Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Keluarga Korban Akan Tuntut PT.SMGP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 30 Sep 2018
  • print Cetak

Asrod, ayah Musawi (tengah) bersama kerabat yang melayat

SIBANGGOR (Mandailing Online) – Dua keluarga korban akan menuntut pihak PT.SMGP terkait tewasnya dua remaja di kolam pengeboran panas bumi Desa Sibanggor Jae.

Usai masa berkabung, pihak keluarga bersama masyarakat Sibanggor Jae akan bermusyawarah menetapkan sikap.

Kedua keluarga itu adalah keluarga almarhum Irsanul Mahya (15) dan almarhum Muhammad Musawi (15) yang tewas tengggelam di kolam pengeboran panas bumi milik PT.Sorik Marapi Geothermal Power, Sabtu (29/9/2018).

“Kami akan menuntut pertanggung jawaban perusahaan,” kata Asrod, ayah Musawi kepada wartawan usai proses penguburan jenazah anaknya di kediamannya Desa Sibanggor Jae, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Minggu siang (30/9/2018).

Sikap yang sama dikatakan Khairul Saleh, ayah Mahya. Dia menyatakan, selesai masa berkabung pihaknya akan membicarakan proses hukum yang akan ditempuh.

Berita terkait : Warga : Kolam SMGP Tidak Ada Pagar

Jenazah Musawi dan Mahya dimakamkan di desa itu, Minggu sekitar pukul 10.00. Pusara keduanya saling berdekatan.

Kedua korban adalah sahabat karib. Rumah mereka juga tak begitu jauh, hanya berjarak sekitar 3 rumah dan masih satu lorong.

Asrod, ayah Musawi masih sangat terpukul ketika Mandailing Online dan sejumlah wartawan melayat ke rumah duka. Nafasnya terlihat sangat berat dengan tatapan nanar.

“Mabiar au sega pasari-sarina. Aha dope artina pala sega au (saya takut rusak memikirkannya. Apalagi artinya saya jika sudah rusak-red),” ujar buruh tani itu lirih sambil terisak kepada kerabat yang datang melayat.

Baca juga : Dua Santri Tewas Tenggelam di kolam PT.SMGP

Sementara itu, warga Desa Sibanggor Jae sangat mendukung sikap kedua keluarga korban dalam upaya minta pertanggungjawaban terhadap pihak PT.SMGP.

Kepada wartawan, warga menyatakan bahwa sebenarnya situasi warga di kampung itu sangat marah, namun masih mampu meredam gejolak.

“Sebenarnya sekarang di sini lagi panas. Mudah-mudahan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Nasaruddin Siregar, warga Desa Sibanggor Jae.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Sumber Energi Akibat Kelangkaan Batu Bara atau Kesalahan Tata Kelola?

    Krisis Sumber Energi Akibat Kelangkaan Batu Bara atau Kesalahan Tata Kelola?

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Devita Deandra Pemerhati Kebijakan   Baru-baru ini. Pemerintah Republik Indonesia menyatakan, kebijakan penghentian ekspor batu bara ke sejumlah negara adalah upaya dalam menjaga kepentingan rakyat di dalam negeri. Krisis batu bara internasional yang sedang terjadi, membuat pemerintah harus mengamankan ketersediaan batu bara untuk kebutuhan rakyat. Pemerintah memutuskan untuk melarang seluruh perusahaan pertambangan batu bara […]

  • FUIB Kumpul 9 Juta Untuk Korban Bencana Madina

    FUIB Kumpul 9 Juta Untuk Korban Bencana Madina

    • calendar_month Minggu, 14 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – FUIB sejauh ini berhasil mengumpul Rp9.045.000 dalam aksi pegumpulan dana untuk korban bencana di Mandailing Natal. Dana tersebut terkumpul dalam satu hari ini Ahad (14/10/2018) sejak pukul 13.00 WIB s/d 17.30 WIB di jalan raya titik Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). FUIB (Forum Umat Islam Bersatu) Kabupaten Madina itu terdiri […]

  • Agustus e-KTP Diterbitkan

    Agustus e-KTP Diterbitkan

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL- Kabupaten Tapanuli Selatan mulai menerapkan penggunaan elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP). Paling lambat, penerbitanya pada Bulan Agustus ini. Hal ini disampaikan Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu didampingi Plt Sekdakab, Ir Aswin Efendi Siregar dan Plt Kadisdukcapil, H Hotma Dalid Harahap MAP kepada wartawan, Senin (18/4) kemarin. “Wujud pelayanan kepada masyarakat, keberanian kita melompat […]

  • Polisi Dalami Peristiwa Pengeroyokan Giawa di Muara Batang Gadis

    Polisi Dalami Peristiwa Pengeroyokan Giawa di Muara Batang Gadis

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Unit Reskrim Polisi Sektor (Polsek) Maura Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) saat ini masih mendalami laporan pengeroyokan korban bernama Mencari Hati Giawa yang terjadi pada Sabtu (5/10/2024). Laporan dari korban masuk tanggal 5 Oktober 2024 dengan nomor LP/B/38/X/2024/SPKT/POLSEK MUARA BATANG GADIS/POLRES MANDAILING NATAL/POLDA SUMATRA UTARA. Tiga orang diduga pelaku […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 47)

    MARSIDAO-DAO (episode 47)

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Laing ikusandarkon dadaboru ni Muklan i do sibuk ni Si Siti tu indorana painte becak masin marobanna. Dadaboru ni Mahlil margoso palagut parabiton ni Siti nangkan obanon tu ruma sakit. Si Rahim iambit ombar balok ni alai. Poso-poso na manjalahi becak i, marlojong maripas tu dalan godang an. Dung […]

  • Ada inisial M dan F Diduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Madina

    Ada inisial M dan F Diduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Madina

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Suara alat berat itu meraung raung setiap malam di dusun batu marsaong, desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Alat berat yang beroperasi mengeruk sedimen sekitar aliran sungai batang natal itu untuk mangambil material pasiran mengandung emas. ” itu milik inisial L dan F. Mereka sudah beroperasi lama tanpa […]

expand_less