Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Doa Untuk Muslim Thailand Selatan (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
  • print Cetak

MEREKA HENDAK MENGGANTI BAHASA KAMI
(Liputan Rizki Lesus, wartawan Alhikmah, tim Jurnalis Islam Bersatu dalam Road4Peace, Ahad 17 November 2013)

“Drr…drr…drr..” desing Helikopter hilir mudik menggantung di langit Yala, Thailand. Malam itu, di atas Mesjid Besar Darul Muhajirin, di jantung kota, suaranya berderu kencang. Kelap-kelip merah berputar-putar di atas kota Yala. Entah tak tahu mengapa Helikopter tentara itu terlihat mondar mandir. Tapi memang, Yala, kota yang kami datangi dalam misi perdamaian ‘Road4Peace’ medio November 2013 dikenal sebagai wilayah konflik, sejak wilayah Melayu ini jatuh ke cengkraman Shiam, Thailand, akhir abad 18.

Ada duka di sana, ketika kaki harus beranjak dari tanah air, tempat kelahiran. Ada duka di sana, ketika bahasa kebanggaan mereka, Melayu tiba-tiba harus diganti dengan bahasa yang mereka tak mengerti. Ada duka di sana, ketika para pejuang itu tak tinggal diam. Diperjuangkannya rasa keadilan dalam dadanya.Mulai detik itu, perlawanan tak kan berakhir.

Yala, Pattani, Narathiwat, negeri Melayu di sudut Thailand yang selalu berkisah. Kisah tentang kepahlawanan mereka, melawan kezaliman di sana yang terus tergerus waktu. Hingga kini, ia terus berputar. Ketika kami, tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU), masuk ke wilayah Yala, dalam dua jam perjalanan dari Sadao, perbatasan Malaysia dan Thailand, begitu memasuki Yala, maka tentara-tentara Thailand itu menyambut kami dalam pos-pos jaganya.

Tiga kali, mobil konvoi Road4Peace yang membawa misi keadamaian di Yala dan Pattani melewati kawat duri yang mengular. Tentara-tentara yang melirik ingin tahun siapa saja yang ada di dalam mobil sambil menenteng moncong senjatanya. Di simpang-simpang jalan itu, tentara Thailand bersiaga, mondar-mandir. Yala, ia selalu berkisah. Ketika mobil-mobil itu tak lagi parkir di bah jalan, tapi malah ditengah, karena bom siap meledak entah kapan di pinggir jalanan, depan ruko-ruko itu.

Yala, ia berkisah tabung beton besar setinggi satu meter penghalang di hadapan tiap ruko di jalanan, sebagai penghalau ledakan. Ketika kawan kami, Fajar Shadiq yang sedang melakukan liputan dipukul dan dikejar orang tak dikenal. Larilah ia ke wilayah umat Islam di Yala, zona Palestina disebutnya. Sedangkan di balik rel kereta sana, tempat perlawanan kezaliman disebut zona Israel. Kota besar ini, ditinggali mayoritas muslim yang tertindas.

Dengarlah penuturan Azman Ahmad dan Majdi Zakariya, pria asli Yala-Pattani yang menuturkan kisahnya yang tanpa sebab dimasukkan ke balik jeruji saat JITU mengunjungi sekolah Islam Terbesar di Yala, Thamabita School, atau Mahad Haji Harun. Dengan bahasa kebanggan mereka, Melayu, curahan hatinya tertutur.

“Saya tiba-tiba ditangkap tanpa tuduhan yang jelas, dengan pasal Undang-Undang Istimewa yang dinamakan Undang Poroko (Bahasa Thaliand-semacam UU Subversif_red),” kata Majdi Zakariya. Pria muda itu baru keluar tahun 2011 menghirup udara segar setelah lima tahun 10 bulan mendekam.

Majdi pun tak tahu, mengapa ia di tangkap. Dengan alasan kepemilikan senjata, ia masuk jeruji besi. Kisah Majdi selalu berulang, hingga kini, ketika JITU berada di Yala. Majdi tak sendiri, Azman Ahmad, pria muda ini dituduh akibat menolong keluarga korban penangkapan.

“Dua tahun saya ditangkap karena menolong keluarga korban yang ditangkap, yang kesulitan.” Katanya. Masih banyak, Azman dan Majdi lainnya yang bertebaran di bumi Nusantara ini. Majdi dan Azman memang lebih beruntung, dibandingkan saudara-saudaranya yang lain.

Lihatlah, penuturan Abdurrahman, guru Sekolah Haji Harun yang kami temui di Jantung Kota Yala itu. “40 orang guru sekolah ini, ada yang ditembak dalam perjalanan, hilang,” kenangnya. “Bahkan murid-murid pun ada yang pernah ditembak,” lirihnya. Dan hal ini terjadi setiap hari di Yala.

