Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Siapa Wanita yang Mengaku Istri Mantan Pejabat Pemkab Madina Itu? (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 23 Mei 2017
  • print Cetak

Ken Dedes ilustrasi

 

Pada tanggal 10 April 2017, Basrah Siregar warga Sidimpuan mengadukan nomor seluler 08122415#### ke Polres Sidimpuan atas tuduhan melakukan teror SMS dan telefon kepadanya dan istrinya.

Pemilik nomor peneror itu seorang wanita, karena selain SMS, wanita itu juga dinyatakan pernah  via telefon melakukan teror lisan.

Wanita peneror via SMS itu mengaku istri H mantan pejabat Pemkab Madina.  Wanita itu menuduh istri Basrah berinisial I mengejar dan ingin berselingkuh dengan suaminya H.

Dan ternyata, wanita peneror itu bukan istri H. Sebab, H sendiri telah bertemu dengan Basrah. Dari hasil pembicaraan antara Basrah dengan H ternyata istri H tidak pernah melakukan teror SMS kepada Basrah dan I.

Usai pertemuan antara Basrah dengan H itu akhirnya Basrah melakukan pengaduan ke Polres Sidimpuan.

Dan pihak Polres Tapsel sejauh ini telah mendalami kasus itu. Tentunya, selanjutnya polisi akan melakukan pengusutan dan penyidikan terhadap keberadaan wanita peneror itu.

Lantas siapa wanita peneror via SMS itu? Apa motifnya sehingga dia melakukan teror SMS kepada Basrah dan istrinya?

Apakah wanita peneror itu memiliki target hendak merusak rumah tangga Basrah? Bisa jadi, sebab, berdasar pengakuan Basrah yang dilansir Medan Bisnis.com, wanita peneror itu sempat menyatakan agar Basrah menjaga istrinya supaya tak mengganggu dan tak mengejar-ngejar H. Wanita itu seperti hendak menegaskan bahwa I hendak berselingkuh dengan H.

Penegasan wanita itu seolah memberikan indikasi bahwa wanita itu  memiliki tingkat kecemburuan yang tinggi. Kondisi cemburu yang kental itu menyebabkan kekalutan dan berimplikasi pada teror sms dan telefon.

Pertanyaan lanjutan tentunya adalah, apakah I melakukan affair dengan H sehingga wanita peneror itu cemburu dan merasa ada saingan? Atau bisa jadi I tak memiliki hubungan affair dengan H dan hanya dugaan wanita itu saja sehingga melakukan teror SMS kepada I. Semuanya memiliki kemungkinan-kemungkinan. Dan pihak polisi tentunya sedang mengkaji dan menganalisanya.

Pertanyaan selanjutnya, siapa wanita peneror itu? Sumber yang layak dipercaya kepada Mandailing Online pada hari Jum’at (19/5/2017) lalu menyebutkan bahwa wanita peneror itu berdomisili di Panyabungan, Mandailing Natal.

“Dia buka istri H. Dia hanya mengaku-ngaku istri H saja,” kata sumber itu.

Melacak identitas wanita peneror ini boleh jadi sangat mudah jika I dimungkinkan mengenal wanita itu,  pihak polisi akan mudah melakukan pelacakan.

Tetapi, bisa juga agak sulit bilamana I  tak mengenal wanita itu, dan ponsel wanita itu gagal juga dilacak oleh polisi.

Namun, bisa jadi H mengenal wanita itu. Jika H buka mulut, tentu identitas wanita itu akan dikenali. Itu berarti, kartu AS berada di tangan H. (bersambung)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bidan Harus Contoh Ketauladanan Florence Nightigale

    Bidan Harus Contoh Ketauladanan Florence Nightigale

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Capping Day merupakan upacara untuk mengenang Florence Nightingale, tokoh perintis keperawatan sejak tahun 1820. Para bidan didorong untuk mencontoh ketauladanan Florence Nightigale yang berkarakter selalu menolong orang yang membutuhkan kesehatan dengan rasa cinta kasih tanpa membedakan status ekonomi dan ras. Hal itu disampaikan Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara dibacakan […]

  • Jokowi Sebut Batak Mandailing, Raja di Mandailing Berreaksi

    Jokowi Sebut Batak Mandailing, Raja di Mandailing Berreaksi

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Raja di Mandailing berreaksi terhadap sebutan Batak Mandailing oleh Presiden Jokowi. Mandailing itu bukan suku, tapi sebuah bangsa. Sehingga tak bisa disebut suku Batak atau sub suku Batak. Hal itu dikatakan Raja Onggara Lubis, dari kerajaan Hutanagodang Ulu Pungkut menjawab Mandailing Online, Kamis (21/3/2019) menanggapi munculnya sebutan “Batak Mandailig” oleh Presiden […]

  • DPRD Madina Usulkan Pansus M3 Gate

    DPRD Madina Usulkan Pansus M3 Gate

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dugaan ketidakberesan investasi pertambangan emas oleh PT Madina Madani Mining (M3) di Kecamatan Lingga Bayu masuk ranah legislatif. DPRD Mandailing Natal (Madina) mengusulkan pembentukan Pansus M3 Gate. Pembentukan Panitia Khusus ini diusulan 20 anggota DPRD Madina. Sekretaris DPRD Madina, Sahnan Batubara kemarin mebenarkan adanya suslan itu yang tertuang dalam surat para […]

  • Kasus Tapsel, Kejatisu tetap ‘fair’

    Kasus Tapsel, Kejatisu tetap ‘fair’

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    .MEDAN – Surat izin pemeriksaan terhadap Walikota Medan, Rahudman Harahap menuai asumsi negatif terhadap kinerja Kejaksaaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Hal ini karena surat yang dilayangkan Kejatisu kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) dikembalikan karena belum lengkap. Insiden ini mengindikasikan jika surat yang dikirim oleh Kejatisu terkesan asal jadi, sehingga prosedur dalam surat tersebut tidak terpenuhi. Selain […]

  • MUI Langkat Minta Sikap Konkrit Atasi Kemaksiatan

    MUI Langkat Minta Sikap Konkrit Atasi Kemaksiatan

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Langkat : Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Langkat meminta pihak berwenang dan terkait untuk merumuskan sikap konkrit berupa kebijakan mengatasi berbagai bentuk kemaksiatan yang semakin memprihatinkan di daerah setempat. “Perlu sikap konkrit atas kemaksiatan yang selain telah melanggar norma agama, juga menciderai Langkat sebagai bumi religius,” kata H Saleh Hamid, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Langkat […]

  • 260 Sekolah di Sumut Terapkan Kurikulum 2013

    260 Sekolah di Sumut Terapkan Kurikulum 2013

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Dinas Pendidikan Provinsi Sumut menegaskan hanya memediasi tempat dan berkoordinasi untuk mensukseskan penerapan kurikulum 2013. Sedangkan penentuan sekolah, termasuk guru-guru yang akan diterapkan lebih dahulu kurikulum serta sosialisasinya ditentukan langsung Kemendikbud RI. Untuk pelaksanaan pelatihan kurikulum 2013 dilaksanakan oleh LPMP dan P4TK. “Dinas hanya memediasi tempat serta berkoordinasi dengan kabupaten/kota. Sedangkan kegiatan langsung […]

expand_less