Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Ulasan Konfercab PDIP Madina, Visi Pengembangan Hantar Iskandar Jadi Ketua

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2015
  • print Cetak

 

Catatan: Muhammad Ludfan Nasution

Konferensi Cabang Dewan Pengurus Cabang Partai Demokrasi Iindonesia Perjuangan Kabupaten Mandailing Natal (Konfercab PDI-Perjuangan Madina) yang dilaksanakan secara serentak di Kota Ranto Prapat pada Selasa, 10 Maret kemarin memang sudah usai. Ketua baru untuk periode 2015-2020 pun sudah terpilih. PAC yang menjadi peserta Konfercab pun boleh merasa lega karena sudah lepas dari rasa cemas.

Namun, sebagai sebuah perhelatan yang menegangkan dan menentukan, beberapa riak dan alur Kongfercab layak menjadi catatan, bukan saja bagi kader PDI Perjuangan. Ada magnitute yang patut dicatat sebagai hikmah demokrasi.

Tak bisa diabaikan, Konfercab PDI Perjuangan se-Sumut ini sudah menjadi mekanisme dialogis yang hidup, ketika kebesaran partai membaca dan memetakan potensi personal dan leadership (kepemimpinan) kader-kader terbaiknya.

Tinggalkan Tradisi Voting

Seperti kebiasaan sejumlah partai pada kurun 5-10 tahun lalu, peletakan kekuasaan tertinggi dalam kepengurusan kabupaten di tangan pengurus kecamatan diterima sebagai cara pengambilan keputusan terbaik. Makanya, momentum seperti Konfercab menjadi ajang menegangkan dan unjuk kebolehan bagi setiap PAC.

Maka, logikanya, momentum Konfercab dengan sendirinya menjadikan PAC sebagai primadona, barang mahal dan rebutan sengit bagi petarung-petarung yang masuk bursa Calon Ketua di kepengurusan, termasuk level kabupaten (DPC). Sebaliknya, para Calon Ketua memainkan strategi, taktik dan jurus masing-masing untuk memikat dan mengikat komitmen pimpinan PAC dalam menjatuhkan pilihan. Ujungnya, terkadang dengan segala cara, termasuk metode karantina, jebakan dan iming-iming materi, ketua terpilih adalah yang paling banyak dapat suara PAC.

Sekalipun bisa saja diyakini sebagai metode yang paling elegan, tata cara voting suara PAC itu akhirnya mengesampingkan dan mengecilkan kualitas personal para calon ketua, lebih-lebih yang tidak memiliki dukungan finansial (termasuk dengan mengandalkan pendana dari luar partai). Yang bisa memenangkan pertarungan adalah mereka yang punya banyak uang dan strategi-taktik yang dapat mematikan rasionalitas petinggi PAC-nya.

Bagi PDI Perjuangan, dominasi angka atau jumlah suara dalam pemilihan, misalnya Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, menjadi relatif. Personalitas, kapasitas dan kepemimpinan Calon Ketua DPC harus lebih di-explor, diapresiasi dan dikompetisikan. Sehingga kemungkinan salah pilih itu jadi kecila. Selain itu, politik dalam menentukan pemimpin partai politik itu menjadi lebih signifikan, elegan, santun.

Dengan begitu, kader dan pimpinan di level PAC lebih mengenal kapasitas ketua-nya dan tentu saja lebih percaya diri, apalagi kalau ternyata kedekatan Ketua Terpilih dengan pimpinan PAC itu terjalin karena kualitas personal masing-masing (bukan money politic).

Tajamnya Visi Sang Ketua

Sebelum Konfercab, DPC PDI Perjuangan Madina membuka pendaftaran balon ketua. Maka, melalui PAC, masing-masing pengurus ranting mengajukan usul dan muncullah 7 nama kader terbaik, yaitu: 1) H. Kari Hasan Daulay (inkamben); 2) Anas Suheri; 3) Ali Anafiyah; 4) Iskandar Hasibuan; 5) Khairul Amri; 6) Khairil Anwar; dan 7) M Rahim Nasution.

Selanjutnya, Panitia bersama HIMSI Pusat menyaring ketujuh calon tersebut hingga tinggal lima nama melalui uji kelayakan dan kepatutan (vit and proper test) . Kelima calon yang sudah diranking inilah yang kemudian dibawa ke Kongfercab: 1) Iskandar Hasibuan; 2) H. Kari Hasan Daulay (ketua); 3) Ali Anafiyah; 4) Anas Suheri; 5) Khairul Amri.

Di Konfercab, kelima nama disaring kembali dengan metode khusus untuk mengambil tiga nama berdasarkan poin (ranking) tertinggi, yaitu: Iskandar Hasibuan, Ali Anafiyah dan Anas Suheri. Lalu, yang lebih menarik karena terbilang unik, ketiga tokoh itu musyawarah untuk menjajaki siapa yang paling berpeluang menjadi ketua. Bisa dibayangkan jika kultur timur yang ogah unjuk diri bicara soal ketua. Padahal, sebelumnya, mereka maju sebagai calon sudah tentu punya keinginan jadi ketua terpilih.

Hasilnya? Ternyata, ketiganya belum dapat memadukan pendapat. Kesan tarik-menarik dan tolok-menolak sesama calon terjadi. Tetapi, hingga berembuk dalam dua babak, tetap berakhir deadlock. Tak ada kata sepakat. Makanya, mereka butuh pendapat pihak lain. Maka, panelis kembali melibatkan beberapa PAC.

Setelah mendengar dengan seksama opini lima dari 17 PAC yang hadir, panelis yang terdiri dari unsur pengurus DPD Sumut dan DPP PDI Perjuangan menentukan ending musyawarah pemilihan Sang Ketua.

