Minggu, 14 Jun 2026
light_mode

Pemkab Madina dan Polisi Diminta Tak Kaku Soal Petani Bakar Hutan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Sep 2016
  • print Cetak
gubuk petani miskin di lahan kebun

gubuk petani miskin di lahan kebun

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Daerah dan kepolisian diminta tak terlalu kaku menyoal petani kampung yang membakar hutan.

Type hutan di wilayah Mandailing Godang dan Mandailing Julu bukan jenis gambut, sehingga tak ada kasus fatal hutan terbakar sejak ratusan tahun.

“Dari zaman nenek moyang, petani kampung di Mandailing Julu dan Mandailing Godang selalu membakar lahan jika hendak menanam tanaman. Karena type hutan di sini tak sama dengan gambut,” kata Pardomuan Borotan warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Senin (19/9).

Kontur tanah di hutan-hutan Mandailing Julu dan Mandailing Godang yang berjenis liat tak pernah membuat api merembes meluas sebagaimana lahan gambut.

“Lagi pula, petani kampung itu paling mampu membuka lahan seluas 1 atau dua hektar sekedar untuk kebutuhan makan anak bini. Sehingga jika dia membakarnya untuk membersihkan lahan tak pernah menyebabkan kebakaran hutan seperti yang terjadi di hutan gambut,” katanya.

“Kasus asap di Sumatera itu muncul setelah pemerintah gencar memberi izin lokasi yang super luas kepada perusahaan-perusahaan kapitalis atau kepada orang-orang kaya rakus sebagai dampak menggenjot laju pertumbuhan ekonomi negara. Kalau penduduk asli Sumatera itu sejak nenek moyang dulu tak pernah sangat rakus mengusai lahan ratusan ribu hektar,” ujarnya.

Oleh karenanya, dia meminta Pemkab Madina mapun Polres Madina sebisa mungkin  untuk arif dan bijaksana memandang penduduk kampung yang membuka lahan kebun 1 atau 2 hektar, dengan tidak melakukan penangkapan berdasar  Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup atau Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan.

“Kasihan kalau orang kampung yang miskin ditangkap gara-gara membuka dan membakar lahan sepetak. Sebab, jika tak dibakar akan sulit bagi petani membersihkan lahan, karena petani tak punya modal uang membersihkan lahan tanpa bakar,” katanya.

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 4)

    Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 4)

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampuran (air terjun) Caroce di Desa Tandikek, Kecamatan Ranto Baek, Mandailing Natal. Lokasi Sampuran Caroce berjarak sekitar 500 meter di sisi kanan pemukiman Desa Tandikek. Masuk ke lokasi tergolong mudah karena pengunjung dapat menaiki kenderaan roda 2 dan mobil roda 4. Desa Tandikek berjarak sekitar 30 Km dari Simpang Gambir. Simpang Gambir berjarak sekitar 41 […]

  • Suryadharma Ali: Jangan Haramkan APBD untuk Pendidikan Agama

    Suryadharma Ali: Jangan Haramkan APBD untuk Pendidikan Agama

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TANGERANG (Mandailing Online) — Menteri Agama Suryadharma Ali meminta pemerintah daerah tidak ragu-ragu mengalokasikan anggaran dari APBD untuk meningkatkan pendidikan agama di daerahnya masing-masing. Menurut Suryadharma, dikotomi yang terjadi pada pendidikan agama dalam semua hal harus diselesaikan. Suryadharma menjelaskan, lembaga pendidikan agama, seperti pesantren, merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Sebelum keberadaan sekolah di Indonesia […]

  • 2012, Target PAD Alat Berat Dinas PU Harus Diawasi

    2012, Target PAD Alat Berat Dinas PU Harus Diawasi

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pendapatan asli daerah (PAD) dari pemakaian alat berat di Dinas PU Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diduga belum mencapai target yang telah ditentukan. Untuk itu ke depan harus dimaskimalkan dan diawasi penggunaanya secara transparan. Hal itu sampaikan Ketua Jaringan Aktifis Mahasiswa Sumatera Utara (JAMSU) Iswadi Batubara kepada wartawan di Panyabungan, Senin (02/01/2012). Katanya, tidak tercapainya […]

  • Rp 252.000.000 APBDes di Kecamatan Natal Habis Untuk Acara Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

    Rp 252.000.000 APBDes di Kecamatan Natal Habis Untuk Acara Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : entah dari mana dasar pengalokasian anggarannya. lagi lagi kegiatan desa yang dinilai menghambur hamburkan anggaran dana desa kembali dilaksanakan. Kali ini 28 desa di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) laksanakan kegiatan dengan judul pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dari data APDes 2025 Desa Sasaran tercatat Pagu anggaran untuk acara bentuk […]

  • Diduga 7 OPD di Pemkab Madina Yang Tersandung TGR Terkait Perjalanan Dinas

    Diduga 7 OPD di Pemkab Madina Yang Tersandung TGR Terkait Perjalanan Dinas

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : 7 Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) di Pemkab Mandailing Natal ( Madina) dituntut TGR ( Tuntutan Ganti Rugi).ke 7 OPD tersebut adalah Dinas Pendidikan, Dinas Prawisata, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, BKPSDM, BPBD dan Bapenda. Diketahui, TGR tersebut terjadi pada tahun anggaran 2020-2023. Namun sampai tahun 2024 ini, TGR 7 […]

  • Bunga Bangkai Mekar di Sipirok

    Bunga Bangkai Mekar di Sipirok

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK, (MO)  – Hutan hujan tropis di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang merupakan kawasan Cagar Alam Dolok Sibualbuali, menyimpan potensi flora dan fauna yang luar biasa. Salah satunya jenis bunga raksasa yang biasa disebut Bunga Bangkai atau Atturbung, belum lama ini ditemukan tumbuh di kawasan itu. “Kami menemukan Bunga Bangkai itu di daerah […]

expand_less