Selasa, 6 Okt 2026
light_mode

Doa Untuk Muslim Thailand Selatan (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
  • print Cetak

MEREKA HENDAK MENGGANTI BAHASA KAMI
(Liputan Rizki Lesus, wartawan Alhikmah, tim Jurnalis Islam Bersatu dalam Road4Peace, Ahad 17 November 2013)

“Drr…drr…drr..” desing Helikopter hilir mudik menggantung di langit Yala, Thailand. Malam itu, di atas Mesjid Besar Darul Muhajirin, di jantung kota, suaranya berderu kencang. Kelap-kelip merah berputar-putar di atas kota Yala. Entah tak tahu mengapa Helikopter tentara itu terlihat mondar mandir. Tapi memang, Yala, kota yang kami datangi dalam misi perdamaian ‘Road4Peace’ medio November 2013 dikenal sebagai wilayah konflik, sejak wilayah Melayu ini jatuh ke cengkraman Shiam, Thailand, akhir abad 18.

Ada duka di sana, ketika kaki harus beranjak dari tanah air, tempat kelahiran. Ada duka di sana, ketika bahasa kebanggaan mereka, Melayu tiba-tiba harus diganti dengan bahasa yang mereka tak mengerti. Ada duka di sana, ketika para pejuang itu tak tinggal diam. Diperjuangkannya rasa keadilan dalam dadanya.Mulai detik itu, perlawanan tak kan berakhir.

Yala, Pattani, Narathiwat, negeri Melayu di sudut Thailand yang selalu berkisah. Kisah tentang kepahlawanan mereka, melawan kezaliman di sana yang terus tergerus waktu. Hingga kini, ia terus berputar. Ketika kami, tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU), masuk ke wilayah Yala, dalam dua jam perjalanan dari Sadao, perbatasan Malaysia dan Thailand, begitu memasuki Yala, maka tentara-tentara Thailand itu menyambut kami dalam pos-pos jaganya.

Tiga kali, mobil konvoi Road4Peace yang membawa misi keadamaian di Yala dan Pattani melewati kawat duri yang mengular. Tentara-tentara yang melirik ingin tahun siapa saja yang ada di dalam mobil sambil menenteng moncong senjatanya. Di simpang-simpang jalan itu, tentara Thailand bersiaga, mondar-mandir. Yala, ia selalu berkisah. Ketika mobil-mobil itu tak lagi parkir di bah jalan, tapi malah ditengah, karena bom siap meledak entah kapan di pinggir jalanan, depan ruko-ruko itu.

Yala, ia berkisah tabung beton besar setinggi satu meter penghalang di hadapan tiap ruko di jalanan, sebagai penghalau ledakan. Ketika kawan kami, Fajar Shadiq yang sedang melakukan liputan dipukul dan dikejar orang tak dikenal. Larilah ia ke wilayah umat Islam di Yala, zona Palestina disebutnya. Sedangkan di balik rel kereta sana, tempat perlawanan kezaliman disebut zona Israel. Kota besar ini, ditinggali mayoritas muslim yang tertindas.

Dengarlah penuturan Azman Ahmad dan Majdi Zakariya, pria asli Yala-Pattani yang menuturkan kisahnya yang tanpa sebab dimasukkan ke balik jeruji saat JITU mengunjungi sekolah Islam Terbesar di Yala, Thamabita School, atau Mahad Haji Harun. Dengan bahasa kebanggan mereka, Melayu, curahan hatinya tertutur.

“Saya tiba-tiba ditangkap tanpa tuduhan yang jelas, dengan pasal Undang-Undang Istimewa yang dinamakan Undang Poroko (Bahasa Thaliand-semacam UU Subversif_red),” kata Majdi Zakariya. Pria muda itu baru keluar tahun 2011 menghirup udara segar setelah lima tahun 10 bulan mendekam.

Majdi pun tak tahu, mengapa ia di tangkap. Dengan alasan kepemilikan senjata, ia masuk jeruji besi. Kisah Majdi selalu berulang, hingga kini, ketika JITU berada di Yala. Majdi tak sendiri, Azman Ahmad, pria muda ini dituduh akibat menolong keluarga korban penangkapan.

“Dua tahun saya ditangkap karena menolong keluarga korban yang ditangkap, yang kesulitan.” Katanya. Masih banyak, Azman dan Majdi lainnya yang bertebaran di bumi Nusantara ini. Majdi dan Azman memang lebih beruntung, dibandingkan saudara-saudaranya yang lain.

Lihatlah, penuturan Abdurrahman, guru Sekolah Haji Harun yang kami temui di Jantung Kota Yala itu. “40 orang guru sekolah ini, ada yang ditembak dalam perjalanan, hilang,” kenangnya. “Bahkan murid-murid pun ada yang pernah ditembak,” lirihnya. Dan hal ini terjadi setiap hari di Yala.

Yala, ialah sebuah kisah tentang perjuangan umat Islam melawan kezaliman. Di balik duka mereka, ada senyum yang tersimpul di sana, senyum perjuangan. Wanita berjilbab yang berjalanan di sudut-sudut kota. Pria dengan sarung bercakap sepanjang jalan. Anak-anak dengan peci yang menanti masa depannya.

