Senin, 21 Sep 2026
light_mode

M. YUNAN NASUTION, Perintis Kemerdekaan Asal Botung

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
  • print Cetak

 

Catatan: Askolani Nasution

 

Puluhan tahun foto close-up beliau ada di lemari kami. Beliau Amantua kami. Karena itu banyak kisah-kisah beliau yang saya dengar. Dan namanya ada di Tugu Perintis Kemerdekaan Kotanopan. Suka berjas, berpeci miring. Kalau berbicara tidak tampak kesan “tajam” sebagaimana tulisan-tulisannya.

Beliau lahir di Botung, Kotanopan, tanggal 22 Nopember 1913. Wafat di Jakarta tanggal 29 November 1996. Lulus perguruan Sumatera Thawalib, Bukit Tinggi.

Beliau jurnalis penting di Hindia Belanda masa kolonial, selain Adam Malik, Parada Harahap, dan lain-lain. Bersama Buya Hamka, beliau redaktur majalah “Pedoman Masyarakat” sejak tahun sejak 1936. Juga memimpin majalah “Panji Islam”, dan lain-lain. Tulisannya tajam.

Di masa awal berdirinya Partai Masyumi, Yunan Nasution terpilih menjadi Sekretaris Jenderal tahun 1956, ketua umumnya Mohammad Natsir, seorang yang dianggap politisi Islam terpenting sejak masa kolonial hingga masa Orde Lama. Bersama Prawoto Mangkusasmito, Muhamad Roem, Muchtar Lubis, dan lain-lain, Yunan Nasution dipenjarakan Soekarno karena perbedaan konsep politik. Bersama mereka juga beliau bergabung dengan PRRI.

Karirnya dimulai semasa muda. Mula-mula masuk gerakan kepanduan SIAP (Sarekat Islam Afdeling Pandu) di Bukit Tinggi. Tahun 1932 Ketua Pemuda Muslimin Indonesia Bukit Tinggi dan Anggota Pusat Pemuda Muslimin serta mendirikan koran “Biro Himalaya” di Bukit Tinggi. Tahun 1933, dua kali masuk penjara di Bukit Tinggi. Setelah bebas, beliau tidak diperbolehkan tinggal di Sumatera Barat, akhirnya pindah ke Medan. Bersama A Wahid Erdan, H. Majid Abdullah, mereka mendirikan Majalah “Soeloeh Islam” di Medan. Selanjutnya bersama Buya Hamka memimpin mingguan “Pedoman Masyarakat” selama 7 tahun.

Masa Jepang mulai terjun dalam pergerakan Muhammadiyah, awalnya terpilih sebagai Ketua Muhammadiyah Medan. Pada awal Revolusi terpilih sebagi Konsul Muhammadiyah Sumatera Timur. Tahun 1943 bersama Buya Hamka menerbitkan Majalah Semangat Islam di Medan. Bersama A Wahab Siregar, M. Saleh Umar dan Udin Sr mendirikan Harian “Mimbar Umum” di Medan. Tahun 1945 terpilih sebagai Ketua Masyumi Sumatera Timur. Awal Revolusi beliau menjadi anggota DPR Sumatera Timur, kemudian Sumatera Utara, Anggota Dewan Pemerintahan pada Keresidenan Sumatera Timur dan Prov. Sumatera Utara.Menjadi anggota KNI Pusat mewakili Sum. Utara.

Tahun 1948 menerbitkan harian “Islam Berjuang” bersama H. Mahals, juga Perintis Kemerdekaan. Tahun 1949 dipilih menjadi Anggota Perwakilan RIS, mewakili daerah Republik dari Sumatera. Tahun 1950 menjadi Anggota DPR Kesatuan dan pindah ke Jakarta menjadi Ketua Masyumi Jakarta Raya. Tahun 1950, bersama Alm. Z.A. Ahmad Suardi Tasrif mendirikan Harian “Abadi”, membawakan suara perjuangan Partai Masyumi. Tahun 1956 menjadi Anggota DPR mewakili Daerah Pemilihan Jakarta Raya. Tahun 1956 dan 1959 terpilih menjadi Sekjen Masyumi, sampai Masyumi dibubarkan tahun 1960. Tahun 1960 Harian “Abadi” dilarang terbit, terbit kembali tahun 1970. Januari 1962 beliau ditahan oleh Rezim Soekarno selama 4 tahun 4 bulan, bersama-sama Alm. Prawoto, Alm. Pak Roem disusul Alm Pak Isa Anshari, Alm. Sumarsono,, Muttaqin, St. Syahrir, Anak Agung Gde Agung, Mokhtar Lubis, Subadio Sostrosatomo. Pada saat yang sama ditahan pula Pak Natsir, Syafruddin Prawiranegara, Burhanudin Harahap. Setelah keluar dari penjara aktif dalam kegiatan da’wah, sebagai Ketua Dewan Da’wah Jakarta Raya merangkap sebagai Wakil Ketua Dewan Da’wah Pusat.

