Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Kader Ulama Perempuan, Jadi Solusi Kesejahteraan Hakiki?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Riani,S.Pd.I
Guru tinggal di Medan

Topik mengenai perempuan dan anak selalu jadi perhatian dan hangat untuk diperbincangkan, salah satunya pemberdayaan perempuan. Di dalam sistem kapitalis segala aspek diincar untuk diberdayakan, begitupun perlindungan anak yang tak kunjung habisnya. Namun dengan begitu, masalah yang dihadapi perempuan baik persoalan keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak tak jua berbuah manis.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berbasis masjid.

“MoU ini akan menjadi komitmen bersampa dalam memberikan pelindungan kepada perempuan dan anak. Mudah-mudahan menjadi langkah awal yang diwujudkan dalam langkah konkret berikutnya,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan MoU yang diliput secara daring dari Jakarta, (19/2).

Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar mengatakan, untuk menindak lanjuti program-program yang ada di MoU akan mengadakan pendidikan kader ulama perempuan sebagai salah satu tindak lanjut nota kesepahaman dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Banyak ulama, tetapi yang perempuan sangat langka.

Di seluruh dunia, tidak pernah kita dengar ada majelis ulama yang ketuanya perempuan, padahal tidak diharamkan,” kata Nasaruddin pada acara penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak yang diliput secara daring dari Jakarta. Melalui pendidikan kader ulama perempuan, Nasaruddin berharap bisa lebih banyak ulama-ulama perempuan di berbagai daerah sehingga pembacaan Al Quran dan penafsirannya tidak bias gender. (19/2)

Nota kesepakatan yang telah ditandatangani ini mencakup pertama, percepatan pencapaian lima arahan Presiden yaitu peningkatan peran perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penghapusan pekerja anak dan penurunan perkawinan anak. Kedua, pengarusutamaan gender dan pemenuhan hak anak dalam program masjid. Ketiga, peningkatan kualitas dan kuantitas ulama yang responsif gender dan peduli hak anak, khususnya kader ulama perempuan yang menguasai keilmuan Islam berbasis gender melalui pemahaman Islam yang moderat. Keempat, penyediaan dan pertukaran data terpilah, statistik dan informasi berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berbasis masjid.

Nuansa Islam moderat dengan mengatasnamakan gender sangat kental didengungkan, ini dapat menghantar lahirnya rujukan publik yang memperkuat moderasi dan penguatan sekularisme, yang justru akan menjauhkan Islam yang hakiki. Pendidikan kader ulama perempuan dikhawatirkan akan menjadi bumerang yang menyudutkan Islam karena dianggap sebagai agama yang diskriminatif pada perempuan, padahal senyatanya tidak demikian.

Ulama adalah pewaris para nabi, kedudukan ulama begitu istimewa, ketaatan, ketaqwaan dan rasa takut mereka kepada Allah yang membuat para ulama berbeda bukan halnya karena keluasan dan kedalaman ilmu yang dimiliki. Begitupun peran ulama yang sangat mulia yaitu menjaga Agama Allah, tetap istiqamah dan konsisten terhadap kebenaran. Para ulama mengabdikan seluruh hidup mereka untuk menegakkan agama Allah SWTi, membina dan membimbing umat agar selalu dalam ketaatan kepada Allah.

Untuk mewujudkan kesejahteraan terutama bagi perempuan dan anak-anak, dapat dibangun dengan keluarga yang ideal, kontrol masyarakat dan peran maksimal negara sebagai pengatur urusan umat. Negara memberikam fasilitas kepada perempuan agar dapat menjalankan perannya dengan maksimal. Negara bertanggung jawab penuh menciptakan keluarga ideal dengan membuka lapangan kerja bagi kepala keluarga, jaminan kesehatan, pendidikan, hidup layak dan keamanan serta mencetak ulama yang berkontribusi dalam perbaikan kualitas keluarga, masyarakat dan negara, sehingga tercipta kesejahteraan yang hakiki. Wallahu’alam bi showab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tympanum Produksi Film Biola Na Mabugang 2

    Tympanum Produksi Film Biola Na Mabugang 2

    • calendar_month Jumat, 20 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    Setelah sukses di film berbahasa mandailing “Biola Na Mabugang”, Tympanum Novem Film kembali membuat skuel kedua rencananya berjudul “ Tias Ni Bugang (Biola Na Mabugang 2)”. Film garapan sutradara Askolani Nasution ini ditarget akan dirilis menjelang lebaran nanti. Saat ini tahapan penggarapan “Tias Ni Bugang” sedang tahapan dubbing atau pengisian suara, setelah beberapa minggu melakukan […]

  • Gelar Muscab, PPP Madina Siap Menyongsong Pemilu 2024

    Gelar Muscab, PPP Madina Siap Menyongsong Pemilu 2024

    • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Program partai yang jelas akan menentukan perolehan suara pada Pemilu sehingga perlu dilaksanakan musyawarah di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota. Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan ( DPC PPP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam menghadapi perhelatan Pemilu serentak tahun 2024 kembali mempersiapkan pelaksanaan program partai dan membentuk kepengurusan untuk masa bakti […]

  • Salman Rais Mundur dari Jabatan Ketua BMI Madina

    Salman Rais Mundur dari Jabatan Ketua BMI Madina

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Muhammad Salman Rais, S.Sos menyatakan mengundurkan diri dari anggota sekaligus ketua DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Mandailing Natal. “Surat tersebut telah saya sampaikan langsung ke sekretariat DPC PDIP Kabupaten Mandailing Natal, Jl. Willeam Iskander, Dalan Lidang, Panyabungan,” katanya, Kamis (4/10/2024) di Panyabungan. “Alasan saya mengundurkan diri adalah saat ini saya […]

  • Lizzy Anjorin Bermimpi Menjadi Muslim

    Lizzy Anjorin Bermimpi Menjadi Muslim

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diva Nigeria Lizzy Anjorin memutuskan menjadi Muslim. Sejak kecil ia sudah kagum terhadap ajaran Islam, ia pun diam-diam mempelajarinya lantaran ayahnya seorang Kristen. “Di hati saya, hanya ada Islam. Ibuku seorang Muslim, saya selalu bermimpi, suatu hari akan memeluk Islam,” kata dia. “Hari itu telah datang, dan inilah saya, Alhamdulillah,” kata dia. Setelah menjadi Muslim, […]

  • Hj Nurliyah Kades Wanita Pertama di Siabu

    Hj Nurliyah Kades Wanita Pertama di Siabu

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Hj Nurliyah terpilih sebagai Kepala Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Kades wanita pertama di kecamatan tersebut menang dalam pemilihan kades, Sabtu (27/11), dengan meraih 238 suara, mengalahkan saingannya Tagor Lubis dengan 114 suara dari 463 suara dalam daftar pemilih tetap. Ketua panitia Pilkades Abdul Lubis mengatakan, kemenangan Hj Nurliyah merupakan […]

  • PT. SBN: Kebakaran Pabrik, Kerugian Ratusan Juta

    PT. SBN: Kebakaran Pabrik, Kerugian Ratusan Juta

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebakaran pabrik aspal milik PT. Sinar Batang Natal (PT.SBN) di Panyabungan, Mandailing Natal, Senin malam (8/7/2013), selain menyebabkan dua karyawan korban, juga mengahanguskan sejumlah fasilitas pabrik. Kapala Produksi PT.SBN, Hutagaol menjawab wartawan, Selasa (9/7) mengatakan kebakaran yang terjadi menyebabkan kerusakan pada instlateur listrik, mesin pemecah batu dan sejumlah drum. Kerugian mencapai […]

expand_less