Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Rela Antri Belasan Jam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 7 Jan 2011
  • print Cetak


Panyabungan, Langkanya minyak tanah di Mandailing Natal masyarakat rela antri belasan jam untuk mendapatkan jatah lima liter minyak tanah. Hal ini terpaksa dilakukan warga karena sulitnya memperoleh minyak tanah dalam satu bulan terakhir.

Dalam satu bulan terakhir minyak tanah bersubsidi langka di Madina akibat adanya program pemerintah memberlakukan konversi minyak tanah ke gas yang rencananya berlaku awal Tahun 2011 di Madina.

Untuk mengantisipasi kelangkaan minyak tanah, Pemkab Madina dan agen minyak tanah melakukan operasi pasar minyak tanah di daerah-daerah yang banyak penduduknya. Walapun operasi pasar minyak tanah dilakukan tetap saja minyak di Madina sulit karena jatah minyak tanah di Madina sangat minim sekali. Untuk sekitar 500 ribu jiwa penduduk Madina, jatah operasi pasar hanya 20 kilo liter.

Akibat kurangnya jatah minyak tanah di Madina warga terpaksa mengejar operasi pasar minyak tanah yang dilakukan pemerintah. Seperti pantuan wartwan di operasi pasar minyak tanah di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, warga nekad antri belasan jam dari pagi hingga sore untuk mendapat jatah lima liter minyak tanah dengan harga Rp 3.100 per liter.

Salah satu warga yang bernama Masnun (35) yang ikut antri di Kelurahan Dalan Lidang yang berhasil dikonfirmasi wartawan, Jumat (31/12/2010) mengatakan bahwa beliau terpaksa ikut antri dengan membawa tiga anaknya yang masih kecil karena beliau telah terlalu lama mengantri untuk membeli minyak tanah di Lapangan Bola Dalan Lidang tersebut.

“Kalau kita tidak antri dari pagi di sini mungkin kita tidak akan dapat jatah, minyak sekarang sangat sulit didapat terpaksa kita ambil kesempatan di sini. Sangking payahnya minyak tanah warga mau membeli minyak tanah dengan harga tinggi,” jelas warga.

Pantauan wartawan, kelangkaan minyak tanah ini sangat dikeluhkan para ibu rumah tangga di Madina karena sulitnya mendapatkan salah satu kebutuhan pokok di dapur tersebut. Minyak tanah ini sangat dibutuhkan ibu-ibu, apalagi warung nasi.

Sampai saat ini harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah di pangkalan adalah Rp 3.400 per liter. Namun yang ditemukan di lapangan saat ini minyak tanah diecer dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu per liter.

warga berharap Pemkab Madina serius memberikan solusi terhadap persoalan ekonomi yang dihadapi warga di akhir Tahun 2010 ini. Terutama minyak tanah yang saat ini sudah sulit didapatkan.

Sementara itu Kabag Perekonomian Kabupaten Madina Ridi AP saat dikonfirmasi melalui seluler untuk mempertanyakan tentang kelangkaan dan tidak sesuainya harga eceran yang dijual oleh pangkalan dengan HET dari pemerintah, berkali-kali tidak dapat dihubungi. Menurut salah seorang stafnya, beliau sedang tugas luar yaitu ke Medan untuk menghadiri rapat. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Ada Kewenangan Pemkab Madina Menempatkan Pegawai di Bandara

    Tak Ada Kewenangan Pemkab Madina Menempatkan Pegawai di Bandara

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) tidak punya wewenang menempatkan pegawai, terlebih membuka lowongan, untuk bekerja di Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution. Hal itu disampaikan Asisten II pada Setdakab Madina Azhar Hasibuan menanggapi isu yang berkembang bahwa pejabat pemerintah daerah bisa memasukkan pegawai baru ke instansi yang mengurusi […]

  • Gratifikasi seks lebih berbahaya

    Gratifikasi seks lebih berbahaya

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan banyak orang yang lebih tahan terhadap gratifikasi uang, dibandingkan gratifikasi seksual. “Itu fakta, gratifikasi seksual itu kadangkala lebih dahsyat daripada gratifikasi uang, itu ada banyak,” kata Mahfud di Menara Bidakara, Jakarta, hari ini. Ia melanjutkan, banyak orang yang kebal dengan uang tapi tidak kebal dengan […]

  • Desa Kumpulan Setia Hutabargot Masih Jalan Tanah

    Desa Kumpulan Setia Hutabargot Masih Jalan Tanah

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTA BARGOT (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing sudah berusia 15 tahun lebih, namun masih banyak desa-desa yang masih minim infrastruktur jalan, termasuk Desa Kumpulan Setia Kecamatan Huta Bargot yang hanya berjarak beberapa kilo meter dari ibukota kabupaten, Panyabungan. Desa ini juga berada di kecamatan yang terkenal dengan tambang batuan emasnya. ”Jalan masih tanah, apabila dalam […]

  • Acara Mangupa, SARASI Didoakan Bijak Pimpin Tapsel

    Acara Mangupa, SARASI Didoakan Bijak Pimpin Tapsel

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Tim relawan keluarga Syahrul Martua Pasaribu-Aldinz Rapolo Siregar (SARASI) menggelar prosesi mangupa, di Jalan Gende, Kelurahan Hutasuhut, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Sabtu (20/11) lalu. Ketua panitia acara, H Painan Siregar, bersama Ketua Naposo Nauli Bulung Napa Napa Ni Sibualbuali (NNBS), Faisal Reza Pardede, kepada METRO, Minggu (21/11), mengatakan, pelaksanaan syukuran tersebut merupakan […]

  • Ibukota Baru Untuk Kepentingan Siapa?

    Ibukota Baru Untuk Kepentingan Siapa?

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Aisyah Pegiat Literasi Medan   Nasi goreng dimakan malam hari / Tambah lezat dicampur terasi Presenden buruk terjadi berulang kali / Bukti penguasa tak mencintai rakyatnya tulus dari hati Polemik pemindahan Ibukota masih terus berlanjut. Pasalnya banyak pakar dan kalangan yang menilai rencana ini terkesan buru-buru dan memaksakan kehendak. Padahal tidak urgen dan […]

  • Empat Sekolah di Madina Ikut Lomba UKS Tingkat Provinsi

    Empat Sekolah di Madina Ikut Lomba UKS Tingkat Provinsi

    • calendar_month Jumat, 26 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Empat sekolah mewakili Kabupaten Mandailing Natal dalam lomba Unit Kesehatan Sekolah terbaik tingkat provinsi. Sekolah-sekolah itu adalah SD Negeri 080 Panyabungan dan SD Negeri 086 Dalan Lidang (kategori sekolah dasar). Untuk Taman Kanak-Kanak diwakili TK Masitoh Assalam, Lumban Dolok, Kecamatan Siabu. Untuk SLTA diwakili SMP Negeri 5 Sinunukan. Tim penilai Usaha […]

expand_less