Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

Wisata Sampuraga Destinasi Yang Akan Menggeliat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2020
  • print Cetak

Lokasi wisata Sampuraga harusnya menjadi destinasi di kawasan Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Sama seperti destinasi Malin Kundang di Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat.

Ketika saya membawa rombongan Mandailing Malaysia ke objek wisata Malin Kundang ini pada November 2019, destinasi ini dikunjungi banyak wisatawan lokal dan asing.

Saat itu kawan saya wartawan Harian Haluan kepada saya mengungkapkan bahwa laporan Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kota Padang mencatat Pendapatan Asli Daerah dari retribusi karcis Pantai Air Manis mencapai 2,4 milyar Rupiah pertahun pada tahun 2018. Peningkatan itu setelah dibukanya akses jalan baru dari Bukit Gado-Gado.

Itu belum pendapatan pedagang kuliner dan cindramata, penyewa kenderaan di lokasi, hunian hotel dan belanja wisatawan di kota Padang.

Wisata Sampuraga yang terletak di Sirambas, Panyabungan Barat ini juga sejatinya memiliki daya pikat menarik wisatawan dari berbagai daerah di Sumut atau dari berbagai provinsi tetangga karena folk story Sampuraga sudah sedemikian luas sebarannya dan keterkenalannya.

Hanya saja selama ini tak ditangani dengan serius dan baik.

Promosi selama ini nyaris nihil. Akses jalan dari Jalan Lintas Sumatera tak dihiraukan. Pun dari jalur Panyabungan-Longat ke lokasi Sampuraga juga tak diperhatikan.

Di dalam lokasi pun tak ditangani. Titik-titik kubangan-kubangan air panas sebagai “bukti” sisa peninggalan “peristiwa” karam “kerajaan Sampuraga” juga tak memiliki keamanan dan tak dikeruk dengan baik untuk menghasilkan semburan air panas.

Pun, replika bagunan istana Sampuraga harusnya juga tersedia. Termasuk taman-taman yang indah disertai jalan setapak dan bangku bangku duduk pengunjung.

Secara eksterior, aliran sungai yang melitasi lokasi Sampuraga ini juga sejatinya juga ditata sebagai pendukung wisata.

Tapi, nampaknya destinasi wisata Sampuraga ini bakalan berubah. Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution dalam beberapa hari terakhir mulai menata lokasi Sampuraga ini.

Bahkan lokasi ini telah menjadi lokasi begadang beliau. Itu sebagai indikasi bahwa beliau akan mengembangkan wisata Sampuraga sebagai destinsi penting di Madina untuk kawasan Panyabungan raya.

Dalam beberapa arahan di lokasi, bupati menekankan setidaknya tiga aspek bagi pengembangan lokasi wisata ini.

Pertama, akses jalan yang akan diperlebar. Kedua, pengaman titik kubangan air panas agar tak membahayakan anak-anak. Ketiga, bangunan “istana Sampuraga”.

Tiga poin itu memang sangat vital. Tentunya interior di lokasi juga diyakini akan juga digarap beliau. Bukankah polesan daya seni yang beliau miliki telah mampu merubah Taman Raja Batu dari semak belukar manjadi keindahan?

Munculnya keseriusan beliau terhadap wisata Sampuraga ini diyakini akan merubah lokasi Sampuraga menjadi destinasi yang memikat dan menarik banyak pengunjung kelak.

Dan ini akan berdampak positif secara rantai ekonomi di kawasan itu dan Panyabungan secara umum.

Rantai ekonomi itu meliputi jasa transportasi, perdagangan kuliner dan cindramata serta jenis daganan lainnya, hunian hotel serta belanja-belanja wisatawan selama berada di Madina.

Sejalan dengan itu, Komisi 1 DPRD Madina sangat meresfon dan memandang positif terhadap pembenahan lokasi Sampuraga ini.

Ketua Komisi 1, Sobir Lubis yang sudah mengunjungi lokasi ini menyatakan sangat mengapresiasi perhartian bupati terhadap wisata Sampuraga.

