Selasa, 28 Jul 2026
light_mode

8 Kecamatan Rawan Longsor, 6 Rawan Banjir

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 3 Jan 2014
  • print Cetak

PALUTA – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Paluta menyusun profile daerah rawan bencana dalam bentuk peta (map) rawan bencana. Tujuannya mengidentifikasi kawasan rawan bencana dan permasalahannya.

Berdasarkan data dan analisa BPBD, kawasan rawan bencana banjir meliputi 6 kecamatan yakni Kecamatan Dolok, Dolok Sigompulon, Simangambat, Portibi, Padang Bolak dan Batang Onang.
Untuk kawasan rawan bencana longsor terjadi di 8 kecamatan antara lain Kecamatan Dolok, Dolok Sigompulon, Halongonan, Padang Bolak, Padang Bolak Julu, Batang Onang, Hulu Sihapas dan Portibi.

Sedangkan untuk kawasan rawan bencana kebakaran terjadi di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Dolok Sigompulon, Padang Bolak, Batang Onang, Hulu Sihapas dan Halongonan.

“Atau dengan kata lain, kita memetakan dan mengidentifikasi daerah-daerah rawan bencana sehingga dapat memberikan informasi-informasi yang terkait dengan bencana serta dapat menentukan lokasi daerah rawan bencana tersebut didalam peta. Kemudian hasil peta rawan bencana ini nantinya dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan untuk mengantisipasi dan penanggulangan bencana,” ungkap Kepala BPBD Paluta Ridi AP dikantornya, Kamis (2/1).

Kepada wartawan  Ridi AP menjelaskan tentang dampak bencana di Paluta dimana semakin tinggi ancaman bahaya di suatu daerah maka semakin tinggi resiko daerah tersebut terkena bencana.

Kemudian katanya, berdasarkan dari survei lokasi rawan bencana dan hasil wawancara masing-masing camat dan penduduk setempat, pada umumnya akses jalan daerah-daerah rawan bencana di Paluta sangat memprihatinkan karena menurutnya masih banyak ditemukan jalan yang rusak dan bahkan juga dari suatu desa ke desa lain harus menyeberangi sungai dengan menggunakan getek (rakit papan) sehingga jika terjadi bencana masyarakat akan kesulitan untuk menuju lokasi untuk proses evakuasi.

“Wawancara kepada camat dan penduduk setempat sudah kita lakukan dan hasilnya akan kita buat dalam bentuk peta agar antisipasi dini terhadap bencana itu bisa teratasi,” ujarnya. (metro)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan Madina Ditangkap, Arsidin Batubara: Saatnya Tim Hukum Pemkab Bekerja

    Nelayan Madina Ditangkap, Arsidin Batubara: Saatnya Tim Hukum Pemkab Bekerja

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabar penangkapan 16 nelayan asal Madina oleh tim razia gabungan DKP Sumatera Barat (Sumbar) di kawasan Teluk Ilalang, Batahan pada Sabtu (9/10) kemarin menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Madina Arsidin Batubara yang dihubungi Mandailing Online pada Minggu (10/10) meminta tim hukum Pemkab Madina bekerja dalam kasus […]

  • Advokad Minta Menteri ESDM Tutup PT. SMGP di Madina

    Advokad Minta Menteri ESDM Tutup PT. SMGP di Madina

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Advokat Sumatera Utara (PB PASU) Eka Putra Zakran, SH.MH meminta Menteri ESDM mencanut izin dan sekaligus menutup beroperasinya PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Mandailing Natal. Eka Putra menyatakan itu menyusul hasil investigasi Walhi Sumut yang menemukan indikasi pelanggaran HAM oleh PT. SMGP pada […]

  • Varietas Padi Siganteng Kalahkan Produksi Nasional

    Varietas Padi Siganteng Kalahkan Produksi Nasional

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Demplot tanaman padi varietas lokal bernama Siganteng mampu memproduksi gabah 8,1 ton per hektar. Sementara produksi nasional masih sekitar 6 hingga 7 ton per hektar. Demplot dilakukan di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) yang dilakukan kelompok tani Desa Maju kerjasama Kodim 0212/TS dan Dinas Pertanian Madina, musim ini. […]

  • Mendiknas: UN Acuan Masuk PTN pada 2012

    Mendiknas: UN Acuan Masuk PTN pada 2012

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Surabaya, Mendiknas, M Nuh (tengah), menyapa sejumlah siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), usai peresmian Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di kompleks Rumah Sakit Islam (RSI) Wonokromo, Surabaya, Minggu (12/12). TBM di ruang publik yang diprakarsai pihak RSI Wonokromo tersebut, bertujuan untuk menyediakan sarana belajar masyarakat yang bermutu dengan mengedepankan kepentingan komunitas dan memunculkan kreatifitas masyarakat. […]

  • Quick Count Sementara versi Desk Pemilukada Madina

    Quick Count Sementara versi Desk Pemilukada Madina

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hidayat-Dahlan Unggul Pencoblosan ulang di Madina usai dihelat kemarin. Pasangan nomor urut 6, HM Hidayat Batubara-Dahlan Hasan Nasution menggungguli pasangan lainnya dengan meraih angka sekitar 48.532 suara atau sekitar 70,5 persen dari jumlah suara sah. Hasil ini sesuai penghitungan sementara atau quick count desk pemilukada Madina hingga pukul 17.30 WIB, yang dicatut METRO dari Kantor […]

  • Narbaez, Warga AS yang Memeluk Islam Karena Terpikat Sujud dan Wudhu

    Narbaez, Warga AS yang Memeluk Islam Karena Terpikat Sujud dan Wudhu

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Tak pernah terlintas di benak Raphael NarBaez, pria berkebangsaan Amerika Serikat untuk mempelajari dan bahkan memeluk Islam. Betapa tidak. Dalam dirinya telah tertanam sebuah keyakinan bahwa semua agama, selain yang diyakininya, adalah buruk. Hingga suatu hari, ia tak lagi meyakini kebenaran agama yang dipeluknya. Narbaez pun memutuskan untuk meninggalkan agamanya. Ia lalu mempelajarinya ulang, dan […]

expand_less