Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Ironi Negeri Hukum, Aparat Penegak Hukum Langgar Hukum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd
Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyakarat

 

Awal Desember kembali masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus yang sangat miris dan mengiris hati dengan viralnya kasus oknum polisi yang menghamili dan memaksa pacarnya aborsi hingga berujung pada bunuh diri dari sang korban. Atas kejadian ini, luapan emosi dan keprihatinan netizen ramai diungkapkan di medsos, hingga tagar #SAVENOVIAWIDYASARI dan #percumalaporpolisi menjadi trending topic di Twitter pada Senin (6/12) usai netizen riuh merespons kasus bunuh diri salah satu mahasiswi perguruan tinggi negeri di Jawa Timur, Novia Widyasari.

Kasus bunuh diri Novia tersebut melibatkan anggota Polres Pasuruan, Bripda Randy Bagus Hari Sasongko yang merupakan kekasih korban. Berdasarkan keterangan kepolisian, Novia ditemukan tewas di dekat makam ayahnya, Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (2/12). Atas desakan publik, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan jajarannya akan mengusut kasus kematian mahasiswi Novia Widyasari Rahayu. Hal tersebut dikatakan Sigit melalui cicitan di akun resmi Twitter-nya @ListyoSigitP menanggapi laporan dari akun @Ayang_Utriza. “Terima kasih informasinya, saat ini permasalahan sedang dalam penanganan Polda Jawa Timur,” ujar Sigit pada Sabtu (4/12). Kabar terakhir diberitakan bahwa Bripda Randy Bagus Hari Sasongko diketahui telah dipecat secara tidak hormat dan ditahan karena keterlibatannya dalam kasus kematian sang kekasih Novia Widyasari yang tewas bunuh diri.

Kasus ini juga mendapat sorotan dari pengamat kepolisian dari Institut for Security an Strategic Studies (ISeSS) Bambang Rukminto yang menanggapi terkait kasus kematian Novia Widyasari yang bunuh diri karena diperkosa dan dipaksa aborsi oleh mantan pacarnya yang merupakan anggota polisi di Polres Pasuruan. Menurut dia, yang bisa membuat efek jera bagi anggota yang melanggar aturan adalah pemberhentian dengan tidak hormat. “Lembaga kepolisian tidak usah segan-segan untuk membuang anggota yang tidak memiliki moral seperti itu,” katanya saat dihubungi Republika, Ahad (5/12).

Ya, kasus kekerasan kepada perempuan, baik fisik maupun psikis oleh anggota polisi seperti itu tidak bisa dibiarkan. Kalau anggota polisi sudah tidak mempunyai tanggungjawab melindungi dan mengayomi kepada sosok perempuan artinya tidak bisa lagi diharapkan untuk melindungi masyarakat yang lebih luas. Maka tak cukup hanya memecat secara tidak hormat kepada aparat hukum yang melanggar hukum, namun harus lebih dari itu, ada sanksi hukum yang berat dan dapat membuat jera bagi siapa saja yang melakukan kejahatan seperti itu agar kasus seperti ini tak lagi terulang. Terlebih ini yang melakukan adalah oknum kepolisian yang tahu hukum, namun sangat disayangkan berperilaku amoral, jauh dari tuntunan agama dan merusak nama institusi kepolisian sendiri.

Maka dari sekian banyak kasus kekerasan seksual yang bukan kali ini saja terjadi di negeri ini dan seakan seperti gunung es tidak lain dan tidak bukan adalah akibat gaya hidup bebas buah diterapkannya sistem kapitalisme. Sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan yang menjadi asas dari sistem ini yang melahirkan generasi-generasi yang jauh dari aturan agama. Bahkan aktivitas pacaran adalah suatu hal yang dianggap biasa di dalam sistem ini, padahal sudah jelas bahwa Islam melarang segala aktivitas yang dapat menjerumuskan kepada kemaksiatan.

