Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Idris Lubis: Pemerintah Harus Segera Penuhi Hak Honorer

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
  • print Cetak

Muhammad Idris Lubis/Istimewa.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salah satu putra terbaik Mandailing Natal (Madina) menilai Pemerintah Daerah (Pemda) harus segera memenuhi hak-hak tenaga honorer yang belum diberikan untuk tahun 2022 ini.

Hal itu disampaikan pria yang bekerja di Kementerian PU PR ini menanggapi belum keluarnya gaji dan SK honorer di lingkungan Pemkab Madina sejak Desember 2021.

“Sebelumnya penuhi dulu hak-hak mereka hingga akhir tahun anggaran 2022 ini, tentu dengan standar upah minimum,” ujarnya ketika dihubungi Kamis (21/4) malam.

Tenaga Fungsional Perekayasa Ahli Madya di Ditjen Bina Marga ini menyampaikan, penerimaan tenaga honorer perlu dikaji ulang termasuk mencermati kembali adanya dugaan praktek KKN seperti yang banyak diberitakan.

Untuk itu Ketua DPD Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) ini mengusulkan beberapa hal dalam penanganan atau rekrutmen honorer.

Pertama, re-rekruitmen transparan yang dilakukan oleh lembaga independen bila perlu. Kedua, sosialisasi rekruitmen harus menggunakan standar kompetensi yang dibutuhkan oleh Pemda.

“Pemerintah harus mengajak tenaga honorer untuk siap berkompetensi dengan cara-cara cerdas, tidak ada lagi pungutan dalam penerimaan,” tambahnya.

Selain itu, Idria mengatakan, Pemda harus segera menyampaikan bahwa akan tetap mempertahankan tenaga honorer hingga akhir tahun 2022 apalagi anggaran untuk honorer sudah dianggarkan.

“Berikutnya hilangkan saling tuding dan jangan lepas tanggung jawab. Mereka selama ini telah berkiprah di Pemda Madina,” tegasnya.

Bacalon Bupati Madina pada Pilkada tahun 2020 lalu ini menyarankan agar Pemkab juga mengarahkan honorer untuk masuk melalui pintu-pintu rekrutmen PPPK dan PNS dengan memberikan bimbingan secara gratis agar bisa lulus dengan baik.

“Para tenga honorer ini perlu mendapat sosialisasi standar kompetensi yang dibutuhkan,” sebutnya.

“Pemda harus bersikap tegas, mau pahit, mau manis harus diutarakan dan jangan didiamkan,” tutupnya.

Perlu diketahui, ketidakpastian sedang menyelimuti tenaga honorer di Madina karena sejak Januari 2022 sampai hari ini mereka belum menerima SK penugasan. Akibatnya, mereka yang bekerja sejak Januari belum menerima gaji.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa yang Diharapkan dari Kedatangan Presiden Jokowi ke Madina? (bagian 2)

    Apa yang Diharapkan dari Kedatangan Presiden Jokowi ke Madina? (bagian 2)

    • calendar_month Senin, 20 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

                        Untuk itu kita berharap kepada Gubernur Sumatera Utara agar berani melakukan langkah radikal dalam mewujudkan jalur-jalur jalan tol di dua kawasan itu. Kebijakan yang selama ini dilakukan oleh para gubernur maupun bupati/walikota di kawasan ini masih di berkelas kebijakan klasik bernilai keberanian rendah dan kekuatan […]

  • Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Hidangan Kopi Mandailing di Pendaftaran Sofwat-Zubeir

    Hidangan Kopi Mandailing di Pendaftaran Sofwat-Zubeir

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hidangan kopi Mandailing mewarnai gegap gempita pendaftaran pasangan Sofwat-Zubeir di KPU Madina, Sabtu (5/9/2020). Tim membagikan minuman kopi kebanggan Mandailing itu kepada para seribuan simpatisan di halaman gedung KPU Madina. Suguhan kopi Mandailing ini menggambarkan visi pasangan calon Sofwat-Zubeir sangat kuat terhadap upaya pengembangan perkebunan kopi Mandailing di Mandailing Natal (Madina). […]

  • Rektor UMTS Diperiksa Penyidik Tipiter

    Rektor UMTS Diperiksa Penyidik Tipiter

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Rektor UMTS Michwar Zaini diperiksa penyidik Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Sumut, Rabu (8/2/2012) sebagai saksi terlapor atas dugaan data tesis palsu. Pemeriksaan Michwar Zaini itu disampaikan Kasubdit Tipiter Direktorat Reskrimsus Polda Sumut AKBP Yusuf Rizal saat ditanya Tribun terkait perkembangan kasus yang semula dilaporkan LSM Partabagsel. “Itu kita masih periksa rektornya. Pak […]

  • Serap Aspirasi Tanpa Sekat, Cabup Harun Mustafa Nasution Marlopo Disipolu Polu

    Serap Aspirasi Tanpa Sekat, Cabup Harun Mustafa Nasution Marlopo Disipolu Polu

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ) : pagi ini Kamis 17/10/204 Calon Bupati Madina nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution marlopo di Jalan Bermula Sipolu polu Panyabungan untuk serap aspirasi. ” Ngopi di daerah sipolu polu biasa bagi saya, tidak hanya saat sekarang, waktu saya duduk di DPRD Sumut asal pulang kampung pagi pagi saya ngopi […]

  • Seluruh Kader PPP Madina Harus Menghormati PTUN Jakarta

    Seluruh Kader PPP Madina Harus Menghormati PTUN Jakarta

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mandailing Natal (Madina) Ahmad Rijal Lubis dan M Ridwan Lubis, Senin (2/3) menghimbau semua kader PPP Madina menghormati keputusan PTUN Jakarta. PTUN Jakarta pada Rabu (25/2) membatalkan SK Kemenkumham, bernomor M.HH-07.AH.11.01/2014 yang menguatkan Romy sebagai ketua umum lewat Mukhtamar PPP di Surabaya. “Putusan PTUN […]

expand_less