Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Terbakar? Dibakar?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
  • print Cetak

Alm. Rico Sampurna Pasaribu dan rumahnya yang terbakar

Oleh: Dahlan Iskan

Para wartawan di Karo akan menyalakan lilin bersama. Lokasinya: di reruntuhan rumah rekan mereka di Kabanjahe.

Nama rekan wartawan itu: Rico Sempurna Pasaribu. Usia sekitar 45 tahun. Sempurna tewas terbakar di rumahnya bersama istri, anak, dan cucunya.

Para wartawan sudah mendesak agar aparat keamanan mengungkap sejelas-jelasnya: itu kebakaran atau dibakar.

Kecurigaan sengaja dibakar sangat beralasan. Dalam dua minggu terakhir, Sempurna gigih mengungkapkan perjudian sampai backing-backing-nya. Sempurna juga gigih menulis soal peredaran narkoba di Karo.

Karo menduduki posisi ketiga terbesar untuk peredaran narkoba di Sumut. Hanya kalah oleh Medan dan Binjai.

Untuk menulis artikel ini, saya menghubungi wartawan di Kabanjahe: Marko Sembiring Keloko. Marko adalah teman Sempurna. Mereka bersama-sama meniti karir sebagai wartawan. Awalnya sebagai koresponden harian Senior Medan di Karo.

Ketika Marko pindah ke koran Poskota Sumatera, Medan, Sempurna juga pindah ke sana –sebagai wartawan di Karo. Lalu ketika Marko pindah lagi ke Pos Metro 22 Jam, Sempurna pun tetap selangkah.

Setelah tiga kali selalu bersama pindah media mereka berpisah. Marko ke Pos Metro Medan milik grup Jawa Pos. Sempurna pindah ke media online bernama tribratatv.com. Tapi mereka tetap satu kota: di Kabanjahe.

Hari menjelang tewas itu Marko masih bertemu Sempurna. Mereka sama-sama meliput demo antijudi dan antinarkoba di Karo. Yang melakukan demo adalah tokoh-tokoh agama di Karo: Kristen, Islam, Katolik, Buddha. Jumlah pendemo sekitar 300 orang.

Mereka demo di dua lokasi: Pemkab Karo dan Polres Karo. Mereka meliput sampai pukul 11.00 siang. Setelah itu keduanya ke rumah makan: Marko memesan sup ayam kampung. Sempurna hanya memesan jus jeruk. Sempurna mengaku sarapannya agak siang. Masih belum lapar.

Selesai makan mereka berpisah. Tidak menyangka itulah liputan bersama terakhir kalinya. Malam setelah itu, sekitar pukul 03.00 dini hari, rumah Sempurna dilahap api. Habis. Semua penghuni di dalamnya tewas terbakar.

Rumah itu kecil sekali. Sekitar 3 x 4 meter. Dindingnya papan. Tidak terlihat kukuh. “Kami di sini bilang, ditabrak kucing pun dinding papan itu jebol,” ujar Marko.

Itulah yang membuat teman-teman Sempurna heran. Kenapa Sempurna tidak sempat lari dari kebakaran. Pun istri dan anak cucunya.

Rumah itu berpenghuni 4 orang: Sempurna, istri, anak kedua, dan seorang cucu. Itu cucu dari anak pertama yang sudah menikah dan tinggal di rumah terpisah. Sang cucu dirawat di situ karena ibunyi bekerja.

Empat-empatnya tewas terbakar Rabu lalu. Rekan-rekannya curiga: kebakaran itu terkait dengan gencarnya tulisan Sempurna soal judi dan narkoba dengan segala backing-nya. Bahkan tidak hanya di media. Sempurna juga mengunggahnya di FB-nya. Termasuk alamat orang yang ia tulis sebagai backing judi.

Menurut Marko, teman-temannya sudah mengingatkan: mengapa cari perkara seperti itu. Tapi Sempurna terus menuliskannya.

Seorang wartawan lain masih bersama Sempurna malam itu. Namanya Anderson Sembiring. Wartawan online Metro One Online. Anderson yang malam itu mengantarkan Sempurna pulang. Hampir pukul 12 malam. Beberapa menit kemudian Anderson menelepon Sempurna. Ia mengabarkan sudah selamat sampai di rumahnya. Selamat tidur.

