang berstatus tersangka kasus dugaan suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. “Setelah menerima pemberitahuan dari KPK, surat sudah kami siapkan. Prinsipnya juga sudah disiapkan. Hari ini […]

  • Dana razia dompeng tak jelas

    Dana razia dompeng tak jelas

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Dana razia dompeng (alat penambang liar) di Madina Tahun 2010 untuk triwulan II di Kantor Satuan Polisi Pamong Paraja Kabupaten Mandailing Natal (Pol-PP Madina) sebesar Rp40 juta diduga “kabur” atau tidak jelas penyalurannya terhadap anggota. Akibatnya, sejumlah anggota Satpol PP Madina yang tidak mau disebutkan identitasnya merasa dipermainkan dan dirugikan. Padahal mereka sudah […]

  • PPK Proyek Jalan Nasional di Madina Diduga Perintahkan PT Jaya Kontruksi Bongkar Ulang Bangunan Drainase Tak Sesuai Bestek

    PPK Proyek Jalan Nasional di Madina Diduga Perintahkan PT Jaya Kontruksi Bongkar Ulang Bangunan Drainase Tak Sesuai Bestek

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Proyek Draninase satu paket dengan pengerjaan jalan proyek jalan nasional yang dikerjakan oleh PT Jaya Kontruksi ( Jakon ) di Kabupaten Mandailing kerap bermasalah. Drainase jalan nasional di wilayah pidoli dolok contoh ya, meski drainase itu sudah selesai dikerjakan namun dua hari terakhir kembali di bongkar, ada dugaan PPK ( Pejabat […]

  • RKLA Bagi Sembako kepada Peserta Vaksin

    RKLA Bagi Sembako kepada Peserta Vaksin

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebagai upaya mendukung program pemerintah, Dewan Pengurus Cabang Rumah Komunikasi Lintas Agama (DPC RKLA) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) turut serta mendorong dan mengajak masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Selain itu, DPC RKLA Madina juga membagikan sembako kepada peserta vaksinasi massal yang dilaksanakan di lapangan Kantor Bupati Lama, Dalan Lidang, Jumat (18/3). Ketua […]

  • RI Tambah Utang ke Jepang

    RI Tambah Utang ke Jepang

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NUSA DUA–Indonesia kembali menambah utang luar negerinya ke Jepang. Penambahan utang luar negeri itu akan disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (10/12) disela-sela Bali Democracy Forum III 2010. Perjanjian kerjasama RI dengan Jepang akan ditandatangani Menlu RI Marty Natalegawa dengan Menlu Jepang Seiji Maihara di Westin Hotel, Nusa Dua, Jumat (10/12) pagi. Sebelum penandatangan […]

  • Ahmad Husein : Infrastruktur Kebutuhan Vital Pertumbuhan Ekonomi Rakyat Madina

    Ahmad Husein : Infrastruktur Kebutuhan Vital Pertumbuhan Ekonomi Rakyat Madina

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, Ahmad Husein Nasution menyatakan bahwa infrastruktur sangat urgen menopang pertumbuhan ekonomi rakyat. Itu diungkapkannya menjawab wartawan usai menyampaikan visi misi di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di aula hotel Rindang, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Selasa (28/1/2020). Infrastruktur dan sektor ekonomi kerakyatan merupakan dua poin prioritas utama […]

expand_less