Rabu, 2 Sep 2026
light_mode

Wajah DPR 2014-2019 tak lebih baik

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Minggu, 27 Apr 2014
  • print Cetak

JAKARTA –  Wajah Dewan Perwakilan Rakyat periode 2014-2019 diperkirakan tidak lebih baik dari DPR saat ini. Hal itu karena tidak sedikit calon anggota DPR yang terpilih lewat pemilu legislatif lalu menggunakan politik uang atau hanya mengandalkan popularitas. Sebaliknya, sejumlah aktivis DPR yang dikenal kritis dan berintegritas justru gagal masuk parlemen.

Pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Andar Nubowo, dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Jumat (25/4), memperkirakan, 30 persen dari 560 anggota DPR 2014-2019 terpilih karena faktor uang dan popularitas.

”Berdasarkan pengamatan dan diskusi dengan sejumlah politikus, 30 persen caleg yang terpilih merupakan orang yang hanya punya uang atau popularitas,” ujar dia.

Para caleg terpilih tersebut, lanjut Andar, diperkirakan tidak memiliki basis pengetahuan atau kompetensi yang cukup memadai untuk menjalankan fungsi-fungsi DPR.

Politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo, bahkan mengatakan, sebagian dari mereka yang lolos masuk parlemen periode 2014-2019 merupakan caleg amplop. Ini karena mereka menebar amplop berisi uang suap untuk masyarakat saat pemilu legislatif lalu.

”Ada yang menyebar ratusan ribu amplop berisi Rp 20.000-Rp 100.000. Ada juga sistem borongan, mereka membayar Rp 50 juta-Rp 100 juta untuk membayar 200-1.000 suara tiap desa,” ujar Bambang.

Sementara itu, sejumlah pesohor kemungkinan besar bakal lolos ke DPR. Mereka antara lain penyanyi Anang Hermansyah yang maju dari Partai Amanat Nasional dari daerah pemilihan Jawa Timur IV, Desy Ratnasari (PAN, dapil Jawa Barat IV), Ikang Fawzi (PAN, dapil Jawa Barat II), serta Rachel Maryam (Partai Gerindra, dapil Jawa Barat II).

”Pada saat yang sama, sejumlah aktivis DPR yang kritis dan punya integritas justru gagal kembali ke parlemen. Kondisi ini membuat tantangan DPR yang saat ini sering diidentikkan sebagai salah satu lembaga terkorup akan semakin berat. Wajah DPR mendatang dapat lebih buruk atau setidaknya sama dengan DPR saat ini,” tutur Andar.

Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy memaparkan, hanya lima caleg partainya dengan latar belakang artis yang lolos masuk DPR. Mereka adalah Desy Ratnasari, Ikang Fawzi, Anang Hermansyah, Eko Patrio, dan Primus Yustisio.

Tjatur mengingatkan, masyarakat tak perlu khawatir dengan kompetensi para caleg PAN yang terpilih, termasuk para pesohor. Hal itu karena mereka ditetapkan sebagai caleg setelah melalui seleksi ketat yang dilakukan partainya.

”Kami punya mekanisme perekrutan caleg. Ada tiga kali tes. Siapa pun yang ingin menjadi caleg PAN, harus lolos dalam tiga kali tes itu,” lanjut Tjatur.

Menurut Tjatur, PAN tidak melihat latar belakang profesi dalam menetapkan daftar caleg. Selain mampu melewati tiga kali ujian, kader baru bisa ditetapkan sebagai caleg jika dinilai punya konstituen atau basis massa dan memiliki kemungkinan menang dalam pemilu.

”Walaupun dia dosen, kalau tak pintar, tidak akan kami rekrut. Tapi, kalau dia figur publik dan pintar, kami rekrut. Kami lihat kemampuan, integritas, dan kompetensi,” tutur Tjajur.

Sejumlah menteri diperkirakan tidak lolos sebagai anggota DPR 2014-2019. Mereka antara lain Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin serta Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo.

Amir Syamsuddin, yang menempati nomor urut 1 di daftar caleg Partai Demokrat untuk dapil Sulawesi Tenggara, hanya mendapatkan 35.922 suara. Perolehan suara Amir dikalahkan rekan satu partainya, Umar Arsal, anggota DPR petahana, yang dipastikan kembali menjabat setelah meraih 52.650 suara.

Perolehan suara itu diketahui setelah rekapitulasi suara tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara diselesaikan Kamis (24/3) malam.

