Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Pemkab Madina dan BGN Konsolidasi

  • account_circle Rilis
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggelar rapat konsolidasi dan evaluasi bersama Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Rapat itu sebagai upaya sinkronisasi penanganan manakala kejadian menonjol dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rapat yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Madina, Senin (2/3/2026), dipimpin oleh Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution didampingi Pj. Sekda Sahnan Pasaribu. Evaluasi ini juga turut melibatkan satuan pengawas MBG.

Sahnan menjelaskan, dalam beberapa waktu belakangan banyak aduan masyarakat dan bahkan sudah ada satu dapur yang ditutup BGN karena menyalahi prosedur. Dia menerangkan, pemerintah daerah dalam pelaksanaan MBG bisa disebut tidak dilibatkan, tapi saat ada masalah justru menjadi pihak yang disalahkan.

Senada dengan itu, Wabup Atika mengatakan meskipun MBG ini ranah BGN bukan berarti Pemkab Madina tidak terlibat ketika muncul kasus menonjol. Maka dari itu, dia meminta BGN menyampaikan hal-hal yang perlu diketahui pemerintah, termasuk protokol pengoperasian SPPG.

“Kami tidak ingin ambil bagian yang bukan tugas kami yang diatur secara undang-undang. Tapi, bukan berarti kami tidak punya tanggung jawab terhadap keselamatan penerima manfaat,” kata dia.

Wabup Atika menjelaskan rapat konsolidasi dan evaluasi ini bertujuan mencari solusi dari laporan-laporan masyarakat dan antisipasi terjadinya kasus seperti di daerah-daerah lain.

Lebih lanjut, wakil bupati menyesalkan banyaknya pengusaha dari luar Madina yang menjadi pemilik dapur di kabupaten ini. Hal tersebut, kata Atika, menyebabkan peluang pengusaha lokal tertutup.

“Ketika orang Mandailing Natal sudah mulai mengerti, sudah mulai menerima program nasional ini malah dihadapkan dengan penutupan portal,” sebut dia.

Kondisi itu secara tidak langsung memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sebab, bahan baku yang dibutuhkan justru dipasok dari luar Madina. “Karena kalau orang Mandailing Natal yang menjadi investor dalam pembangunan SPPG, kami yakin ekonomi itu akan bertumbuh, lebih bertumbuh di sini,” tegas Wabup Atika.

Di sisi lain, Atika meminta korwil BGN untuk menyampaikan data secara riil dan terperinci, baik itu jumlah kuota SPPG maupun juumlah yang telah atau belum beroperasi.

Sementara itu, Koorwil BGN Madina Doni menjelaskan saat ini ada 25 SPPG yang telah beroperasi. Dia juga mengungkapkan, beberapa SPPG belum memiliki sertifikat SLHS. (dab/rel)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kartu Indonesia Pintar dari Presiden

    Kartu Indonesia Pintar dari Presiden

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BERSAMA PELAJAR – Presiden Jokowi bersama pelajar di Tapian Sirisiri, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (25/3/2017). Selain sejumlah agenda lain, kunjungan Jokowi ke Mandailing Natal ini juga menyerahkan Kartu Indonesia Pintar kepada pelajar. Berdasar data yang diperoleh dari Kementerian Pendidikan, sebanyak 2.690 pelajar tingkat SD, SMP dan SMA yang mendapat KIP, sejumlah diantaranya diserahkan […]

  • BUMDes Hutabangun Jae Sukses Usaha Ikan Lele

    BUMDes Hutabangun Jae Sukses Usaha Ikan Lele

    • calendar_month Rabu, 19 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BUMDes Hutabangun Jae Sukses Usaha Ikan Lele Sebagian Hasilnya Untuk Pendapatan Asli Desa   BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Hutabangun Jae sukses dalam usaha budidaya ikan lele dumbo. Desa yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal ini melakukan panen perdana, Senin (17/9/2018). Subur Batubara Kepala Desa Hutabangun Jae […]

  • Ini Kata Jubir KPK Terkait Pengeledahan di Madina

    Ini Kata Jubir KPK Terkait Pengeledahan di Madina

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sejak jum”at 4/6 2026 melakukan penggeledahan di 2 tempat di Madina. Kediaman Kepala Dinas PUPR Madina Elpianti Harahap di Desa Gunung Tua Panggorengan dan Kantor Dinas PUPR di komplek perkantoran Bupati di bukit payaloting aek godang parbangunan. Penggeledahan tersebut diduga rentetan atas Operasi Tangan (OTT) pengusaha/kontraktor […]

  • Marga Harahap Kalahkan Siregar di Pertaruangan Legislatif Negeri Perak, Malaysia

    Marga Harahap Kalahkan Siregar di Pertaruangan Legislatif Negeri Perak, Malaysia

    • calendar_month Minggu, 13 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NEGERI PERAK, MALAYSIA (Mandailing Online) – Pemilihan Raya Umum (Pemilu) di Malaysia menyisakan banyak kisah. Termasuk Pemilihan Raya Umum di Negara Bagian Perak. Aminuddin Bin Zulkipli Harahap memenangi kursi Dewan Undangan Negeri (DUN) Behrang, Perak mengalahkan Dato’ Rusnah Binti Kassim Siregar. Dewan Undangan Negeri (DUN) serupa dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi. Dikutip dari […]

  • Bupati Teken Fakta Integritas Netralitas ASN pada Pemilu 2024

    Bupati Teken Fakta Integritas Netralitas ASN pada Pemilu 2024

    • calendar_month Senin, 5 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution bersama Bupati dan Walikota se-Sumut menandatangani fakta Integritas Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan, Senin (5/12). Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kembali mengingatkan tentang larangan ASN terlibat […]

  • Gegara Corona, RSU Panyabungan Masih Tutup?

    Gegara Corona, RSU Panyabungan Masih Tutup?

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Belum diketahui secara pasti kondisi RSU Panyabungan apakah sudah buka atau masih tutup. Pasalnya, sudah lebih dari sepekan rumah sakit plat merah itu tutup alias belum melakukan layanan kesehatan. Jikapun ada kativitas di RSU plat merah itu dikabarkan hanya sebatas tindakan pertama di UGD. Untuk tindakan medis lanjutan dikabarkan masih vakum. […]

expand_less