Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Komisi VII Ragui Sosialisai SMGP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
  • print Cetak

Satu warga dievakuasi ke RSU Panyabungan setelah keracunan dari uap sumur pembangkit listrik tenaga panas bumi di Sibanggor, Mandailing Natal (25/1/2020)

JAKARTA (Mandailing Online) – Insiden paparan gas PLTP Mandailing Natal ke warga sekitar menuai kecamanan dari DPR.

Dalam rapat Komisi VII DPR dengan Kementerian ESDM dan operator PLTP, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), sejumlah anggaota DPR meminta ada sanksi yang harus dijatuhkan.

Wakil Ketua Komisi VII Alex Noerdin mengungkapkan sudah semestinya SMGP mendapatkan sanksi karena adanya kejadian kecelakaan kerja yang berujung korban jiwa sebanyak 5 orang.

Menurutnya percuma SMGP membela diri pasalnya hasil investigasi memang menunjukan adanya kelalaian pada operasional PLTP Maindaling Natal.

Ini perlu diberi sanksi perusahaannya, entah ditutup atau bayar kompensasi. Percuma bapak sebut punya alat ini, alat itu, tapi tetap ini yang terjadi itu masalah, mau bagaimana lagi hasil investigasinya seperti ini. Perusahaan ini memang harusnya kena sanksi,” ujar Alex dalam rapat kerja Komisi VII, Rabu (3/2/2021) dilansir Detik Finance.

Di sisi lain, anggota dewan Zulkifli Hamonangan mengatakan lebih adanya sidak fisik dari komisi untuk melakukan pengecekan langsung apakah SOP dan semua peraturan dilakukan dengan baik.

Dia menyinggung kecelakaan yang terjadi bukan cuma human error, namun sistem perusahaannya juga yang error.

“Apakah boleh perusahaan ini berlanjut pimpinan? Lebih baik ini kita sidak dulu secara fisik apakah sop peraturan yg ada ini dijalankan ini bukan cuma human error, sistemnya ini juga error ini pimpinan,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli juga menyinggung apa yang dijelaskan perwakilan SMGP merupakan sebuah kebohongan. Misalnya, soal sosialisasi pembukaan sumur, menurutnya memang tidak dilakukan. Hal itu sesuai dengan laporan Camat setempat yang memang merupakan paman Zulkifli.

“Om saya kandung itu Camat di sana pak, dari yang saya dapat laporan ini bohong semua yang bapak paparkan ini. Sosialisasi tuh mana pak, katanya nggak ada pak,” ujar Zulkifli.

Anggota lainnya, Kardaya Warnika pun meminta SMGP ditutup saja. Dia mengatakan selanjutnya harus ada pihak yang bertanggung jawab dan menanggung semua dampak yang terjadi karena kecelakaan di PLTP Mandailing Natal.

“Menurut saya tutup saja perusahaan itu, kemudian masyarakat diamankan, dikasih santunan dan sebagainya. Setelah itu tentukan yang tanggung jawab, dan siapa yang salah karena ada jiwa yang melayang” ujar Kardaya.

Kardaya menilai SMGP ugal-ugalan dan benar-benar perlu ditinjau secara perusahaan. Kalau memang perlu diganti operatornya menurut Kardaya Pertamina akan siap.

“Perusahaan ini mesti di-review, ada Pertamina ya mending Pertamina aja yang ambil alih tidak ugal-ugalan, ini perusahaan yang ugal-ugalan,” ujar Kardaya.

Sebelumnya di tempat yang sama, Direktur Teknik Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) Riza Glorius menerangkan sosialiasi sudah dilakukan. Hanya saja diakuinya belum optimal lantaran pemberitahuan kegiatan buka sumur disampaikan kepada kepala desa dan melalui pamflet.

Alhasil di saat Hari H pembukaan sumur, masih ditemukan warga yang bekerja di ladang/sawah di radius sekitar 96 meter dari sumur. Petugas keamanan pun berusaha untuk evakuasi lantaran warga mengaku tidak tahu ada kegiatan pembukaan sumur. Padahal seharusnya di radius 300 meter harus steril dari pihak yang tidak berkepentingan maupun warga.

