Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Rela Antri Belasan Jam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 7 Jan 2011
  • print Cetak


Panyabungan, Langkanya minyak tanah di Mandailing Natal masyarakat rela antri belasan jam untuk mendapatkan jatah lima liter minyak tanah. Hal ini terpaksa dilakukan warga karena sulitnya memperoleh minyak tanah dalam satu bulan terakhir.

Dalam satu bulan terakhir minyak tanah bersubsidi langka di Madina akibat adanya program pemerintah memberlakukan konversi minyak tanah ke gas yang rencananya berlaku awal Tahun 2011 di Madina.

Untuk mengantisipasi kelangkaan minyak tanah, Pemkab Madina dan agen minyak tanah melakukan operasi pasar minyak tanah di daerah-daerah yang banyak penduduknya. Walapun operasi pasar minyak tanah dilakukan tetap saja minyak di Madina sulit karena jatah minyak tanah di Madina sangat minim sekali. Untuk sekitar 500 ribu jiwa penduduk Madina, jatah operasi pasar hanya 20 kilo liter.

Akibat kurangnya jatah minyak tanah di Madina warga terpaksa mengejar operasi pasar minyak tanah yang dilakukan pemerintah. Seperti pantuan wartwan di operasi pasar minyak tanah di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, warga nekad antri belasan jam dari pagi hingga sore untuk mendapat jatah lima liter minyak tanah dengan harga Rp 3.100 per liter.

Salah satu warga yang bernama Masnun (35) yang ikut antri di Kelurahan Dalan Lidang yang berhasil dikonfirmasi wartawan, Jumat (31/12/2010) mengatakan bahwa beliau terpaksa ikut antri dengan membawa tiga anaknya yang masih kecil karena beliau telah terlalu lama mengantri untuk membeli minyak tanah di Lapangan Bola Dalan Lidang tersebut.

“Kalau kita tidak antri dari pagi di sini mungkin kita tidak akan dapat jatah, minyak sekarang sangat sulit didapat terpaksa kita ambil kesempatan di sini. Sangking payahnya minyak tanah warga mau membeli minyak tanah dengan harga tinggi,” jelas warga.

Pantauan wartawan, kelangkaan minyak tanah ini sangat dikeluhkan para ibu rumah tangga di Madina karena sulitnya mendapatkan salah satu kebutuhan pokok di dapur tersebut. Minyak tanah ini sangat dibutuhkan ibu-ibu, apalagi warung nasi.

Sampai saat ini harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah di pangkalan adalah Rp 3.400 per liter. Namun yang ditemukan di lapangan saat ini minyak tanah diecer dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu per liter.

warga berharap Pemkab Madina serius memberikan solusi terhadap persoalan ekonomi yang dihadapi warga di akhir Tahun 2010 ini. Terutama minyak tanah yang saat ini sudah sulit didapatkan.

Sementara itu Kabag Perekonomian Kabupaten Madina Ridi AP saat dikonfirmasi melalui seluler untuk mempertanyakan tentang kelangkaan dan tidak sesuainya harga eceran yang dijual oleh pangkalan dengan HET dari pemerintah, berkali-kali tidak dapat dihubungi. Menurut salah seorang stafnya, beliau sedang tugas luar yaitu ke Medan untuk menghadiri rapat. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat Panyabungan Barat Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim

    Camat Panyabungan Barat Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Camat Panyabungan Barat Raja Hidayat Lubis didampingi staf kecamatan Pariyanti Daulay menyalurkan bantuan untuk anak yatim di wilayah Panyabungan Barat, Jumat (29/4). Raja menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program Pak Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dan Ibu Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution berupa penyerahan bantuan untuk 5000 […]

  • 4 Pasangan Kandidat Bupati Madina Mendaftar, 1 Bermasalah

    4 Pasangan Kandidat Bupati Madina Mendaftar, 1 Bermasalah

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga Selasa (28/7) sudah 4 pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Mandailing Natal (Madina) yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina. Keempat pasagan itu adalah, Yusuf Nasution-Imron Lubis, Dahlan Hasan Nasution-Jakfar Suhairi Nasution, Syafaruddin Haji Lubis-Miswaruddin Daulay, Ali Mutiara Rangkuti-Safron. Pasangan Yusuf Nasution-Imron Lubis mendaftar pada hari Minggu (26/7) lalu […]

  • Pasar Sipirok Makin Semraut

    Pasar Sipirok Makin Semraut

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kurang Penataan Suasana Pasar Sipirok, Tapsel semakin amburadul khususnya pada hari pekan Senin dan Kamis. Selain akibat belum difungsikannya gedung yang baru dibangun, juga kurangnya penataan dari intansi terkait.Selain itu, keberadaan pedagang, sepertinya dengan sesuka hati berjualan, perparkiran juga terlihat semraut. Keadaan ini merupakan akibat dari lemahnya penataan dari pengelola pasar yang menyebabkan keadaan pasar […]

  • Ada pulau Indonesia yang dijual

    Ada pulau Indonesia yang dijual

    • calendar_month Kamis, 6 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA (MO)- Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring tentang adanya situs yang mempublikasikan penjualan dua pulau di Indonesia. Agus menjelaskan, dalam koordinasi nanti akan dibicarakan, apakah pengumuman mengenai penjualan pulau yang ada di situs tersebut sudah masuk ke dalam pelanggaran kasus pidana. “Nanti […]

  • Kemelut DPRD, Kepentingan Daerah Dan Harapan Kepada Bupati

    Kemelut DPRD, Kepentingan Daerah Dan Harapan Kepada Bupati

    • calendar_month Minggu, 7 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kemelut di DPRD Madina bisa dikatakan sudah membahayakan daerah. Sebab, kemelut tersebut sudah pada stadium menghambat agenda-agenda persidangan dewan, agenda yang sangat penting bagi kelanjutan perjalanan Kabupaten Madina. Beberapa kali Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Madina gagal bersidang akibat dua kutup kekuatan kelompok di gedung dewan saling menyerang, saling mengganjal. Selesai maslah Bamus, muncul lagi persoalan […]

  • Raja-Raja Mandailing : Marga Ngabalin Tak Akan Dicabut

    Raja-Raja Mandailing : Marga Ngabalin Tak Akan Dicabut

    • calendar_month Kamis, 6 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Raja Raja Mandailing memutuskan bahwa tidak akan mencabut panabalan marga Nasution kepada Ali Muktar Ngabalin. Itu dicuatkan Raja Raja Mandailing keturunan Sutan Diaru dalam konferensi pers bersama di Sopo Godang Huta Siantar, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Rabu (5/9/2018). Melalui juru bicaranya, Sutan Mandailing menyatakan bahwa pemberian marga ini tidak mengacu […]

expand_less