Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Pengaduan Sekretaris DPRD Madina Tidak Berdasar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 26 Sep 2012
  • print Cetak

Ridwan Rangkuti SH 260912PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kemelut di DPRD Madina pun akhirnya masuk ke wilayah hukum. Aksi menyegel 2 ruangan pimpinan DPRD dan ruangan Sekretaris DPRD yang dilakukan sejumlah anggota dewan justru diadukan ke polisi.

Sekretaris DPRD Madina Zulkarnaen Siregar resmi mengadukan anggota DPRD Madina, Sofyan Edisyahputra dan anggota DPRD lainya ke Polres Madina pada 22 September lalu.

Ruangan yang disegel anggota dean itu adalah ruang kerja Ketua DPRD As Imran Kahytami, ruangan kerja Wakil Ketua DPRD Madina Safaruddin Ansyari Nasution dan ruang kerja Sekretaris DPRD Madina.

Alasan penyegelan karena pimpinan DPRD dinilai tidak konsisten terhadap skor paripurana pada Kamis (13/9), dimana pimpinan sidang melanjutkan sidang pada malam harinya tanpa sepengetahuan sejumlah anggota dewan, melenceng dari kesepakatan scor sidang yang seyogiyanya dibuka kembali pada Jum’at (14/09).

Secara yuridis pengaduan sekretaris DPRD Madina tersebut tidak memenuhi unsur pidana apapun, baik pasal 311,207, dan 310 KUHP sebagaimana surat pengaduan Sekretris DPRD Madina STPL No 126 / IX / 2012 /RES MD tanggal 22 September 2012.

“Spanduk kertas manila berisi tulisan kecaman, maupun balok kayu yang dipakai untuk menyegal kerja ruangan di DPRD Madina, tidak bersifat inperson atau pribadi, tapi secara kelembagaan,” kata Ketua Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Tabagsel, Ridwan rangkuti SH.MH, Rabu (26/9).

Anggota DPRD dan pimpinan DPRD itu banyak atau beberapa orang, sifatnya bukan individu. Lagi pula peristiwa tersebut merupakan kristalisasi kekecewaan sebagian besar anggota DPRD terhadap kelompok lainnya yang memaksakan kehendak atau sama-sama memaksakan kehendak yang berbeda, sehingga tidak ada titik temu.

“Jadi sah-sah saja mereka menyegal ruang kerja pimpinan dan Sekwan, dan perbuatan tersebut bukan penghinaan atau menghalangi pejabat Negara dan PNS melaksanakan tugasnya. Jika Polres Madina berani menetapkan tersangka dalam kejadian tersebut, maka tersangkanya adalah 19 orang karena adalah perbuatan secara bersama-sama, akan tetapi, jika tersangkanya hanya beberapa orang, maka Polres Madina tidak professional,” sebut Ridwan.

“Penyidik harus mendalami kasus tersebut apakah memenuhi unsur pidana atau tidak, yang pasti menurut saya peristiwa tersebut bukan tindak pidana. Jadi Polres Madina diharapkan jangan gegabah dalam menyidik dan menyelidik kasus tersebut, agar tidak menjadi bias dalam penegakan hukum di kemudian hari,” pungkasnya. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika Minta BKKBN Sumut Koreksi Data Stunting di Madina

    Atika Minta BKKBN Sumut Koreksi Data Stunting di Madina

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution BKKBN Provinsi Sumut mengoreksi data BKKBN tentang Stunting di Mandailing Natal (Madina). Permintaan itu disampaikan Atika dalam pertemuan Rembuk Stunting di aula kantor bupati Madina, Selasa (19/4/2022). Rembuk itu dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, Muhammad Irzal; Asisten II Setdakab Madina Erman Gaffar; Asisten […]

  • KPK Segera Panggil Bupati Simalungun

    KPK Segera Panggil Bupati Simalungun

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA-Dalam penanganan kasus dugaan percobaan suap di tubuh Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan menelusuri keterlibatan pihak-pihak terkait. Diantaranya, sejumlah pihak yang disebut dalam laporan pengaduan MK tersebut, termasuk Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih. Namun, pemeriksaan atas pihak-pihak tersebut, menunggu hasil kajian data dan informasi dari Bagian Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat […]

  • Polisi Masih Usut Motif Pembunuhan Abdullah

    Polisi Masih Usut Motif Pembunuhan Abdullah

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) : Pihak polisi masih melakukan penyelidikan motif pembunuhan terhadap Abdullah, warga perumahan relokasi Afgas, Kecamatan Muarasipongi, Mandailing Natal. Jenazah Abdullah (21) ditemukan di dalam jurang jalan Lintas Sumatera sedalam 30 meter di kawasan Ai Molili, Bukit Dua Belas, Dusun Pinyongek, Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muarasipongi, Senin (1/2) sekira pukul 06.30 Wib. […]

  • Penyebar Berita Bohong Penerimaan CPNS Dilaporkan ke Mabes Polsi

    Penyebar Berita Bohong Penerimaan CPNS Dilaporkan ke Mabes Polsi

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi  Birokrasi (KemenPAN-RB) melaporkan 17 web portal yang mengunggah informasi bohong dan menyesatkan tentang penerimaan CPNS 2016 ke Mabes Polri. Laporan ini sebagai upaya KemenPAN-RB menindak tegas para penyebar informasi menyesatkan (hoax) yang diunggah di sejumlah portal. Selain tidak benar, hoax tersebut dikhawatirkan akan membuka celah terjadinya penipuan dan percaloan […]

  • Diduga Pengedar Ganja, RN Tewas Ditembak Polisi

    Diduga Pengedar Ganja, RN Tewas Ditembak Polisi

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polisi menembak RN (18) seorang pria warga Desa Pardomuan (Huta Tua), Panyabungan Timur, Mandailing Natal hingga tewas, Senin (11/8/2014 ). Polisi menyatakan RN melawan petugas saat dilakukan penangkapan di kediamanya sehingga dilakukan penembakan. Dalam aksi penangkapan itu, polisi juga berhasil mengamankan empat ball Ganja, dua pujuk senjata rakitan serta 2 uni […]

  • FMPM : Oknum Penyudut EEL Diduga Tidak Memahami Regulasi

    FMPM : Oknum Penyudut EEL Diduga Tidak Memahami Regulasi

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) “Semakin rancu” adalah dua kata yang menggambarkan mereka yang mencoba menyudutkan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) periode 2019-2024, Erwin Efendi Lubis (EEL). Kerancuan ini terlihat ketika mereka mengomentari tentang keterkaitan EEL dalam seleksi PPPK Madina tahun 2023 tanpa memahami regulasi.”demikian dikatakan Alwinsyah Nasution Ketua Forum Mahasiswa Pemikir Madina (FMPM) dalam […]

expand_less