Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Octo B Simanjuntak Ditahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
  • print Cetak


Panyabungan, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ali Mutiara Rangkuti, menyampaikan apresiasinya seputar penahanan, Octo B Simanjuntak oleh pihak Kejaksaan Negeri Panyabungan.

“Secara pribadi maupun institusional kami menyambut baik setiap langkah hukum yang diambil oleh aparat penegak hukum dalam rangka percepatan penyelesaian masalah-masalah di bidang perkebunan. Bagaimanapun juga masalah-masalah di bidang perkebunan dan pertanahan, adalah masalah yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yang perlu mendapat kepastian hukum secepatnya,” Ali di Panyabungan, Jumat (04/02/2011).

Seperti diketahui, masalah perkebunan yang melibatkan Octo B Simanjuntak telah berjalan cukup lama. Masalah ini dipicu aksi masyarakat ke DPRD Madina awal April 2010, yang menuntut penyelesaian indikasi pelanggaran UU No 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan oleh Octo B Simanjuntak yang membangun perkebunan kelapa sawit seluas lebih kurang 500 ha tanpa Izin Usaha Perkebunan (IUP).

Namun dalam perkembangan kasus selanjutnya, ternyata permasalahan ini juga menyangkut keabsahan alas hak atas tanah yang ada dalam areal lebih kurang 500 ha tersebut, dalam bentuk pemalsuan surat-surat keterangan kepemilikan tanah.

Terkait masalah ini juga, sebelumnya Pengadilan Negeri Mandailing Natal melalui Putusan Nomor 272/Pid.B/2010/PN.MDL dan Nomor 272/Pid.B/2010/PN.MDL tanggal 4 Januari 2011, telah memvonis Ali Amin dan Satri Harahap (mantan Kepala Desa Sikapas) dan telah berkuatan hukum tetap.

Menanggapi hal tersebut, lebih lanjut Ali menyampaikan, dengan ditahannya Octo B Simanjutak, merupakan bukti keseriusan dan keinginan kuat pihak Polres dan Kejaksaan dalam penyelesaian masalah-masalah pidana di bidang perkebunan. Ini tentunya harus terus kita dukung, tegas Ali yang juga Anggota Komisi II DPRD Madina membidangi masalah perkebunan.

Di lain pihak, lanjut Ali, penahanan Octo B Simanjuntak diharapkan dapat menjadi pelajaran penting bagi setiap pelaku usaha perkebunan, agar dalam setiap tahapan-tahapan usahanya senantiasa tetap berpedoman pada ketentuan-ketentuan di bidang pertahanan dan perkebunan yang berlaku. Sudah saatnya perusahaan harus lebih mengedepankan aspek kemashlahatan masyarakat dan tidak hanya mengutamakan kepentingan bisnis.

“Selaku wakil rakyat, bersama rekan-rekan di Komisi II DPRD Mandailing Natal, kami akan selalu mengawasi persoalan-persoalan perkebunan yang muncul di masyarakat. Saya juga yakin penahanan Octo B Simanjutak ini merupakan kabar baik bagi masyaraka Madina, khususnya bagi perjuangan masyarakat Sikapas,” tandas Ali. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 Juni, Bupati Madina Dilantik

    6 Juni, Bupati Madina Dilantik

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara menjadwalkan pelantikan pasangan Bupati Hidayat Batubara dan Wakil Bupati Dahlan Hasan Nasution pada 6 Juni 2011. “Rencanaya 6 Juni sesuai jadwal di KPU,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal Jefri Antoni di Medan, Minggu (8/5). Menurut Jefri, penetapan jadwal pelantikan pada 6 Juni 2011 […]

  • SEJARAH KIAN KABUR

    SEJARAH KIAN KABUR

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Riani, S.Pd.I Guru tinggal di Medan Ranah pendidikan merupakan tempat menempa cikal bakal generasi, agar tercipta gambaran yang kuat pada peserta didik maka mata pelajaran (mapel) Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) merupakan salah satu sarananya. Namun amat disayangkan bila mapel SKI ini ikut tergerus arus moderasi. Kementerian Agama meminta guru madrasah pengampu mata […]

  • Malaysia zona bahaya bagi TKI

    Malaysia zona bahaya bagi TKI

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, (MO) – Berulangnya kembali tragedi kepiluan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia menambah daftar panjang penderitaan TKI kita. Kasus teranyar adalah perkosaan TKI oleh oknum anggota Polisi Diraja Malaysia dan perkosaan oleh majikan terhadap TKI asal Aceh yang waktunya hamper bersamaan. Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chairul Mahfiz menyatakan, dengan maraknya […]

  • Pemberdayaan Ekonomi Muara Mais: Optimalkan Potensi Lahan untuk Pertanian

    Pemberdayaan Ekonomi Muara Mais: Optimalkan Potensi Lahan untuk Pertanian

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Desa Muara Mais, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) menunjukkan semangat dalam meningkatkan perekonomian desa melalui sektor pertanian dan perkebunan. Dengan memanfaatkan lingkungan alam yang subur dan mendukung, warga setempat mengoptimalkan lahan untuk bercocok tanam, terutama komoditas hortikultura dan tanaman perkebunan. Mahasiswa STAIN Madina yang melakukan KKN di desa itu, melaporkan […]

  • Guru Honor SD, SMP di Madina 7 Bulan Belum Digaji

    Guru Honor SD, SMP di Madina 7 Bulan Belum Digaji

    • calendar_month Rabu, 21 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 2.315 orang guru Honor TKS tingkat SD dan SMP di Mandailing Natal (Madina) tak memperoleh gaji selama 7 bulan. Yakni sejak bulan September hingga Desember 2017 dan berlanjut Januari-Marer 2018. “Saya tak habis pikir, bagaimana kekacauan ini bisa terjadi di Mandailing Natal. Mengapa kinerja Dinas Pendidikan bisa kacau seperti ini,” […]

  • Gerombolan Kera Beraksi di Padang Bolak

    Gerombolan Kera Beraksi di Padang Bolak

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jagung dan Kacang Ludes Digasak PADANG BOLAK- Sejumlah petani jagung dan palawija di Desa Gunung Tua Tonga, dan sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara diresahkan dengan ulah sekelompok kera yang mencuri tanaman mereka. Serangan kera ini cukup merepotkan petani. Sebab, mereka muncul dan melahap jagung-jagung dan kacang-kacangan petani saat matahari terbenam. Bahkan, kera-kera […]

expand_less