Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Tangani Stunting, Atika Bentuk Dua Tim

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan pihaknya akan membentuk dua tim untuk menangani masalah stunting di Madina.

Dua tim yang dibentuk akan bekerja dua arah, tetapi satu tujuan.

“Dua arah satu tujuan itu, menyiapkan tim koreksi (data) dan tim penurunan stunting. Kemudian update, aksi kompetensi di lapangan,” kata Atika saat memimpin rapat Pertemuan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Madina di Aula Kantor Bupati, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Selasa (19/4/2022).

Berdasarkan data BKKBN Sumut, Madina masuk kategori kabupaten mengkhawatirkan di Sumut dalam penanganan masalah stunting, karena angka stunting di kabupaten ini mencapai 47,7 persen.

Data BKKBN Sumut itu dinilai tidak valid.

Pertemuan Rembuk Stunting yang dipimpin Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution itu dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut Muhammad Irzal, Asisten II Setdakab Madina Erman Gaffar, Asisten III Setdakab Madina Sahnan Batubara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Adnan Harahap, camat se-Kabupaten Madina, dan pimpinan OPD lainnya.

Dalam kesempatan itu, Atika mengungkapkan, data stunting hasil survei tiga tahun yang lalu tidak relevan lagi digunakan saat ini, karena ada perubahan di lapangan seperti data anak yang baru lahir.

“Jadi, update aksi kompetensi, kemudian integrasikan seluruh data. Saya berharap data ini tidak tercecer dimana-mana. Kita sekarang menuju big data satu data,” katanya.

Atika mengatakan pihaknya akan melibatkan seluruh OPD yang diketuai oleh salah satu kepala OPD untuk mengoreksi data stunting tersebut. Pihaknya juga akan melakukan beberapa kajian tentang data yang akan dikoreksi. Setelah data itu dikumpulkan, kemudian diproses.

“Saya berharap di-update tim penurunan stunting, kemudian susun peralatan kerja dan laporkan kepada kami. Output-nya adalah bagaimana stunting turun di Mandailing Natal. Saya berharap tidak ada sekat antara OPD, tidak ada sekat antara anggota dalam tim stunting itu sebagaimana tujuan kita satu. Kita bekerja dua arah dimana satu tim mengoreksi dan satu tim menurunkan angka stunting. Tujuannya hanya satu, stunting turun di Mandailing Natal,” papar Atika.

Sumber: StartNews
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tekan Inflasi Melalui Optimasi Lahan, Holtikultura dan Irigasi

    Tekan Inflasi Melalui Optimasi Lahan, Holtikultura dan Irigasi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ​PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) fokus pada program peningkatan produksi komoditas pangan unggulan dan upaya menggenjot swasembada pangan daerah sebagai bagian dari strategi menekan laju inflasi. Program utama mencakup pengembangan bawang merah, cabai merah, optimasi lahan rawa, dan perbaikan infrastruktur irigasi. ​Tahun ini Dinas Pertanian Madina melakukan pengembangan bawang merah […]

  • Jumlah Calhaj Paluta 265 Orang

    Jumlah Calhaj Paluta 265 Orang

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGBOLAK- Sebanyak 265 Calon Jamaah Haji (calhaj) sementara asal Kabupaten Paluta akan diberangkatkan pada musim haji Tahun 2011 ini. Dari total 265 calhaj sementara ini, belum ada satu pun calhaj yang sudah melunasi biaya haji. Hal tersebut disebabkan karena pelunasan biaya haji baru akan dilakukan sejak 15 Agustus hingga awal September mendatang. Demikian disampaikan, Kepala […]

  • Sejumlah Negara ASEAN Legalkan LGBT, Indonesia Jangan Ikut-ikutan!

    Sejumlah Negara ASEAN Legalkan LGBT, Indonesia Jangan Ikut-ikutan!

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Penulis, tinggal di Padangsidimpuan Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) merupakan penyakit yang lebih parah daripada hewan. Pasalnya, hewan saja tak ingin mendekati sesama jenis, untuk melampiaskan nafsunya, namun mengapa manusia mau? Sungguh, maksiat yang lebih parah daripada hewan yang tak berakal. Manusia diberikan akal oleh Allah agar dapat membedakan yang batil […]

  • Paslon 01 Madina Jadi Harapan Petani Hutaraja Bawa Perubahan dan Kesejahteraan 

    Paslon 01 Madina Jadi Harapan Petani Hutaraja Bawa Perubahan dan Kesejahteraan 

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Siabu (Mandailing Online) – Calon Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 01 Muhammad Ichwan Husein Nasution menyempatkan diri mengunjungi lahan pertanian warga yang terendam banjir di Desa Hutaraja Kecamatan Siabu. Jumat (4/10/2024). Kunjungan Calon Wakil Bupati ke lahan seluas 60 hektar lebih yang terendam banjir itu diketahui milik petani 3 Desa yang ada di […]

  • Masih Adakah Polisi Baik di Negeri Ini?

    Masih Adakah Polisi Baik di Negeri Ini?

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pertanyaan dalam judul di atas kian populer menyusul ramainya pemberitaan sejumlah skandal terkait insitusi Polri akhir-akhir ini. Meski jawabannya masih ada polisi baik, namun acap kali keberadaan mereka tertutup oleh aksi polisi-polisi nakal. Akibat tindakan-tindakan tak terpuji ini publik pun semakin ragu dengan moral aparat penegak hukum. Upaya Kepolisian membangun public trust dengan meluncurkan program […]

  • Babi untuk Obat, Bolehkah?

    Babi untuk Obat, Bolehkah?

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Obat berbahan halal harus diutamakan. Topik yang selalu hangat dalam dunia kedokteran masa kini, di antaranya penggunaan enzim babi sebagai unsur pendukung obat tertentu. Entah sebagai katalisator, pelapis luar, atau apa pun penggunaannya. Isu ini pun kerap menjadi perbincangan di kalangan para ahli fikih. Seperti apa dinamikanya? Unsur babi digunakan dunia medis dalam kategori yang […]

expand_less