Yala, ialah sebuah kisah tentang perjuangan umat Islam melawan kezaliman. Di balik duka mereka, ada senyum yang tersimpul di sana, senyum perjuangan. Wanita berjilbab yang berjalanan di sudut-sudut kota. Pria dengan sarung bercakap sepanjang jalan. Anak-anak dengan peci yang menanti masa depannya.

Yala, ialah sebuah kisah, tentang perjuangan umat Islam melawan kezaliman. Kumandang adzan magrib dalam gelap Yala menemani tim JITU, merebahkan hati, mengecupkan kening. Berkumpul penduduk muslim Yala dan kami dalam Mesjid Darul Muhajirin di pusat kotanya. Ada senyum di sana, sambutan hangat, ketika kami, dapat bertutur tentang perdamaian.

Ada rasa optimis di sana, ketika kami kisahkan tentang perjuangan umat Islam di Suriah, Mesir, Rohingya, Palestina. “Ketika Syaikh dari Suriah ke Indonesia, mereka bilang tak butuh harta kami, uang kami, kami hanya butuh doa kalian, penduduk Indonesia,” kata M. Pizaro, anggota tim JITU dalam rombongan Road4Peace.

Doa, senjata terkuat umat Islam di seluruh dunia. Kumandang adzan isya yang menggema di langit Yala, mengakhiri pertemuan kami Ahad malam itu. Adzannya begitu syahdu. Ya Allah…ini adalah bumi-Mu, Negeri-Mu, ketika orang-orang mengecupkan keningnya karena-Mu. Panggilan Ilahi, itu terus menggema di Yala. “Mari menuju kemenangan” . Air mata Yala berganti dengan senyum optimis akan doa saudaranya.

Mari selipkan Yala dalam doa kita. Dalam sujud-sujud kita. Dalam pinta kita. Dalam tangis kita. Selipkan doa untuk Yala. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Pertahankan Pejabat Korup

    Bupati Madina Pertahankan Pejabat Korup

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Janji-janji Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution memberantas korupsi mulai memperlihatkan sebagai janji kosong. “Buktinya, hingga kini Kadis Kelautan dan Perikanan masih aman menjabat padahal sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Mawardi Borotan, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Selasa (14/7). Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Zamaluddin Nasution sudah hampir setahun ditetapkan sebagai […]

  • SI BELE-BELE

    SI BELE-BELE

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pala muli eme di Huta Namale, dung salose sude mardege dohot mamiari eme, tarida mei alak huta i udur-udur mamorsan karung ni eme. Dung lopeh manarui eme, marayak ariannai male muse mei simanare. Adope, mangan bubur cacak ma jolo le so ro gogoi mulak muda manarui eme. Dung salose karejo sude, laos muli tu huta […]

  • Harun Mustafa Nasution Dimata Warga Desa Pagur

    Harun Mustafa Nasution Dimata Warga Desa Pagur

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan Timur ( Mandailing Online) : ”  Harun Mustafa Nasution itu bukan orang lain dimata masyarakat, pengasuh beliau saja dimasa kecilnya orang desa Pagur, belum lagi kita bicara keluarga, ” Kata Kari Akbar salah seorang tokoh masyarakat Desa Pagur  Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal ( Madina ) Jum’at 11/10/2024. Kari Akbar mengku, banyak yang sudah […]

  • Di Madina, Warga Temukan Alat Hisap Sabu dan Warga Serbu Rumah Diduga Sarang Narkoba

    Di Madina, Warga Temukan Alat Hisap Sabu dan Warga Serbu Rumah Diduga Sarang Narkoba

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA (Mandailing Online ):Warga desa Hutabargot Lombang di Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) dihebohkan dengan penemuan belasan bekas alat hisap narkoba jenis sabu sabu di tumpukan sampah saat warga melaksanakan gotong royong. Kamis 20/11/2025. Kepala Desa Hutabargot Lombang, Muhammad Said Pulungan membenarkan informasi tersebut. Penemuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa Kecamatan Hutabargot […]

  • 6 Plt Kadis di Pemkab Madina Diprediksi Jadi Kandidat Kuat di Lelang Jabatan

    6 Plt Kadis di Pemkab Madina Diprediksi Jadi Kandidat Kuat di Lelang Jabatan

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Pasca keluarnya 21 nama yang lulus administrasi peserta lelang jabatan di 6 Dinas di Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, diprediksi ada 6 nama kandidat kuat yang bakalan mendapatkan posisi jabatan Kepala Dinas tersebut. Ke enam nama itu adalah mereka yang saat ini menjadi Pelaksana Tugas ( Plt ) di enam Dinas […]

  • Tak Berkategori

    Kebun Kopi Mandailing Mulai Berkembang di Ulu Pungkut

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perkebunan kopi di Desa Simpang Banyak Julu dan Desa Simpang Banyak Jae Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menggeliat. Dorongan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina terhadap warga di dua desa ini sejak tahun 2007 merangsang gairah penduduk mengembangkan kopi Mandailing di kawasan itu. “Animo warga untuk berkebun kopi ini […]

expand_less