Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

PETI di Kelurahan Tapus Madina, Keplor Minta Kapolres Hadir Kelokasi

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
  • print Cetak

Alat berat milik penambang emas ilegal saat beroperasi di bekas lahan PT.Madina Madani Maining di Kelurahan Tapus, Kecamatan Lingga Bayu, Madina ( ist )

MADINA ( Mandailing Online ): Penambangan emas tanpa izin (PETI) pada bekas lahan PT Madina Madani Mining (PT M3) di Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal terus beroperasi. Polsek setempat tampaknya tak berkutik menghentikan aktifitas ilegal tersebut.

Dengan menggunakan alat berat jenis excapator, para penambang emas ilegal itu leluasa mencuri harta negara tersebut.

Perludiketahui, PT M3 merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Bauksit yang berlokasi di Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu, namun setelah lahan bekas tambang Bauksit itu ditinggalkan oleh pemegang IUP, tidak kunjung dilakukan reklamasi.

Permasalahan baru muncul dengan adanya aktivitas operasi penambangan emas tanpa izin (PETI) dengan menggunakan alat jenis excavator dan juga mesin penghisap atau yang lazim dikenal dongfeng.

Lokasi yang digarap pelaku ilegal maining ini juga merupakan lokasi yang kerap menelan korban jiwa. Pada 2022 lalu, lokasi tambang emas ilegal itu pernah menelan korban jiwa sebanyak 12 orang.

Bahkan dilokasi bekas lahan PT M3 yang ditinggalkan ini telah sering terjadi longsong yang menelan korban jiwa, berdasarkan catatan jurnalis, korban jiwa tertimbun longsor dilokasi pernah mencapai belasan orang.

Lurah Tapus Rahmad Rajudin yang dikonfirmasi seputar aktifitas tambang emas ilegal diwilayahnya mengaku tidak tau ada aktifitas tambang di wilayahnya.

” saya ga pernah ke sana dan tidak tau apakah ada akfitas tambang emas ilegal disitu,” kata Rahmad Rajudin.

Ia menambahka bahwa lahan Bekas perusahaan M3 sebenarnya ada dua salah satunya dikelurahan Tapus dan satunya lagi di wilayah pulopadang. Ia mengarahkan wartawan untuk konfirmasi ke Ketua Lorong.

“silahkan konfirmasi ketua lorong saja kalau terkait tambang nya,” kata Lurah.

Sementara itu, ketua lorong Kelurahan Tapus Pamiluddin yang dikonfirmasi seputar tambang emas ilegal tersebut membenarkan bahwa aktifitas tambang tersebut ada.

” Saya hanya membenarkan ada nya tambang ilegal, kalau untuk titik lokasi nya saya tidak tahu pak, saya berharap pak kapolres hadir ke lokasi seperti yang di kotanopan,” tegas Pamiluddin.(red/ fikri )

 

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow!!! 800 Ribu Remaja Aborsi

    Wow!!! 800 Ribu Remaja Aborsi

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diperkirakan setiap tahun jumlah aborsi di Indonesia mencapai 2,4 juta jiwa. Parahnya, 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja. Demikian data yang dikeluarkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2010 ini. Ini mengiringi data lain yang tak kalah mencengangkan. Disebutkan, sekitar 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan hubungan seks pranikah. “Artinya dari 100 […]

  • BIN : 2 polisi dibunuh sejak 5 hari lalu

    BIN : 2 polisi dibunuh sejak 5 hari lalu

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman mengatakan, dua polisi di Poso tewas dibunuh kelompok Jamaah Anshorut Tauhid (JAT). “Mereka ini memang diduga JAT, sementara dugaan seperti itu,” ujar Marciano, di Kantor Presiden, Jakarta, hari ini. Namun polisi hingga saat ini belum dapat menangkap pelaku pembunuhan yang diduga dilakukan kelompom […]

  • PT Sorikmas Mining Bantu Korban Banjir
    Tak Berkategori

    PT Sorikmas Mining Bantu Korban Banjir

    • calendar_month Rabu, 1 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PT. Sorikmas Mining yang diwakili oleh Senior comrel officer Hidayat Harahap Selasa (30/4) kemarin memberikan bantuan korban banjir Panyabungan. Bantuan yang berupa 10 sak beras, 10 karton benteng sardines,30 kardus air mineral, dan 30 kardus mie instant ini diserahkan ke Posko Penanganan Bencana Kabupaten Mandailing Natal BPBD Madina Kayu jati Panyabungan yang diterima oleh Paryanti […]

  • Capaian Vaksinasi Rendah, MPC PP Madina Gelar Vaksinasi Massal

    Capaian Vaksinasi Rendah, MPC PP Madina Gelar Vaksinasi Massal

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Capaian target vaksinasi di Mandailing Natal (Madina) masih rendah. Ini dibuktikan dengan penetapan PPKM level 3 melalui Inmendagri nomor 54. Padahal yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Madina nihil. Hal ini membuat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Madina tergerak untuk melakukan vaksinasi massal sebagai upaya membantu pemerintah dalam mencapai kekebalan […]

  • Aliansi Mahasiswa Aksi di Pomdam I/BB, Desak TNI Tindak Oknum Diduga Lindungi PETI Madina

    Aliansi Mahasiswa Aksi di Pomdam I/BB, Desak TNI Tindak Oknum Diduga Lindungi PETI Madina

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN|| Mandailing Online – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara Berkah menggelar aksi unjuk rasa di depan Pomdam I/Bukit Barisan, Medan, Selasa (19/5/2026). Aksi diikuti Koordinator Madina, JMI, dan Gempet SU. Massa menyoroti maraknya Pertambangan Tanpa Izin di Mandailing Natal yang dinilai terbuka, berulang, dan menimbulkan korban jiwa. Wilayah yang disebut meliputi Batang Natal, Lingga […]

  • Ini Sengketa Pilkada Gunung Mas yang Berujung Penangkapan Akil Mochtar

    Ini Sengketa Pilkada Gunung Mas yang Berujung Penangkapan Akil Mochtar

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – Ketua MK Akil Mochtar ditangkap KPK atas dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Bagaimana awal sengketa Pilkada Gunung Mas tersebut? Dikutip dari situs www.mahkamahkonstitusi.go.id, Jumat (4/10/2013), sidang sengketa dengan nomor perkara 121/PHPU.D-XI/2013 dan 122/PHPU.D-XI/2013 diajukan oleh Alfridel Jinu dan Ude Arnold Pisi, juga oleh Jaya Samaya Monong dan Daldin. […]

expand_less