Senin, 21 Sep 2026
light_mode

8 Kecamatan Rawan Longsor, 6 Rawan Banjir

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 3 Jan 2014
  • print Cetak

PALUTA – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Paluta menyusun profile daerah rawan bencana dalam bentuk peta (map) rawan bencana. Tujuannya mengidentifikasi kawasan rawan bencana dan permasalahannya.

Berdasarkan data dan analisa BPBD, kawasan rawan bencana banjir meliputi 6 kecamatan yakni Kecamatan Dolok, Dolok Sigompulon, Simangambat, Portibi, Padang Bolak dan Batang Onang.
Untuk kawasan rawan bencana longsor terjadi di 8 kecamatan antara lain Kecamatan Dolok, Dolok Sigompulon, Halongonan, Padang Bolak, Padang Bolak Julu, Batang Onang, Hulu Sihapas dan Portibi.

Sedangkan untuk kawasan rawan bencana kebakaran terjadi di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Dolok Sigompulon, Padang Bolak, Batang Onang, Hulu Sihapas dan Halongonan.

“Atau dengan kata lain, kita memetakan dan mengidentifikasi daerah-daerah rawan bencana sehingga dapat memberikan informasi-informasi yang terkait dengan bencana serta dapat menentukan lokasi daerah rawan bencana tersebut didalam peta. Kemudian hasil peta rawan bencana ini nantinya dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan untuk mengantisipasi dan penanggulangan bencana,” ungkap Kepala BPBD Paluta Ridi AP dikantornya, Kamis (2/1).

Kepada wartawan  Ridi AP menjelaskan tentang dampak bencana di Paluta dimana semakin tinggi ancaman bahaya di suatu daerah maka semakin tinggi resiko daerah tersebut terkena bencana.

Kemudian katanya, berdasarkan dari survei lokasi rawan bencana dan hasil wawancara masing-masing camat dan penduduk setempat, pada umumnya akses jalan daerah-daerah rawan bencana di Paluta sangat memprihatinkan karena menurutnya masih banyak ditemukan jalan yang rusak dan bahkan juga dari suatu desa ke desa lain harus menyeberangi sungai dengan menggunakan getek (rakit papan) sehingga jika terjadi bencana masyarakat akan kesulitan untuk menuju lokasi untuk proses evakuasi.

“Wawancara kepada camat dan penduduk setempat sudah kita lakukan dan hasilnya akan kita buat dalam bentuk peta agar antisipasi dini terhadap bencana itu bisa teratasi,” ujarnya. (metro)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat dan Tokoh Masyarakat Dukung Renegosiasi
    Tak Berkategori

    Camat dan Tokoh Masyarakat Dukung Renegosiasi

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Selain Muspida, dukungan juga muncul dari sejumlah camat terhadap upaya renegosiasi kontrak karya PT.Sorikmas Mining bagi menyelesaikan perseteruan antara masyarakat Naga Juang dengan pihak perusahaan. Dalam dokumen deklarasi para camat dan tokoh masyarakat tertanggal 25 April 2013 itu,m pertama, menyatalkan bahwa para tokoh masyarakat dan camat mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan […]

  • GITA DAN TWO STATES SOLUTION UNTUK GAZA ADALAH BELENGGU DAN DOSA BESAR

    GITA DAN TWO STATES SOLUTION UNTUK GAZA ADALAH BELENGGU DAN DOSA BESAR

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Srg, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Kondisi di Gaza masih terus menyita perhatian dunia. Desakan masyarakat global terus memberikan tekanan kepada para pemimpin negara, baik di Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika untuk menunjukkan aksi nyata bagi Gaza. Bahkan, isu Gaza juga menentukan rating politisi di beberapa negara. Salah satu langkah yang ditempuh dalam menyahuti […]

  • Pelaku Ilegal Maining Asal Sumbar Diduga Jadi Biangkerok Kerusakan Kawasan TNBG di Madina

    Pelaku Ilegal Maining Asal Sumbar Diduga Jadi Biangkerok Kerusakan Kawasan TNBG di Madina

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online):Dari pengamatan melalui citra satelit google map, terlihat dengan jelas beberapa bukaan yang kuat dugaan adalah aktivitas operasi tambang emas ilegal di kawasan hutan konservasi Balai Taman Nasional Batang Gadis di Kabupaten Mandailing Natal. Kerusakan kawasan hutan taman nasional batang gadis ( TNBG ) di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ), Sumatera […]

  • Pers Kontekstual

    Pers Kontekstual

    • calendar_month Selasa, 3 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Askolani Nasution Budayawan   Kalau lembaga pers tidak ada, apakah langit akan runtuh? Ya, kalau itu sebelum era medsos. Sekarang? Siapa peduli. Selama konten berita hanya berorientasi update informasi, semua ada di medsos. Update-nya bahkan per detik. Akurasinya sudah kita peroleh dengan postingan lain beberapa detik kemudian. Bahkan langsung dari sumber informasi, baik melalui […]

  • Bibit Padi Yang Diduga Kadaluarsa, Dinas Pertanian Madina Tuding Dinas Pertanian Sumut

    Bibit Padi Yang Diduga Kadaluarsa, Dinas Pertanian Madina Tuding Dinas Pertanian Sumut

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Dinas Pertanian Madina belum memberikan konfirmasi soal bantuan bibit padi varietas Mekongga yang diterima petani sebagai bibit yang diduga kadaluarsa. Mandailing Online tak berhasil menemui Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina), Taufik Zulhandra Ritonga, ketika Mandailing Online mendatangi kantornya, Rabu (8/2/2016). Kepala Bidang Holtikultura, Juli juga tak ditemukan di kantor […]

  • Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

expand_less