Sabtu, 11 Apr 2026
light_mode

Kader Ulama Perempuan, Jadi Solusi Kesejahteraan Hakiki?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Riani,S.Pd.I
Guru tinggal di Medan

Topik mengenai perempuan dan anak selalu jadi perhatian dan hangat untuk diperbincangkan, salah satunya pemberdayaan perempuan. Di dalam sistem kapitalis segala aspek diincar untuk diberdayakan, begitupun perlindungan anak yang tak kunjung habisnya. Namun dengan begitu, masalah yang dihadapi perempuan baik persoalan keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak tak jua berbuah manis.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berbasis masjid.

“MoU ini akan menjadi komitmen bersampa dalam memberikan pelindungan kepada perempuan dan anak. Mudah-mudahan menjadi langkah awal yang diwujudkan dalam langkah konkret berikutnya,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan MoU yang diliput secara daring dari Jakarta, (19/2).

Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar mengatakan, untuk menindak lanjuti program-program yang ada di MoU akan mengadakan pendidikan kader ulama perempuan sebagai salah satu tindak lanjut nota kesepahaman dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Banyak ulama, tetapi yang perempuan sangat langka.

Di seluruh dunia, tidak pernah kita dengar ada majelis ulama yang ketuanya perempuan, padahal tidak diharamkan,” kata Nasaruddin pada acara penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak yang diliput secara daring dari Jakarta. Melalui pendidikan kader ulama perempuan, Nasaruddin berharap bisa lebih banyak ulama-ulama perempuan di berbagai daerah sehingga pembacaan Al Quran dan penafsirannya tidak bias gender. (19/2)

Nota kesepakatan yang telah ditandatangani ini mencakup pertama, percepatan pencapaian lima arahan Presiden yaitu peningkatan peran perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penghapusan pekerja anak dan penurunan perkawinan anak. Kedua, pengarusutamaan gender dan pemenuhan hak anak dalam program masjid. Ketiga, peningkatan kualitas dan kuantitas ulama yang responsif gender dan peduli hak anak, khususnya kader ulama perempuan yang menguasai keilmuan Islam berbasis gender melalui pemahaman Islam yang moderat. Keempat, penyediaan dan pertukaran data terpilah, statistik dan informasi berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berbasis masjid.

Nuansa Islam moderat dengan mengatasnamakan gender sangat kental didengungkan, ini dapat menghantar lahirnya rujukan publik yang memperkuat moderasi dan penguatan sekularisme, yang justru akan menjauhkan Islam yang hakiki. Pendidikan kader ulama perempuan dikhawatirkan akan menjadi bumerang yang menyudutkan Islam karena dianggap sebagai agama yang diskriminatif pada perempuan, padahal senyatanya tidak demikian.

Ulama adalah pewaris para nabi, kedudukan ulama begitu istimewa, ketaatan, ketaqwaan dan rasa takut mereka kepada Allah yang membuat para ulama berbeda bukan halnya karena keluasan dan kedalaman ilmu yang dimiliki. Begitupun peran ulama yang sangat mulia yaitu menjaga Agama Allah, tetap istiqamah dan konsisten terhadap kebenaran. Para ulama mengabdikan seluruh hidup mereka untuk menegakkan agama Allah SWTi, membina dan membimbing umat agar selalu dalam ketaatan kepada Allah.

Untuk mewujudkan kesejahteraan terutama bagi perempuan dan anak-anak, dapat dibangun dengan keluarga yang ideal, kontrol masyarakat dan peran maksimal negara sebagai pengatur urusan umat. Negara memberikam fasilitas kepada perempuan agar dapat menjalankan perannya dengan maksimal. Negara bertanggung jawab penuh menciptakan keluarga ideal dengan membuka lapangan kerja bagi kepala keluarga, jaminan kesehatan, pendidikan, hidup layak dan keamanan serta mencetak ulama yang berkontribusi dalam perbaikan kualitas keluarga, masyarakat dan negara, sehingga tercipta kesejahteraan yang hakiki. Wallahu’alam bi showab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Lepas Peserta MTQ Tingkat Provinsi

    Bupati Madina Lepas Peserta MTQ Tingkat Provinsi

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: Bupati Madina Ja’kfar Sukhairi Nasution lepas 52 peserta Kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke 39 asal Madina yang akan bersaing di tingkat Provinsi. Kamis, (20/06/2024). Sebelum melepas peserta MTQ Bupati Madina Muhammad Ja’kfar Sukhairi Nasution berikan arahan dan bimbingan. Kata Sukhairi Momentum MTQ tersebut tak hanya sebatas mencari gelar juara. Namun, […]

  • Jika Terpilih Harun Ichwan Siapkan Solusi dan Beri Pinjaman Modal Bagi UMKM

    Jika Terpilih Harun Ichwan Siapkan Solusi dan Beri Pinjaman Modal Bagi UMKM

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PALUTA ( Mandailing Online ):  Saat menyimak siaran langsung Debat Publik yang di gelar KPU Madina di ballroom Hotel Sapadia, Gunung tua Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Kamis (14/11/2024) malam. Calon Bupati dan Wakil Bupati Madina nomor urut 1, Harun Mustafa Nasution – Muhammad Ichwan Husein Nasutuon menyampaikan selama masa kampanye pasangan ini telah keliling […]

  • Gran Max Terjun ke Sungai di Kotanopan, 8 Orang Tewas

    Gran Max Terjun ke Sungai di Kotanopan, 8 Orang Tewas

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Desa Usor Tolang, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (14/03/2011) dini hari. Sebuah mobil Daihatsu Gran Max Nopol BK 1380 KO, terjun ke sungai. Gran Max yang terjun ke sungai dengan ketinggian 20 meter dari badan jalan mengakibatkan 8 orang tewas. Korban tewas yakni Darmawati (40) […]

  • Komnas HAM: Polisi intimidasi wartawan di Bima

    Komnas HAM: Polisi intimidasi wartawan di Bima

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sejumlah wartawan di Bima, Nusa Tenggara Barat, mengalami intimidasi dari oknum kepolisian. Ketua Komnas HAM Ifdal Kasim mengatakan, intimidasi itu terkait video yang dipunyai oleh Komnas HAM mengenai kasus kekerasan yang dilakukan kepolisian saat membubarkan paksa pengunjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, pada 24 Desember 2011. “Situasi yang berkembang sekarang menimpa rekan-rekan wartawan. […]

  • Jaringan Pasar Penyebab Harga Biji Kopi Rendah di Madina

    Jaringan Pasar Penyebab Harga Biji Kopi Rendah di Madina

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jaringan pasar yang dinilai masih mandeg penyebab harga biji kopi di Kabupaten Mandailing Natal masih rendah. Demikian dikatakan Ali Musa Manto Lubis, salah satu petani kopi di Desa Pastap Julu Kecamatan Tambangan kepada Mandailing Online, Senin, (1/8). Diungkapkannya, hingga saat ini harga biji kopi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih jauh […]

  • Tunjangan staf Madina tak dibayar?

    Tunjangan staf Madina tak dibayar?

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami depisit anggaran mencapai Rp45 miliar lebih. Sehingga terancang anggaran tunjangan staf sebesar Rp250 ribu per bulan yang tinggal beberapa bulan lagi bakal terancam tidak dibayar. Bahkan beberapa proyek juga tidak terlaksana akibat ketersedian anggaran. “Kami sangat resah akibat tidak dibayarkannya tunjangan staf […]

expand_less