Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Octo B Simanjuntak Ditahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
  • print Cetak


Panyabungan, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ali Mutiara Rangkuti, menyampaikan apresiasinya seputar penahanan, Octo B Simanjuntak oleh pihak Kejaksaan Negeri Panyabungan.

“Secara pribadi maupun institusional kami menyambut baik setiap langkah hukum yang diambil oleh aparat penegak hukum dalam rangka percepatan penyelesaian masalah-masalah di bidang perkebunan. Bagaimanapun juga masalah-masalah di bidang perkebunan dan pertanahan, adalah masalah yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yang perlu mendapat kepastian hukum secepatnya,” Ali di Panyabungan, Jumat (04/02/2011).

Seperti diketahui, masalah perkebunan yang melibatkan Octo B Simanjuntak telah berjalan cukup lama. Masalah ini dipicu aksi masyarakat ke DPRD Madina awal April 2010, yang menuntut penyelesaian indikasi pelanggaran UU No 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan oleh Octo B Simanjuntak yang membangun perkebunan kelapa sawit seluas lebih kurang 500 ha tanpa Izin Usaha Perkebunan (IUP).

Namun dalam perkembangan kasus selanjutnya, ternyata permasalahan ini juga menyangkut keabsahan alas hak atas tanah yang ada dalam areal lebih kurang 500 ha tersebut, dalam bentuk pemalsuan surat-surat keterangan kepemilikan tanah.

Terkait masalah ini juga, sebelumnya Pengadilan Negeri Mandailing Natal melalui Putusan Nomor 272/Pid.B/2010/PN.MDL dan Nomor 272/Pid.B/2010/PN.MDL tanggal 4 Januari 2011, telah memvonis Ali Amin dan Satri Harahap (mantan Kepala Desa Sikapas) dan telah berkuatan hukum tetap.

Menanggapi hal tersebut, lebih lanjut Ali menyampaikan, dengan ditahannya Octo B Simanjutak, merupakan bukti keseriusan dan keinginan kuat pihak Polres dan Kejaksaan dalam penyelesaian masalah-masalah pidana di bidang perkebunan. Ini tentunya harus terus kita dukung, tegas Ali yang juga Anggota Komisi II DPRD Madina membidangi masalah perkebunan.

Di lain pihak, lanjut Ali, penahanan Octo B Simanjuntak diharapkan dapat menjadi pelajaran penting bagi setiap pelaku usaha perkebunan, agar dalam setiap tahapan-tahapan usahanya senantiasa tetap berpedoman pada ketentuan-ketentuan di bidang pertahanan dan perkebunan yang berlaku. Sudah saatnya perusahaan harus lebih mengedepankan aspek kemashlahatan masyarakat dan tidak hanya mengutamakan kepentingan bisnis.

“Selaku wakil rakyat, bersama rekan-rekan di Komisi II DPRD Mandailing Natal, kami akan selalu mengawasi persoalan-persoalan perkebunan yang muncul di masyarakat. Saya juga yakin penahanan Octo B Simanjutak ini merupakan kabar baik bagi masyaraka Madina, khususnya bagi perjuangan masyarakat Sikapas,” tandas Ali. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Propam dalami penganiayaan wartawan

    Propam dalami penganiayaan wartawan

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Penganiayaan yang dilakukan mantak Kapolres Pematang Siantar, AKBP Fathori terhadap Andi Siahaan, salah satu wartawan televisi swasta di dalam sel Polresta P. Siantar, kini didalami penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) serta Direktorat Reskrim Polda Sumut. Kapoldasu Irjen Oegroseno mengatakan, dugaan penganiayaan yang dilakukan Fathori saat menjabat Kapolresta P. Siantar sudah ditangani […]

  • Proyek IKN di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Negara

    Proyek IKN di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Negara

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono menyampaikan, pemerintah tengah menyiapkan tiga hal untuk mewujudkan Ibu Kota Nusantara yang layak huni. Salah satunya dengan menyiapkan rancangan Peraturan Pemerintah (PP) terkait insentif bagi pelaku usaha dan investor yang akan melakukan usahanya di IKN. Bambang mengatakan, ada […]

  • Kaban Pertamanan Belum Tahu

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PAYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ahmad Ansyari Nasution menyatakan akan memanggil Kabid Kebersihan dan Pertamanan terkait pulau jalan Jalinsum Siabu. Hal itu dinyatakan Ahmad Asyari kepada wartawan Jum’at, terkait keluhan belum adanya perbaikan pulau jalan tersebut meski dananya telah diberikan seorang pengendara kepada Kabid Kebersihan […]

  • Huraba Masih Miliki Cadangan Lahan Tidur

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Desa Huraba Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal memiliki lahan persawahan seluas lebih kurang 659 hektar. Dan luas ini menjadikan desa itu sebagai pemilik hamparan persawahan di kecamatan itu. Di sisi lain, cadangan lahan tidur yang sangat cocok untuk percetakan sawah baru masih terhampar luas dalam bentuk semi rawa yang tergenang akibat […]

  • Kabut Asap Selimuti Paluta

    Kabut Asap Selimuti Paluta

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PADANGBOLAK- Kabut asap menyelimuti wilayah Gunung Tua sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak dan sebahagian wilayah kecamatan di Paluta, sejak Selasa (13/9). Diduga kabut asap itu berasal dari titik api yang terkonsentrasi di daerah Jambi, Palembang, dan Lampung, yang ditiup angin hingga ke wilayah Paluta. Pantauan METRO, Rabu (14/9), di Bukit Tor Boru Tompul, Desa Hutalombang, […]

  • Jelang Arus Mudik, Pengerjaan Jalinsum Sebagian Selesai

    Jelang Arus Mudik, Pengerjaan Jalinsum Sebagian Selesai

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mangantisipasi peningkatan arus mudik tahun ini, sejumlah perbaikan titik jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) di wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel), Sidempuan dan Mandailing Natal (Madina) sudah selesai pengaspalannya. Titik yang digasak mulai dari titik Tugu Siborang, Kota Padangsidimpuan hingga Ranjo Batu, Muara Sipongi di batas Sumatera Barat sepanjang 120 km. Di Desa Lumban […]

expand_less