Senin, 28 Sep 2026
light_mode

Gerobak Penuh Darah Ditinggal Polisi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
  • print Cetak


Nur Iman, Korban Salah Sasaran yang Tewas saat Baku Tembak Densus 88 dan Teroris

Baku tembak antara Densus 88 dan dua orang yang terduga teroris dini hari kemarin memakan korban warga sipil. Nur Iman, yang sehari-hari berjualan hik (makanan khas Solo), tewas dalam baku tembak itu. Benarkah dia hanya korban salah sasaran? Bagaimana kesaksian warga di tempat kejadian?

TAK sulit mencari rumah Nur Iman. Lokasinya tak jauh dari TKP (tempat kejadian perkara) baku tembak antara tim Densus 88 dan terduga teroris. Yakni, di Kampung Dukuh, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menuju rumah Nur harus melewati gang sempit yang hanya cukup dilalui satu motor. Rumah itu sangat sederhana, kira-kira berukuran 8×10 meter. Di depan rumah tampak gerobak hik bercat biru yang biasa digunakan Nur untuk berjualan. Menurut Muhono, 42, kakak ipar Nur, setiap hari adiknya berjualan hik mulai pukul 17.00.

Ketika Radar Solo (Group Sumut Pos) datang kemarin siang, rumah Nur tak berpenghuni. Di dalam rumah tampak beberapa perabot, seperti kulkas, sebuah televisi, dan seperangkat kursi tamu. Istri dan dua anak Nur tak berada di rumah. Menurut warga, mereka dibawa polisi setelah baku tembak reda.

Nur menikah dengan Waliyem, 37. Mereka dikaruniai dua anak, Rizky, 9, dan Ririn, 3. Menurut Muhono, sebelum berjualan hik, Nur bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik tekstil di Sukoharjo. Selain berjualan hik, Nur bekerja secara serabutan di siang hari. Pekerjaan itu ditekuni pria asal Desa Besole, Kecamatan Wonosari, Klaten, tersebut sejak enam tahun lalu.
“Kalau siang biasanya kerja serabutan. Kadang buruh tukang bangunan, kadang juga ikut tetangga menjual besi rongsokan,” terang Muhono kepada Radar Solo.

Selain dengan istri dan dua buah hatinya, Nur tinggal bersama ibu mertuanya, Ny Harso Mulyono. Bagi keluarga dan warga masyarakat sekitar, Nur dikenal berperilaku baik, rajin, dan aktif dalam kegiatan masyarakat. Karena jiwa sosialnya yang cukup tinggi, dia dipercaya menjadi salah satu pengurus di RT setempat untuk mengurusi bidang penerangan dan perlengkapan.

Tanggung jawab Nur terhadap jabatan ini juga cukup tinggi. Muhono menyebut, setiap kali ada lampu penerangan jalan yang mati di sekitar RT-nya Nur langsung menggantinya. Inilah yang membuat para tetangga begitu kehilangan setelah Nur tewas dalam baku tembak tersebut.

Meski Nur disebut korban salah sasaran, kemarin sempat muncul selentingan kabar bahwa dia dianggap terlibat dalam jaringan organisasi Islam radikal. Terhadap kabar itu, keluarga dan sejumlah warga yang mengenalnya membantah keras.

“Dia (Nur) hanya korban salah sasaran. Nggak mungkin dia terlibat teroris,” kata Tarso Wiyono, 80, paman Nur, kepada Radar Solo.

Pernyataan tersebut dikuatkan salah seorang perempuan yang mengaku pernah mengontrak rumah selama beberapa tahun di sebelah rumah Nur. Menurut wanita warga Telukan, Grogol, Sukoharjo, yang namanya enggan dikorankan itu, Nur tidak pernah terlibat aksi terorisme. “Aku ngerti Nur suwe (saya tahu Nur lama). Wong neng mesjid wae ratau, opo meneh melu organisasi teroris sing koyo ngono. Aku sing dudu apa-apane ratrimo nek Nur dicap teroris (Wong ke masjid saja tak pernah, apalagi ikut organisasi teroris seperti itu. Saya yang bukan apa-apanya tidak terima kalau Nur dicap teroris),” beber wanita tersebut.

Aksi baku tembak antara Densus 88 dan teroris dini hari kemarin membuat warga di Kampung Dukuh, RT 2/RW III, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, mendadak gempar. Rentetan tembakan terdengar beberapa kali di kawasan tersebut. Sriyono, perangkat Desa Sanggrahan, yang rumahnya hanya berjarak 50 meter dari TKP, sontak bangun dari tidur nyenyaknya saat baku tembak terjadi. Merasa ada sesuatu yang janggal, dia memberanikan diri untuk keluar rumah. Setelah keluar, dia dihampiri dua anggota Densus 88 dari arah selatan yang mengendarai sepeda motor. Aparat Densus itu menyuruhnya masuk rumah kembali.