Yunan Nasution pernah terpilih menjadi Ketua umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Jakarta Raya. Disamping itu beliau juga menjabat anggota Pimpinan Pusat Dewan Da’wah Indonesia.***

 

Askolani Nasution adalah budayawan, sutradara film Mandailing

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampingi Reses Rahmat Rayyan, Wakil Bupati: Saya Datang Memenuhi Janji

    Dampingi Reses Rahmat Rayyan, Wakil Bupati: Saya Datang Memenuhi Janji

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    HUTATINGGI (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mendapat sambutan meriah ketika hadir mendampingi anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Rahmat Rayyan dalam rangka reses di Desa Hutatinggi, Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Kedatangan Wakil Bupati pada Sabtu (6/11) merupakan bagian dari pemenuhan janji semasa kampanye dulu. “Ini kali kedua saya datang […]

  • Bupati Madina Minta BWS Sumatera II Perbaiki Sipon Irigasi Batang Gadis

    Bupati Madina Minta BWS Sumatera II Perbaiki Sipon Irigasi Batang Gadis

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut, Ja’far Sukhairi Nasution meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Rawa III memperbaiki sipon irigasi Batang Gadis yang tersumbat. Sukhairi Jum’at (10/02/23) malam menyatakan kerusakan sipon menyebabkan ratusan hektar lahan pertanian di kawasan Panyabungan tak terairi menyebabkan gagal tanam. Secara tegas dinyatakan jika pihak BWS II […]

  • Proyek Jalan Natal-Batahan Tak Jelas, Warga Yang Bongkar Pagar Kecewa

    Proyek Jalan Natal-Batahan Tak Jelas, Warga Yang Bongkar Pagar Kecewa

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) : Proyek peningkatan jalan jalur Natal-Batahan tahun anggaran 2014 sejauh ini telah menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat. Pasalnya, pengerjaan proyek sepertinya tidak tuntas, padahal warga yang berada di sepanjang pinggir jalan sudah merelakan pagar rumah, pagar mesjid dobongkar habis demi mendukung proyek itu. Endri, salah seorang warga Pasar VI Natal menjawab […]

  • Pamekasan Alokasikan Rp 1,5 Miliar untuk Guru Ngaji

    Pamekasan Alokasikan Rp 1,5 Miliar untuk Guru Ngaji

    • calendar_month Kamis, 14 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PAMEKASAN, (MO)-Pemkab Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengalokasi anggaran sebesar Rp1,5 milian untuk memberikan bantuan insentif kepada para guru ngaji yang ada di wilayah itu. Menurut Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Pamekasan Munafi, Kamis, jumlah bantuan untuk guru ngaji ini naik dibanding tahun 2012. Sebab ketika itu, jumlah guru ngaji yang mendapatkan bantuan hanya Rp1 […]

  • Realisasi PBB Tapsel Rp 1,1 Miliar

    Realisasi PBB Tapsel Rp 1,1 Miliar

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel – Hingga 14 November 2014, capaian Pajak Bumi Bangunan (PBB) Tapanuli Selatan (Tapsel) mencapai Rp 1,12 miliar atau berkisar 75% dari target Rp 1,5 miliar. Capaian tersebut dinilai cukup baik setelah dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel. “Capaian ini dinilai cukup baik, pada tahun pertama Pemkab Tapsel langsung sebagai pengelola setelah diserahkan secara defenitif Tahun […]

  • Geliat Pastap Julu, Ekowisata Hingga Agribisnis (bagian 1)

    Geliat Pastap Julu, Ekowisata Hingga Agribisnis (bagian 1)

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Desa Pastap Julu berada di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Desa ini berposisi paling ujung jalur Pastap, sekitar 6 Km dari simpang jalan raya Lintas Sumatera. Lebar badan jalan jalur Pastap rata rata sekitar 2,5 meter. Waktu tempuhnya lumayan lama karena separoh jalan merupakan bebatuan bekas aspal lapen yang […]

expand_less