Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Taman Kota Panyabungan akan Dijadikan Pusat Jajanan Malam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
  • print Cetak

MADINA-Taman Kota Panyabungan, Madina di Kelurahan Kayu Jati Pasar Lama tepatnya di depan atau seberang jalan Pos Lalu Lintas Kota akan dijadikan sebagai pusat jajajan malam.
Nantinya, para pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di sepanjang pinggir jalan protokol pada malam akan dipindahkan atau dilokalisasi ke Taman Kota itu.
Hal ini dikatakan Wakil Bupati Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution bersama Kepala Disperindag, Koperasi dan Pasar, Lis Mulyadi, Camat Panyabungan Drs Sahnan Batubara saat meninjau taman kota yang dekat dengan RSU Panyabungan, Jumat (13/1).
Wabup mengatakan, Pemkab Madina bekerja sama dengan PT Bank Sumut Panyabungan berencana akan melokalisasi tempat jualan jajanan malam yang ada di sepanjang jalan protokol Panyabungan ke taman kota yang berukuran sekitar 70×40 meter per segi tersebut.
Bank Sumut dalam hal ini terang Dahlan, siap membantu memfasilitasi sarana atau perlengkapan semisal tenda, kursi dan sebagainya, sebagai bentuk Control Sosial Responsibility (CSR).
”Kebijakan ini atas kerja sama antara Pemkab Madina bersama PT Bank Sumut Panyabungan. Taman kota ini kami nilai sangat potensial untuk dijadikan sebagai tempat jualan pedagang makanan atau jajanan di malam hari. Dan ini juga langkah untuk melestarikan keindahan Kota Panyabungan,” ucap Dahlan.
Diterangkan Dahlan, selama ini pihaknya telah sering mendapat kabar bahwa taman kota Panyabungan tidak banyak diberdayakan. Bahkan, taman terasa nyaman dan sejuk serta asri karena ditanami pohon pinus yang sudah menjulang tinggi tersebut pada awalnya sebagai tempat menyantai warga Panyabungan. Tetapi, beberapa tahun terakhir ini sudah sering dijadikan sebagai tempat mesum. Bahkan perbuatan amoral diduga sering terjadi di lokasi tersebut.
”Kami sudah sering menerima kabar bahwa di taman kota ini beberapa tahun ini tidak difungsikan lagi sebagai tempat suatu keindahan, tetapi dugaan kita sering terjadi perbuatan amoral. Untuk itulah kita akan fungsikan taman ini sebagai pusat dagangan makanan di malam hari,” tambahnya.
Sementara, Kabid Pasar Pemkab Madina, Ir Mangatas Tua kepada METRO mengatakan bahwa rencana pembukaannya akan dimulai di bulan Februari, karena pihaknya masih akan bekerja sama dengan pihak Dinas PU terkait teknis bangunan yang mungkin saja masih ada yang akan ditambahi.
Dikatakan Mangatas, barang dagangan yang akan ditempatkan di taman itu tergantung kepada pedagang, tetapi pihaknya mengutamakan bagi pedagang makanan saja.
”Rencananya akan dimulai di bulan Februari, dan kita masih berkoordinasi dengan PU dan Bank Sumut terkait bangunannya,” tuturnya. (wan/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal PT Sorik Mas Pemkab Madina Bisa Ambil Tambang Emas

    Soal PT Sorik Mas Pemkab Madina Bisa Ambil Tambang Emas

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Jika pemerintah pusat tidak memperpanjang izin eksplorasi dan izin pinjam pakai hutan bagi PT Sorik Mas Mining untuk melanjutkan operasionalnya, maka dimungkinkan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) untuk mengambil alih tambang emas perusahaan itu. “Jika izin tidak diperpanjang, ya bisa diambil alih Pemkab Madina saja,” jelas Wakil Ketua DPRD Propinsi Sumatera Utara […]

  • Sumtra Sudah Ngebet segera Disahkan

    Sumtra Sudah Ngebet segera Disahkan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Target dimulainya lagi pembahasan lima Rancangan Undang-undang (RUU) pemekaran di wilayah Sumut dipastikan bakal molor lagi. Jika sebelumnya dijanjikan pembahasan dilakukan setelah kelarnya revisi UU pilkada dan UU pemda, kini muncul alasan baru. Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman mengatakan, pihaknya belum memastikan tanggal dimulainya pembahasan 65 RUU pemekaran, yang empat di antaranya […]

  • Karier Polwan Berjilbab jangan Dipersempit

    Karier Polwan Berjilbab jangan Dipersempit

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Rencana pencabutan larangan penggunaan jilbab bagi polisi wanita (polwan) jangan sampai menimbulkan diskriminasi di kemudian hari. “Yang harus diwaspadai, jangan sampai pencabutan larangan penggunaan jilbab justru menimbulkan diskriminasi. Artinya, polwan jangan kemudian hanya ditempatkan di belakang layar,” ujar Penggiat Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP) Yudha Irlang kepada INILAH.COM, Selasa (18/6/2013). Apa yang dimaksud […]

  • Penerimaan CPNS 2013, tak Ada Istilah Putra Daerah

    Penerimaan CPNS 2013, tak Ada Istilah Putra Daerah

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Endang Aburaera mengatakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kali ini menghilangkan kesan putra daerah. Menurutnya, tak ada lagi prioritas warga lokal untuk diterima jadi CPNS karena semuanya memiliki peluang yang sama. Nur Endang menjelaskan penentuan kelulusan CPNS berdasarkan rangking penilaian yang dilakukan secara […]

  • Anggota DPRD Madina Dapil I

    Anggota DPRD Madina Dapil I

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    1. Nama Lengkap                                : PARLINDUNGAN / ERIK KANTONA / LINDUNG 2. Tempat/tanggal lahir/Umur              : Panyabungan 15 Oktober 1973 / 40 tahun 3. Jenis Kelamin                                     : Laki-laki 4. Agama       […]

  • Modus Pembelian Lahan Terminal Panyabungan : Pembeli Lahan Mengaku Bukan Untuk Terminal

    Modus Pembelian Lahan Terminal Panyabungan : Pembeli Lahan Mengaku Bukan Untuk Terminal

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Pembelian tanah untuk lahan terminal Panyabungan, ternyata memiliki pola tersendiri. Soripada sebagai keluarga penjual sebahagian lahan terminal Type A yang berhasil dijumpai di Mapolres Mandailing Natal, Rabu (3/2) mengatakan bahwa pada tahun 2013 yang lalu familinya menjual tanah tersebut kepada salah seorang berinisial AH seorang PNS di Pemkab Madina, namun ternyata […]

expand_less