Senin, 20 Jul 2026
light_mode

Urus Naik Golongan, Guru Dimintai Uang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
  • print Cetak

PALUTA – Sejumlah guru di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mengaku dipersulit beberapa oknum di Dinas Pendidikan (Disdik) Paluta saat hendak mengurus naik golongan. Mereka juga dimintai sejumlah uang dengan dalih untuk menghitung angka kredit jam kerja.

Menurut guru-guru yang meminta namanya tidak dituliskan ini, meskipun sudah dimintai uang dengan nominal antara Rp1 juta sampai Rp2 juta, namun berkas kenaikan pangkat atau golongan untuk penyesuaian, tetap lama berkasnya selesai, bisa antara 2 sampai 4 bulan lamanya. Sehingga membuat kesal guru, padahal berkas ini sangat diperlukan untuk penyesuaian gaji mereka.

Bendahara KUPTD Pendidikan Kecamatan Portibi Heri Wandi, Selasa (12/11) mengakui, kalau ada sejumlah guru yang meminta tolong kepadanya untuk mengurus penyesuaian. Namun dirinya hanyalah sebatas perantara saja untuk membawa berkas ke Disdik, kemudian antara si pengurus dengan staf Disdik yang mengurus bagian inilah yang kemudian bernegoisasi untuk masalah biaya administrasi.

“Ya saya cuma perantara saja. Kalau masalah biayanya, antara si pengurus dengan staf Disdik Paluta lah yang berhubungan. Begitu SK-nya selesai, kemudian saya antarkan ke yang bersangkutan setelah diserahkan Disdik kepada saya,” ucapnya.

Dirinya membantah kalau melakukan pungutan liar (pungli), karena untuk penyesuaian biasanya biaya yang harus dikeluarkan si pengurus kepada Disdik Paluta nilainya sekitar Rp1,5 juta.
Itupun dirinya tidak menerima uangnya, melainkan kesepakatan antara si pengurus dengan Disdik Paluta.

“Apakah resmi biayanya atau tidak, menurut saya resmi karena ke BKD saja mengurus penyesuaian juga bayar kok. Kalau biasanya biayanya Rp1,5 juta dibayarkan si pengurus ke Disdik. Saya jadi merasa tidak enak hati jadinya, padahal saya berniat baik, tapi jadinya saya malah dituduh yang bukan-bukan,” tuturnya.

Sementara itu Dalil Siregar, staf yang mengurusi masalah kenaikan pangkat, golongan dan penyesuaian di Disdik Paluta membantah hal tersebut. Dirinya meminta agar yang mempunyai data untuk menyampaikan data tersebut ke Disdik Paluta untuk diperjelas. “Tidak benar semua itu. Kalau ada buktinya, sampaikan kepada kita, biar kita perjelas yang sebenarnya,” kilahnya.

Ikatan Mahasiswa Portibi Sekitarnya, PR Harahap mengecam tindakan jika benar adanya pungli tersebut, karena menyusahkan para guru dalam mengurus berkasnya, khususnya yang naik golongan ataupun penyesuaian.

“Jika memang benar adanya pungli ini dan tidak resmi pula, kita minta agar dibawa ke ranah hukum. Kepada para guru kita minta bersatu dan menyampaikannya kepada Bupati atau Sekda. Dan jika punya bukti kuat segera juga sampaikan kepada penegak hukum agar diproses,” katanya. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • STRATEGI MENJADIKAN SUNGAI, DANAU DAN LAUT SEBAGAI LUMBUNG IKAN NASIONAL

    STRATEGI MENJADIKAN SUNGAI, DANAU DAN LAUT SEBAGAI LUMBUNG IKAN NASIONAL

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay*   PENDAHULUAN Indonesia dianugerahi kekayaan perairan yang luar biasa. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki jutaan hektare laut, ribuan sungai, ratusan danau, waduk, serta kawasan pesisir yang menyimpan potensi perikanan sangat besar. Kekayaan tersebut bukan sekadar sumber daya alam, melainkan modal strategis bangsa untuk memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan […]

  • Uang Makan PNS Diganti Uang Tambahan Penghasilan

    Uang Makan PNS Diganti Uang Tambahan Penghasilan

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Dihapuskannya uang makan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Binjai ditanggapi beragam. Erlina Pulungan, Kepala Keuangan Pemko Binjai mengatakan uang makan bukan dihapuskan, tetapi diganti dengan uang tambahan penghasilan. “Semua uang makan PNS kita berikan, tapi semenjak tahun 2010, uang makan diganti dengan tambahan penghasilan,” ujar Erlina seraya menambahkan, tahun 2011 tidak ada […]

  • Pemkab Madina Diminta Turunkan Tarif Angkutan Umum

    Pemkab Madina Diminta Turunkan Tarif Angkutan Umum

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Pemkab Madina didesak menurunkan tarif angkutan umum, menyusul penurunan harga BBM oleh Pertamina per 1 April 2016, termasuk bensin dan solar. Organda (Organisasi Angkutan Darat) Madina juga didesak melakukan kajian bagi perubahan tarif itu dan memberikan masukan kepada pemerintah daerah. “Ini merupakan penurunan harga BBM yang kedua kalinya, sehingga penurunan […]

  • Staf Khusus Wali Kota Siantar Akan Laporkan Media Lokal

    Staf Khusus Wali Kota Siantar Akan Laporkan Media Lokal

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Akibat pemberitaan dinilai tak benar, Staf Khusus Wali Kota Pematangsiantar, Eliakim Simanjuntak akan melaporkan media lokal, Harian Siantar Metropolis. Hal ini disampaikan kuasa hukum Eliakim, Martin Simanjuntak, Selasa 27 September 2011 di kantin Pengadilan Negeri (PN) Kota Pematangsiantar. Dihadapan sejumlah wartawan, Martin didampingi Eliakim Simanjuntak menyatakan akan melaporkan media tersebut. Menurut Martin, ini […]

  • FMPM : Oknum Penyudut EEL Diduga Tidak Memahami Regulasi

    FMPM : Oknum Penyudut EEL Diduga Tidak Memahami Regulasi

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) “Semakin rancu” adalah dua kata yang menggambarkan mereka yang mencoba menyudutkan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) periode 2019-2024, Erwin Efendi Lubis (EEL). Kerancuan ini terlihat ketika mereka mengomentari tentang keterkaitan EEL dalam seleksi PPPK Madina tahun 2023 tanpa memahami regulasi.”demikian dikatakan Alwinsyah Nasution Ketua Forum Mahasiswa Pemikir Madina (FMPM) dalam […]

  • Malu Kita Bilang Merdeka

    Malu Kita Bilang Merdeka

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dempo Ichikawa 17 Agustus katanya sebuah angka kelahiran.Dimana para pahlawan berhasil merebut kemerdekaan. 17 Agustus hari peringatan mengenang sebuah deklarasi kemerdekaan dibacakan. Bayangkan bagaimana para pahlawan terdahulu. Bersiteru, berjibaku, mengharu biru. Tak kenal rasa takut, tak kenal rasa gentar, tak kenal kata ragu. Demi sebuah keinginan yang sangat dirindu. Rindu yang berasal dari […]

expand_less