“Yang disampaikan bahaya kebisingan oleh security bukan gas H2S. Kok sekarang baru kasih tahu dan ternyata tim (sosialisasi) hanya menyampaikan ke kepala desa,” ujarnya dilansir Investor Daily.

PLTP Sorik Marapi Unit II 45 megawatt (MW) merupakan dua dari lima proyek panas bumi yang dijadwalkan beroperasi pada tahun ini. Empat proyek PLTP lainnya adalah PLTP Sokoria Unit-1 berkapasitas 5 MW, Dieng Small Scale 10 MW, Sorik Marapi Unit-III 50 MW dan Rantau Dedap 86 MW. Sehingga, total kapasitas PLTP yang ditargetkan operasi tahun ini mencapai 196 MW.

Sumber dicopy dari : Detik Finance
(https://finance.detik.com/energi/d-5360156/soal-insiden-pltp-mandailing-natal-dpr-minta-operator-dihukum?tag_from=mnews_beritaTerkait)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Syariah Islam Butuh Diterapkan, Bukan Direkontekstualisasi

    Syariah Islam Butuh Diterapkan, Bukan Direkontekstualisasi

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan pada pembukaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) yang ke-20 di Surakarta, Senin (25/10/2021). Dalam sambutan itu, dia antara lain menyampaikan pentingnya melakukan rekontekstualisasi sejumlah konsep fikih dalam rangka merespon tantangan zaman. Dia menambahkan bahwa ketidakstabilan sosial dan politik, perang saudara dan terorisme disebabkan oleh tindakan kelompok-kelompok […]

  • HISTORISME MANDAILING

    HISTORISME MANDAILING

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Budayawan Mandailing Pengantar Nama Mandailing acapkali diletakkan pada kerangka historis yang tidak sesuai. Peletakan itu tentu karena tidak pernah melalui kajian sejarah dan arkeologi yang relevan. Hal itu yang menyebabkan distorsi sosial dalam berbagai kebutuhan. Historime Mandailing Tentu tidak mudah untuk menentukan kapan manusia dan kebudayaan Mandailing muncul pertama kali di […]

  • Pemerintah Harus Tegas Soal BBM

    Pemerintah Harus Tegas Soal BBM

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Kamar dagang dan Industri (Kadin) Mandailing Natal (Madina), Saparuddin Haji meminta agar pemerintah tegas terhadap rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Sikap ragu-ragu pemerintah justru memicu kebingungan di kalangan pelaku industri. Ini berakibat terjadinya ketidakpastian dan ketidaktenangan laju ekonomi. “Keraguan pemerintah yang berlarut ini berdampak terhadap pelaku usaha termasuk […]

  • DPRD Sumut : SKPD Jangan Taunya Minta Tambahan Anggaran Saja

    DPRD Sumut : SKPD Jangan Taunya Minta Tambahan Anggaran Saja

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Aduhot Simamora, meminta para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemerintahan Daerah Provinsi Sumut jangan hanya meminta penambahan anggaran di Perubahan APBD 2011. Lebih dari itu, penyerapan anggaran memasuki semester II tahun ini, harus diprioritaskan. “Jangan hanya minta penambahan anggaran saja taunya SKPD. Tetapi yang jauh lebih […]

  • Kejatisu harus tahan Buyung Ritonga

    Kejatisu harus tahan Buyung Ritonga

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat TA 2000-2007 sebesar Rp102,7 miliar bukan hanya menyeret Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin saja. Tetapi juga turut didalamnya mantan bendahara umum sekaligus pemegang kas Pemkab Langkat, Buyung Ritonga. Jika Syamsul Arifin, kasusnya ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK, sedangkan Buyung Ritonga ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Buyung […]

  • Indonesia Gelap, Kabur Aja Dulu

    Indonesia Gelap, Kabur Aja Dulu

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina “Yah, di sekolah, kami akan diberikan makan gratis untuk siswa setiap hari. Katanya makanannya yang bergizi lengkap, Yah. Mantap kan, Yah. Enak.. enak..” “ Yang betul la kau, Cok. Banyak kali rupanya sudah uang guru-guru di sekolahmu? Di rumah ini saja masih sering kita bolong makan karena gak cukup uang yang […]

expand_less