Kamis, 17 Sep 2026
light_mode

Unlearning Loss Education

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
  • print Cetak

Oleh : Alfisyah S.Pd
Guru dan Pegiat Literasi

 

Polemik learning loss dalam sistem pendidikan negeri ini makin parah. Sudah sebelas bulan pelaksanaan pendidikan melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) hanya menghasilkan masalah baru. Learning loss education seharusnya sudah bisa diprediksi. Kebijakan pemerintah membuat kurikulum  darurat di era pandemi   pun tidak banyak menolong. Para orang tua dan murid stress karena beberapa masalah yang muncul. Masalah gadget, paket data, kemampuan guru yang kurang, hingga intensitas pertemuan yang berkurang masih melingkupi PJJ. Kisruh masalah ini belum juga usai. Masyarakat hampir putus asa menghadapi pandemi yang tak kunjung pergi.

Sebenarnya sebelum pandemi pun negara ini mengalami masalah learning loss education. Sebab akar masalah dari kasus itu bukan karena pandeminya. Tetapi lebih kepada sistem kapitalis seluler yang menjadi asas bagi sistem pendidikan itu sendiri. Sistem kapitalis sekuleris yang mendasari proses pembelajaran baik di era normal maupun era pandemi hanya menjadikan hasil akademis yang bersifat materi  saja yang dicapai.  Sebab sistem sekuler yang menyusun program pembelajaran itu memisahkan  persoalan agama pada ranah privat individu. Negara bahkan sanggup  mencampakkan sistem aturan ilahi (agama) dan hanya diterapkan pada masalah pribadi masyarakatnya. Sementara masalah dalam kehidupan umum mengadopsi sistem kapitalisme itu.

Bukan hanya itu Kurikulum pendidikan sekuleristik hanya menitikberatkan pada hasil akademis saja yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Beban berat pada guru dan siswa semakin bertambagh karena harus mencapai target yang sudah dibuat dengan kondisi negara yang lemah dalam konsep aplikatif sistemnya.Realitanya negara hanya sebagai regulator bukan sebagai penanggung jawab.berubahnya fungsi  negara itu menjadi blunder yang semakin mengacaukan dunia pendidikan.

Seharusnya negara bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan pendidikan ini untuk semua masyarakat tanpa kecuali. APBN  yang tangguh, kurikulum yang benar, fasilitas pendidikan yang baik, kemampuan para guru yang mumpuni menjadikan pendidikan itu bermutu. Output pendidikannya pun berkualitas dan mampu menyelesaikan problem masyarakat. Namun jika pemerintah tetap bertahan dan  berbasis sekuleris tidak akan mungkin pernah sampai pada tujuan yang mulia.

Sebab sekulerisme hanya menjadikan target hasil pendidikannya berkemampuan akademis  namun kosong dari kepribadian yang mulia. Masalah pembiayaannya pun menjadi kapitalistik. Pendidikan menjadi mahal dan hanya mampu diakses kalangan orang kaya saja. Orang miskin dilarang sekolah. Pandangan yabg bertolak belakang ini menang nyata. Sebab kapitalisme memang menganggap negara bertindak sebagai regulator. Perbedaan dua kata ini yaitu “penanggung jawab dan regulator” menjadikan pengurusan masyarakat dalam masalah pendidikan menjadi berbeda cara pandang.

Oleh karena itu kapitalisme hanya menjadikan pendidikan menjadi learning loss baik ada pandemi atau tidak. Perubahan cara pandang menjadikan perubahan yang hakiki dalam masalah pendidikan dan bukan hanya sebatas kurikulum. Wallaahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gratifikasi seks lebih berbahaya

    Gratifikasi seks lebih berbahaya

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan banyak orang yang lebih tahan terhadap gratifikasi uang, dibandingkan gratifikasi seksual. “Itu fakta, gratifikasi seksual itu kadangkala lebih dahsyat daripada gratifikasi uang, itu ada banyak,” kata Mahfud di Menara Bidakara, Jakarta, hari ini. Ia melanjutkan, banyak orang yang kebal dengan uang tapi tidak kebal dengan […]

  • DCS Dapil 3 PBB Madina

    DCS Dapil 3 PBB Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 PBB Madina

  • Bunda PAUD Madini Hadiri HUT ke-17 HIMPAUDI di Medan

    Bunda PAUD Madini Hadiri HUT ke-17 HIMPAUDI di Medan

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bunda PAUD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Eli Mahrani Jafar Sukhairi Nasution menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (8/9) . Turut hadir pada HUT ke-17 HIMPAUDI tersebut, Gubernur Sumatera […]

  • Ribuan Mualaf Eropa Berhaji Tahun Ini

    Ribuan Mualaf Eropa Berhaji Tahun Ini

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LONDON–Sebanyak 4.500 mualaf dari seluruh Eropa menuaikan haji tahun ini. Jumlah ini yang terbesar ketimbang tahun sebelumnya. Organisasi Masyarakat Islam Eropa Kamal Argon menilai antusiasme berhaji dikalangan mualaf muncul selepas tragedi 9//11. “Kampanye yang dilakukan umat Islam di seluruh dunia, utamanya dunia Barat membantu banyak warga Eropa menemukan kebenaran tentang Islam,” kata dia seperti dilansir […]

  • 500-an Mahasiswa, OKP dan Pelajar Madina Tolak RUU KPK dan KUHP

    500-an Mahasiswa, OKP dan Pelajar Madina Tolak RUU KPK dan KUHP

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 500 mahasiswa, pelajar dan organisasi kepemudaan berunjukrasa ke gedung DPRD Mandailing Natal, Jum’at (27/9/2019) menolak revisi UU KUHP dan UU KPK. Unjukrasa ini berlangsung sejak pukul 9.20 WIB. Massa bergerak pawai dari masjid agung Nur Ala Nur menuju gedung DPRD Mandailing Natal (Madina) yang berjarak sekira 1,5 kilo meter. […]

  • Darul Mursyid Terus Berbenah

    Darul Mursyid Terus Berbenah

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga, Jafar Syahbuddin Ritonga mengungkapkan bahwa Darul Mursyid layak mendapat nilai tertinggi diantara sekolah lain, sebab pada dasarnya Darul Mursyid tidak pernah berhenti berinovasi dan bekerja keras. Itu dikatakannya menjawab wartawan terkait Pesantren Darul Mursyid mendapat nilai tertinggi akreditas I se-Sumatera Utara dari Badan Akreditasi […]

expand_less