Setelah situasi dirasa aman, Sriyono beserta belasan tetangganya mulai keluar rumah untuk mengecek situasi sekitar. Sasarannya gerobak hik Nur Iman yang berjarak hanya beberapa meter sebelah selatan TKP. Setelah sampai di lokasi, Sriyono beserta warga lain tidak menemukan sosok Nur. Mereka hanya mendapati gerobak hik yang sudah berlumur darah. Ketika Nur dicari di rumahnya, justru rumah tersebut kosong melompong dan tidak ada penghuninya.

“Kami bahkan belum mengetahui kondisi Nur dan keluarga yang kabarnya dibawa oleh Densus 88, entah ke mana,” kata Sriyono.

Untuk mencari kejelasan nasib Nur dan keluarganya, kerabat dekat maupun perangkat desa mendatangi Mapolsek Grogol untuk meminta kejelasan polisi. “Pagi tadi (kemarin) setelah kejadian, kami mendatangi Polsek Grogol untuk minta kejelasan terkait dengan keadaan Nur dan keluarganya. Kami tidak terima Nur dan kampung kami dianggap sarang teroris. Kalau memang Nur dianggap teroris, seharusnya ada bukti. Kalau tidak, mengapa bisa jadi korban salah sasaran?” kata Sriyono.(jpnn/nan/c2/kum)
|Sumber |: |Sumut Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Huta Baringin TB Salurkan BLT Tahap I 2021

    Desa Huta Baringin TB Salurkan BLT Tahap I 2021

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandaiiling Online) – Desa Huta Baringin TB, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandaiiling Natal menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun 2021. Pantauan di lapangan, penyaluran BLT di aula gedung serbaguna Desa Huta Baringin TB, Jum’at (23/4/2021) dengan mematuhi protokol kesehatan Covid19. Kepala Desa Huta Baringin TB, Rahmad Syah Lubis di sela-sela penyaluran mengatakan […]

  • Kenaikan Harga Cabe Akibat Stok Kurang

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onine) – Dinas Perindustrian dan Perdagaan Koperasi UKM dan Pasar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyatakan melonjaknya harga cabe merah di Panyabungan akibat penen cabe masih minim. Kadis Perindustrian dan Perdagaan Koperasi UKM dan Pasar Lis Muliadi melalui stapnya mengatakan, kenaikan harga cabe di beberapa pasar tradisional disebabkan stok cabe berkurang. Kondisi itu dipicu […]

  • Kegagalan Program Cetak Sawah Harus Diselidiki

    Kegagalan Program Cetak Sawah Harus Diselidiki

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Program cetak sawah merupakan salah satu upaya pemerintah pusat untuk menyelamatkan negara ini dari kekurangan beras. Namun sangat disayangkan dana program cetak sawah diduga deselewengkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Di Kabupaten Mandaling Natal (Madina) dana puluhan milyar yang diperuntukkan untuk cetak sawah diduga sia-sia penyebab program pemerintah tersebut dinilai gagal, […]

  • Polres Madina Amankan Rp42 Juta Uang Palsu

    Polres Madina Amankan Rp42 Juta Uang Palsu

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Satuan Reskrim Polres Mandailing Natal (madina) menangkap empat orang tersangka pengedar uang palsu (upal) antar provinsi. Dari tersangka, polisi menyita uang palsu Rp42 juta. Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan didampingi Wakapolres Kompol Hariatmoko di Mapolres Madina, Panyabungan, Rabu (06/04/2011) sore, kepada wartawan mengatakan, keempat tersangka pengedar uang palsu ditangkap di tempat berbeda. Romli […]

  • Tindak Tegas Oknum DPRD Madina Diduga Pemerkosa

    Tindak Tegas Oknum DPRD Madina Diduga Pemerkosa

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, LSM Republik Anti Korupsi (Reaksi) mengutuk keras tindakan salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berinisial DSN yang disebut-sebut memperkosa seorang gadis berinisial NH (22) di Medan beberapa waktu lalu. “Seorang anggota DPRD tidak seharusnya melakukan perbuat keji seperti itu, dia seharusnya melindungi masyarakat bukan malah merusaknya,” ujar Sekretaris LSM Reaksi Madina Jeffry […]

  • KTNA Perlu Tingkatkan Inovasi dan Jejaring Usaha Tani

    KTNA Perlu Tingkatkan Inovasi dan Jejaring Usaha Tani

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Ketua (Kontak tani Nelayan Andalan) KTNA Sumut, H. Raya Pasaribu menekankan KTNA Madina meningkatkan inovasi serta jejaring usaha tani. Itu dikatakannya pada pidato pelantikan KTAN Madina yang dibacakan Sekda Madina, Yusuf Nasution Kamis (20/3/2014). Menurutnya, pengurus KTNA itu pejuang, tak ada rebut merebut posisi. Pengurus KTNA hanya bermodal keikhlasan dalam […]

expand_less