Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Rekaman Suara “Osama” Ancam Prancis Pemerintah Prancis menanggapi ancaman ini dengan sangat serius.

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
  • print Cetak

Stasiun televisi berita Al-Jazeera, Rabu 27 Oktober 2010, menyiarkan rekaman seseorang, yang diduga adalah suara Osama bin Laden, pemimpin jaringan teroris al-Qaeda.

Dalam rekaman tersebut, bin Laden memperingatkan pemerintah Prancis menarik tentaranya dari Afghanistan dan mencabut larangan pemakaian burqa.

“Jika kalian ingin menindas kami dan berpikir bahwa kalian berhak melarang wanita mengenakan burqa, berarti kami juga berhak untuk mengusir tentara pendudukan kalian dari tanah kami dan menebas leher mereka semua,” ujar rekaman suara itu seperti yang juga dilansir dari laman stasiun televisi CNN.

“Satu-satunya cara untuk mengamankan negara dan tetap menjaga keamanan kalian adalah dengan menarik semua ketidakadilan dan pembatasan yang kalian terapkan kepada orang-orang kami, dan yang terpenting adalah menarik semua tentara kalian dari perang hina Bush di Afghanistan,” lanjut rekaman itu.

Rekaman tersebut hanya terdiri dari suara saja, tanpa rekaman visual. Belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa rekaman itu adalah benar-benar suara Osama bin Laden. Namun, para ahli intelijen AS mengatakan bahwa belum pernah ada rekaman palsu suara bin Laden sebelumnya.

“Jika kalian membunuh kami, kalian juga akan kami bunuh. Jika kalian memenjarakan kami, kalian akan kami penjarakan, dan jika kalian mengancam keamanan kami, kami juga akan mengancam keamanan kalian. Pelaku ketidakadilan adalah penjahat yang sebenarnya,” lanjut rekaman tersebut.

Belum ada komentar lansung dari pemerintah Prancis, namun pengamat teror CNN, Paul Cruickshank, mengatakan bahwa pemerintah Prancis akan menanggapi ancaman ini dengan sangat serius.

Anggota parlemen Prancis dari partai UMP, Lionel Lucas, mengatakan bahwa pemerintah sudah seharusnya menanggapi ancaman ini dengan serius dan tidak menyerah pada teroris.

“Jika kita lemah, maka kita akan semakin rapuh dan semakin menjadi sasaran dari teroris ini. Jadi kita harus tetap tegas dan ketegasan terkadang sulit dan menyakitkan,” ujar Lucas pada siaran radio RTL.

Saat ini, Prancis memang tengah bersiaga menghadapi ancaman serangan teror. Warna merah yang tercantum pada tingkat ancaman teror di Prancis adalah yang kedua tertinggi.

Sebelumnya, menara Eiffel telah dievakuasi dua kali dalam sebulan terakhir karena ancaman bom melalui telepon. Serangan terorisme yang diduga sedang dirancang untuk menyerang Eropa, disinyalir akan serupa dengan serangan teror di Mumbai pada 2008 lalu yang menewaskan lebih dari 100 orang. (umi)
Sumber :VIVAnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesawat RI-1 beda dengan Air Force One

    Pesawat RI-1 beda dengan Air Force One

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sekretaris Menteri Sekretaris Negara Lambock V Nahattands menegaskan interior kabin yang terdapat pada pesawat kepresidenan tidak akan menjadi semewah yang banyak diperkirakan. “Pesawat ini memang tidak dirancang untuk menjadi sebagaimana sebuah pesawat pribadi khusus,” katanya tadi malam. Menurut Lambock, pesawat kepresidenan memang dipastikan akan dirancang untuk menempatkan ruangan khusus untuk presiden ataupun wakil […]

  • Air PAM Tirta Madina 2 Minggu Tak Ngalir, Kinerja Managemen Dipertanyakan

    Air PAM Tirta Madina 2 Minggu Tak Ngalir, Kinerja Managemen Dipertanyakan

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Pelanggan Perusahaan Air Minum ( PDAM ) Tirta Madina mulai mengeluh, pasalnya 2 pekan terakhir, pelanggan di wilayah perumahan cemara, dalan lidang, parbangunan dan panyabungan jarang menikmati aliran air dari PDAM Tirta Madina. Siketahui kebutuhan akan air ini merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap manusia. Namun tampaknya hal ini tidak bagi […]

  • DPP IMA Madina awasi ketat kinerja Panwaslu

    DPP IMA Madina awasi ketat kinerja Panwaslu

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – DPP IMA Madina akan mengawasi ketat kinerja Panwaslukada Madina menjelang coblos ulang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Madina pada 24 April 2011. Karenanya, IMA Madina memintak Panwaslu melaksanakan tugasnya dengan baik demi terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan tidak ada kecurangan. Demikian disampaikan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Ahmad Irwandi […]

  • Madina Bakal Peroleh 2000 Unit Listrik Tenaga Surya

    Madina Bakal Peroleh 2000 Unit Listrik Tenaga Surya

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Kabupaten Madina bakal memperoleh listrik tenaga surya sebanyak 2000 unit. Rencananya akan dipasang sebagai penerangan jalan di 23 kecamatan. Terutama jalan-jalan yang belum dimasuki jaringan kabel PLN. Ini merupakan bantuan jenis hibah dari Lembaga Pengelolaan Proyek Badan Kongres Internasional Forum Budaya dan Warisan Dunia (LPP-BIFBWD) untuk Madina (Mandailing Natal). Kepastian hibah […]

  • Warga Minta Kades Hutatinggi Sebut Nama Penerima Fee Bantuan Pembangunan Masjid Nurul Iman

    Warga Minta Kades Hutatinggi Sebut Nama Penerima Fee Bantuan Pembangunan Masjid Nurul Iman

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): – Kasus pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) Masjid Nurul Iman di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi isu liar di kalangan masyarat setelah munculnya pengakuan Kepala Desa yang memberikan fee terhadap oknum untuk memuluskan pencairan dana bantuan senilai Rp.400.00.000. Warga desa meminta panitia pembangunan membuat […]

  • Merebut Kembali Sumberdaya Alam Indonesia

    Merebut Kembali Sumberdaya Alam Indonesia

    • calendar_month Selasa, 9 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Dikutip dari : website Hizbut Tahrir Indonesia Banyak warga Indonesia yang tidak menyadari bahwa negeri ini telah lama dicengkeram oleh sistem ekonomi neoliberalisme. Mereka hanya tahu kalau ekonomi Indonesia adalah ekonomi kerakyatan. Itu hanyalah slogan kosong. Apakah neoliberalisme itu? Neoliberalisme adalah wujud pembaruan dari paham ekonomi liberalisme yang telah ada sebelumnya. Ekonomi neoliberalisme […]

expand_less