Sebagaimana penyampaian panelis dalam kesempatan itu, potensi dan kapasitas seorang kader diukur berdasarkan visi, konsepsi dan sinergi.

Selaku representasi dari DPP PDI Perjuangan, Prof. Rahmawi menyampaikan, "Maka bersadarkan sejumlah pertimbangan, terutama tiga kriteria tersebut, kami memutuskan bahwa yang paling layak untuk memimpin DPC PDI Perjuangan pada periode 2015-2020 adalah Iskandar Hasibuan, SE."

Di kesempatan selanjutnya, panelis juga menyampaikan, hal lain yang tak kalah penting adalah kemampuan kader, terutama di posisi ketua, adalah membaca posisi dan kedudukan PDI Perjuangan sekarang ini. Tentu saja ada keunggulan dan ada juga kelemahan.

Karena itu, selaku ketua terpilih, Iskandar Hasibuan menyampaikan dalam pidato perdananya, selain mempertahankan keunggulan tersebut, setiap kader harus mampu berpikir mewujudkan pengembangan partai.

"Sebagai Ketua, saya punya visi untuk terus mengembangkan PDI Perjuangan di Mandailing Natal. Saya juga yakin mampu mewujudkan visi besar ini. Tentu saja, dengan dukungan dari semua kader, terutama kawan-kawan yang sudah maju sebagai calon ketua," tegas Iskandar Hasibuan yang langsung disambut dengan tepuk tangan dan sorak-sorai sempatik.

Dia mengakui, akan mendapat tantang sangat berat jika saja dia sebagai ketua gagal merangkul. "Bagaimana saya bergandengan dengan pihak-pihak yang lebih luas jika kawan-kawan yang sudah di dalam justeru menjauh? Lebih-lebih karena saya hendak membawa PDI Pejuangan kembali ke tengah-tengah masyarakat Mandailing Natal," ungkapnya bersemangat.

Konfercab sudah usai. Iskandar Hasibuan langsung kerja. Sehari setelah kambali ke Panyabungan, Iskandar langsung beres-beres dan bersih-bersih. Wajah Kantor DPC PDI Perjuangan Madina pun langsung berubah. Makin bersih, makin merah dan makin semangat.

Selamat memimpin Abanganda. Semoga makin sukses. Terus asah visi, kembangkan PDI Perjuangan di Bumi Madina.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PACARAN BERUJUNG TRAGIS

    PACARAN BERUJUNG TRAGIS

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Anita Safitri, S.Pd Aktivis dakwah & anggota Komunitas Madina Menulis Bunuh diri dijadikan jalan terakhir oleh mahasiswi cantik berinisial NWR yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya (UB) Malang. NWR ditemukan warga dalam kondisi tewas di sebelah makam ayahnya pada Kamis (2/12/2021) dengan menenggak racun. Polisi menemukan sisa cairan dalam botol plastik di lokasi […]

  • Massa di Tabuyung Bakar Rumah Terduga Pengedar Narkoba. JAMPI Sumut Nilai Sebagai Akumulasi Kekesalan Masyarakat

    Massa di Tabuyung Bakar Rumah Terduga Pengedar Narkoba. JAMPI Sumut Nilai Sebagai Akumulasi Kekesalan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batang Gadis ( Mandailing Online ): bentuk kekecewaan terhadap Kepolisian, emak emak di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batanggadis, Kabupaten Mandailing Natal terus bersuara. Mereka menilai polisi tidak mampu memberantas para pelaku pengedar narkoba di wilayah nya. ” bagai mana kami yakin pada polisi, para pelaku pengedar narkoba terus merusak anak anak kami di desa […]

  • Advokad Minta Menteri ESDM Tutup PT. SMGP di Madina

    Advokad Minta Menteri ESDM Tutup PT. SMGP di Madina

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Advokat Sumatera Utara (PB PASU) Eka Putra Zakran, SH.MH meminta Menteri ESDM mencanut izin dan sekaligus menutup beroperasinya PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Mandailing Natal. Eka Putra menyatakan itu menyusul hasil investigasi Walhi Sumut yang menemukan indikasi pelanggaran HAM oleh PT. SMGP pada […]

  • Harga Gabah Capai Rp4.100 per Kg

    Harga Gabah Capai Rp4.100 per Kg

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, (MO)- Harga gabah kering kembali naik lagi hingga dilevel Rp4.100 per kilogram setelah mengalami kenaikan dua bulan lalu dari Rp3.800 per kilogram. Tongku Mual Siregar (40), salah seorang toke pengumpul gabah kering di Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengatakan, harga gabah terus mengalami kenaikan di pasaran, namun gabah sangat sulit didapat saat ini. Sehingga, banyak […]

  • Jalan Sunyi Para Pahlawan Madina

    Jalan Sunyi Para Pahlawan Madina

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Roy Adam Lubis Editor / tinggal di Panyabungan Manusia itu unik. Tak mengherankan kalau kemudian kajian terkait karakteristik dan tingkah laku manusia begitu banyak. Mulai dari psikologi, sosiologi sampai zodiak. Semua berkutat pada persoalan tingkah laku dan kebiasaan manusia. Selain itu adanya kemampuan berpikir dan perasaan (hati) membuat manusia sering berkeinginan sesuatu, tapi […]

  • Nanan Soekarno Jadi Wakapolri

    Nanan Soekarno Jadi Wakapolri

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta : Komjen Pol Nanan Soekarna diangkat sebagai Wakil Kepala Kepolisian RI menggantikan Komjen Pol Jusuf Manggabarani. “Pengangkatan tersebut berdasarkan surat telegram Kapolri nomor STR/159/II/2011 tanggal 28 Februari 2011 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan Baru di Lingkungan Polri,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Ketut Untung Yoga Ana di Jakarta, […]

expand_less