Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Miris! Anggaran Pemeliharaan Mobil Sampah Rp 1,3 Miliar, Operasional Pengangkutan Sampah Tetap Terlambat

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • print Cetak

Tumpukan sampah menggunung dan meluber ke badan jalan protokol Kota Panyabungan, Senin (13/10). (Foto: Mandailing Online)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Alasan klasik armada rusak dan anggaran terbatas untuk pengelolaan sampah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terbantahkan oleh data.

Tumpukan sampah yang menjadi sorotan disepanjang jalan ibu kota Kabupaten Mandailing Natal yakni Panyabungan yang seharusnya menjadi etalase kebersihan kota.

Berdasarkan data APBD Tahun Anggaran 2026 yang dihimpun Mandailing Online, DLH Madina memiliki total alokasi anggaran lebih dari Rp 6 Miliar.

Dalam rincian anggaran tersebut, terdapat pos Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota untuk kegiatan Pengelolaan Sampah sebesar Rp 11.400.000. Uraian anggaran itu disebut sebagai uang harian perjalanan dinas dalam kota dengan durasi lebih dari 8 jam.

Selain itu, berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) APBD 2026 yang dihimpun Mandailing Online, DLH Madina memiliki dua paket anggaran besar yang sangat berkaitan dengan persoalan ini.

Pertama, dengan nama paket Belanja Pemeliharaan Alat Angkutan Darat Bermotor. Total pagunya sangat fantastis, yakni Rp 1.344.050.000 (Rp 1,3 Miliar).

Rinciannya untuk:
– Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Roda Enam
– Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Roda Empat
– Pemeliharaan Kendaraan Rusak Berat

Artinya, untuk memperbaiki dan mengoperasionalkan truk sampah roda enam dan mobil operasional, negara sudah menyiapkan Rp 1,3 Miliar lebih untuk tahun 2026 saja.

Kemudian paket Belanja Jasa Petugas Kebersihan / Supir / Tukang Sapu / Petugas TPA. Total pagunya Rp 224.400.000 untuk 7 orang petugas selama 12 bulan.

Jika ditotal, hanya untuk dua kegiatan tersebut saja, DLH Madina mengantongi lebih dari Rp 1,5 Miliar. Belum termasuk total pagu DLH secara keseluruhan yang mencapai lebih dari Rp 6 Miliar, termasuk di dalamnya ada pos Belanja Perjalanan Dinas Pengelolaan Sampah sebesar Rp 11,4 Juta.

Pertanyaannya sederhananya Jika ada anggaran miliaran rupiah termasuk anggaran perjalanan dinas untuk pengelolaan sampah, mengapa sampah di jantung kota Panyabungan saja tidak mampu diurus?

Apakah anggaran perjalanan dinas itu efektif untuk mengawasi kebersihan? Atau hanya menjadi pos anggaran formalitas di atas kertas?

Mandailing Online telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas pada DLH Madina, Andi Bugis, di kantornya. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum berhasil ditemui.( fikri )

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Kakao di Madina Makin Manis

    Harga Kakao di Madina Makin Manis

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Harga kakao kering di tingkat petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa bulan terakhir terus mengalami trend naik. Mulai dari Rp.20.000 hingga saat ini mencapai Rp.26.000 per kolgramnya. Darwin Lubis, petani kakao di Desa Hutagodang Muda Kecamatan Siabu menjawab wartawan, Minggu (3/10/2013) mengungkapkan terus membaiknya harga salah satu komiditi andalan […]

  • DALIHAN NA TOLU

    DALIHAN NA TOLU

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution Budayawan Mandailing Hubungan kekerabatan antar individu dalam masyarakat Mandailing tercermin dalam konsep Dalihan Na Tolu. Segala aktivitas sosial budaya indovidu tidak dapat dipisahkan dari ikatan kekerabatan ini. Konsep ini diyakini asli kreasi nenek moyang Mandailing karena tidak ditemukan padanannya dalam budaya manapun. Mereka meyakini bahwa konsep Dalihan na Tolu dapat membentuk […]

  • Bandara AH Nasution: Momentum Kebangkitan Tabagsel Menuju Daerah Maju

    Bandara AH Nasution: Momentum Kebangkitan Tabagsel Menuju Daerah Maju

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Irwan Daulay
    • 0Komentar

    Oleh: Irwan Daulay Pemerhati Ekonomi & Pembangunan         … Pembangunan Bandara AH Nasution merupakan salah satu tonggak sejarah penting bagi Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Gagasan awal bandara ini dirancang oleh Bapak Amru Daulay sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah Tabagsel melalui konektivitas udara dengan berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke luar negeri. Bandara […]

  • Tahun Ini, Alokasi Dana Desa Rp8 M

    Tahun Ini, Alokasi Dana Desa Rp8 M

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Tahun ini, Pemerintah Kota Padangsidimpuan menerima alokasi Dana Desa sekitar Rp8 miliar. Hal itu sesuai dengan adanya program pemerintah pusat untuk mengembangkan dan meningkatkan pembangunan desa. Hal ini disampaikan Walikota Psp Andar Amin Harahap, Senin (30/3) melalui Kepala Bappeda Iswan Nagabe Lubis. Menurutnya, Psp yang merupakan salah satu  daerah pemerintah kota di Sumut […]

  • Istana merasa terhina

    Istana merasa terhina

    • calendar_month Sabtu, 10 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Pihak Istana meradang mendengar ucapan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Pria asal Madura itu menuding mafia narkoba telah masuk lingkaran Istana menyusul diberikannya grasi kepada gembong narkoba Meirika Franola alias Ola. “Saya sangat keberatan dan terhina dengan kata-kata Mahfud MD, Ketua MK yang menuduh mafia narkoba sudah masuk ke lingkaran Istana. Suatu […]

  • Sekeluarga Tinggal di ‘Kandang Kambing’

    Sekeluarga Tinggal di ‘Kandang Kambing’

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Satu keluarga terdiri atas lima warga Desa Sarak Matua, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, selama 15 tahun terakhir tinggal di rumah papan kecil dekat dengan kandang kambing milik warga. Adalah Husni (50) alias Jaidup dan empat anaknya, Ega (20), Nurhalimah (13), Aliatas (10) dan si bungsu Daud (8), yang tinggal berdesak-desakan di rumah berukuran […]

expand_less