Keesokan paginya Marko membuka HP. Grup WA wartawan Karo ribut: Sempurna meninggal. Rumahnya terbakar. Mereka langsung mencurigai kebakaran itu terkait dengan pemberitaan.

“Kami, teman-temannya, menganggap Sempurna adalah wartawan pejuang.”

Sempurna hanya tamatan SMA. Ayahnya seorang sopir pengangkut kayu. Penghasilannya sebagai wartawan tidak bisa membuatnya punya rumah yang layak. Istri Sempurna ikut mencari penghasilan; jualan di rumahnya. Mracangan. Termasuk jual gas elpiji dan bensin.

Kepolisian Karo menjelaskan kebakaran itu ada kaitannya dengan bahan bakar yang dijual. Tapi belum ada penjelasan api berasal dari mana. Karo berudara sejuk. Harus ada api untuk bisa membuat bensin terbakar.

Dicopy dari: Disway edisi Senin (1/7/2024)

Dahlan Iskan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Habib An-Najjar Saat Berdakwah

    Kisah Habib An-Najjar Saat Berdakwah

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah Pegiat Literasi Islam Sungguh Allah telah  menceritakan seseorang yang dikehendakinya dalam Kalam-Nya. Selalu ada pesan cinta-Nya untuk kita. Kali ini Allah menceritakannya tentang Habib An-Najjar di ayat ini. اتَّبِعُوۡا مَنۡ لَّا يَسۡــٴَــلُكُمۡ اَجۡرًا وَّهُمۡ مُّهۡتَدُوۡنَ Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Yasin Ayat […]

  • Tak Ada Alasan Pemda Tunda THR dan Gaji ke-13

    Tak Ada Alasan Pemda Tunda THR dan Gaji ke-13

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Kebijakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2022. Maka tidak ada alasan lagi adanya penundaan.  Pemberian Tunjangan THR dan gaji ke-13 pegawai daerah dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang sumbernya antara lain berasal dari Dana Alokasi […]

  • Bakti Sosial, Kodim 0212/Tapsel Bantu Anak Penderita Tumor

    Bakti Sosial, Kodim 0212/Tapsel Bantu Anak Penderita Tumor

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sebagai bentuk empati melihat kondisi Nur Jannah (NJ), anak penderita tumor, Dandim 0212/Tapsel mengunjungi rumah orang tua anak tersebut di Desa Sihepeng, Siabu, Mandailing Natal pada Rabu (29/09/2021). Kedatangan Dandim ini sekaligus memberikan bantuan dalam rangka Bakti Sosial (Baksos) memperingati HUT ke-76 TNI. Kehadiran Dandim dan rombongan disambut orang tua anak […]

  • Pengguna jalan harapkan Pemda cepat atasi longsor di Simarrobu.

    Pengguna jalan harapkan Pemda cepat atasi longsor di Simarrobu.

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Kenderaan terjebak dalam longsor jalan di Desa Simarrobu Kec. Batang Natal. Pengguna  jalan mengharapkan Pemda agar cepat membersihkan material longsor yang tertimbun kejalan.(hol)  

  • Pengusaha Jepang Kunjungi Kebun Kopi Mandailing

    Pengusaha Jepang Kunjungi Kebun Kopi Mandailing

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Sejumlah pengusaha dari Jepang meninjau perkebunan kopi Mandailing di Mandailing Natal, Sumut. Peninjauan ini sebagai satu tahap untuk berinvestasi di bidang pembelian biji kopi Mandailing. Pengusaha itu bernama Usman Naito, Yoneyama dan Ishihara. Mereka didampingi Ketua Umum Kamar Dagang dan Insdustri Sumatera Utara, Khairul Mahaly melakukan tinjauan ke […]

  • Pemkab Madina Bangun 11 Ruas Jalan Tahun 2022

    Pemkab Madina Bangun 11 Ruas Jalan Tahun 2022

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membangun 11 ruas jalan Kabupaten tahun dengan total anggaran Rp44 milliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022. Saat ini delapan titik ruas jalan sedang dalam tahap pengerjaan, sedangkan tiga lagi masih dalam tahap proses tender ulang. “Ada 11 […]

expand_less