Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Kepala Puskesmas Tabuyung Diangkat Jadi Pj Kepala Desa, Akreditasi Nasional Bisa Terancam?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –
Kepala Puskesmas diangkat menjadi pejabat kepala desa.

Ini terjadi di Desa Tabuyug, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina).

Pejabat kepala desa itu bernama dr Mahyuni. Dia dokter umum, juga kepala Puskesmas Tabuyung.

Padahal, puskesmas ini sedang dihadapkan pada konsentrasi persiapan mengejar akreditasi nasional.

Bisa jadi kelak rangkap jabatan sebagai kepala puskesmas dan pejabat kepala desa ini akan menggangu puskesmas untuk memperoleh akreditasi dari pemerintah.

Pun bisa jadi akan mengganggu upaya Pemkab Madina yang sedang berjuang keras meloloskan puskesmas-puskesmas di Madina terakreditasi.

Pengangkatan dr Mahyuni sebagai Pejabat Kepala Desa Tabuyung tertuang dalam surat keputusan yang ditandatangani Bupati Madina Ja’far Sukhairi Nasution tanggal 27 Juni 2022.

Camat Muara Batang Gadis, Hidayat yang hubungi Mandailing Online via WhatsAap, Kamis (14/7/2022) membenarkan pengangkatan dr Mahyuni menjadi pejabat kepala Desa Tabuyung.

Dikatakannya, surat pengajuan dari Badan Perwakilan Desa (BPD) Tabuyung hanya mengajukan satu nama untuk calon pejabat kepala desa, yaitu dr Mahyuni.

Lantas adakah rekomendasi dari Dinas Kesehatan Madina?

Kasubbag Kepegawaian Dinas Kesehatan Madina menjawab Mandailing Online via WhatsAap, Kamis (14/7/2022) menyatakan bahwa hingga kini tidak pernah muncul di meja kerjanya dokumen dari dr Mahyuni terkait permohonan rekomendasi untuk perolehan jabatan kepala desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Madina, dr Syarifuddin di hari yang sama menjawab Mandailing Online via WhatsAap menyatakan bahwa Dinas Kesehatan sejauh ini tidak pernah menerbitkan rekomendasi bagi dr Mahyuni untuk jabatan kepala desa.

Tidak mungkin rekomendasi diberikan karena dr Mahyuni sangat dibutuhkan di sektor kesehatan.

Apalagi Puskesmas Tabuyung saat ini sedang dalam tahap persiapan mencapai akreditasi karena puskesmas itu turut menjadi target akreditasi nasional, dimana konsentrasi kepala puskesmas sangat dibutuhkan agar capaian terget akreditasi itu tidak melempem.

Dia menyatakan, bahwa sekretaris Dinas Kesehatan Madina pernah menyampaikan prihal permohonan dr Mahyuni, namun hingga kini hal itu tidak pernah tertindaklanjuti.

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potensi Konflik Horizontal Pilkada?  Karya Demokrasi Barat Yang Nyata

    Potensi Konflik Horizontal Pilkada? Karya Demokrasi Barat Yang Nyata

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara menjelaskan bahwa Kalimantan Utara tergolong daerah rawan konflik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Hal tersebut disampaikan oleh AKBP. Budi Rachmat, S.I.k, Kabid Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Utara saat dikonfirmasi oleh awak media bahwa sesuai hasil survey Mabes Polri, tentang indeks […]

  • Pepesan Kosong Kebebasan Berpendapat Ala Demokrasi?

    Pepesan Kosong Kebebasan Berpendapat Ala Demokrasi?

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamatan Politik Ruslan Buton yang ditangkap polisi karena meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur tidak sendirian karena banyak yang memberikan dukungan terhadap Panglima Serdadu Eks Trimata Nusantara itu. Kolonel (Purn) Sugeng Waras mengatakan, tim kuasa hukum Mayjen (Purn) Mayjen Kivlan Zen akan membantu Ruslan Buton. Sugeng Waras memberikan […]

  • Limbah PT.TBS di Patiluban Diduga Bermasalah

    Limbah PT.TBS di Patiluban Diduga Bermasalah

    • calendar_month Sabtu, 15 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Pembuangan limbah pabrik kelapa sawit milik PT. TBS (Tri Bahtera Srikandi) di  Patiluban, Natal, diduga sembarangan dan membahayakan lingkungan. Itu penialian dari Koordinator investigasi masalah sosial  LSM-KOMUNITAS PEMERHATI LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA (LSM-KPLHI), Salman Rais Daulay,S.sos yang melakukan investigasi ( 12/04) di lapangan. LSM itu menemukan limbah yang sudah membeku di […]

  • Jalan Tambangan rusak parah

    Jalan Tambangan rusak parah

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Warga Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing atau tepatnya desa di seberang Batang Gadis mengharapkan perbaikan jalan ke desa mereka. Pasalnya jalan ke desa tersebut rusak parah. Selain itu, ada beberapa titik yang anjlok sehingga menyulitkan bagi pengguna jalan. Hal itu dikatakan M Sanusi, 50, pagi ini.Menurutnya, jalan kabupaten ke daerah tersebut kondisinya saat ini […]

  • AS Sadap Ratusan Juta Email Jerman

    AS Sadap Ratusan Juta Email Jerman

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BERLIN – Dinas rahasia Amerika serikat telah menyadap setengah miliar panggilan telepon, email atau sms di Jerman dalam sebulan. Ini membuat Jerman menjadi negara bidikan dinas rahasia AS yang tertinggi, lapor koran Jerman Der Spiegel seperti dikutip AFP. Laporan Der Spiegel yang mengutip dokumen-dokumen rahasia ini diperkirakan akan kian mempertegang hubungan Jerman dengan Amerika. Jerman […]

  • Manduda Bulung Gadung di Kerangai, Malaysia

    Manduda Bulung Gadung di Kerangai, Malaysia

    • calendar_month Minggu, 5 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah kaum ibu manduda bulung gadung (menumbuk pucuk daun ubi) di Kampung Kerangai, Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia, Sabtu (4/11/2017). Gulai bulung gadung naiduda (pucuk daun ubi tumbuk) merupakan masakan khas etnis Mandailing di Sumatera Utara. Gulai tradisi ini masih tetap lestari di kalangan kaum Mandailing di Malaysia sejak bermigrasi ke Tanah Semenanjung pada tahun 1800-an. […]

expand_less