Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Unlearning Loss Education

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
  • print Cetak

Oleh : Alfisyah S.Pd
Guru dan Pegiat Literasi

 

Polemik learning loss dalam sistem pendidikan negeri ini makin parah. Sudah sebelas bulan pelaksanaan pendidikan melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) hanya menghasilkan masalah baru. Learning loss education seharusnya sudah bisa diprediksi. Kebijakan pemerintah membuat kurikulum  darurat di era pandemi   pun tidak banyak menolong. Para orang tua dan murid stress karena beberapa masalah yang muncul. Masalah gadget, paket data, kemampuan guru yang kurang, hingga intensitas pertemuan yang berkurang masih melingkupi PJJ. Kisruh masalah ini belum juga usai. Masyarakat hampir putus asa menghadapi pandemi yang tak kunjung pergi.

Sebenarnya sebelum pandemi pun negara ini mengalami masalah learning loss education. Sebab akar masalah dari kasus itu bukan karena pandeminya. Tetapi lebih kepada sistem kapitalis seluler yang menjadi asas bagi sistem pendidikan itu sendiri. Sistem kapitalis sekuleris yang mendasari proses pembelajaran baik di era normal maupun era pandemi hanya menjadikan hasil akademis yang bersifat materi  saja yang dicapai.  Sebab sistem sekuler yang menyusun program pembelajaran itu memisahkan  persoalan agama pada ranah privat individu. Negara bahkan sanggup  mencampakkan sistem aturan ilahi (agama) dan hanya diterapkan pada masalah pribadi masyarakatnya. Sementara masalah dalam kehidupan umum mengadopsi sistem kapitalisme itu.

Bukan hanya itu Kurikulum pendidikan sekuleristik hanya menitikberatkan pada hasil akademis saja yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Beban berat pada guru dan siswa semakin bertambagh karena harus mencapai target yang sudah dibuat dengan kondisi negara yang lemah dalam konsep aplikatif sistemnya.Realitanya negara hanya sebagai regulator bukan sebagai penanggung jawab.berubahnya fungsi  negara itu menjadi blunder yang semakin mengacaukan dunia pendidikan.

Seharusnya negara bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan pendidikan ini untuk semua masyarakat tanpa kecuali. APBN  yang tangguh, kurikulum yang benar, fasilitas pendidikan yang baik, kemampuan para guru yang mumpuni menjadikan pendidikan itu bermutu. Output pendidikannya pun berkualitas dan mampu menyelesaikan problem masyarakat. Namun jika pemerintah tetap bertahan dan  berbasis sekuleris tidak akan mungkin pernah sampai pada tujuan yang mulia.

Sebab sekulerisme hanya menjadikan target hasil pendidikannya berkemampuan akademis  namun kosong dari kepribadian yang mulia. Masalah pembiayaannya pun menjadi kapitalistik. Pendidikan menjadi mahal dan hanya mampu diakses kalangan orang kaya saja. Orang miskin dilarang sekolah. Pandangan yabg bertolak belakang ini menang nyata. Sebab kapitalisme memang menganggap negara bertindak sebagai regulator. Perbedaan dua kata ini yaitu “penanggung jawab dan regulator” menjadikan pengurusan masyarakat dalam masalah pendidikan menjadi berbeda cara pandang.

Oleh karena itu kapitalisme hanya menjadikan pendidikan menjadi learning loss baik ada pandemi atau tidak. Perubahan cara pandang menjadikan perubahan yang hakiki dalam masalah pendidikan dan bukan hanya sebatas kurikulum. Wallaahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemewahan gedung DPR "Spa, Kolam Renang di DPR, Buat Apa?"

    Kemewahan gedung DPR "Spa, Kolam Renang di DPR, Buat Apa?"

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pembangunan gedung baru DPR kembali disorot setelah pihak kesekjenan DPR menyatakan bahwa gedung baru tersebut akan dilengkapi oleh ruang rekreasi yang mencakup fasilitas fitness, spa, dan kolam renang. Seluruh sarana relaksasi itu rencananya akan ditempatkan di lantai 36 yang terletak paling atas. Namun ternyata rencana pembangunan fasilitas rekreasi itu belum diketahui oleh sebagian pimpinan DPR. […]

  • Cukong Perkebunan Liar Madina Lari

    Cukong Perkebunan Liar Madina Lari

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Madina, Investor asing di kabupaten Madina melarikan diduga melarikan diri Setelah gagal mengupayakan berbagai cara berkelit dari ancaman sangsi hukum pidanda dalam kasus kejahtan perambahan huta. Kamis (18/11). Pernyataan ini diungkapkan Mornif hutasuhut dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ALARM Tapanuli Selatan dan Tunggul Panggaabean LSM Samudra Tapteng. Menurut mereka kenakalan ulah investor di Kabupaten Madina,Setelah […]

  • Arus Banjir Berlumpur

    Arus Banjir Berlumpur

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seorang perempuan penduduk Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, Sabtu (18/12/2021) berjalan di genangan arus banjir berlupur di pemukiman. Pemukiman desa ini berada di kawasan pinggiran Sungai Batang Gadis sehingga luapan air sungai yang sampai ke pemukiman ini sangat pekat bercampur lumpur. Foto: Jakfar Nasution

  • PT SMGP Harus Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    PT SMGP Harus Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang akan melaksanakan eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diminta melaksanakan sosialisasi secara terbuka terhadap masyarakat. Permintaan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Keluarga Besar Mahasiswa Mandailing Natal (PP Gabema Madina) Agussalam Nasution kepada Tim Sosialisasi Pembangunan Sorik Marapi Geothermal saat pelaksanaan sosialisasi geothermal […]

  • Proses Tender Di Dinas PUP Madina Tak Transparan

    Proses Tender Di Dinas PUP Madina Tak Transparan

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Merasa Tender Paket Proyek di Dinas PUP Kabupaten Mandailing Natal tidak transparan dan di duga sarat KKN, CV Karya Indah melayangkan surat penyanggahan tertanggal 06 September 2010 lalu kepada Bupati Madina cq pengguna anggaran yang dalam hal ini Kadis PU Madina. Setelah mendapat surat sanggahan, Kadis PUP menjawab dengan isi surat sanggahan yang di jawab […]

  • Sorikmas Mining Akan Menyedot 2000 Tenaga Kerja

    Sorikmas Mining Akan Menyedot 2000 Tenaga Kerja

    • calendar_month Rabu, 31 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Sorikmas Mining tak lama lagi akan membutuhkan sebanyak sekitar 2.000 tenaga kerja. Kebutuhan terhadap tenaga kerja itu bila mana tahapan kegiatan memasuki tahap kontruksi. Tahap konstruksi itu berjalan jika pemerintah pusat sudah mengeluarkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Pihak manajemen PT. Sorukmas Mining sejauh ini berkomitmen bahwa 70 persen tenaga […]

expand_less