Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Agar Guru Semakin Maju

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
  • print Cetak


Peringatan Hari Guru tahun ini merupakan momen penting dimana para guru mendapatkan tiga kado ulang tahun, yaitu pertama, dileburnya Dirjen PMPTK menjadi Badan Pengembangan Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan.

Kedua, dikeluarkannya Permendiknas No.28 tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah dan madrasah akan diangkat oleh pusat tidak lagi diangkat oleh walikota. Sedangkan kado yang ketiga adalah upaya pemerintah dalam memberdayakan guru agar benar-benar berkembang secara profesional dengan meningkatkan kualifikasi, kompetensi, kesejahteraan dan perlindungan bagi mereka sebagaimana diamanatkan dalam UU No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan PP No.74 tahun 2008 tentang guru.

Memang salah satu masalah guru yang banyak menjadi perhatian publik dan pantas dicatat di Hari Guru tahun ini adalah masalah sertifikasi. Pemerintah dan pihak sekolah sibuk dengan sertifikasi guru sehingga kurang memberikan perhatian terhadap persoalan-persoalan lebih besar terutama menyangkut peningkatan kualitas pendidikan.

Hal ini seakan membenarkan stigma, persoalan sertifikasi guru menyempit ke masalah kesejahteraan. Pembicaraan berkisar pada kecilnya gaji, banyaknya pungutan, rendahnya integritas, tunjangan profesi yang kecil. Pendek kata, bolak-balik soal kesejahteraan dan kemiskinan. Karena itulah, para guru dengan berbagai cara berburu untuk bisa lolos sertifikasi. Dengan lulus sertifikasi ini, mereka akan mendapatkan tambahan satu kali gaji setiap bulannya.

Memang masalah kesejahteraan merupakan persoalan penting. Namun, dia bukanlah persoalan satu-satunya dalam konteks profesi keguruan. Di luar masalah kesejahteraan, masih banyak persoalan penting lainnya. Sungguh tidak adil jika seluruh kesalahan dan beban ditimpakan kepada guru. Mereka juga manusia biasa yang membutuhkan penghargaan sepantasnya, baik dalam bentuk imbalan gaji maupun kenaikan pangkat. Sanjungan ”pahlawan tanpa jasa” tidak cukup apabila kehidupan guru masih miskin.

Peringatan Hari Guru Nasional hendaknya dijadikan momentum, tidak sekadar persoalan kesejahteraan, juga bagaimana membuat negara ini cemerlang karena gurunya cerdas dan bermoral. Guru merupakan salah satu faktor yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan dan meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik bagi masa depan bangsa.

Dalam UU Guru dan Dosen diamanatkan, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Masalah profesionalitas guru menjadi keprihatinan bersama tanpa menafikan kenyataan perlunya perbaikana kesejahteraan. Profesionalitas berurusan dengan kompetensi bidang pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesionalitas. Keempat kompetensi itu bisa diperoleh melalui pendidikan khusus profesi sesuai dengan Pasal 8 UU Guru dan Dosen, dan juga lewat pengakuan jam terbang mengajar.

Di balik persoalan sertifikasi, guru kita harapkan memainkan perannya dalam hal pengadaan buku-buku pelajaran yang berkualitas bagi peserta didik. Selama ini yang menjadi sorotan masyarakat hanya dari sisinya, terutama pada setiap tahun ajaran baru. Bisnis buku pelajaran seakan menjadi ”hantu” di setiap tahun ajaran baru bagi para orangtua siswa karena ia menjadi tambahan pengeluaran yang jumlahnya tidak sedikit.

Namun yang terpenting juga menurut hemat kita adalah bagaimana mengimplementasikan ketiga kado ulangtahun. Dengan pengimplementasikan ketiga persoalan itu paling tindak jalan mulus untuk perbaikan dunia pendidikan akan semakin mulus.****
Penulis : Edy Rachmad
Sumber : Waspada e news

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyongong Idul Fitri dan Aktualisasi Takwa

    Menyongong Idul Fitri dan Aktualisasi Takwa

    • calendar_month Senin, 4 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhbib Abdul Wahab Ramadhan merupakan sebuah sistem pendidikan Rabbani yang sangat efektif bagi pembentukan kesadaran diri dan karakter mulia. Pendidikan Ramadhan bersifat holistic integrative dan komprehensif, meliputi: pendidikan spiritual, sosial, intelektual, akhlak (moral), fisik, kesehatan, ekonomi, politik, dan budaya. Tujuan pendidikan Ramadhan adalah mengatualisasikan takwa pada diri mukmin yang berpuasa dalam kehidupan sehari-hari. Ibarat […]

  • 2011, peran Polri dipertanyakan

    2011, peran Polri dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 1 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kepolisian Negara RI sebagai pelindung, pengayom dan pelindung masyarakat dalam menjalankan tugas mulia tersebut kerap masih mendapat hujatan dari segelintir warga. Terutama bila mengambil tindakan yang bersinggungan dengan masyarakat, bahkan sampai ada jatuhnya korban jiwa. Beberapa kasus pengamanan yang kerap terjadi bentrok antara polisi dengan warga yang melakukan tindakan membahayakan kepentingan bagi masyarakat […]

  • PDB Madina dan Institusi Bisnis

    PDB Madina dan Institusi Bisnis

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan Ringkas : RAJA BANGUN NASUTION   PDB Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berada di peringkat tertinggi dari 33 Kabupaten/kota di Provinsi Sumut dengan skor ; 6,09. Posisi Kota Gunungsitoli menuyusul Madina, yakni skor ; 6,01. Sedangkan daerah lainnya rata-rata anjlok di angka 5. Dari sisi laju pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dari tahun 2013, […]

  • Rambin Menuju 5 Desa di Kotanopan Lapuk

    Rambin Menuju 5 Desa di Kotanopan Lapuk

    • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Rambin yang menguhubungkan jalur Lintas Sumatera dengan 5 desa di Kotaopan, Mandailing Natal, sudah lapuk dan berbahaya. Warga berharap ada perbaikan dari Pemkab Mandailing Natal. Rambin yang terletak di Desa Hutarimbaru ini dibangun sejak 1980-an, kondisinya lapuk dan terkesan dibiarkan keropos termakan usia. Bagi mereka yang tak biasa, berjalan di atasnya […]

  • Relawan Penanggulangan Bencana  Dibentuk

    Relawan Penanggulangan Bencana Dibentuk

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 15 elemen mayarakat membentuk forum Relawan Penanggulangan Bencana, Kamis (31/10/2013) sore di aula STAIM, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Forum ini berfungsi membantu pemerintah daerah dalam menanganai bencana alam di daerah itu. Forum ini juga segera akan membentuk ranting di 23 kecamatan di Madina. Madina termasuk daerah rawan bencana alam diantara […]

  • IPB Kampus Padang Lawas Terima Mahasiswa Baru

    IPB Kampus Padang Lawas Terima Mahasiswa Baru

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIBUHUAN (Mandailing Online) – Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) yang dibuka di Kabupaten Padang Lawas, menerima mahasiswa baru 2017 untuk Diploma (DIII) jurusan Perikanan, Peternakan dan Perkebunan. Bagi siswa  SMA/ SMK sederajat yang ingin mendaftarkan diri untuk masuk di PSDKU IPB, dapat mendaftar secara online dengan alamat […]

expand_less