Yala, ialah sebuah kisah, tentang perjuangan umat Islam melawan kezaliman. Kumandang adzan magrib dalam gelap Yala menemani tim JITU, merebahkan hati, mengecupkan kening. Berkumpul penduduk muslim Yala dan kami dalam Mesjid Darul Muhajirin di pusat kotanya. Ada senyum di sana, sambutan hangat, ketika kami, dapat bertutur tentang perdamaian.

Ada rasa optimis di sana, ketika kami kisahkan tentang perjuangan umat Islam di Suriah, Mesir, Rohingya, Palestina. “Ketika Syaikh dari Suriah ke Indonesia, mereka bilang tak butuh harta kami, uang kami, kami hanya butuh doa kalian, penduduk Indonesia,” kata M. Pizaro, anggota tim JITU dalam rombongan Road4Peace.

Doa, senjata terkuat umat Islam di seluruh dunia. Kumandang adzan isya yang menggema di langit Yala, mengakhiri pertemuan kami Ahad malam itu. Adzannya begitu syahdu. Ya Allah…ini adalah bumi-Mu, Negeri-Mu, ketika orang-orang mengecupkan keningnya karena-Mu. Panggilan Ilahi, itu terus menggema di Yala. “Mari menuju kemenangan” . Air mata Yala berganti dengan senyum optimis akan doa saudaranya.

Mari selipkan Yala dalam doa kita. Dalam sujud-sujud kita. Dalam pinta kita. Dalam tangis kita. Selipkan doa untuk Yala. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agar Polemik Berakhir, Kuncinya di Tangan SMGP

    Agar Polemik Berakhir, Kuncinya di Tangan SMGP

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), Erwin Efendi Lubis mendesak PT SMGP agar lebih responsif dan bertanggungjawab terhadap warga Sibanggor Julu. Polemik yang berkepanjangan di Madina akhir-akhir ini, menurut Erwin, akibat manajemen PT SMGP tidak mampu menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. Akibatnya pemerintah daerah berada dalam posisi sulit. Itu disampaikan Erwin […]

  • Polsek Panyabungan Tangkap Pelaku Pencurian di Rumah Komisioner KPU Madina

    Polsek Panyabungan Tangkap Pelaku Pencurian di Rumah Komisioner KPU Madina

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Apes, Si Namreh alias A warga Banjar banjar Sibaguri, Kelurahan Panyabungan III, Mandailing Natal terpaksa berurusan lagi dengan Polisi karena kedapatan nyuri sepeda motor dan tabung gas milik komisioner KPU Mandailing Natal, Sumatera Utara. Ia di amankan Satuan Kriminal Polsek Panyabungan ditempat persembunyiannya di Banjar Sibaguri tadi malam Rabu 19/7/2023. Pelaku […]

  • Semua Pihak Harus Proaktif Tuntaskan Bandara Madina

    Semua Pihak Harus Proaktif Tuntaskan Bandara Madina

    • calendar_month Selasa, 25 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara menekankan kepada semua pihak agar tahapan pembangunan bandara Madina tidak melorot lagi dari yang dijadwalkan. Apabila ada lagi kendala harus dituntaskan dengan segera dan baik, dan jika tak ada kendala agar proses pelaksanaan pembangunan bandara segera dilaksanakan. Itu ditegaskan Hidayat Batubara ketika meninjau areal lahan […]

  • Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak di Siabu Madina

    Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak di Siabu Madina

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejak sepekan terakhir, ratusan ekor ayam di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mati mendadak. Mendengar laporan kejadian ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Madina, Sabtu (07/05/2011) langsung melakukan penyemprotan untuk menghindari penyakit ganas ini dan mengantisipasi bertambahnya ayam yang mati mendadak. Kejadian ini terungkap akibat keresahan masyarakat terhadap ayam […]

  • Drainase Jalan Negara Pasar Lama Penyebab Banjir Mulai Diperbaiki

    Drainase Jalan Negara Pasar Lama Penyebab Banjir Mulai Diperbaiki

    • calendar_month Sabtu, 2 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )-Perbaikan drainase yang kerap menyebabkan banjir ke jalan negara di pasar lama Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ) mulai di lakukan. pekerja sejak tadi malam bekerja mengganti Box Culvert di simpang jalan Banjar Sibaguri yang diduga salah satu penyebab drainase tersumbat. Selain mengganti Box Culvert, pekerja juga terlihat membongkar trotoar pejalan […]

  • Bahasa Daerah Perlu Diterapkan di Sekolah

    Bahasa Daerah Perlu Diterapkan di Sekolah

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK-Ketua Umum (Ketum) Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sipirok Sekitarnya (IKAPSI) Sumatera Utara (Sumut), Ir Muhammad Yamin MM, menegaskan, bahasa daerah perlu diterapkan dan masuk kurikulum sekolah. “Mata pelajaran aksara, bahasa, dan adat budaya daerah yang ada di Tapanuli Selatan (Tapsel) perlu dimasukkan dalam kurikulum setiap sekolah. Tujuannya, untuk menjaga kelestarian budaya, memberikan pengetahuan dan pemahaman […]

expand_less