Dari hasil rekapitulasi tersebut juga diketahui, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah La Ode Ida, yang menjadi caleg nomor urut 1 dari PAN, juga gagal masuk parlemen. La Ode yang meraih 87.407 suara dikalahkan caleg PAN nomor urut 2, Asnawati Hasan, yang memperoleh 131.520 suara. Asnawati yang memastikan ke DPR adalah istri Nur Alam Gubernur Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, Roy Suryo yang maju dari dapil Daerah Istimewa Yogyakarta dikalahkan caleg lain dari partai itu, Ambar Tjahyono.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Suhardi juga gagal masuk parlemen dari dapil Daerah Istimewa Yogyakarta. Dia dikalahkan Andika Pandu, putra mantan Panglima TNI Djoko Santoso. Andika juga mengalahkan Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro, caleg Gerindra lainnya yang merupakan menantu Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X.(kompas)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Visi Misi Yusuf Nasution – Imron Lubis

    Visi Misi Yusuf Nasution – Imron Lubis

    • calendar_month Sabtu, 28 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    VISI Visi dan Misi ini dibuat sebagai pedoman dalam penetapan arah kebijakan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah serta pelayananan kepada masyarakat selama lima tahun kedepan. Adapun visi pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal Tahun 2016 – 2021         Drs. M. Yusuf Nasution, M.Si dan H. Imron Lubis, S.Pd, M.M adalah : “ TERWUJUDNYA […]

  • Kadin Sumut dan Dubes Belgia Bahas KEK Madina

    Kadin Sumut dan Dubes Belgia Bahas KEK Madina

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara hari ini membahas progres dan peluang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batahan di Mandailing Natal. Pembahasan berlangsung di kantor Kadin Sumut di Medan, Senin (24/2/2020) dipimpin Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara. Hadir antara lain Duta Besar Belgia, Stephane De Locker serta delegasinya dan […]

  • Dadang Darmawan Salahkan Hendro Susanto Terkait Lolosnya 2 Petahana KPID Sumut yang Bermasalah

    Dadang Darmawan Salahkan Hendro Susanto Terkait Lolosnya 2 Petahana KPID Sumut yang Bermasalah

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Tim seleksi calon anggota KPID Sumut periode 2021-2024 meyesalkan tuduhan negatif Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto atas lolosnya 2 petahana dengan SK yang diduga cacat hukum. Bagi timsel, orang yang tepat disalahkan justru politisi dari PKS tersebut. “Saya kira demikian,” ungkap Dadang Darmawan selaku Timsel, menyambar pertanyaan wartawan, Senin […]

  • AMP2M Pesimis Terhadap Kepemimpinan Hidayat-Dahlan

    AMP2M Pesimis Terhadap Kepemimpinan Hidayat-Dahlan

    • calendar_month Sabtu, 16 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Puluhan massa menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Madina (AMP2M) kembali melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Mandailing Natal (Madina), Komplek Perkantoran Payaloting, Selasa (12/07/2011). Dalam pernyataan sikapnya AMP2M menyebutkan, Bupati dan Wakil Bupati Madina Periode 2011-2016 H M Hidayat Batubara SE dan Drs Dahlan Hasan Nasution yang dilantik 28 Juni lalu, tugas […]

  • Pelestarian Kesenian Mandailing Masih Kurang Serius

    Pelestarian Kesenian Mandailing Masih Kurang Serius

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai masih kurang serius melestarikan kesenian asli Mandailing. Selain itu, perhatian terhadap para seniman juga masih rendah. Kondisi ini bisa berakibat buruk ke depan, yaitu hilangnya kesenian asli Mandailing, dan diperparah oleh derasnya budaya asing masuk ke daerah yang akan mempercepat kemungkinan buruk tersebut […]

  • Divonis Bunuh Pacar dari WA

    Divonis Bunuh Pacar dari WA

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      AWALNYA Si Cewek sering mendorong cowoknya untuk bunuh diri saja. Tidak berguna. Akhirnya Si Cowok benar-benar berada di tempat ketinggian. Lalu kirim WA kepada Si Cewek: selamat tinggal. Si Cewek tahu di mana lokasi di ketinggian tersebut. Itu karena tiba-tiba Si Cowok mengatur HP-nya dalam posisi on. Termasuk mengaktifkan GPS-nya. “Jangan lakukan. Stop. Dengarkan aku. Jangan […]

expand_less