Maka sudah saatnya negeri ini mengevaluasi dan muhasabah untuk negeri. Segala bentuk kemaksiatan dan permasalahan bangsa mesti segera dicari solusi hingga akarnya. Agar kasus seperti ini tak terus terjadi dan merusak umat ini. Tentu dengan kembali pada aturan Islam. Menjadikan ketakwaan bagi seluruh rakyat adalah modal utama perbaikan seluruh aparatur negara dan bangsa ini. Lebih dari itu mesti kembali pada aturan sistem hukum Islam yang berasal dari Allah SWT untuk mengatur negeri ini. Sebab jalan ini adalah jalan mulia dan kebaikan meraih keberkahan untuk negeri ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTQ XV, Panyabungan Timur Juara Umum

    MTQ XV, Panyabungan Timur Juara Umum

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kecamatan Panyabungan Timur keluar sebagai juara umum pada  Mushabaqoh Tilawatil Quran ke XV tingkat kabupaten di Panyabungan, Mandailing Natal. Juara  II ditempati Kecamatan Panyabungan. Juara III Kecamatan Tambangan. MTQ yang diselenggarakan selama 3 hari dan ditutup pada Jum’at (29/4) itu memperlombakan 10 cabang untuk kategori putra, 10 cabang kategori putrid dan 10 […]

  • Kepdes 6 Bulan Tak Digaji, Akibat Keterlambatan Desa

    Kepdes 6 Bulan Tak Digaji, Akibat Keterlambatan Desa

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gaji kepala desa yang tersendat sejak Januari 2013, akibat keterlambatan pihak desa sendiri. Itu terungkap saat sejumlah kepala desa dari Kecamatan Siabu bertemu dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Daud Batubara, Rabu (24/7/2013) di ruang kerja Sekda. Usai pertemuan itu, beberapa kepala desa menjawab wartawan menyatakan bahwa keterlembatan pencairan gaji […]

  • Alfamart dan Kegelisahan Pedagang Kecil

    Alfamart dan Kegelisahan Pedagang Kecil

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Laju pertumbuhan ekonomi terus menggeliat di kota Panyabungan mendongkrak persaingan usaha yang semakin keras. Berbagai upaya dilakukan para pelaku bisnis dari distribusi hingga retail guna memasarkan produknya kepada konsumen. Kabar akan berdirinya 5 Alfamart di Panyabungan mulai memunculkan kegelisahan di kalangan pedagang kecil. Kehadiran Alfamart dinilai lambat laun akan menggusur kegiatan pedagang eceran dan distribusi […]

  • Pangdam: Penembakan di Aceh tak ganggu pilkada

    Pangdam: Penembakan di Aceh tak ganggu pilkada

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEULABOH – Panglima Kodam Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Adi Mulyono menegaskan bahwa aksi penembakan yang menewaskan warga Aceh di malam pergantian tahun baru 2012 tidak terkait unsur politik pemilukada. “Saya tegaskan aksi penembakan yang terjadi selama ini sama sekali tidak mengarah untuk menganggu berlangsungnya pemilukada di Aceh,” katanya tadi malam. Pernyataan tersebut menanggapi adanya […]

  • 4 Sekdes Bimtek di Medan

    4 Sekdes Bimtek di Medan

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGBOLAK-Dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi tugas Pokok dan Fungsi sekretaris desa (sekdes), empat sekdes diberangkatkan selama tiga hari (28-30/9) mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Hotel Citra Medan. Keempat sekdes tersebut yakni, Sekdes Portibi Julu (Maratimbul Harahap), Sekdes Siunggam Julu (Irdan Daulay), Sekdes Saba Sitahul-tahul (Endar Muda) dan Sekdes Hambiri (Mara Ganti Harahap). Hal tersebut diungkapkan, […]

  • Sedikitnya 700 Warga Siabu Nonton Bersama Film G 30 S PKI

    Sedikitnya 700 Warga Siabu Nonton Bersama Film G 30 S PKI

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        SIABU (Mandailing Online) – Sedikitnya 700 warga Kecamatan Siabu, Mandailing Natal nonton bersama film G 30 S PKI di halaman kantor Koramil 12/Siabu, Jum’at malam (22/9/2017). Acara nonton bersama sejak pukul 21.00 WIB itu bukan saja memadati halaman kantor Koramil, tetapi meluber hingga ke pinggiran jalan raya menyebabkan kenderaan yang melintas harus melambat. […]

expand_less