Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Gerobak Penuh Darah Ditinggal Polisi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
  • print Cetak


Nur Iman, Korban Salah Sasaran yang Tewas saat Baku Tembak Densus 88 dan Teroris

Baku tembak antara Densus 88 dan dua orang yang terduga teroris dini hari kemarin memakan korban warga sipil. Nur Iman, yang sehari-hari berjualan hik (makanan khas Solo), tewas dalam baku tembak itu. Benarkah dia hanya korban salah sasaran? Bagaimana kesaksian warga di tempat kejadian?

TAK sulit mencari rumah Nur Iman. Lokasinya tak jauh dari TKP (tempat kejadian perkara) baku tembak antara tim Densus 88 dan terduga teroris. Yakni, di Kampung Dukuh, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menuju rumah Nur harus melewati gang sempit yang hanya cukup dilalui satu motor. Rumah itu sangat sederhana, kira-kira berukuran 8×10 meter. Di depan rumah tampak gerobak hik bercat biru yang biasa digunakan Nur untuk berjualan. Menurut Muhono, 42, kakak ipar Nur, setiap hari adiknya berjualan hik mulai pukul 17.00.

Ketika Radar Solo (Group Sumut Pos) datang kemarin siang, rumah Nur tak berpenghuni. Di dalam rumah tampak beberapa perabot, seperti kulkas, sebuah televisi, dan seperangkat kursi tamu. Istri dan dua anak Nur tak berada di rumah. Menurut warga, mereka dibawa polisi setelah baku tembak reda.

Nur menikah dengan Waliyem, 37. Mereka dikaruniai dua anak, Rizky, 9, dan Ririn, 3. Menurut Muhono, sebelum berjualan hik, Nur bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik tekstil di Sukoharjo. Selain berjualan hik, Nur bekerja secara serabutan di siang hari. Pekerjaan itu ditekuni pria asal Desa Besole, Kecamatan Wonosari, Klaten, tersebut sejak enam tahun lalu.
“Kalau siang biasanya kerja serabutan. Kadang buruh tukang bangunan, kadang juga ikut tetangga menjual besi rongsokan,” terang Muhono kepada Radar Solo.

Selain dengan istri dan dua buah hatinya, Nur tinggal bersama ibu mertuanya, Ny Harso Mulyono. Bagi keluarga dan warga masyarakat sekitar, Nur dikenal berperilaku baik, rajin, dan aktif dalam kegiatan masyarakat. Karena jiwa sosialnya yang cukup tinggi, dia dipercaya menjadi salah satu pengurus di RT setempat untuk mengurusi bidang penerangan dan perlengkapan.

Tanggung jawab Nur terhadap jabatan ini juga cukup tinggi. Muhono menyebut, setiap kali ada lampu penerangan jalan yang mati di sekitar RT-nya Nur langsung menggantinya. Inilah yang membuat para tetangga begitu kehilangan setelah Nur tewas dalam baku tembak tersebut.

Meski Nur disebut korban salah sasaran, kemarin sempat muncul selentingan kabar bahwa dia dianggap terlibat dalam jaringan organisasi Islam radikal. Terhadap kabar itu, keluarga dan sejumlah warga yang mengenalnya membantah keras.

“Dia (Nur) hanya korban salah sasaran. Nggak mungkin dia terlibat teroris,” kata Tarso Wiyono, 80, paman Nur, kepada Radar Solo.

Pernyataan tersebut dikuatkan salah seorang perempuan yang mengaku pernah mengontrak rumah selama beberapa tahun di sebelah rumah Nur. Menurut wanita warga Telukan, Grogol, Sukoharjo, yang namanya enggan dikorankan itu, Nur tidak pernah terlibat aksi terorisme. “Aku ngerti Nur suwe (saya tahu Nur lama). Wong neng mesjid wae ratau, opo meneh melu organisasi teroris sing koyo ngono. Aku sing dudu apa-apane ratrimo nek Nur dicap teroris (Wong ke masjid saja tak pernah, apalagi ikut organisasi teroris seperti itu. Saya yang bukan apa-apanya tidak terima kalau Nur dicap teroris),” beber wanita tersebut.

Aksi baku tembak antara Densus 88 dan teroris dini hari kemarin membuat warga di Kampung Dukuh, RT 2/RW III, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, mendadak gempar. Rentetan tembakan terdengar beberapa kali di kawasan tersebut. Sriyono, perangkat Desa Sanggrahan, yang rumahnya hanya berjarak 50 meter dari TKP, sontak bangun dari tidur nyenyaknya saat baku tembak terjadi. Merasa ada sesuatu yang janggal, dia memberanikan diri untuk keluar rumah. Setelah keluar, dia dihampiri dua anggota Densus 88 dari arah selatan yang mengendarai sepeda motor. Aparat Densus itu menyuruhnya masuk rumah kembali.