Komisi 1 yang juga membidangi pariwisata melihat potensi wisata Sampuraga memilik daya pikat sebagai destinasi karena legenda Sampuraga sudah masyhur sehingga menjadi salah satu titik destinasi yang patut untuk dikembangkan. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peneliti YRKI: Ada Yang Salah Dalam Tata Kelola Desa

    Peneliti YRKI: Ada Yang Salah Dalam Tata Kelola Desa

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PADANGSIDIMPUAN (Mandailing Online) -Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) kembali menyoroti perkembangan Desa setelah 5 tahun berlangsungnya pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Peneliti YRKI, Agus Anwar Sipahutar, SH.I, MH menyebutkan bahwa salah satu pertimbangan dikeluarkannya UU Desa tersebut adalah untuk memberdayakan agar menjadikan Desa itu menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis, […]

  • Gudang Milik Desa Sikara-Kara IV Terbakar

    Gudang Milik Desa Sikara-Kara IV Terbakar

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Gudang milik Desa Sikara-kara IV Kecamatan Natal, Mandailing Natal terbakar, Rabu (27/9/2017). Sementara kantor kepala desa yang berada disebelahnya turut dijilat apai. Belum diketahui penyebab kebakaran. Kondisi gudang yang berdinding papan hangus total. Informasi dari Sekretaris Desa Sikara-kara IV, Hendra menyebutkan kebakaran terjadi sekira pukul 3.30. Api dapat terpadamkan satu […]

  • Adi Mansar Menilai Soal Jabatan Kepala Daerah Perlu Ada Aturan Khusus 

    Adi Mansar Menilai Soal Jabatan Kepala Daerah Perlu Ada Aturan Khusus 

    • calendar_month Rabu, 26 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)- Masa pengabdian Kepala Daerah dalam Pemilu Kada tahun 2020 yang lalu tampaknya menyampingkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 22 E yang mengatur tentang pelaksanaan Pemilu. Hal ini diungkapkan oleh DR, Assoc Adi Mansar SH. MHum dalam melihat singkatnya masa jabatan Bupati/Wakil Bupati hasil Pemilu Kada tahun 2020 yang lalu. Menurut Adi Mansar, […]

  • Bentuk Rasa Syukur, SMSI Madina Berbagi Nasi Kotak

    Bentuk Rasa Syukur, SMSI Madina Berbagi Nasi Kotak

    • calendar_month Jumat, 15 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Sebagai bentuk rasa syukur setahun Serikat Media Siber Indonesia ( SMSI ) berdiri di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ), pengurus bagikan nasi kotak kepada jamaah masjid usai sholad jum’at 15/9/2023. Pembagian nasi kotak ini dilakukan di dua Masjid yang berbeda yakni Mesjid Agung Nur Ala Nur dan Mesjid Raya Al Qurro’ […]

  • Terkait Penangkapan Anggota LSM di Kotanopan

    Terkait Penangkapan Anggota LSM di Kotanopan

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LSM itu mitra pemerintah, ya. Tapi bukan pemerintah, apalagi merasa jadi aparat pemerintah. Karena itu ia disebut NGO (Non Governmental Organization). Tegas sekali istilah itu. Kalau swadaya artinya tenaga sendiri, iklas bekerja membantu orang, tidak minta imbalan. Ia mitra pemerintah untuk mendorong program pemerintah agar lebih cepat progresnya. Misalnya membina kelompok tani, pemulihan lingkungan alam, […]

  • Polisi: Bom Poso Berdaya Ledak Rendah

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Palu, – Juru Bicara Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno mengatakan ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolres Poso, Senin pagi, berdaya ledak rendah. “Meski tubuh pelaku hancur dan kendaraannya rusak, bangunan di sekitar tidak terkena dampaknya,” kata Soemarno kepada wartawan di Palu, Senin.  Dia mengatakan bahwa bom tersebut memang mematikan jika terdapat orang yang […]

expand_less