Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Sumut Impor ‘Sampah’ Malaysia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 26 Sep 2011
  • print Cetak

MEDAN – Sumatera Utara (Sumut) menjadi pengimpor ‘sampah’ Malaysia, berupa produk pangan yang hampir kadaluarsa. Padahal, produk pangan yang diimpor tersebut dinyatakan sudah tidak layak beredar lagi di Malaysia.

Informasi diperoleh, produk-produk pangan yang nyaris kadaluarsa itu dipasok melalui Medan. Letak geografis yang berhadapan langsung dengan luar negeri, dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi.

Hampir setiap minggu produk pangan ilegal itu diangkut dengan KM Kelud, kapal pompon, dan kapal ikan, yang menyeberangi kawasan Selat Malaka. Setelah lolos dari Pelabuhan Belawan, produk pangan itu beredar di pasaran Kota Medan tanpa proses registrasi dan pengujian di laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) .

KM Kelud merupakan kapal penumpang milik PT Pelni yang melayari rute Tanjung Priok, Tanjung Balai Karimun, Batam, dan berakhir di Pelabuhan Belawan. Setiap kapal ini memasuki Pelabuhan Belawan, diperkirakan selalu disusupi produk pangan ilegal asal luar negeri.

Lemahnya pengawasan karena kapal ini hanya melayani rute dalam negeri. Ketika bersandar di wilayah bebas bea Batam, para pelaku dengan leluasa membawa produk pangan ilegal itu ke wilayah Sumut melalui Medan.

Sumber mengatakan, barang yang selalu dipasok ke Medan antara lain produk pangan kadaluarsa, barang bekas dan minuman keras. Seyogianya barang-barang tersebut dimusnahkan oleh pemerintah Malaysia karena tidak layak digunakan atau dikonsumsi lagi. Namun, ada pihak-pihak yang menampung ‘sampah-sampah’ tersebut, kemudian dijual ke Sumut.

Staf Humas PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), Nova Indrawan, membenarkan kawasan Batam, Tanjung Balai Karimun serta Pulau Bintan merupakan kawasan Free Trade Zone (FTZ ), yakni wilayah bebas bea. Dengan demikian, semua barang-barang asal luar negeri termasuk produk pangan, dijual bebas di daerah tersebut.

Setiap Minggu, kata Nova, KM Kelud merapat di Batam dan Tanjung Balai Karimun, sebelum bersandar di Belawan. Selain mengangkut penumpang, KM Kelud juga membawa barang. Setiap bersandar di Pelabuhan Belawan, kapal ini banyak membawa barang, termasuk dengan menggunakan peti kemas.

Sedangkan tokoh masyarakat Belawan, M Adnan Noor, mengakui kawasan Belawan rawan masuknya barang terlarang, selain sebagai pelabuhan besar juga pantainya luas. Dia menyayangkan sikap Malaysia terkesan sengaja meloloskan barang-barang yang seharusnya dimusnahkan itu untuk dibawa ke Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan data selama Agustus, ribuan koli barang ilegal Malaysia berhasil disita, di antaranya dua kapal bermuatan 700 bal pakaian bekas diamankan BC di Belawan, 218 bal pakaian bekas diamankan Polres Langkat, serta ribuan ton gula pasir ilegal ditemukan di gudang Mabar, serta ribuan koli pakaian bekas dari Tanjungbalai Asahan.
Sumber : Waspada online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • The Best Moment Muharram

    The Best Moment Muharram

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Sri Handayani S.T Kamis 20 Agustus 2020 bertepatan 1 Muharam, Tahun Baru islam 1442 H. Muharam merupakan momen yang sangat penting bagi umat Islam. Ini menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1 Muharam yang saat ini diperingati sebagai […]

  • Malaysia Siapkan Amnesti TKI

    Malaysia Siapkan Amnesti TKI

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, – Kabar baik bagi ratusan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia. Negeri jiran itu merencanakan akan membuka masa amnesti atau pemutihan dokumen keimigrasian. Dengan pemutihan ini, TKI berstatus ilegal karena urusan keimigrasian bisa dipulihkan menjadi berstatus legal. Penyelenggaraan masa amnesti merupakan program yang ditunggu-tunggu oleh TKI di manapun. Khususnya di negara-negara kantong […]

  • PPL di Kecamatan Harus Dilengkapi Aplikasi Tehnologi Maju

    PPL di Kecamatan Harus Dilengkapi Aplikasi Tehnologi Maju

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Pembangunan pertanian dari kecamatan perlu dilengkapi dengan teknologi yang maju, sehingga ada umpan balik dari petani yang sudah mengaplikasi sejumlah penelitian. Itu dikatakan mantan Menteri Pertanian, Sjarifuddin Baharsjah mendampingi mantan Menteri Pertanian, Prof. Bugaran Saragaih saat mengikuti diskusi bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan pakar pertanian lainnya di Jakarta, Senin (28/10/2019) Menurut […]

  • Lizzy Anjorin Bermimpi Menjadi Muslim

    Lizzy Anjorin Bermimpi Menjadi Muslim

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diva Nigeria Lizzy Anjorin memutuskan menjadi Muslim. Sejak kecil ia sudah kagum terhadap ajaran Islam, ia pun diam-diam mempelajarinya lantaran ayahnya seorang Kristen. “Di hati saya, hanya ada Islam. Ibuku seorang Muslim, saya selalu bermimpi, suatu hari akan memeluk Islam,” kata dia. “Hari itu telah datang, dan inilah saya, Alhamdulillah,” kata dia. Setelah menjadi Muslim, […]

  • DPRD Desak Kejaksaan Usut Korupsi Dana Proyek di Pemkab Madina

    DPRD Desak Kejaksaan Usut Korupsi Dana Proyek di Pemkab Madina

    • calendar_month Kamis, 31 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina Sahriwan Nasution mendesak aparat penegak hukum menyelidiki korupsi di Pemkab Madina, terutama dugaan pemerasan pejabat kepada para kontraktor. “Kita sudah melihat langsung selama ini di lapangan bahwa banyak proyek fisik yang kualitasnya kurang bagus, ini akibat banyaknya kutipan yang dilakukan kepada kontraktor dan juga pengawasan dari pihak PU […]

  • Wafat Setelah Hanyut di Sungai Batang Gadis

    Wafat Setelah Hanyut di Sungai Batang Gadis

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) –  Seorang gadis remaja ditemukan wafat di Sungai Batang Gadis, Kelurahan Laru Lombang, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis petang (15/9/2022). Sebelumnya, ia hanyut terbawa arus sungai saat mandi bersama rekan-rekannya. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Almarhumah bernama Syari Nabila Rangkuti (13), siswi SMP Negeri 1 Tambangan, Mandailing Natal. Sebelum ditemukan […]

expand_less