Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Pemkab Madina dan Polisi Diminta Tak Kaku Soal Petani Bakar Hutan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Sep 2016
  • print Cetak
gubuk petani miskin di lahan kebun

gubuk petani miskin di lahan kebun

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Daerah dan kepolisian diminta tak terlalu kaku menyoal petani kampung yang membakar hutan.

Type hutan di wilayah Mandailing Godang dan Mandailing Julu bukan jenis gambut, sehingga tak ada kasus fatal hutan terbakar sejak ratusan tahun.

“Dari zaman nenek moyang, petani kampung di Mandailing Julu dan Mandailing Godang selalu membakar lahan jika hendak menanam tanaman. Karena type hutan di sini tak sama dengan gambut,” kata Pardomuan Borotan warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Senin (19/9).

Kontur tanah di hutan-hutan Mandailing Julu dan Mandailing Godang yang berjenis liat tak pernah membuat api merembes meluas sebagaimana lahan gambut.

“Lagi pula, petani kampung itu paling mampu membuka lahan seluas 1 atau dua hektar sekedar untuk kebutuhan makan anak bini. Sehingga jika dia membakarnya untuk membersihkan lahan tak pernah menyebabkan kebakaran hutan seperti yang terjadi di hutan gambut,” katanya.

“Kasus asap di Sumatera itu muncul setelah pemerintah gencar memberi izin lokasi yang super luas kepada perusahaan-perusahaan kapitalis atau kepada orang-orang kaya rakus sebagai dampak menggenjot laju pertumbuhan ekonomi negara. Kalau penduduk asli Sumatera itu sejak nenek moyang dulu tak pernah sangat rakus mengusai lahan ratusan ribu hektar,” ujarnya.

Oleh karenanya, dia meminta Pemkab Madina mapun Polres Madina sebisa mungkin  untuk arif dan bijaksana memandang penduduk kampung yang membuka lahan kebun 1 atau 2 hektar, dengan tidak melakukan penangkapan berdasar  Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup atau Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan.

“Kasihan kalau orang kampung yang miskin ditangkap gara-gara membuka dan membakar lahan sepetak. Sebab, jika tak dibakar akan sulit bagi petani membersihkan lahan, karena petani tak punya modal uang membersihkan lahan tanpa bakar,” katanya.

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vaksinasi di Panyabungan Barat Sampai Malam Hari

    Vaksinasi di Panyabungan Barat Sampai Malam Hari

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Online) – Dalam upaya mencapai target vaksinasi, Pemerintahan Kecamatan Panyabungan Barat menggelar vaksinasi sampai malam hari. Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Longat Melvariani Siregar ketika dimintai keterangan di kantor FP2L Longat, Panyabungan Barat pada Jumat (19/11). “Target vaksinasi harus dikejar. Kita tetap melakukan sosialisasi baik secara individu maupun kelompok. Bahkan kita melakukan vaksinasi […]

  • Disnakertrans Sumut Buka Posko Pengaduan THR

    Disnakertrans Sumut Buka Posko Pengaduan THR

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Utara mendirikan posko untuk menerima pengaduan masalah pembayaran tunjangan hari raya pada Lebaran 1432 Hijriyah. Kepala Disnakertrans Sumut B.Otb Sihombing di Medan, Rabu, 10 Agustus 2011 mengatakan, pendirian posko itu bertujuan agar kalangan pekerja di Sumut dapat melaporkan permasalahan THR yang terkendala. Hal itu dimaksudkan agar kalangan pekerja […]

  • Syariat Islam Dituding Menormalisasi KDRT?

    Syariat Islam Dituding Menormalisasi KDRT?

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu Taqiyya Akhir-akhir ini viral potongan ceramah seorang ustadzah fenomenal yang dianggap membolehkan kekerasan dalam rumah tangga, sehingga masyarakat awam menganggap tindakan tersebut dibolehkan dalam islam. Padahal perlu dipahami sebelumnya bahwa konteks yang dibahas dalam ceramah tersebut adalah kisah tentang istri yang menutupi aib suaminya yang bertindak kasar terhadap istrinya, bukan berarti ustadzah tersebut […]

  • Polda Tolak Laporan 17 Pelamar CPNS Pemko Medan

    Polda Tolak Laporan 17 Pelamar CPNS Pemko Medan

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sebanyak 4 dari 17 pelamar CPNS Pemko Medan yang kalah pada penerimaan TA 2010, didampingi kuasa hukumnya Irwandi Lubis SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, kecewa dengan sikap Polda Sumatera Utara yang tidak menerima laporan pengaduan mereka tentang pelanggaran Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Irwandi kepada wartawan di Mapolda Sumut, Senin (30/01/2012) mengatakan, maksud […]

  • Dua Nyawa Hampir Melayang

    Dua Nyawa Hampir Melayang

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Isu penculikan anak kembali menelan korban. Diduga komplotan penculik anak, dua orang warga Kelurahan Pasar Hilir, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, nyaris tewas dihajar massa di Desa Aek Banir, Kecamatan Panyabungan, Jumat (04/12/2010) dini hari. Kedua korban bernama Ali Marsuki dan Ibrahim. Akibat pengeroyokan itu, keduanya menderita luka parah sehingga harus mendapat perawatan secara […]

  • Tunjangan Non Sertifikasi Guru Masih Misterius

    Tunjangan Non Sertifikasi Guru Masih Misterius

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    gambar grafis logo tut wuri handayani PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Tunjangan guru non sertifikasi belum semuanya dicairkan oleh pihak Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina) padahal saat ini sudah memasuki akhir tahun anggaran. Parahnya, selain tahun ini, sebanyak 6 bulan tahun 2012 juga belum diterima guru, meski LKPJ bupati tahun anggaran 2012 sudah dipertanggungjawabjan di gedung DPRD […]

expand_less