Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

RS Permata Madina Konsentrasi Hadapi Somasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Manajemen Rumah Sakit Permata Madina di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, saat ini fokus menghadapi somasi yang diterima pihaknya.

Manajemen meminta diberikan waktu untuk konsentrasi menghadapi hal tersebut. “Saya kira sudah lengkap dan viral beritanya. Jadi, izinkan kami utk konsentrasi menghadapi somasi yg sudah kami terima,” kata Direktur RS Permata Madina Evan Doni kepada wartawan, Selasa (31/3/2026) sebagaimana dikutip Baswara Times.

Doni pun menolak memberikan keterangan terkait adanya dua somasi yang mereka terima pada Senin, kemarin. Dari lima kali konfirmasi, termasuk sejak RSH, pasien yang tangannya terpaksa diamputasi akibat pembengkakan setelah dirawat di RS Permata Madina, baru kali ini dia memberikan jawaban.

Untuk diketahui, keluarga RSH melalui kuasa hukum melayangkan somasi setelah mediasi beberapa kali tak berujung pada kesepakatan terhadap penanganan korban usai diamputasi. Orang tua korban merasa pihak rumah sakit tidak benar-benar menunjukkan iktikad baik.

Pihak keluarga menyatakan, RSH pada awalnya dibawa ke RS Permata Madina setelah jatuh di rumahnya. Diagnosa awal pasien mengalami masalah pada lambung dan menerima suntikan infus di tangan kiri. Pada prosesnya, tempat penyuntikan infus tersebut mengalami pembengkakan sehingga terpakasa suntik dipindahkan ke tangan kanan.
Ternyata, bengkak tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda sembuh. Justru, di beberapa bagian tangan, utamanya jari-jari, menjadi lebam kehitam-hitaman. Melihat hal itu, orang tua RSH kembali membawa dia ke RS Permata Madina dan terpaksa harus melalui operasi.

Namun, kondisi tangan korban tidak membaik sehingga pihak rumah sakit memutuskan pasien harus dirujuk. Keluarga RSH memilih tempat rujuk ke RS dr. M. Djamil di Padang, Sumbar. Setelah melewati pemeriksaan, akhirnya diputuskan tangan kiri korban terpaksa diamputasi.

Lebam dan pembengkakan juga terjadi di tangan kanan, tapi kondisinya tidak separah di tangan kiri sehingga masih bisa diobati tanpa harus amputasi. Intinya, RSH masuk rumah sakit karena asam lambung, tapi keluar dengan tangan sudah dipotong. (dab/rel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pejabat Medan pengalih tanah KAI harus diusut

    Pejabat Medan pengalih tanah KAI harus diusut

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN   –  Oknum pejabat di Pemerintah Kota Medan yang diduga terlibat dalam kasus pengalihan tanah milik Perusahaan Kereta Api Indonesia (KAI) Medan harus diusut tuntas Kejaksaan Agung. “Siapa saja oknum pejabat dan mantan pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Medan yang ikut bermain dalam pengalihan aset milik PT KAI Medan harus diproses secara hukum,” kata Pengamat […]

  • 6.000 Ton Beras Segera Masuk ke Sumut

    6.000 Ton Beras Segera Masuk ke Sumut

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – 6.000 ton beras Public Service Obligation (PSO) asal Jawa Timur akan segera memasuki Sumatera Utara untuk memperkuat stok beras Bulog. “Dengan akan masuknya beras dari Jatim sebanyak 6.000 ton dalam pekan ini, maka stok Bulog Sumut akan bertambah menjadi 30.000 ton,” kata Humas Bulog Sumut, Rudi Adylin, di Medan, (7/4). ini. Stok beras […]

  • TOR-TOR MANDAILING

    TOR-TOR MANDAILING

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : ASKOLANI NASUTION   Tor-tor Mandailing tiba-tiba menjadi ikon seni tari penting dalam proses pernikahan Boby Nasution dan Kahiyang Ayu. Tentu karena begitu massif pemberitaan di berbagai media. Momen itu sekaligus mengundang rasa ingin tahu publik tentang berbagai entitas budaya Mandailing yang disuguhkan dalam proses pernikahan, termasuk Tor-Tor. Sebagai salah satu seni tari tradisional […]

  • Terkait Kades Jambur Baru Batangnatal. Dinas PMD Madina Tunggu Hasil Rekomendasi Inspektorat

    Terkait Kades Jambur Baru Batangnatal. Dinas PMD Madina Tunggu Hasil Rekomendasi Inspektorat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Irsal Pariadi, menyatakan akan menindaklanjuti hasil rekomendasi Inspektorat terkait Kepala Desa Jambur Baru, Riswan Haedy, yang diduga melakukan pengrusakan aset daerah. “Kita tunggu rekomendasi hasil riksus dari inspektorat. Apabila sudah keluar akan kami jalankan dan tindaklanjuti sesuai rekomendasi tersebut,” kata Irsal Pariadi Senin […]

  • Warga Bandar Panjang Adukan Kepdes

    Warga Bandar Panjang Adukan Kepdes

    • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Bandar Panjang, Muarasipogi, Mandailing Natal, Sumut, meminta camat memproses pengaduan mereka. Pengaduan itu tertanggal 20 Juni 2022 ditujukan kepada camat. Surat pengaduan yang diteken sebanyak 157 warga itu berisi 9 poin tentang kinerja kepala desa yang dinilai tidak transparan dalam menjalankan program-program yang bersumber dana dari Dana Desa. Dari […]

  • DPC Ikanas Sambut Positif Sertifikat Bebas Frambusia untuk Madina

    DPC Ikanas Sambut Positif Sertifikat Bebas Frambusia untuk Madina

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) memperoleh Sertifikat Eradikasi Frambusia mendapatkan respon positif dari DPC Khusus Ikanas Madina. Penghargaan untuk daerah bebas Frambusia tersebut diterima oleh Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution di sela-sela Peringatan Hari Malaria Sedunia yang dipusatkan di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (31/5). Ketua […]

expand_less