Setelah situasi dirasa aman, Sriyono beserta belasan tetangganya mulai keluar rumah untuk mengecek situasi sekitar. Sasarannya gerobak hik Nur Iman yang berjarak hanya beberapa meter sebelah selatan TKP. Setelah sampai di lokasi, Sriyono beserta warga lain tidak menemukan sosok Nur. Mereka hanya mendapati gerobak hik yang sudah berlumur darah. Ketika Nur dicari di rumahnya, justru rumah tersebut kosong melompong dan tidak ada penghuninya.

“Kami bahkan belum mengetahui kondisi Nur dan keluarga yang kabarnya dibawa oleh Densus 88, entah ke mana,” kata Sriyono.

Untuk mencari kejelasan nasib Nur dan keluarganya, kerabat dekat maupun perangkat desa mendatangi Mapolsek Grogol untuk meminta kejelasan polisi. “Pagi tadi (kemarin) setelah kejadian, kami mendatangi Polsek Grogol untuk minta kejelasan terkait dengan keadaan Nur dan keluarganya. Kami tidak terima Nur dan kampung kami dianggap sarang teroris. Kalau memang Nur dianggap teroris, seharusnya ada bukti. Kalau tidak, mengapa bisa jadi korban salah sasaran?” kata Sriyono.(jpnn/nan/c2/kum)
|Sumber |: |Sumut Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga dan Muspika Tinjau Lahan Sangketa Yang Digarap PT.PSU

    Warga dan Muspika Tinjau Lahan Sangketa Yang Digarap PT.PSU

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Warga 4 Desa bersama camat, Danramil dan Polsek Muara Soma kembali melakukan peninjauan lahan adat yang dikuasi PT. PSU di Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina). Laha-lahan tersebut telah ditanami sawit oleh PT. PSU (PT.Perkebunan Sumatera Utara), padahal lahan-lahan itu sudah bersertifikat atas nama masyarakat. Ke-empat desa itu adalah Desa […]

  • Jumat Bersih, KPPG Madina Bersihkan TPU di Nagajuang

    Jumat Bersih, KPPG Madina Bersihkan TPU di Nagajuang

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    NAGAJUANG (Mandailing Online) – Setelah meluncurkan program Jumat Subuh Berkah, Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melaksanakan kegiatan Jumat Bersih. Kali ini dilaksanakan di Kecamatan Nagajuang berupa bersih-bersih Tempat Pemakaman Umum (TPU). Giat yang dilaksanakan pada Jumat (29/10) berpusat di TPU Desa Sayurmatua, TPU Desa Tambiski, dan TPU Desa Banua Simanosor. Ketua […]

  • Pemkab Madina Pastikan Kedatangan Jokowi

    Pemkab Madina Pastikan Kedatangan Jokowi

    • calendar_month Kamis, 16 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika tak aral melintang, Presiden Jokowi dipastikan tiba di Mandailing Natal (Madina) pada tanggal 24 Maret 2017. Dan dijadwal menginap 1 malam di pondok Pesantren Musthofawiyah Purba Baru. Demikian rilis Bagian Humas Pemkab Madina, Rabu yang dilansir di laman facebook Humas Setdakab Mandailing Natal. Kepastian kunjungan presiden itu berdasar hasil pertemuan […]

  • Yayasan Mataniari Suplay Bibit Buah di Madina

    Yayasan Mataniari Suplay Bibit Buah di Madina

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) – Pemberdayaan ekonomi rakyat yang terintegrasi dengan pelestarian lingkungan hidup patut dikembangkan. Interaksi kedua aspek ini sangat urgen dan memiliki nilai yang sangat mulia di tengah kian tingginya ancaman kerusakan ekosistem global. Dan kedua aspek itu menjadi bagian dari beberapa program Yayasan Mataniari di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Yayasan Mataniari […]

  • Beri Dukungan Aksi Emak-emak Tabuyung, Ketua Fraksi Golkar: Pihak Berwenang Jangan Diam

    Beri Dukungan Aksi Emak-emak Tabuyung, Ketua Fraksi Golkar: Pihak Berwenang Jangan Diam

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Mandailing Natal (Madina) Arsidin Batubara memberi dukungan atas aksi emak-emak di Tabuyung pada Jumat (31/12) lalu yang mendatangi rumah terduga bandar narkoba. Arsidin meminta pihak berwenang untuk tidak tinggal diam dan bertindak seolah tidak tahu dengan keadaan peredaran dan pengaruh narkoba di Tabuyung. Hal itu disampaikan […]

  • Sidang Perdana 13 Tersangka Teroris Medan 29 Maret

    Sidang Perdana 13 Tersangka Teroris Medan 29 Maret

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pengadilan Negeri (PN) Medan telah membentuk 6 majelis hakim untuk menangani dan memeriksa 13 tersangka teroris perampokan Bank CIMB Niaga Medan dan penyerangan Mapolresta Hamparan Perak. “Sidang perdana terhadap 13 tersangka teroris ini kita jadwalkan pada Selasa 29 Maret 2011,” ujar Humas PN Medan Jonny Sitohang di Medan, Rabu (22/03/2011). Jonny yang ditemui di […]

expand_less